Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Mengatasi Darurat Sampah dengan Loseda dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan di Kelurahan Cipadung Kulon Bandung Dinata, Deden Indra; Nurdiansyah, Ilyas; Helena, Deni Fransisca; Idar, Idar; Pertiwi, Nisa Indah; Nani, Shinta Ayu; Rokhmah, Siti
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i3.889

Abstract

Kelurahan Cipadung Kulon kecamatan Panyileukan merupakan salah satu bagian dari wilayah timur kota Bandung dengan luas lahan sebesar 133,34 Ha. Berdasarkan studi pendahuluan, diperoleh gambaran adanya permasalahan mitra yang utama yaitu kedaruratan sampah dan persoalan limbah rumah tangga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan solusi dan edukasi dalam mengatasi persoalan mitra untuk mengendalikan dampak dan resiko terhadap kesehatan agar menjadi nilai tambah di masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi studi pendahuluan dan survey lokasi, identifikasi masalah mitra, pra-pelaksanaan dengan membangun jejaring mitra dan melibatkan pemangku kepentingan terkait, pelaksanaan edukasi dan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan kader setempat, evaluasi dan pengelolalaan keberlanjutan. Hasil implementasi program menunjukkan adanya implementasi pengendalian darurat sampah antara lain dengan Loseda (Lodong Sesa Dapur) melalui kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup kota Bandung, adanya jejaring kader setempat berkelanjutan melanjutkan pengelolaan dan pencegahan Bandung Darurat Sampah. Program pengabdian masyarakat ini secara sistematis mampu menjadi alternatif solusi penyelesaian masalah mitra dengan melibatkan pihak berkepentingan secara berkelanjutan. Cipadung Kulon Village, Panyileukan District is one part of the eastern region of Bandung City with a land area of 133.34 Ha. Based on the preliminary study, was obtained of the main partner problems, including waste emergencies and household waste problems. This community service activity aims to provide solutions and education in overcoming partners problems to control impacts and risks on health to become added value in the community. Implementation methods include preliminary studies and location surveys, identification of partner problems, pre-implementation by building a network of partners and involving relevant stakeholders, implementation of community education and empowerment by involving local cadres, evaluation and sustainability management. The results of the program implementation showed the implementation of emergency waste control, including by Loseda (Lodong Sesa Dapur) through collaboration with the Bandung City Environmental Service, the existence of a sustainable local cadre network to continue the management and prevention of Bandung waste emergency. This community service program was systematically capable of being an alternative solution to solving partner problems by involving interested parties on an ongoing basis.
PENETAPAN KADAR OKTILMETOKSI SINAMAT DALAM KRIM TABIR SURYA MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV Muhammad Nur Abdillah; Fuji Sunarti; Idar Idar
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No. 2, 2017
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v4i2.95

Abstract

Tabir surya yang mengandung oktilmetoksi sinamat melindungi kulit dari sinar UV B. Berdasarkan Food and Drug Administration (FDA), konsentrasi maksimum oktilmetoksi sinamat yang diizinkan sebagai tabir surya adalah 7,5%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kadar oktilmetoksi sinamat dalam sediaan krim tabir surya yang beredar di perdagangan. Penetapan kadar oktil metoksisinamat ini dilakukan menggunakan spektrofotometri UV. Akurasi dan presisi untuk validasi metode dengan sampel simulasi. Persen perolehan kembali pada simulasi konsentrasi 80%; 100% dan 120% masing-masing adalah 94,55%; 104,06%; 110,58%; serta pada pengukuran hari ke-1 hingga ke-3 adalah masing-masing 100,30%; 100,43%; 100,74%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat satu sampel krim yang mengandung oktilmetoksi sinamat melebihi konsentrasi yang ditetapkan yaitu sampel B sebesar 10,5% (b/b), sampel A mengandung oktil metoksisinamat sebesar 3,9% (b/b), sedangkan sampel C mengandung oktil metoksisinamat sebesar 3,7% (b/b).
Evaluasi Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Gatal (Laportea interrupta dan Laportea aestuans) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Menggunakan Metode Difusi Cakram dan Bioautografi Kambu, Jenita; Kaniawati, Marita; Idar, Idar
Kimia Padjadjaran Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laportea interrupta dan Laportea aestuans, dikenal sebagai daun gatal, merupakan tanaman asli Papua yang digunakan secara tradisional untuk meredakan nyeri dan pegal melalui aplikasi topikal. Tanaman ini mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, termasuk flavonoid, fenolik, saponin, tanin, alkaloid, dan terpenoid, yang diduga memiliki potensi antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol kedua spesies terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli menggunakan metode difusi cakram dan bioautografi. Uji difusi cakram menunjukkan bahwa zona hambat yang terbentuk tergolong lemah (<5 mm) pada sebagian besar konsentrasi uji. Sementara itu, uji KLT-bioautografi mengindikasikan keberadaan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi berperan dalam aktivitas antibakteri, meskipun tidak disertai pembentukan zona hambat yang signifikan pada media uji. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun ekstrak etanol daun gatal memiliki kandungan fitokimia yang relevan, aktivitas antibakteri langsungnya terhadap kedua bakteri uji masih rendah, sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk isolasi senyawa aktif dan optimasi metode ekstraksi.
The Activity of Unripe Wood Apple (Limonia acidissima Groff) Peel and Flesh Extracts in Inhibiting Diarrhe-Causing Bacteria Idar, Idar; Sukmawati, Ika Kurnia; Kurnia, Dewi; Nurjanah, Tina Siti; Hutasoit, Lestari
Chimica et Natura Acta Vol 13, No 3 (2025)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v13.n3.60492

Abstract

Diarrhea is characterized by having liquid stool more often than usual, typically occurring three or more times within a 24-hour period. While rarely fatal, it can disrupt daily life and is often treated with antibiotics due to pathogens like Bacillus cereus, Shigella flexneri, and Salmonella typhimurium. An overgrowth of Escherichia coli can also be a contributing factor. Recent studies suggest that unripe wood apples may have antibacterial properties. This study evaluates the antibacterial activity of extracts from the peel and flesh of the fruit against the bacteria, as mentioned earlier. Using disk diffusion, microdilution, and bioautography methods, it was found that the ethanol extract inhibited Bacillus cereus and Shigella sonnei, while the flesh extract affected Bacillus cereus and Escherichia coli. The bioautography test, however, showed no antibacterial activity from either extract, likely due to their low concentration. In conclusion, the peel and flesh extracts of unripe wood apples exhibit potential antibacterial activity against diarrhea-causing bacteria, particularly Bacillus cereus.