Purnomo Purnomo
Jurusan Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

POPULASI ORONG-ORONG (GRYLLOTALPA SPP.) DAN KERUSAKAN TANAMAN PADI MUSIM TANAM GADU DI PUNGGUR, LAMPUNG TENGAH Solikhin Solikhin; Purnomo Purnomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.922 KB) | DOI: 10.23960/jat.v8i2.3929

Abstract

Rice are the crop favored by many pest from beginning of growth until harvest. Mole cricket  is a pest commonly found in the early vegetative phase. This study aims to determine population of mole cricket and the level of attack on rice  in 2014 Gadu planting season in Punggur Lampung Tengah. A survey study was conducted by observing the mole cricket population and their damage since the rice was planted until the time of harvest. The resulThe results showed that the population of mole cricket is highly found in 1-5 weeks after planting. In the weeks that followed until rice harvested, the mole crikcet population decreased not be found before the harvest. Like the mole crikcet populations, the rice damage is due to an mole cricket attack only found until the 5th and 6th week after planting, and no damage after the 11th week.
PERTUMBUHAN JAMUR Beauveria bassiana (Bals) Vuill DAN PATOGENISITASNYA TERHADAP HAMA KUTU DAUN KEDELAI (Aphis glycines Matsumura) Rosma Hasibuan; Herlina Levilia; Lestari Wibowo; Purnomo Purnomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.337 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i3.2044

Abstract

Kutu daun Aphis glycines (Hemiptera: Aphididae) merupakan salah satu hama penting yang menyerang daun dan polong kedelai. Jamur Beauveria bassiana merupakan agensia hayati berpotensi untuk dikembangkan sebagai musuh alami hama kutu daun Aphis glycines. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan pengaruh beberapa konsentrasi konidia jamur B. bassiana terhadap mortalitas hama kutu daun kedelai (A. glycines). Percobaan dilakukan di laboratorium yang terdiri atas: pengujian diameter koloni, viabilitas, kerapatan konidia dan patogenisitas. Jenis perlakuan adalah isolate Tegineneng, Sumberjaya dan Tanggamus. Sedangkan pengujian patogenisitas isolat terbaik menggunakan empat perlakuan konsentrasi yaitu kontrol (air steril),2,90 x 107 konidia ml-1, 2,90 x 106 konidia ml-1, dan 2,90 x 105 konidia ml-1 B. bassiana. Hasil percobaan menunjukkan bahwa isolat jamur B. bassiana nyata mempengaruhi pertumbuhan spora (diameter koloni) dan kerapatan spora, namun tidak berpengaruh nyata terhadap viabilitas spora. Pertumbuhan spora terbesar terjadi pada isolat Sumberjaya, namun kerapatan spora terbesar terjadi pada isolat Tegineneng. Viabilitas spora yang diuji berkisar antara 58,12% - 67,40%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa jamur B. bassiana isolat Tegineneng merupakan isolat potensial dibandingkan isolat Sumberjaya dan Tanggamus. Mortalitas A. glycines tertinggi (97,95%) terdapat pada perlakuan 2,90 x 107 konidia ml-1 B. bassiana isolat Tegineneng.
HAMA-HAMA TANAMAN JAGUNG DAN KERAGAMAN ARTROPODA PADA PERTANAMAN JAGUNG DI KABUPATEN PESAWARAN DAN LAMPUNG SELATAN, PROVINSI LAMPUNG Purnomo Purnomo; Ellen Aprilia Ananda; Ahmad Al Fajar; Lestari Wibowo; Puji Lestari; I Gede Swibawa
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i2.7139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai jenis hama utama yang ditemukan selama masa pertumbuhan tanaman jagung, serta keragaman artropoda yang ada pada ekosistem pertanaman jagung di Kabupaten Lampung Selatan dan Pesawaran, Provinsi Lampung. Pengamatan dilakukan di empat lokasi: dua lokasi  di Lampung Selatan  dan dua lokasi di  Pesawaran. Pada keempat lokasi tersebut cara budidaya tanaman jagungnya sama, yang berbeda adalah varietas jagung yang ditanam. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa hama-hama utama yang menyerang tanaman jagung pada fase vegetatif dan generatif adalah Peregrinus maidis (Hemiptera: Delphacidae), Spodoptera frugiperda (Lepidoptera:Noctuidae), Ostrinia furnacalis (Lepidoptera:Crambidae), dan Helicoverpa armigera (Lepidoptera:Noctuidae). Populasi fitofag yang juga cukup tinggi adalah Leptocorisa oratorius (Hemiptera: Coreidae), meskipun serangga ini sangat jarang diklaim sebagai hama penting tanaman jagung. Di antara 5 spesies serangga fiotofag tersebut, populasi tertinggi ditempati oleh hama P. maidis yang ditemukan pada semua lahan pengamatan.  Perbedaan varietas berpengaruh terhadap populasi hama-hama pada pertanaman  jagung. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa di Lampung Selatan:  Way Layap (BISI-18) ditemukan 10 ordo dan 49 famili, lokasi Suka Bandung (SUMO) ditemukan 13 ordo dan 52 famili. Adapun di Pesawaran:  Sri Mulyo (Pioneer-27) ditemukan 12 ordo dan 51 famili, dan di lokasi Solehudin (BISI-321) ditemukan 12 ordo dan 49 famili. Artropoda yang ditemukan berperan sebagai hama, predator, parasitoid, polinator, dan dekomposer. Indeks keragaman artropoda tergolong dalam kategori sedang dengan nilai tertinggi di  lokasi Suka Bandung  (2,34). Indeks dominasi tertinggi di lokasi Sri Mulyo dengan nilai 0,43. Indeks kemerataan tertinggi di lokasi Suka Bandung  dan Way Layap  dengan nilai 0,59.
PENGARUH DOSIS BIONEMATISIDA JAMUR Purpureocillium lilacinum (Syn. Paecilomyces lilacinus) ISOLAT B01TG BERBAHAN PEMBAWA LIMBAH PERTANIAN TERHADAP KEEFEKTIFANNYA DALAM MENGENDALIKAN Meloidogyne spp. Ambar Fiandani; I Gede Swibawa; Yuyun Fitriana; Purnomo Purnomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i2.5016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dosis bionematisida jamur Purpurecilum lilacinum (Syn. Paecilomyces lilacinus) isolat B01TG berbahan pembawa limbah pertanian terhadap keefektifannya untuk mengendalikan serangan nematoda puru akar  Meloidogyne spp.  Percobaan yang berlangsung bulan Februari - Juni 2019 di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Lampung, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan  tingkat dosis bionematisida dan 5 ulangan.  Dosis bionematisida yang diuji yaitu 0 g,  5 g, 10 g, 20 g dan 40 g per tanaman.  Bionematiaida diaplikasikan 3 hari sebelum tanaman tomat ditransplanting.  Satu minggu setelah transplanting, tanaman tomat kemudian  diinfestasi 2000 telur nematoda puru akar.  Data pertumbuhan tanaman yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot biomassa basah dan produksi, serta tingkat kerusakan akar dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan pemisahan nilai tengah menggunakan uji BNT pada taraf nyata 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis bionematisida mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan kerusakan akar. Pertumbuhan tanaman yang diberi perlakuan 40 g bionematisida lebih baik daripada pertumbuhan tanaman yang diberi  bionematiaida dengan dosis yang lebih rendah. Kerusakan akar tanaman tomat akibat serangan Meloidogyne spp. lebih rendah pada tanaman tomat yang diberikan perlakuan 20 g dan 40 g  daripada kerusakan akar tanaman yang diberi perlakuan bionematisida dengan dosis yang lebih rendah.
AKTIVITAS EKSTRAK DAUN DAN KULIT BATANG BUAH NONA (Annona reticulata L.) TERHADAP MORTALITAS ULAT GRAYAK JAGUNG (Spodoptera frugiperda J. E. Smith) Dinda Safa Maura; Nur Yasin; Efri Efri; Purnomo Purnomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.8526

Abstract

Contoh dari hama utama yang menyerang tanaman jagung yakni ulat grayak (Spodoptera frugiperda J.E. Smith)yang perlu dikendalikan. Penggunaan pestisida kimia dalam pengendalian jangka lama memengaruhi dengan cara negatif terhadap lingkungan ataupun kesehatan khalayak. Maka dari itu, dibutuhkan bahan pengganti yaitu pestisida yang ramah lingkungan. Pestisida nabati merupakan contoh dari bahan pengendalian alternatif yang dapat digunakan diantaranya yaitu dengan pengaplikasian ekstrak daun dan kulit batang buah nona (Annona reticulata L.). Penelitian ini diselenggarakan di bulan Januari sampai Juli 2023 dalam Laboratorium Hama Tumbuhan dan Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Riset ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok, yang ekstraknya mencakup 6 konsentrasi serta 3 ulangan (kelompok). Data yang diperoleh dilakukan analisa menggunakan sidik ragam yang setelah itu dilaksanakan uji Beda Nyata Jujur dalam taraf nyata 5%. Di sisi lain dilaksanakan analisa probit guna mengetahui LC50 menggunakan program SPSS 29. Hasil riset membuktikan jika aplikasi ekstrak daun dan kulit batang buah nona (A. reticulata L.) sangat nyata dapat menyebabkan mortalitas pada larva S. frugiperda dan mampu menghambat perkembangan S. frugiperda serta menyebabkan gagal pupa dan gagal imago. Nilai LC50 pada 4 hari setelah aplikasi ekstrak daun buah nona yaitu 1,27 (0,37-1,79)%. Sedangkan, nilai LC50 pada 6 hsa untuk aplikasi kulit batang buah nona yaitu 2,24 (0,78-3,23)%. 
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK DAUN KIPAHIT (Tithonia diversifolia) DAN BABADOTAN (Ageratum conyzoides) TERHADAP KETERJADIAN PENYAKIT MOLER (Fusarium oxysporum) DAN PERTUMBUHAN PADA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Ristya Irma Wardhani; Suskandini Ratih Dirmawati; Agus M Hariri; Purnomo Purnomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i4.6467

Abstract

Bawang merah termasuk tanaman hortikultura yang memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat dan bernilai ekonomis cukup tinggi untuk dibudidayakan, rendahnya produktivitas bawang merah dapat dipengaruhi oleh penyakit moler yang disebabkan Fusarium oxysporum. Berdasarkan permasalahan yang ditimbulkan maka diperlukan upaya untuk mengendalikan penyakit moler tersebut dengan menggunakan beberapa tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai pestisida nabati salah satunya yaitu daun kipahit dan daun babadotan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun kipahit (Tithonia diversifolia) dan babadotan (Ageratum conyzoides) terhadap keterjadian penyakit moler dan pertumbuhan pada bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan, Laboratorium Ilmu Hama Tumbuhan serta di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian, Universitas Lampung pada bulan April hingga Juni 2019.  Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) 8 perlakuan dengan 3 ulangan. Faktor perlakuan yang diterapkan yaitu kontrol sakit, tanpa pestisida nabati (diinokulasi Fusarium oxysporum), tanaman sehat, ekstrak daun kipahit konsentrasi 5%, ekstrak daun kipahit konsentrasi 10%, ekstrak daun kipahit konsentrasi 15%, ekstrak daun babadotan konsentrasi 5%, ekstrak daun babadotan konsentrasi 10%, ekstrak daun babadotan konsentrasi 15%.  Homogenitas ragam diuji dengan uji bartlett, jika asumsi terpenuhi maka data dianalisis dengan anara dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perlakuan ekstrak daun kipahit konsentrasi 15% dan perlakuan esktrak daun babadotan konsentrasi 5% dapat menekan keterjadian penyakit moler serta meningkatkan tinggi tanaman pada bawang merah.
PENGUJIAN EKSTRAK DAUN SIRSAK DAN PENGATUR PERTUMBUHAN SERANGGA (PPS) DIFLUBENZURON TERHADAP Nezara viridula L. Olivia Cindowarni; Rosma Hasibuan; Agus Muhammad Hariri; Purnomo Purnomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i1.5369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh insektisida botani ekstrak daun sirsak dan insektisida IGR diflubenzuron terhadap mortalitas dan perkembangan kepik hijau (Nezara viridula). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2018 di Laboratorium Hama Tumbuhan dan Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 5 perlakuan yaitu perlakuan kontrol (P0), ekstrak daun sirsak konsentrasi 4% (P1), ekstrak daun sirsak konsentrasi 8% (P2), ekstrak daun sirsak konsentrasi 12% (P3), dan IGR diflubenzuron konsentrasi 0,1% (P4). Setiap perlakuan diulang tiga kali yang digunakan sebagai kelompok. Setiap satuan percobaan menggunakan 10 ekor nimfa N. viridula instar II. Variabel yang diamati adalah mortalitas nimfa dan perkembangan N. viridula (umur instar, kecacatan nimfa, dan imago terbentuk). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak daun sirsak dan insektisida IGR diflubenzuron berpengaruh nyata terhadap mortalitas dan menghambat perkembangan N. viridula. Insektisida IGR berbahan aktif diflubenzuron lebih cepat menyebabkan kematian (100%) pada 10 HSA dibandingkan ekstrak daun sirsak yang menyebabkan kematian (87,67%) pada 21 HSA. Insektisida IGR diflubenzuron dan ekstrak daun sirsak memiliki pengaruh terhadap perkembangan serangga Nezara viridula yang menyebabkan terjadinya kecacatan pada nimfa dan imago serta menghambat terbentuknya imago. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi masing-masing insektisida efektif terhadap mortalitas dan perkembangan hama N. viridula.