Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Aesthetic and Educational Functions of 2D Painting on Three-Dimensional Media in Early Childhood Education at PAUD Sabila Gigih Nuzuli Rahmah; Betty Yulia Wulansari; Nurtina Irsad Rusdiani
Vifada Journal of Education Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/q617c515

Abstract

Twenty-first-century learning requires teachers to effectively integrate digital technology into the instructional process. Game-Based Learning (GBL) has emerged as a promising pedagogical approach for creating interactive, collaborative, and learner-centered learning experiences. However, studies that specifically map teachers’ competencies in implementing GBL remain limited. This study aims to: (1) identify the teacher competencies required for GBL implementation; and (2) analyze the challenges and barriers faced by teachers in implementing GBL. This study employed a Systematic Literature Review (SLR) method guided by the PRISMA 2020 protocol, using two international databases, namely Scopus and ERIC. After the identification, screening, and selection stages based on predetermined inclusion and exclusion criteria, 18 relevant articles were obtained as the main sources of analysis. The thematic synthesis results indicate that teacher competencies in GBL implementation are multidimensional, encompassing four interrelated dimensions: digital pedagogical competence, technological literacy and competence, collaborative and social competence, and creativity and innovation. The Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) framework was found to be relevant as an integrative mapping tool that connects technological, pedagogical, and content dimensions in game-based learning implementation. The main challenges identified include low levels of teachers’ digital literacy, limited technological infrastructure, and the lack of continuous professional development programs. These findings contribute to the development of teacher training policies and the design of teacher education curricula that are responsive to the demands of the digital era
Permainan Tradisional sebagai Media Pembelajaran Berbasis Budaya bagi Pemelajar BIPA di Australia Ida Yeni Rahmawati; Betty Yulia Wulansari; Arta Ekayanti; Agita Risma Nurhikmawati
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.9162

Abstract

Studi ini bertujuan mengidentifikasi perkembangan penelitian mengenai perkembangan pendidikan bahasa Indonesia di Australia, dengan menekankan peran permainan tradisional sebagai perangkat pedagogis yang berbasis budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis bibliometrik yang dilakukan terhadap 17.600 artikel, di mana 2.500 artikel dipilih melalui proses multitahap berdasarkan topik dan relevansi. Analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasi tren publikasi, tema penelitian dominan, serta peluang pengembangan kajian di masa mendatang. Temuan menunjukkan minat akademis yang berkelanjutan terhadap tema-tema seperti pendidikan antarbudaya, kebijakan bahasa, dan peran guru dalam mempromosikan studi bahasa Asia di sekolah-sekolah Australia. Studi ini mengungkapkan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia di Australia lebih dari sekadar pemerolehan bahasa; pembelajaran ini merupakan upaya strategis untuk mendorong pemahaman bilateral antarnegara tetangga. Khususnya, integrasi permainan tradisional Indonesia seperti congklak, engklek, dan gobak sodor memberikan pengalaman belajar multisensori yang menarik yang meningkatkan motivasi pembelajar, empati budaya, dan kompetensi bahasa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berbasis permainan tradisional menawarkan pendekatan yang responsif secara budaya dan relevan secara kontekstual untuk pengajaran Bahasa Indonesia sebagai bahasa asing (BIPA), khususnya di Australia. Temuan ini menawarkan kontribusi teoretis dan implikasi praktis bagi inovasi kurikulum bahasa serta menekankan perlunya kebijakan pendidikan untuk mempertahankan dan memperluas pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bagian dari keterlibatan regional Australia yang lebih luas.
Implementasi Analisis Penggunaan Loose Part dalam Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini di KB Khadijah Ngariboyo Titin Triyawati; Hadi Cahyono; Betty Yulia Wulansari
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.2.2025.5918

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih minimnya pemanfaatan media loose part secara optimal dalam kegiatan pembelajaran anak usia dini, padahal media ini memiliki potensi besar untuk mengembangkan kreativitas anak melalui pengalaman bermain yang terbuka dan eksploratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman guru terhadap penggunaan media loose part dan mengetahui perkembangan kreativitas anak melalui media loose part di KB Khadijah Ngariboyo. Media loose part dapat meningkatkan perkembangan kreativitas anak karena melalui media loose part anak diberikan kebebasan untuk menuangkan ide kreatifitasnya sesuai dengan imajinasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk memastikan keabsahan data, peneliti menggunakan tiga teknik triangulasi data yakni, triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Triangulasi sumber digunakan untuk membandingkan dan mengkroscek data dari berbagai sumber yakni guru dan siswa. Triangulasi teknik menggunakanlebih dari satu teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, dokumentasi) untuk menguji konsistensi data. Triangulasi waktu digunakan untuk pengamatan atau wawancara di waktu yang berbeda untuk menghindari bias waktu. Tahapan teknik analisis data yang dilakukan peneliti antara lain, 1) Reduksi data; 2) Penyajian data; dan 3) Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media loosepart terbukti efektif dalam merangsang kreativitas anak-anak melalui kegiatan bermain yang bebas dan fleksibel. Hal ini tercermin dari beberapa indikator kreativitas yang telah diamati selama proses pembelajaran
Implementasi Permainan Tradisional Cublak-cublak Suweng dalam Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air Pada Kelompok A KB Anak Sholeh Ngariboyo Anies Tri Hidayati; Hadi Cahyono; Betty Yulia Wulansari
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.2.2025.5919

Abstract

Penanaman nilai karakter cinta tanah air yang signifikan dalam mewujudkan kemajuan suatu bangsa dapat dilakukan secara efektif di sekolah melalui permainan tradisional Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif-deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi kemudian data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional Cublak-cublak suweng yang diimplementasikan di kelompok bermain ternyata dapat menumbuhkan karakter cinta tanah pada pendidikan anak usia dini yang memang pembelajarannya berbasis permainan. Cublak-cublak suweng terbukti membawa dampak pada anak usia dini. Hal ini bisa dilihat pada aspek karakter cinta tanah air yang meliputi: mencintai budaya dan tradisi daerah; bangga dengan produk dalam negeri; menjaga persatuan dan kesatuan negara; peserta didik mengenal siapa dirinya dan dari mana asalnya.
Collaboration in Preparing Early Childhood Readiness to Enter Elementary School through Habituation Programs Sri Rahayu; Ardhana Januar Mahardhani; Betty Yulia Wulansari
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 2 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i2.7447

Abstract

This research examines the collaboration across different levels among kindergartens, elementary schools, and parents in facilitating children's readiness for the transition to elementary school via a shared lunchbox acclimatization initiative at TK-IT Ar Rohmah Magetan. The subject is crucial since early transitions greatly influence children’s autonomy, social abilities, and preparedness for learning. A qualitative case study methodology was utilized to gather data via direct observation, comprehensive interviews with educators, open-ended surveys from 28 parents, and analysis of documents. The research suggests that organized teamwork improves children's preparedness for school. Findings indicate that collaborative initiatives—like synchronized lunch menus, elementary teachers visiting kindergartens, and combined parenting workshops—enhance communication among stakeholders and foster better habits in children's table manners, discipline, and health. A significant discovery is the proactive involvement of elementary teachers as transition collaborators instead of merely receiving kindergarten graduates passively. This change enables more seamless and contextually fitting transitions. The research provides actionable insights for Islamic educational organizations to implement a cooperative habituation framework that incorporates character development from a young age.