Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PASTA GIGI EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI Sri Wahyuningsih; Ivon Sensiana Ndaso; Ahmad Irsyad Aliah
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v10i1.7525

Abstract

Beragam mikroorganisme dapat ditemukan dan hidup dalam rongga mulut, salah satunya Streptococcus mutans yang dapat menyebabkan karies gigi. Daun beluntas (Pluchea indica L.) mempunyai banyak kandungan senyawa aktif seperti flavonoid yang memiliki aktivitas terhadap bakteri gram positif yang mampu dimanfaatkan untuk mengatasi masalah kesehatan pada rongga mulut terutama gigi seperti bakteri Streptococcus mutans. Salah satu pencegahan terjadinya karies gigi dengan penggunaan pasta gigi secara teratur. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi pasta gigi dari daun beluntas dan mengetahui aktivitasnya sebagai antibakteri. Daun beluntas (Pluchea indica L.) dimaserasi menggunakan pelarut etanol 96% kemudian ekstrak etanol daun beluntas (EEDB) diformulasikan menjadi pasta gigi dengan masing-masing konsentrasi 5% (F1), 7,5% (F2); dan 10% (F3) dan diuji aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Hasil penelitian formula pasta gigi menunjukkan tidak terjadi perubahan sebelum dan setelah uji cyling test untuk kestabilan formula pasta gigi. Uji aktivitas pasta gigi EEDB yang diukur dengan jangka sorong menunjukkan konsentrasi 10% (F3) memiliki diameter zona hambat 21,77±0,49 mm mendekati zona hambat pasta gigi merk ‘X’ sebagai pembanding dengan zona hambat 22,00±1,32 mm yang termasuk kategori sangat kuat sebagai antibakteri terhadap Streptococcus mutans dengan nilai signifikansi p=1,000 (p>0,05).
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SABUN CAIR MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK BALI (Citrus maxima) Andi Juaella Yustisi; Sri Wahyuningsih; Nielma Auliah
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v5i2.355

Abstract

Pomelofruit (Citrus maxima) has several chemical compounds, one of which is essential oil, 6.68g of essential oil was found in the peel of the pomelofruit (Citrus maxima) which has an active compound, namely limonene (94.96%). The essential oil provided strong antibacterial activity against S. aureus isolates. The purpose of the study was to formulate the essential oil of pomelofruit peel (Citrus maxima) into liquid soap preparations that met physical stability and to test the antibacterial activity of liquid soap preparations of pomelofruit (Citrus maxima) peel essential oil against S. aureus bacteria. The method used in testing the stability of liquid soap preparations is cycling test and in the antibacterial activity test using the Disk diffusion method. The results obtained that the essential oil of pomelofruit peel (Citrus maxima) can be formulated in the form of liquid soap because it meets the physical stability test, namely before and after the cycling test and activity tests. antibacterial against S. aureus. at 1% concentration of 18.9mm (strong), 3% of 20.4mm (very strong), and 5% of 21.1mm (very strong). Based on this, the essential oil of pomelofruit peel (Citrus maxima) can be made into liquid soap preparations that meet the physical stability test and have antibacterial activity in very strong category at a concentration of 5% in inhibiting the growth of S. aureus bacteria.
FORMULASI DAN EVALUASI STABILITAS SEDIAAN LIP BALM EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) DENGAN PENAMBAHAN MINYAK ZAITUN SEBAGAI EMOLIEN SERTA PENENTUAN NILAI SPF (Sun Protection Factor): FORMULATION AND EVALUATION STABILITY OF LIP BALM PREPARATION FROM RED DRAGON FRUIT SKIN EXTRACT (Hylocereus polyrhizus) WITH THE ADDITION OF OLIVE OIL AS AN EMOLLIENT AND DETERMINATION OF SPF (Sun Protection Factor) VALUE Abdul Wahid Suleman; Sri Wahyuningsih; Safaruddin; Rizky Indah Pratiwi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.428

Abstract

Kulit buah naga merah merupakan salah satu limbah yang masih sangat jarang dimanfaatkan padahal kulit buah naga juga mengandung senyawa antioksidan yang cukup tinggi, senyawa antioksidan mampu melawan oksidasi dalam tubuh, keunggulan dari kulit buah naga sebagai antioksidan disebabkan karena buah naga kaya akan senyawa polifenol. Minyak zaitun dapat digunakan sebagai emolien karena sifatnya yang mampu mempertahankan kelembapan, kelenturan, serta kehalusan pada kulit. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui minyak zaitun dan ekstrak kulit buah naga merah dapat diformulasikan ke dalam sediaan lip balm dan untuk mengetahui nilai SPF pada sediaan lip balm minyak zaitun dengan penambahan ekstrak buah naga merah. Hasil uji homogenitas, organoleptis, uji titik lebur, uji PH, dan uji skin analyzer menggunakan metode cycling test menghasilkan sediaan yang stabil dan nilai SPF yang didapatkan yaitu pada kontrol negatif didapatkan hasil SPF 4, formula  konsentrasi 7% diperoleh nilai sebesar 25 SPF, formula  konsentrasi 9% diperoleh nilai 32 SPF, dan formula  konsentrasi 11% diperoleh nilsi sebesar 33 SPF. Formulasi sediaan lip balm ekstrak kulit buah naga merah memiliki stabilitas yang baik dan ketiga-tiganya memiliki proteksi ultra.
FORMULASI SEDIAAN SABUN PEMBERSIH KEWANITAAN EKSTRAK DAUN MANGGA ARUM MANIS (Mangifera indica L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans: FORMULATION OF FEMININE CLEANSING SOAP (Mangifera indica L.) LEAF EXTRACT ON THE GROWTH OF Candida albicans Chikita Inaku; A. Nur Ayu Lestari; Sri Wahyuningsih; Widya Ariati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.728

Abstract

Ekstrak daun mangga arum manis (Mangifera indica L.) memiliki senyawa flavonoid, fenol,alkaloid, dan mangiferin yang bermanfaat sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untukmemformulasikan ekstrak daun mangga arum manis sebagai sabun pembersih kewanitaanyang stabil dan untuk mengetahui aktivitas antijamur sediaan serta konsentrasi optimumekstrak yang terkandung dalam sediaan yang efektif sebagai antijamur terhadappertumbuhan Candida albicans. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimentallaboratorium. Ekstrak daun mangga arum manis dimaserasi menggunakan pelarut etanol96%. Ekstrak yang dihasilkan diformulasi menjadi sediaan cair sabun pembersih kewanitaandengan variasi konsentrasi yaitu F1(1%), F2(3%), F3(5%), dan dilakukan uji stabilitassediaan sebelum dan sesudah cycling test serta uji aktivitas antijamur terhadap Candidaalbicans dengan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun mangga arummanis (Mangifera indica L.) dapat diformulasi menjadi sediaan cair sabun pembersihkewanitaan yang stabil berdasarkan uji organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa, dan ujiiritasi. Diameter daya hambat aktivitas antijamur formula F0, F1, F2, F3 berturut-turutsebesar 10,5 mm; 12,6 mm; 13,9mm. F3 (5%) terpilih sebagai konsentrasi optimum. Kata Kunci : Formulasi, Daun Mangga Arum Manis, Sabun pembersih kewanitaan,Antijamur
FORMULASI DAN UJI ANTIOKSIDAN SEDIAAN SERUM EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DENGAN MENGGUNAKAN METODE DPPH Abdul Wahid Suleman; Sri Wahyuningsih; Yanti Puspitasari
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v8i2.232

Abstract

Daun salam (Syzygium polyanthum) merupakan tanaman yang berfungsi sebagai antioksidan, mengandung senyawa alkaloid, vitamin C, vitamin E, tanin, saponin, dan flavanoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol daun salam dapat diformulasikan sebagai sediaan serum yang stabil dan untuk mengetahui nilai IC50 sediaan serum ekstrak daun salam yang dapat memberikan aktivitas antioksidan. Metode penelitian ini dengan membuat sediaan serum wajah dari ekstrak etanol daun salam dengan variasi konsentrasi yaitu 1%, 3%, 5%, dan menguji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil formula serum wajah menunjukkan bahwa tidak terjadi perbedaan sebelum dan sesudah cycling test baik pada pengujian organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan kelembaban. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa F1 dengan konsentrasi 1% memiliki nilai antioksidan 37,00 ppm, F2 dengan konsentrasi 3% memiliki nilai antioksidan 29,21 ppm, dan F3 dengan konsentrasi 5% memiliki nilai antioksidan 23,94 ppm, ketiga sediaan tersebut memiliki kategori antioksidan sangat kuat. Berdasarkan hal tersebut menunjukkan bahwa serum dari ekstrak etanol daun salam memiliki kestabilan fisik dan kimia dan berpotensi sangat kuat sebagai antioksidan
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Lip Balm dari Ekstrak Etanol Umbi Wortel (Daucus carota L.) dengan Metode DPPH (2,2-dipheny 1-picrylhydrazyl) Azima, Azima; Wahyuningsih, Sri; Agung, Yusfin Cesiana; Ilyas, Ika Lismayani
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 4, No 2 (2024): August 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v4i2.1145

Abstract

Umbi wortel (Daucus carota L.) mengandung banyak senyawa kimia salah satunya yaitu β-karoten. β-karoten berfungsi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan sediaan lip balm dari ekstrak etanol umbi wortel dengan metode DPPH. Pada penelitian ini, kestabilan sediaan diketahui melalui evaluasi sebelum dan sesudah cycling test meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji titik lebur dan uji kelembapan yang sesuai standar kestabilan untuk sediaan lip balm serta metode dalam uji aktivitas antioksidan sediaan lip balm ekstrak umbi wortel menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan lip balm ekstrak umbi wortel stabil secara fisika dan kimia setelah melalui tahapan evaluasi sediaan dan menunjukkan hasil pada IC50 yang diperoleh berturut-turut pada formula 1 yaitu 29,18 ppm, formula II yaitu 20,18 ppm, dan formula III yaitu 10,47 ppm sedangkan pada kontrol positif lip balm viva memiliki nilai IC50 yaitu 3,60 ppm. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, sediaan lip balm ekstrak umbi wortel dikategorikan stabil secara fisika dan kimia serta mempunyai nilai IC50 yang paling baik pada formula III (6%) dengan nilai IC50 yaitu 10,47 ppm.Carrot tubers (Daucus carota L.) contain many chemical compounds, one of which is β-carotene. β-carotene functions as a natural antioxidant. This research was conducted to determine the antioxidant activity of lip balm preparations from the ethanol extract of carrot tubers using the DPPH method. In this study, the stability of the preparation was determined through evaluation before and after the cycling test, including the organoleptic test, homogeneity test, pH test, spreadability test, melting point test, and humidity test in accordance with stability standards for lip balm preparations as well as methods for testing the antioxidant activity of lip preparations. carrot tuber extract balm using the DPPH method. The research results showed that the carrot tuber extract lip balm preparation was physically and chemically stable after going through the preparation evaluation stages and showed the IC50 results obtained respectively in formula 1, namely 29.18 ppm, formula II, namely 20.18 ppm, and formula III, namely 10.47 ppm, while the positive control Viva lip balm has an IC50 value of 3.60 ppm. The conclusion of this research is that the carrot tuber extract lip balm preparation is categorized as physically and chemically stable and has the best IC50 value in formula III (6%) with an IC50 value of 10.47 ppm.
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Peningkatan Trombosit pada Mencit Jantan (Mus musculus) yang diinduksi Kloramfenikol Idris, Zulfiah; SR, Muhammad Asri; Wahyuningsih, Sri; Sudirman, Agriawan; Kartika, Amaliah
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 4, No 2 (2024): August 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v4i2.488

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji aktivitas ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap peningkatan trombosit pada mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi kloramfenikol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol daun pepaya serta dosis efektifnya dalam meningkatkan jumlah trombosit pada mencit jantan yang diinduksi kloramfenikol. Pada penelitian ini dilakukan perlakuan pertama pemberian pakan selama 14 hari, perlakuan kedua dengan pemberian kloramfenikol dosis 30mg/30g BB peroral selama 7 hari dan pakan standar selama 7 hari, perlakuan ketiga pemberian kloramfenikol dosis 30mg/30g BB peroral dan ekstrak etanol daun pepaya 1,5% selama 7 hari, perlakuan keempat pemberian kloramfenikol dosis 30mg/30g BB peroral dan ekstrak etanol daun pepaya 3% selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pepaya menunjukkan efek dalam meningkatkan jumlah trombosit pada mencit jantan yang diinduksi kloramfenikol.Research has been conducted on the activity test of ethanol extract from papaya leaves (Carica papaya L.) on increasing platelet count in male mice (Mus musculus) induced with chloramphenicol. The purpose of this study was to determine the effect of ethanol extract from papaya leaves and its effective dosage in increasing platelet count in male mice induced with chloramphenicol. In this study, the first treatment involved feeding for 14 days, the second treatment involved administering chloramphenicol at a dose of 30mg/30g body weight orally for 7 days along with standard feed for 7 days, the third treatment involved administering chloramphenicol at a dose of 30mg/30g body weight orally along with 1.5% ethanol extract of papaya leaves for 7 days, and the fourth treatment involved administering chloramphenicol at a dose of 30mg/30g body weight orally along with 3% ethanol extract of papaya leaves for 7 days. The results showed that the ethanol extract of papaya leaves exhibited an effect in increasing platelet count in male mice induced with chloramphenicol.
Analisis Kandungan Ibuprofen pada Sediaan Jamu yang Beredar di Kecamatan Manggala Kota Makassar dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotomentri UV-Vis Firdaus, Sirajul; Nurhuda; Sri Wahyuningsih; Andi Ulfiana Utari
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 3 No. 2 (2024): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v3i2.242

Abstract

Jamu merupakan sediaan obat alami yang terbuat dari simplisia yang telah terbukti aman dan berkhasiat. Jamu pegal linu merupakan produk obat tradisional yang dipercaya dapat meredakan nyeri otot dan tulang, kelelahan, memperbaiki peredaran darah, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan meredakan ketidaknyamanan tubuh secara keseluruhan oleh masyarakat. Ibuprofen merupakan obat golongan Anti inflamasi Non Steroid (AINS) yang memiliki efek samping berupa penyakit gastrointestinal terutama jika digunakan dengan dosis tinggi atau dikonsumsi dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan ibuprofen pada sediaan jamu yang beredar di Kecamatan Manggala Kota Makassar dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Spektrofotometri UV-Vis. Analisis kualitatif ibuprofen dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) yang menghasilkan noda bercak terang apapila diamati dibawah lampu UV366 nm dan dengan metode Spektrofotometri UV-Vis yang sama atau hampir sama dengan baku pembanding yaitu 220,25 nm. Penetapan kadar dilakukang dengan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 220,25 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 sampel yang positif mengandung ibuprofen yaitu sampel C, D dan G. Kadar ibuprofen dalam sampel C sebesar 1,78888889%, sampel D 4,99298246% dan sampel G sebesar sebesar 2,22807018%.
Dagusibu untuk generasi muda: dampak kimiawi pada penyimpanan obat Agus, Wahyuni; Sri Wahyuningsih; Noer Fauziah Rahman; Fauziah Hasdin; Rieka Nurul Dwi Anggraeni
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.7125

Abstract

Pengelolaan obat yang kurang tepat, khususnya pada kalangan generasi muda, dapat menimbulkan dampak negatif terhadap efektivitas dan keamanan obat. Kegatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda terkait penyimpanan obat yang benar melalui kegiatan edukasi dan evaluasi pengetahuan, termasuk pemahaman mengenai dampak kimiawi seperti degredasi bahan aktif, oksidasi, dan hidrolisis yang dapat menurunkan stabilitas obat. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukasi interaktif berupa penyuluhan kepada generasi muda dengan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta. Kegiatan dilaksanakan dalam kelompok partisipatif dengan pembahasan langsung mengenai dampak kimiawi terhadap stabilitas obat, serta evaluasi pengetahuan dilakukan melalui sepuluh soal tes sebelum dan sesudah pemberian materi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah pemberian materi. Misalnya, pemahaman bahwa obat rusak bila disimpan di tempat panas atau lembab meningkat dari 60% menjadi 94%, dan pengetahuan bahwa vitamin C terurai bila terkena cahaya meningkat dari 50% menjadi 90%. Secara keseluruhan, hampir semua indikator pengetahuan mengalami peningkatan lebih dari 20–40%. Mayoritas peserta perempuan dan laki-laki menunjukkan respons positif yang serupa, menandakan bahwa edukasi efektif tanpa perbedaan mencolok antar gender. Temuan ini selaras dengan teori stabilitas kimia obat yang menjelaskan pengaruh suhu, cahaya, dan kelembaban terhadap kualitas obat. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi berbasis praktik langsung efektif meningkatkan pemahaman generasi muda tentang penyimpanan obat. Kegiatan ini memberikan kontribusi penting dalam memberdayakan masyarakat, khususnya kelompok usia produktif, untuk lebih peduli dan terlibat dalam menjaga keamanan penggunaan obat di lingkungan sehari-hari.
In vitro Evaluation of Anti-inflammatory Protein-Denaturation Activity of Cashew (Anacardium occidentale Linn) Stem Bark Using a UV–Vis Spectrophotometer Jangga; Sri Wahyuningsih; Abdul Wahid Suleman; Sulaiman
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 10 (2025): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i10.13160

Abstract

Inflammation is a protective response of the body caused by tissue damage due to abnormal physical conditions, harmful chemical compounds, or microbiological agents. The protein denaturation method for anti-inflammatory testing aims to determine whether the ethyl acetate and ethanol–water fractions of cashew (Anacardium occidentale Linn) stem bark exhibit anti-inflammatory activity using the protein denaturation method, and to determine the IC₅₀ values of both fractions. The anti-inflammatory activities of the ethyl acetate and ethanol–water fractions, along with the positive control, were tested using a UV–Vis spectrophotometer at concentrations of 100 ppm, 200 ppm, 400 ppm, 800 ppm, and 1600 ppm. The results showed that the ethyl acetate fraction of cashew stem bark (Anacardium occidentale L.) had an IC₅₀ value of 531.74 µg/mL, the ethanol–water fraction had an IC₅₀ value of 101.31 µg/mL, and the positive control had an IC₅₀ value of –70.85 µg/mL. These findings indicate that the ethanol–water fraction exhibited moderate anti-inflammatory activity, while the ethyl acetate fraction showed weak activity.