Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT (AQ) Juhlifa; Hafriani; Lasmi
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 2 No. 1 (2025): Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v2i1.8635

Abstract

This study aims to describe students’ mathematical creative thinking ability in terms of their Adversity Quotient (AQ) when solving problems related to number patterns, sequences, and arithmetic series. The research employed a qualitative descriptive method with four participants from SMA Negeri 1 Banda Aceh, consisting of two champer and two climber students. Data were collected using questionnaires, tests, and interviews, and analyzed through time triangulation. The results showed that: (1) two students with moderate creative thinking skills had a moderate AQ (champer); one student with moderate creative thinking had a high AQ (climber); and one student with high creative thinking had a high AQ (climber). (2) Efforts to enhance creative thinking included motivation, innovative learning models, non-routine problem exercises, structured assignments, and enrichment activities. The findings indicate a positive relationship between students’ Adversity Quotient (AQ) levels and their mathematical creative thinking abilities.
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA MTSN PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR MELALUI PENDEKATAN PROBLEM CENTERED LEARNING Ramadhani, Muthia; Hafriani, Hafriani; Apriliani, Vina
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): MATHIEU Journal of Mathematics Education and Learning
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v2i2.10039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan Problem Centered Learning (PCL) terhadap kemampuan berpikir kreatif pada siswa kelas VIII di MTsN 2 Banda Aceh. Jenis penelitiannya adalah quasi eksperimen dengan desain control group pre-test post-test design. Metode pengumpulan data menggunakan teknik tes.. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dengan taraf signifikansi 0,05 didapat nilai sig 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa yang diajarkan dengan pendekatan Problem Centered Learning (PCL) lebih baik dibandingkan kemampuan berpikir kreatif siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII MTsN 2 Banda Aceh. Selain itu, pengaruh pendekatan Problem Centered Learning (PCL) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam semangat belajar matematika dengan menggunakan strategi yang bersifat baru, unik, atau tidak biasa untuk menyelesaikan masalah.
Penerapan Model Cooperative Script untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP/MTs Sundari, Titin; Hafriani, Hafriani; Salasiyah, Cut Intan
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 3 No. 1 (2026): MATHIEU Journal of Mathematics Education and Learning
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v3i1.10114

Abstract

The purpose of this research was to find out the mathematical communication skills of students who were taught with better Cooperative Script learning models on set operation material in SMP Negeri 1 Labuhanhaji Barat. The research method used was a quasi experimental design. Sampling was done using random sampling. Population in this study all students of class VII SMP Negeri 1 Labuhanhaji Barat. In this study consisted of two classes, namely class VII.2 as an experimental class and class VII.1 as a control class. The data were collected using a mathematical communication ability test sheet which was then analyzed using the independent sample t-test. The results showed that based one the t-test obtained t_count=2,66 and t_table =1,67. Because t_count>t_table then H_0 is rejected and H_1 is accepted so that it can be concluded that the mathematical communication skills of students taught with more Cooperetive Script learning models better than students who were taught with conventional learning models on set operation material in SMP Negeri 1 Labuhanhaji Barat.
Hasil Belajar Siswa Sma melalui Penerapan Model Vizualization Auditory Kinestetic (VAK) Maulidar, Sufianum; Hafriani, Hafriani; Nurdin, Lasmi
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 3 No. 2 (2026): MATHIEU Journal of Mathematics Education and Learning
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v3i2.10127

Abstract

Rendahnya hasil belajar matematika siswa karena model yang digunakan guru tidak memperhatikan gaya belajar siswa yang beragam. suatu model pembelajaran yang diduga dapat menyelesaikan permasalahan tersebut adalah model VAK. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model VAK terhadap hasil belajar matematika siswa SMA/MA. Metode yang digunakan adalah eksperimen. Dari hasil pengolahan data diperoleh yang berarti terima dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran VAK terhadap hasil belajar siswa SMAS Darussaadah Teupin Raya. Selanjutnya penelitian ini untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran VAK dengan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa SMA/MA. Dari hasil pengolahan data diperoleh yang berarti terima maka hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model VAK lebih baik dari pada siswa yang diajarkan dengan model konvensional.