Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERKEMBANGAN KURIKULUM ESTONIA Firmansyah, Agung; Mulyono, Mulyono; Dewi, Nuriana Rachmani
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.3462

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengembangan kurikulum di Estonia antara tahun 1987 hingga 2004, terutama setelah kemerdekaan negara tersebut dari Uni Soviet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana reformasi pendidikan di Estonia berhasil mengubah kurikulum yang didominasi oleh pengaruh Soviet menjadi sistem yang lebih sesuai dengan kebutuhan nasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review, dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai referensi dan penelitian terkait reformasi kurikulum di Estonia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformasi dimulai pada tahun 1987 dengan tujuan untuk menghilangkan pengaruh pendidikan Soviet, memperkenalkan mata pelajaran baru, serta sistem penilaian yang lebih relevan. Salah satu tantangan besar yang dihadapi adalah kurangnya tenaga ahli dalam pengembangan kurikulum, yang menyebabkan delegasi tugas kepada pihak luar yang lebih berkompeten. Kurikulum 1996 menjadi titik balik penting karena mengadopsi pendekatan berbasis kompetensi, namun masih ada perdebatan mengenai keberhasilannya. Meski demikian, kurikulum ini membentuk dasar bagi sistem pendidikan Estonia yang lebih demokratis dan relevan dengan perkembangan global.Kata kunci: Pengembangan Kurikulum, Estonia, Reformasi Pendidikan.
Analysis Enhancing Math Problem Solving Skills in Slow Learners: The Impact of Differentiated Learning and Educational Games: Analysis of Math Problem Solving Skills in Slow Learner Students in Elementary School Firmansyah, Agung; Wardono, Wardono; Isnarto, Isnarto
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.2518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematika siswa lamban belajar di tingkat sekolah dasar. Secara khusus, penelitian ini mengeksplorasi dampak metode pembelajaran diferensiasi dan media permainan edukatif serta alat bantu pembelajaran konkret terhadap peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa lamban belajar dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain pretest-posttest dengan empat siswa dalam lingkungan yang terkontrol. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah penerapan pendekatan konten terdiferensiasi dan media edukatif. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 22,5 poin pada seluruh siswa, yang menyoroti dampak positif dari intervensi tersebut. Selain itu, penggunaan balok Dienes sebagai alat bantu pengajaran konkret secara signifikan membantu siswa lamban belajar menghubungkan konsep matematika abstrak dengan objek konkret, sehingga meningkatkan keterampilan berhitung mereka. Lebih lanjut, penerapan permainan edukatif labirin matematika terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, dengan tingkat kepuasan siswa sebesar 79,9%. Secara praktis, temuan ini dapat menjadi rujukan bagi guru sekolah dasar dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih diferensiatif, konkret, dan interaktif untuk mendukung kebutuhan belajar siswa lamban belajar. This study aims to identify the factors influencing the mathematical problem-solving abilities of slow learner students at the primary school level. Specifically, the study explores the impact of differentiated instructional methods, educational game-based media, and concrete learning aids on improving the understanding and skills of slow learners in solving mathematical problems. The research employed a pretest–posttest design involving four students in a controlled setting. The findings indicate a significant improvement in students’ mathematical problem-solving abilities following the implementation of differentiated content approaches and educational media. The pretest and posttest results show an average increase of 22.5 points across all students, highlighting the positive impact of the intervention. Furthermore, the use of Dienes blocks as concrete instructional aids significantly helped slow learners to connect abstract mathematical concepts with tangible objects, thereby enhancing their numeracy skills. In addition, the implementation of an educational mathematics maze game proved effective in increasing students’ motivation and engagement, with a student satisfaction rate of 79.9%. Practically, these findings may serve as a reference for primary school teachers in designing more differentiated, concrete, and interactive mathematics instruction to better support the learning needs of slow learner students.
Dampak Media Sosial Telegram Terhadap Terjadinya Friend With Benefit (FWB) Pada Mahasiswa FKIP Universitas Mataram Aulia, Dwi Yuliatul; Syafruddin , Syafruddin; Firmansyah, Agung
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.5798

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak penggunaan media sosial Telegram terhadap terjadinya relasi Friend with Benefit (FWB) pada mahasiswa FKIP Universitas Mataram. Fenomena ini penting dikaji karena perkembangan media sosial telah mengubah pola interaksi interpersonal mahasiswa melalui ruang komunikasi digital yang memungkinkan anonimitas, privasi, dan minimnya kontrol sosial, sehingga membuka peluang terbentuknya relasi intim tanpa komitmen. Meskipun penelitian terdahulu telah membahas FWB dari perspektif komunikasi interpersonal, makna relasi, dan Teori Pertukaran Sosial, kajian yang secara khusus mengulas peran fitur-fitur Telegram, seperti anonimitas akun, Secret Chat, grup privat, Bot Leomatch, dan kemudahan berbagi media terhadap terjadinya relasi FWB masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap enam mahasiswa FKIP Universitas Mataram yang pernah atau sedang menjalani relasi FWB melalui Telegram, serta enam informan pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur anonimitas, Secret Chat, komunitas privat, Bot Leomatch, serta kemudahan berbagi media memberikan dampak terhadap terjadinya relasi Friend with Benefit (FWB). Fitur-fitur tersebut mempermudah keterbukaan diri, meningkatkan rasa aman dalam berkomunikasi, mempercepat kedekatan emosional secara digital, serta memfasilitasi negosiasi relasi tanpa komitmen. Ditinjau melalui Teori Pertukaran Sosial George C. Homans, fitur-fitur tersebut menurunkan persepsi risiko sosial sekaligus meningkatkan reward berupa privasi, kenyamanan, dan kemudahan membangun relasi. Temuan ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian komunikasi digital dengan menjelaskan bagaimana karakteristik platform Telegram memengaruhi dinamika relasi interpersonal di kalangan mahasiswa. Penelitian ini juga mengimplikasikan pentingnya penguatan literasi digital, edukasi mengenai relasi yang sehat, serta perhatian institusi pendidikan terhadap risiko interaksi anonim di media sosial. The Impact of the Telegram Social Media Platform on the Occurrence of Friends with Benefits (FWB) Relationships Among FKIP Students at the University of Mataram Abstract This study aims to analyze the impact of Telegram social media use on the occurrence of Friends with Benefits (FWB) relationships among students of the Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. This phenomenon is important to examine because the rapid development of social media has transformed students' interpersonal communication patterns through digital communication spaces that provide anonymity, privacy, and minimal social control, thereby creating opportunities for the formation of intimate relationships without commitment. Although previous studies have examined FWB from the perspectives of interpersonal communication, relationship dynamics, and Social Exchange Theory, research specifically discussing the role of Telegram features, such as account anonymity, Secret Chat, private groups, the Leomatch Bot, and media-sharing facilities in facilitating the occurrence of FWB relationships remains limited. This study employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and documentation involving six students from the Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, who had experienced or were currently involved in FWB relationships through Telegram, as well as six supporting informants. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which consisted of data reduction, data display, and conclusion drawing. The trustworthiness of the data was ensured through source, technique, and time triangulation. The findings indicate that Telegram features, including account anonymity, Secret Chat, private communities, the Leomatch Bot, and media-sharing facilities, contribute to the occurrence of Friends with Benefits (FWB) relationships. These features facilitate self-disclosure, enhance users' sense of security in communication, accelerate the development of emotional intimacy in digital interactions, and support the negotiation of non-committed relationships. From the perspective of George C. Homans' Social Exchange Theory, these features reduce users' perceptions of social risks while increasing the perceived rewards in the form of privacy, comfort, and ease of establishing interpersonal relationships. These findings contribute to the development of digital communication studies by explaining how the characteristics of the Telegram platform influence the dynamics of interpersonal relationships among university students. The study also highlights the importance of strengthening digital literacy, promoting education on healthy relationships, and increasing educational institutions' awareness of the risks associated with anonymous interactions on social media.