Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Dampak Penyuluhan Konsumsi Zat Besi terhadap Pengetahuan dan Sikap Wanita Hamil Rotua Sumihar Sitorus; Dewi Sartika Munthe; Nurlela Petra Saragih; Suprianto Suprianto; Herlina Herlina
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 4 (2022): November 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i4.1243

Abstract

Anemia merupakan keadaan dengan hemoglobin (Hb) di bawah normal, terjadi akibat jaringan tidak mampu memproduksi eritrosit untuk mempertahankan Hb normal. Kejadian anemia pada wanita ditandai dengan kandungan Hb < 11 gr/dl. Anemia dapat terjadi pada wanita selama kehamilan. Pemberian tablet zat besi merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil. Tingkat pengetahuan dan respon sikap ibu hamil perlu ditingkatkan melalui penyuluhan tentang konsumsi zat besi pada wanita hamil. Sebanyak 244 kasus ibu hamil anemia di wilayah Puskesmas Kutalimbaru, 19 orang (7,9%) berada di Desa Kutalimbaru tahun 2019. Sasaran penelitian adalah menganalisis dampak penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil konsumsi tablet besi. Desain penelitian adalah semi eksperimen, teknik purposive sampling, sampel sebanyak 30 orang ibu dari Desa Kutalimbaru, Puskesmas Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang dan menggunakan uji t independent. Rerata skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi sebesar 5,614 dan 7,249. Demikian pula, skor sikap rata-rata adalah 4,837 dan 6,123. Analisis bivariat menunjukkan bahwa penyuluhan sangat berpengaruh terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil konsumsi tablet besi (p<0,05). Disarankan: Petugas Puskesmas melakukan pendekatan kepada ibu hamil melalui kunjungan rumah dan memberikan penyuluhan untuk mengubah respon ibu hamil untuk menerima dan mematuhi anjuran minum tablet besi setiap hari selama 90 hari.
PELATIHAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DASAR DI RSUD KOTA MEDAN Nurlela Petra Saragih; Almina Rospitaria Tarigan; Eka Isranil Laily; Dewi Sartika Munthe; Sontina Saragih
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4048

Abstract

Healthcare Associated Infections (HAIs) are infections that occur in healthcare settings. HAIs or infections occur between 48 hours to 72 hours after hospital admission or after hospital discharge within 30 days. The incidence of infections continues to increase between 4.8%-21%. The increasing incidence of infection indicates a decrease in the quality of hospital services. The chain of infection transmission can occur through infectious agents, reservoirs, ports of exit, transmission, ports of entry, and the host. The purpose of training is to increase the knowledge of healthcare workers, develop skills, and attitudes so that work can be completed properly, quickly, accurately, and rationally, create a willingness to cooperate with other employees and leaders. The targets of basic infection prevention and control training activities in hospitals are environmental health workers, nurses, pharmacists, analysts, radiologists, and funeral directors. The total participants were 55 people, the activity was held November 25-26, 2022, in meeting room two. The results of the pretest and posttest were the lowest score for the pretest 40 and the highest score of of 95, with an average score of 68. The results of the posttest were the lowest score 60 and the highest score 100 with an average score of 91. The results of the activity show that the participants' understanding has increased where the results of the pretest and posttest have increased, so that through training participants can do their job well and can work together with IPCN and leaders.
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN MOTIVASI PERAWAT DALAM PENERAPAN PATIENT SAFETY DI RUANG KAMAR OPERASI RSUD SIMEULUE Laily, Eka Isranil; Saragih, Nurlela Petra
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 8 No. 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v8i2.5336

Abstract

Keselamatan pasien menjadi salah satu isu utama dalam pemberian pelayanan kesehatan di rumah sakit. Isu ini berkembang karena masih banyaknya kejadian tidak diharapkan dan kejadian nyaris cedera yang sering terjadi dalam pelayanan kesehatan di Rumah sakit. Motivasi berpengaruh terhadap dorongan individu untuk menerapkan patient safety yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan dan motivasi perawat dalam penerapan patient safety di Ruang Kamar Operasi Rumah Sakit Umum Daerah Simeulue. Sampel dalam penelitian adalah perawat kamar operasi sebanyak 31 orang, dengan tehnik pengambilan sampel Total Sampling. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden berpendidikan S1 sebanyak 13 orang (41,9%), dan mayoritas memiliki motivasi tinggi sebanyak 25 orang (80,6%). Hubungan pendidikan dengan penerapan patient safety berdasarkan hasil uji statistik Chi Square didapatkan pvalue = 0,001 bahwa ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan penerapan patient safety di ruang kamar operasi RSUD Simeulue. Hubungan motivasi dengan penerapan patient safety hasil uji statistik Chi Square didapatkan pvalue = 0,000 bahwa ada hubungan yang bermakna antara motivasi dengan penerapan patient safety di ruang kamar operasi. Diharapkan Patient safety harus lebih di perkenalkan lagi kepada seluruh pihak yang berada atau bekerja di rumah sakit kepada staf atau perawat baru juga harus diperkenalkan kepada dokter dan perawat yang magang baik di ruang kamar operasi maupun di ruangan lain.
Sosialisasi Hubungan Tingkat Kemandirian Anak Dengan Personal Hygiene Pada Anak Usia Sekolah Di SDN 060971 Kemenangan Tani Nainggolan, Nurcahaya; Saragih, Nurlela Petra; Girsang, Gustina Br
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Personal hygiene (Kebersihan diri) adalah upaya seseorang dalam memelihara kebersihan dirinya untuk memperoleh kesejahteraan fisik dan psikologis. Perawatan diri yang secara positif mempengaruhi kesehatan manusia yang dilakukan sebagai aktivitas kehidupan sehari-hari. Lazimnya kebersihan diri pada anak fase usia sekolah 6-12 tahun meliputi kebersihan gigi dan mulut, kebersihan tangan, kebersihan kuku, kebersihan rambut, kebersihan kulit dan kebersihan telinga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan tingkat kemandirian anak dengan personal hygiene. Penelitian ini dilakukan di SDN 060971 Kemenangan Tani Medan 2017.Sampel yang digunakan adalah total populasi yang berjumlah 50 responden. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti dari 50 responden menunjukkan bahwa dari 33 responden (67,3%) dengan tingkat kemandirian anak tergolong mandiri total dalam personal hygiene nya bersih sebanyak 32 orang (65,3%) dan tergolong kotor sebanyak 1 orang (2,0%). Dari 16 responden (30,6%) tingkat kemandirian anak tergolong dibantu dalam personal hygiene nya bersih sebanyak 14 orang (28,6%) dan yang tingkat personal hygiene tergolong kotor sebanyak 2 orang (6,7%). Dari 1 responden (2,0%) dengan tingkat kemandirian anak mahir dalam personal hygiene nya sebanyak 1 orang (2,0%)
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Keluarga Tentang Perawatan Pasien Dengan Masalah Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi Pendengaran Tarigan, Almina Rospitaria; Saragih, Nurlela Petra; Munthe, Dewi Sartika; Silitonga, Lisbeth Laora; Saragih, Ruth Sarah Julfrida
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 1 (2024): Madani, Vol. 2, No. 1 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10673352

Abstract

One form of mental disorder is hallucinations. Hallucinations are false or false perceptions but there is no stimulus that causes them or there is no object. In Indonesian mental hospitals, around 70% of the hallucinations experienced by mental patients are auditory hallucinations, 20% are visual hallucinations, and 10% are nasal, tasting and tactile hallucinations. A family is a group of two or more individuals who are bound by blood, marriage or adoption, and each family member always interacts with each other (Mubarak, 2009). The family is seen as a system, so mental disorders in one family member will disrupt all systems, or family conditions. This is a factor that causes mental disorders in family members. It can be concluded how important the role of the family is in the occurrence of mental disorders and the readjustment process after completing the treatment program. Therefore, family involvement in treatment is very beneficial to the patient's recovery process (Yosep, 2009). However, for serious illnesses or life-threatening illnesses, family crises can occur, where the family experiences brief chaos as a response to the force of the stressor. The research design used in this study was a pre-experimental design with a one-group pre-test post-test design. The characteristic of this research is that it reveals cause and effect relationships by involving a group of subjects. From the research results, it was found that the level of family knowledge before health education was carried out regarding the care of patients with sensory perception disorders, auditory hallucinations, most of the respondents were still lacking. The level of family knowledge after health education was carried out regarding the care of patients with auditory hallucinations problems increased compared to before health education. Apart from that, there is an influence of health education on increasing family knowledge about caring for patients with sensory perception disorders, auditory hallucinations.
PENGARUH SENAM KAKI TERHADAP SENSITIVITAS KAKI PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II Tarigan, Almina Rospitaria; Nainggolan, Elfrida; Saragih, Nurlela Petra; Laily, Eka Isranil; Basri; Rinawati
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v7i2.5463

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis dengan hyperglikemia dan intoleransi glukosa yang  terjadi karena kelenjar pancreas  yang tidak memproduksi insulin secara adekwat yang diakibatkan tubuh tidak dapat  menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan dibagi dua kelompok yaitu kelompok control dan kelompok perlakuan, Metode Uji statistic dengan uji Wilcoxon Rank Test. Latihan senam kaki dengan pasien Diabetes Melitus terdapat perubahan  sensitivitas yang  significan. Nilai sensitivitas kaki sebelum dilakukan terapi senam kaki diabetik dalam kategori sensitivitas kaki sedang yaitu sebanyak 7 responden (38,8%) dan setelah senam kaki didapatkan paling banyak dalam kategori sensitivitas kaki baik yaitu sebanyak 12 responden (66,7 %). Latar belakang: Penyakit Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang dapat mengakibatkan komplikasi seperti Neuropati DM yang berefek kepada kerusakan sel saraf sensorik dan terganggaunya sensitivitas pada kaki. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh senam kaki terhadap sensitivitas kaki pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Metode: Quasy experimental dengan dua kelompok kontrol dan perlakuan, dengan uji statistikWilcoxon Rank Test. Hasil: terdapat pengaruh senam kaki terhadap sensitivitas kaki sebesar 66,7%. Kesimpulan: Penelitian ini dapat dikembangkan dan dilakukan edukasi serta praktik senam kaki kepada penderita diabetes mellitus tipe 2 untuk meningkatkan sensitivitas kaki penderita.
Improving Clean and Healthy Living Behavior Through Education for Students of State Elementary School 096125 Tobasari: Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Melalui Edukasi Pada Siswa SDN 096125 Tobasari Petra Saragih, Nurlela; Laora Silitonga, Lisbeth; Rospitaria Tarigan, Almina; Isranil Laily, Eka; Sartika Munthe, Dewi; Sarah Jufrida Saragih, Ruth; Sari Siregar, Patimah; Rinawati, Rinawati; Nainggolan, Elfrida
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v5i1.903

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a behavior formed by learning that enables a person or family to help themselves in terms of health and actively participate in improving the health of their community. To reduce health financing, PHBS is one of the main pillars of Healthy Indonesia. One important component in the process of Human Resources (HR) development is health, which includes education. In Indonesia, formal education starts at the Primary School (SD) level, with an emphasis on children aged six to twelve, which is an age vulnerable to disease. Promoting healthy lifestyles among students is crucial given the importance of health for the growth of human capital, the nature of primary school-age children, and how behavior affects health. It is imperative to encourage primary school students to lead a healthy lifestyle due to the fact that health is essential for the growth of human capital, the nature of primary school-age children, and how behavior affects their health. This community service uses a hands-on approach that allows for quick action. To achieve the goal, the Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) program is used to increase the awareness of teachers and students. The methods used included instruction, mentoring, counseling, and self-practice of PHBS as well as provision of basic facilities. The results included increased knowledge of teachers and students of SD Negeri 096125 Tobasari about PHBS, daily application of PHBS values, and availability of public trash bins.
TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA TENTANG MENOPAUSE DI DESA PANTAN LUES KECAMATAN GAJAH PUTIH KABUPATEN BENER MERIAH TAHUN 2017 Nainggolan, Nurcahaya; Saragih, Nurlela Petra
Jurnal Reproductive Health Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v7i2.3713

Abstract

Lanjut usia merupakan istilah tahap akhir dari proses menua. setiap orang yang berhubungan dengan lanjut usia adalah orang yang tidak mempunyai penghasilan dan tidak berdaya mencari nafkah untuk keperluan pokok bagi kehidupannya sehari-hari. Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Menopause kadang-kadang disebut sebagai perubahan kehidupan. Penelitian ini bersifat deskriptif yang menggambarkan pengetahuan lansia terhadap menopaue di desa Pantan Lues Kec. Gajah Putih Kab. Bener Meriah Tahun 2017. Tekhnik pengambilan sampel dalam penelitian ini berdasdarkan total sampling dengan jumlah 49 responden. Hasil penelitian Pengetahuan lansia terhadap menopause mayoritas lansia berpengetahuan cukup yaitu sebanyak 43 responden (88%), dan minoritas berpengetahuan kurang yaitu sebanyak 2 responden (4%) di Desa   Pantan Lues Kec. Gajah Putih Kab. Bener Meriah Tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar pengetahuan lansia tentang menopause di desa desa Pantan Lues Kec. Gajah Putih Kab. Bener Meriah Tahun 2017. Disarankan kepada institusi pendidikan untuk lebih meningkatkan pembelajaran  tentang  materi  menopause  dapat  ditingkatkan  agar dapat menerapkan di masyarakat nantinya dan diharapkan kepada peneliti selanjutnya penelitian  ini dapat menjadi informasi yang berguna untuk peneliti selanjutnya  sehingga  dapat  mengembangkan  penelitian  tentang  Pengetahuan Lansia Terhadap Menopause.
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN MOTIVASI PERAWAT DALAM PENERAPAN PATIENT SAFETY DI RUANG KAMAR OPERASI RSUD SIMEULUE Laily, Eka Isranil; Saragih, Nurlela Petra
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 8 No. 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v8i2.5336

Abstract

Keselamatan pasien menjadi salah satu isu utama dalam pemberian pelayanan kesehatan di rumah sakit. Isu ini berkembang karena masih banyaknya kejadian tidak diharapkan dan kejadian nyaris cedera yang sering terjadi dalam pelayanan kesehatan di Rumah sakit. Motivasi berpengaruh terhadap dorongan individu untuk menerapkan patient safety yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan dan motivasi perawat dalam penerapan patient safety di Ruang Kamar Operasi Rumah Sakit Umum Daerah Simeulue. Sampel dalam penelitian adalah perawat kamar operasi sebanyak 31 orang, dengan tehnik pengambilan sampel Total Sampling. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden berpendidikan S1 sebanyak 13 orang (41,9%), dan mayoritas memiliki motivasi tinggi sebanyak 25 orang (80,6%). Hubungan pendidikan dengan penerapan patient safety berdasarkan hasil uji statistik Chi Square didapatkan pvalue = 0,001 bahwa ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan penerapan patient safety di ruang kamar operasi RSUD Simeulue. Hubungan motivasi dengan penerapan patient safety hasil uji statistik Chi Square didapatkan pvalue = 0,000 bahwa ada hubungan yang bermakna antara motivasi dengan penerapan patient safety di ruang kamar operasi. Diharapkan Patient safety harus lebih di perkenalkan lagi kepada seluruh pihak yang berada atau bekerja di rumah sakit kepada staf atau perawat baru juga harus diperkenalkan kepada dokter dan perawat yang magang baik di ruang kamar operasi maupun di ruangan lain.
Relationship between Compliance in Implementing Patient Admission SOPs and Nurse Performance in Inpatient Rooms Laily, Eka Isranil; Tarigan, Almina Rospitaria; Saragih, Nurlela Petra; Sucahyo, Dedek
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 9 No. 1 (2025): January Edition
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v9i1.6301

Abstract

Implementing nursing care SOP in the inpatient room is essential in achieving a superior and quality hospital. The service's success can be the basis for developing a health strategy depending on the participation of nurses to increase compliance because, until now, nursing care has been provided in the presence of nurses, especially in patient management (patient admission SOP). This study aimed to determine the relationship between nurse compliance in implementing patient admission SOPs and nurse performance in the inpatient room of RSU DR. GL Tanjung Morawa Medan. This research method uses descriptive correlation and a cross-sectional design—data collection through questionnaires. The population is 30 people. The sampling technique is Total Sampling. The data analysis used is Univariate and Bivariate, obtained in the frequency distribution table, and Bivariate analysis using the Chi-Square test. The results showed that most nurses complied with implementing SOPs as much as 66.7%, and the majority of nurse performance was classified as 50%. The chi-square test results showed a p-value of 0.02; there was a significant relationship between nurse compliance in implementing patient admission SOPs and nurse performance in the inpatient room of DR. GL Tobing Tanjung Morawa Hospital.