Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Tawakkal dan Implikasi Spiritual dalam Menyikapi Pandemi COVID-19 (Pendekatan Linguistik) Haeriyyah; Ahmad Mujahid
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 19 No. 1 (2022): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v19i1.21122

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji wawasan Al-Qur’an tentang kata tawakkal dan implikasinya sebagai kekuatan spiritual dalam menyikapi pandemi Covid-19 dengan menggunakan pendekatan linguistik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keanekaragaman dan kekeliruan masyarakat dalam memaknai kata tawakkal serta keanekaragaman respon masyarakat dalam menyikapi berbagai problematika kehidupan sebagai dampak yang ditimbulkan oleh covid-19. Jenis penelitian ini library research. Untuk menelusuri kata tawakkal maka digunakan pendekatan linguistik. Dari hasil penelitian terhadap kata tawakkal dalam al-Quran dengan pendekatan linguistik ditemukan bahwa tawakkal adalah menyandarkan urusan-urusan kepada Allah. Dengan perkataan lain, kita menjadikan Allah sebagai sandaran, penolong, pelindung dalam mengurus urusan kita hadapi. Tentu dengan sebuah keyakinan dan kepercayaan bahwa Allah mampu menolong, membantu dan melindungi kita dalam menyelesaikan urusan yang kita hadapi. Adapun implikasi tawakkal dalam menghadapi situasi dan kondisi di tengah pandemi covid-19 yang begitu mengkhawatirkan manusia, maka sepatutnya manusia bertawakal kepada Allah Swt. Tawakkal kepada Allah merupakan kekuatan utama dalam menyelesaikan segala bentuk problem yang sekaligus menjadi ujian kehidupan. Manusia tidak bisa menyelesaikan problematika kehidupannya secara mandiri, oleh karena itu dia membutuhkan sandaran dari Yang Maha Kuat yakni Allah Swt. Pada sisi yang sama manusia tetap dituntut untuk berikhtiar dalam menekan laju penyebaran dan penularan virus. Hadirnya tawakkal dalam diri, akan menepis rasa kecemasan dan ketakutan sehingga senantiasa akan melahirkan sikap ketenangan dan optimis dalam menghadapi berbagai problematika kehidupan sebagai dampak pandemi covid-19. Kata Kunci: Tawakkal, linguistik, spiritual
MAKSIMALISASI PENGGUNAAN APLIKASI WINDOWS DALAM PENERJEMAHAN AL-QUR’AN KE BAHASA BUGIS DI PESANTREN MODERN AL-JUNAIDIYAH BIRU KAB. BONE SULAWESI SELATAN Andi Agussalim; Najmuddin H. Abd. Safa; Faridah Rahman; Haeriyyah Haeriyyah
Khazanah Pengabdian Vol. 1 No. 1 (2019): KHAZANAH PENGABDIAN
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.082 KB)

Abstract

Mitra dari pengabdian ini adalah Pondok Pesantren al-Junaidiyah Biru Kab. Bone. Pada pesantren tersebut banyak kegiatan pengajaran dan dakwah dilakukan dengan pengantar bahasa Bugis, salah satu yang terkenal adalah penerjemahan al-Qur’an dalam bahasa Bugis. Sejauh ini, mitra dalam menulis dan menerjemahkan al-Qur’an berbahasa Bugis hanya dengan cara menulis tangan, cara tersebut sangat tidak efisien, apa lagi disaat sekarang ini telah banyak aplikasi hasil dari teknologi informasi yang bisa membantu hal tersebut.Pengabdian ini bertujuan untuk memberika pelatihan kepada staf pengajar Pondok Pesantren al-Junaidiyah Biru dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk menerjemahkan al-Qur’an ke bahasa Bugis, sehingga nantinya Pesantren tersebut dapat menghasilkan karya tulis dan buku berbahasa Bugis yang bisa membantu dalam pengajaran dan dakwah.Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah para guru dan staf telah mampu menggunakan karakter dan font lontarak dalam sistem operasi windows. Kegiatan workshop Maksimalisasi Penggunaan Aplikasi Windows  dalam Penerjemahan al-Qur’an ke bahasa Bugis di Pesantren Modern al-Junaidiyah Biru Kab. Bone Sulawesi Selatan juga telah di publikasikan pada media internet. Pengabdian ini juga menghasilkan artikel yang telah dikirim ke jurnal Nasional.
Penerapan Model-Model Pembelajaran Aktif MAN 2 Watampone Mujadilah Nur; Sitti Wahidah Masnani; Muhammad Ridwan; Zuhriah Zuhriah; Haeriyyah Haeriyyah
Khazanah Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2020): KHAZANAH PENGABDIAN
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.012 KB)

Abstract

Pengabdian ini diikuti oleh para guru-guru yang ada di sekolah MAN 2 WATAMPONE Kab. Bone Prov. SulSel. Pengabdian ini terlaksana karena adanya masalah pada proses pembelajaran di sekolah tersebut diantaranya ialah (1) metode mengajar yang digunakan guru dalam kelas kurang bervariasi, (2)kurangnya persiapan guru dalam penyampaian materi yang berdampak pada gaya mengajar monoton, (3) guru menggunakan kata-kata yang menyulitkan peserta didik, dan (4) guru hanya menerangkan materi tanpa ada penguatan yang dapat merangsang motivasi siswa dalam proses belajar mengajar. Maka dalam pengabdian ini akan dilakukan penerapan model-model pembelajaran di MAN 2, ini dilakukan dengan alasan mengoptimalisasi penggunaan potensi-potensi yang dimiliki peserta didik untuk mencapai hasil belajar yang memadai. Guru diharapkan menggunakan berbagai macam model pembelajaran di kelas agar siswa bisa lebih fokus pada pembelajaran. Metode pelaksanaan menerapkan model-model pembelajaran yang melibatkan 50 orang guru dari sekolah tersebut berupa model Gallery Walk. Pengabdian ini memberikan kontribusi berupa (a)peningkatan pemahaman guru di MAN 2 Watampone terhadap model-model pembelajaran aktif, (b)maksimalisasi kemampuan guru-gur MAN 2 Watampone dalam merepkan metode pembelajaran aktif, (c) meningkatnya motivasi serta keaktifan siswa dan guru MAN 2 Watampone. Adanya pengabdian ini maka memberikan pengetahuan serta solusi dalam pembelajaran bagi para guru di sekolah tersebut.
SPIRITUAL QUOTIENT (SQ) DALAM ANALISIS NEUROLOGIS Haeriyyah Haeriyyah
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2017): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.323 KB)

Abstract

Daniel Goleman once popularized the research of neurologist and psychologist who posted out that emotional intelligence is more decisive to life”s success than intellectual intelligence. He argues that EQ is a basiq requirement for using IQ effectively if parts of the brain to feel damaged then automatically can not think efectively. It turns out that at the end of the 20th century, a series of recent scientific data indicate the existence of spiritual intelligence that was tracked by neurologist. The need for God or spiritually is an invitable need for humanity. There is a direct and firm link between these needs and the availabity of divine potential in the human brain. Brain researches find the temporal region as a location that plays as important role in mystical and spiritual feelings. In this paper will present some reinforcing research evidences that strengthens the allegations of God’s spirituality and hardware in the human brain: 40 Hz oscillation, God Spot, cognitive subconscious, somatic marker.
Tanda dalam Ritual Ziarah Makam Leluhur di Kampung Kampala Kabupaten Maros (Suatu Tinjauan Semiotika Pierce) Nurul Fadilah Idrus; Haeriyyah; Andi Agussalim
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Publisher : Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran ritual ziarah makam leluhur di Kampung Kampala Kabupaten Maros dan menganalisis bentuk tanda pada benda dalam ritual ziarah makam leluhur di Kampala menggunakan teori semiotika Charles Sanders Pierce. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi guna mendapatkan data berupa gambaran ritual dan makna benda-benda yang digunakan dalam proses ziarah kubur tersebut. Data yang didapatkan kemudian dianalisis melalui reduksi data untuk diklasifikasikan berdasarkan teori semiotika Charles Sanders Pierce dan disajikan dalam bentuk gambar yang dilengkapi deskripsi lengkap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rangkaian ziarah makam leluhur di Kampala terdiri atas tiga tahap yaitu appasabbi, appanaung dan ziarah kubur. Kuburan yang diziarahi juga terdri atas tiga lokasi berbeda yaitu (1) makam Karaeng Kampala atau Karaeng Buraneya, (2) makam Karaeng Baineyya dan (3) makam Toa Boe serta Bissu Kampala. Terdapat delapan belas benda yang digunakan dalam rangkaian proses ziarah makam ini. Semua benda tersebut memiliki ciri tanda yang berbeda-beda berdasarkan klasifikasi trikotomi Pierce. Pada tataran objek didominasi oleh indeks dan simbol. Pada tataran representamen didominasi oleh legisign. Sedangkan pada tataran interpretan didominasi oleh dicisign. Kata Kunci: Tanda, Ziarah Makam Leluhur, Semiotika Charles Sanders Pierce Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran ritual ziarah makam leluhur di Kampung Kampala Kabupaten Maros dan menganalisis bentuk tanda pada benda dalam ritual ziarah makam leluhur di Kampala menggunakan teori semiotika Charles Sanders Pierce. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi guna mendapatkan data berupa gambaran ritual dan makna benda-benda yang digunakan dalam proses ziarah kubur tersebut. Data yang didapatkan kemudian dianalisis melalui reduksi data untuk diklasifikasikan berdasarkan teori semiotika Charles Sanders Pierce dan disajikan dalam bentuk gambar yang dilengkapi deskripsi lengkap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rangkaian ziarah makam leluhur di Kampala terdiri atas tiga tahap yaitu appasabbi, appanaung dan ziarah kubur. Kuburan yang diziarahi juga terdri atas tiga lokasi berbeda yaitu (1) makam Karaeng Kampala atau Karaeng Buraneya, (2) makam Karaeng Baineyya dan (3) makam Toa Boe serta Bissu Kampala. Terdapat delapan belas benda yang digunakan dalam rangkaian proses ziarah makam ini. Semua benda tersebut memiliki ciri tanda yang berbeda-beda berdasarkan klasifikasi trikotomi Pierce. Pada tataran objek didominasi oleh indeks dan simbol. Pada tataran representamen didominasi oleh legisign. Sedangkan pada tataran interpretan didominasi oleh dicisign. Kata Kunci: Tanda, Ziarah Makam Leluhur, Semiotika Charles Sanders Pierce
(معنى لفظ "وراء" فى القرآن الكريم (دراسة نحوية دلالية Haeriyyah Haeriyyah; M. Ridwan; Syamsul Bahri Abd. Hamid
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Publisher : Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang makna kata وراء “wara‘a” dalam Al-Qur’an. Makna Lafadz “wara‘a” di dalam Al-Qur’an memiliki banyak pemaknaan yang beragam dan pembaca cenderung memaknai hanya dengan satu makna saja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta menjelaskan beberapa makna lafadz “wara‘a” di dalam Al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak atau deskripsi, yaitu analisa terhadap ayat-ayat Al-Qur’an melalui kajian pada unsur-unsur kata dalam ayat-ayat secara mendetail sesuai dengan klasifikasi dilalahnya. Dari penelitian ini ditemukan 4 makna kata “wara‘a” dalam Al-Qur’an, yaitu بعد (setelah), خلف (belakang), غير (selain), dan أمام (depan).
Penokohan Series Alrawabi School for Girls Karya Tima Shomali Tinjauan Intrinsik Fikriyah Nadia Alkatiri; Ilham Ramadhan; Haeriyyah
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Vol. 3 No. 03 (2023): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Publisher : Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTCHARACTERIZATION OF ALRAWABI SCHOOL FOR GIRLS SERIES BY TIMA SHOMALI (INTRINSIC REVIEW)Fikriyah Nadia Alkatiri "Characterization of Alrawabi School for Girls Series by Tima Shomali (Intrinsic Review)". Supervised by Haeriyyah, S.Ag., M.Pd.I and Ilham Ramadhan, S.S., M.A.This research is motivated by the problems that occur in the Alrawabi School for Girls series. The main problem in this series is the change in character due to bullying and revenge contained in the Alrawabi School for Girls series. The aims of this study were: to identify the character dimensions in the Alrawabi School for Girls series using Hussein Qabbani's theory, and to analyze the character painting techniques in the Alrawabi School for Girls series.The type of research used is library research, namely descriptive qualitative. The data in this study are in the form of scenes and dialogues in the series "Alrawabi School for Girls" by Tima Shomali and Shirin Kamal. The data source for this research is the series “Alrawabi School for Girls” by Tima Shomali. Data collection techniques using recording techniques. Methods and techniques of data analysis are (1) display, (2) reduction, and (3) drawing conclusions.The results of the study show that (1) In the Alrawabi School for Girls Series there were several characters including Maryam, Dina, Noaf, Layan, Rania, dan Ruqayya, the six characters had different character dimensions, while the character dimensions were the outer dimension, the inner dimension and the social dimension. (2) The character painting techniques used are dramatic techniques, namely speech techniques, behavior techniques, thoughts and feelings techniques, other character reaction techniques, physical painting techniques, and background painting techniques.Keywords: Alrawabi School for Girls, Character Dimension, Character Painting Techniques.
Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel "Al-Hubb Fii Zamani An-Nafthi" Karya Nawal El-Sa'dawi (Tinjauan Psikoanalis Carl Jung): Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel "Al-Hubb Fii Zamani An-Nafthi" Karya Nawal El-Sa'dawi (Tinjauan Psikoanalis Carl Jung) Haeriyyah Haeriyyah; Ilham Ramadhan
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Vol. 3 No. 03 (2023): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Publisher : Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

يبحث هذا البحث عن تحليل شخصية الشخصية الرئيسية في رواية الحب في زماني نفتي لنوال السعداوي، وهي الشخصية المرأة والشخصية الرجل باستخدام التحليل النفسي لكارل يونغ. نوع البحث المستخدم هو البحث الأدبي باتباع إجراءات ومبادئ عمل البحث النوعي. طرق جمع البيانات باستخدام تقنيات القراءة وتقنيات تدوين الملاحظات. تتم تقنية القراءة من خلال قراءة ثم فهم ومعرفة رواية الحب في زمن النفط لنوال السعداوي. بينما يستخدم تحليل البيانات الأسلوب التحليلي الوصفي، والذي يوفر صورة واضحة للبيانات وفقًا للبيانات الموجودة. أظهرت النتائج أنه بناءً على نظرية التحليل النفسي لكارل يونج، فإن الشخصية تشمل مجالين، هما الوعي واللاوعي. طبيعة شخصية المرأة بناء على الوعي يمكن رؤية من وظيفة الروح، والمرأة هي نوع من المشاعر. و من موقف الروح، هي النوع المنفتح. بينما ، بناء على اللاوعي، يمكن رؤية من اللاوعي الشخصي، هي نوع مفكرة و النوع الانطواء، واللاوعي الجماعي، أي في حلم عن ماضي و النموذج الأصلي الأم. إذًا، فإن المرأة المشاعر - المنفتح في الوعي والأفكار- الانطواء والنموذج الأصلي الأم في اللاوعي. ثم ، فإن طبيعة شخصية الرجل بناء على الوعي يمكن رؤي من وظيفة الروح، الرجل هو نوع من الأفكار. و من موقف الروح، هو نوع منفتح. بينما ، بناء على اللاوعي، يمكن رؤي من اللاوعي الشخصي، هو نوع مشاعر و النوع الانطواء ، واللاوعي الجماعي، أي في النموذج الأصلي للظل .لذالك ، شخصية الرجل هو الأفكار- المنفتح في الوعي والمشاعر- الانطواء والنموذج الأصلي للظل في اللاوعي
KARAKTER TOKOH UTAMA DALAM NOVEL LAA ANAAM KARYA IHSAN ABDUL QUDDUS (SUATU TINJAUAN INTRINSIK) , Linda; Haeriyyah; Ilham Ramadhan
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Vol. 4 No. 01 (2024): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Publisher : Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12259/jsib.v4i01.32906

Abstract

This thesis is an analysis of the main characters in the novel entitled "Laa Anam" by Ihsan Abdul Quddus. This novel tells the story of a girl who experiences an Electra complex, which is excessive interest in her father so she feels that she is competing with her stepmother in getting her father's attention, besides that she has a unique character because of her complex nature. This research is qualitative with a literature review method. The method used in collecting data is reading and note-taking techniques. Meanwhile, the analytical technique used is content analysis. The review used in this study is an intrinsic review, namely a review that examines the intrinsic elements in a literary work and the focus of this research is the main character in the novel "Laa Anaam" by Ihsan Abdul Quddus. After doing research, it was found that Nadia has a character, namely Self-confident, clever, manipulative, evil, a complex personality, sympathy, liar, responsible, arrogant, introvert, quiet, smart, bigoted to his father, hypocrite, jealous, angry person, have envious nature, vengeful, strong determination, conscientious, easily anxious/overthinking, spoiled, shy, stubborn, brave, selfish, and loyal. Meanwhile, in determining the depiction of characters, it is divided into two, namely analytical techniques and dramatic techniques. Depictions with analytic techniques or depictions of characters by giving direct descriptions, then Nadia's character includes the following five characters: evil, responsible, quiet, envious, and brave. Meanwhile, the depiction of characters with dramatic techniques or indirect depictions of characters, then Nadia's character includes 18 characters, namely: self-confident, smart, manipulative, loving woman, introvert, fanatical to her father, hypocritical, easily jealous, short-tempered, vengeful, determined, careful, easily anxious/overthinking, spoiled, shy, selfish, and loyal. In addition, there are four characters who are depicted using analytical and dramatic techniques, namely complex, arrogant, clever, and stubborn personalities. Keywords: Main Character, Novel, Character
Konflik Dalam Film Series “Al-Qafash” Karya Bader Al-Jazzaf Dan Muhammad Al-Anzi (Tinjauan Intrinsik) Hikmah, Nurul; Haeriyyah, Haeriyyah; Nur, Mujadilah
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Vol. 4 No. 01 (2024): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Publisher : Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12259/jsib.v4i01.32967

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mengidentifikasi jenis konflik yang terjadi dalam film series “Al-Qafash” dengan menggunakan tinjauan intrinsik (2) Mendeskripsikan faktor yang menyebabkan terjadinya konflik dalam film series “Al-Qafash”, (3) Menganalisis konflik yang menyebabkan terjadinya klimaks dalam film series “Al-Qafash” Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research). Data dalam penelitian ini berupa data audio (berupa dialog) dan data visual dalam film “Al-Qafash” karya Bader Al-Jazzaf dan Muhammad Al-Anzi . Sumber data penelitian ini adalah film “Al-Qafash” karya oleh Bader Al-Jazzaf dan Muhammad Al-Anzi . Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan catat. Metode dan teknik analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Jenis-jenis konflik yang terdapat dalam film Al-Qafash terdiri dari konflik internal yang terjadi dalam diri tokoh (konflik batin) dan konflik eksternal yang terjadi antar individu seperti konflik antara Rawan dan Zaid, Ibu Rawan dan Zaid, Ayah dan Ibu Rawan, Lamia dan Hanan, Lamia dan Dr. Nasser serta Dr. Nasser dan Hanan (2) Penyebab terjadinya konflik dalam film Al-Qafash yaitu; perbedaan antar individu karena adanya perbedaan keinginan dan sikap yang tidak ada mau mengalah satu sama lain, perbedaan kebudayaan yaitu perbedaan yang terjadi di keluarga Zaid dan Rawan, dan perbedaan kepentingan yaitu perbedaan ekonomi antara Zaid dan Saqr. (3) Konflik yang menyebabkan terjadinya klimaks pada kisah Rawan dan Zaid yaitu dimana ibunya Rawan yang terus membandingkan dua menantunya dalam segala hal, seperti membandingkan kehidupan rumah tangga Rawan dengan adiknya yang lebih stabil secara ekonomi. Begitu pula klimaks ini muncul ketika Lamia dan Dr. Nasser bertengkar karena tidak ada kepastian hubungan yang serius diberikan oleh Dr. Nasser kepada Lamia, sehingga Lamia memilih pergi dari kehidupan Dr. Nasser. Kata Kunci: Konflik, Unsur Intrinsik, Al-Qafas.