Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PEMBERDAYAAN SANTRI MELALUI KEWIRAUSAHAAN DAN KEMAMPUAN PENGUATAN KEUNGGULAN PRODUK BERBASIS PADA KEARIFAN LOKAL Beni Dwi Komara; Heri Cahyo Bagus Setiawan; Aries Kurniawan
Jurnal Riset Entrepreneurship Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jre.v3i2.1559

Abstract

Sekarang ini santri tidak hanya dituntut untuk fokus mempelajari ilmu agama saja namun juga dituntut untuk bisa belajar menjadi santri yang memiliki kemandirian ekonomi. Dengan harapan ketika nanti terjun dimasyarakat santri ini akan menjadi panutan dalam penerapan agama dalam kehidupanya yang didalamnya juga terkait dengan kemandirian ekonominya. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pemberdayaan santri yang dilakukan oleh Pondok Pesantren untuk membentuk kemandirian ekonomi melalui kewirausahaan dan memiliki kemampuan penguatan keunggulan produk berbasis pada nilai-nilai kearifan lokal yang berakar dari budaya bangsa Indonesia dan tetap sejalan dengan ajaran agama Islam, bukan berdasarkan sistem lain yang hanya mementingkan kehidupan dunia semata tanpa memperdulikan kehidupan setelah mati. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Mukmin Mandiri yang memiliki 2 lokasi di Sidoarjo dan Tulungagung. Metodologi penelitian menggunakan kualitatif, agar mampu melakukan pendekatan yang naturalistic interpretif dan disajikan dalam bentuk deskriptif, atau diuraikan secara mendalam. Hasilnya, Pemberdayaan Santri mampu dilakukan melalui pendidikan agama dengan hafalan Alquran dan kitab kuning serta memberikan pengetahuan dunia bisnis yang dipelajari secara teori dan praktik. Kewirausahaan bisnis kopi ini sepenuhnya melibatkan santri pada keseluruhan proses mulai dari perencanaan, penyusunan struktur organisasi, pelaksanaan bidang SDM, bidang Keuangan, bidang produksi dan bidang pemasaran. Santri telah diajarkan cara memperkuat keunggulan produk terutama Keunggulan budaya berupa kearifan lokal yang tidak dimiliki ditempat lain dan mampu menjadi penguat keunggulan produk yaitu terciptanya gotong-royong oleh seluruh stake holder bisnis kopi dan Identitas santri & Pondok Pesantren yang sangat bagus bagi pasar domestik yang mayoritas muslim.
Strengthening Management of BUMDes to Increase Income and Welfare of Hendrosari Village, Menganti District, Gresik Regency Aries Kurniawan; Beni Dwi Komara; Muhammad Ghufran Ramdhani; Ragillia Ragillia
Kontribusia : Research Dissemination for Community Development Vol 3 No 2 (2020): Kontribusia (Research Dissemination for Community Development)
Publisher : OJS Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.501 KB) | DOI: 10.30587/kontribusia.v3i2.1328

Abstract

In the PKM program, our partner is the Potential Development of Hendrosari Village, Menganti District, Gresik Regency. The location of this village is close to Benowo District, Surabaya City, East Java Province. This village has the potential to strengthen management in the management of Tourism Villages and the results of products managed by the Village Owned Enterprises. This tourism village is located on village land with an area of around 10 hectares with the potential for nature tourism with the concept of education.Based on the results of interviews and observations there are two problems faced by partners, 1) The lack of optimal management of Village-Owned Enterprises (BUMDEs) that manage Eduwisata. 2) Lack of knowledge and community participation to develop the potential of the village and Lontar Sewu tourism. Some of the things planned by the PKM team are to streghten management BUMDes by holding seminars and workshops to improve the knowledge and abilities of the Hendrosari Village community in general and the BUMDes management in particular. The purpose of this activity is to improve capabilities that have an impact on good business management and increase of capabilities BUMDes management, community and village income.This activity was realized with an approach in the form of making a sustainable cooperation program until the end of PKM, creating a family atmosphere between the two and understanding that the problems experienced were a shared problem so that they could be solved together according to the level of responsibility to achieve the expected benefits, namely increased yields, production and productivity and competitiveness, independence and welfare of the community.
Growing Business Entrepreneurs And Enhancing The Competitiveness Of Community SME’s Productsof Hendrosari Village, Menganti District, Gresik Regency beni komara; Heri Cahyo Bagus Setiawan; Muhammad Ghufran Ramdhani; Ragillia Ragillia
Kontribusia : Research Dissemination for Community Development Vol 3 No 2 (2020): Kontribusia (Research Dissemination for Community Development)
Publisher : OJS Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.474 KB) | DOI: 10.30587/kontribusia.v3i2.1349

Abstract

Lontar Tourism Village, Hendrosari Village, Menganti Subdistrict, Gresik Regency is located in the range of 15 Km from the center of Gresik. The locals are very creative by continuing their culinary innovations besides Legen and dawet siwalan to the grilled chicken menu as a companion. The community's huge interest in the typical culinary of Hendrosari Village is then continued with the development of the tourist village of Lontar Sewu Nature & Culinary Tourism Village. There is a jogging track built to cross the palm plantations, a traditional culinary center of Gresik and a tourist attraction for game rides and a great place for selfies. Physically, the development of the tourism village has been completed and began to operate, but there are still many stakeholders, especially the main activists of the Tourism Village and the community still need guidance as to how they are able to optimize the potential of the tourist village in their place through entrepreneurship. How to take the right steps so that the local wisdom of this tourism village is able to significantly strengthen the superiority of the product which is expected to be able to raise economic independence in the village of Hendrosari. This problem then became the basis of the Community Partnership Program (PKM) in Hendrosari village. Through this program, the main activists of the Tourism Village consisting of Bumdes, PKK cadres, Karang Taruna cadres and the Tourism Village Activity Organizing Committee and the community will be given a briefing to foster entrepreneurial spirit enhancing the competitiveness of MSME products, the Lontar Tourism Village, Hendrosari Village, Menganti District, Gresik Regency . The purpose of carrying out PKM activities are; 1. Growing the entrepreneurial spirit of the community of Hendrosari village 2. Increasing the product competitiveness of the community of the village of Hendrosari. The method used is the lecture and discussion method, technology transfer and demonstration method. Through coaching in the PKM program, it is expected that the main activists in the Tourism Village and the community will be able to foster an entrepreneurial spirit and be able to increase the competitiveness of the MSME products of the Lontar Tourism village community, Hendrosari Village, Menganti District, Gresik Regency.
Mengurangi Resiko Kebangkrutan Usaha melalui Pelatihan Cara Cerdas Pengusaha Sukses Mengelola Keuangan bagi Pengusaha Pemula di Desa Hendrosari Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik Beni Komara; Aries Kurnawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 1 No. 5 (2022): August 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v1i5.851

Abstract

Banyak sekali pengusaha pemula dan UMKM yang mengalami kebangkrutan karena ketidakmampuan untuk mengelola usaha. Terutama aspek keuangan, dimana saat ini mereka mencampur adukkan keuangan usaha dan keuangan rumah tangga. Banyak pengeluaran justru dihabiskan untuk konsumtif keluarga. Pengeluaran tidak begitu penting juga sering dilakukan oleh pengusaha pemula contohnya sudah menghabiskan biaya banyak untuk membangun branding, logo, website sementara positioning produk dan optimasi proses belum terdefinisi dengan jelas dimata customer. Belum lagi permasalahan yang ditimbulkan karena tidak mampuan membukukan pengeluaran dan pendapatan. Oleh sebab itu perlu dilakukan pelatihan untuk memberikan pemahaman bagaimana cara cerdas pengusaha sukses dalam mengelola keuangan usahanya sehingga menurunkan resiko mengalami kebangkrutan usaha. Harapannya kedepan Pengusaha Pemula mampu secara nyata mengangkat kemandirian ekonomi desa di kabupaten Gresik, melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan daya beli masyarakat.     
PKM SOSIALISASI BERWIRAUSAHA BERBASIS EFEKTUASI PADA PEKERJA MIGRAN INDONESIA PERSIAPAN PASCA PMI DI TAIWAN Sukaris Sukaris; Alkusani Alkusani; Beni Dwi Komara; Indro Kirono; Heru Baskoro; Ernawati Ernawati
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 4 No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v4i3.4203

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada Pekerja Migran Indonesia adalah pekerja migran Indonesia selalu dihadapkan pada kondisi minimnya kegiatan yang dapat meningkatkan kapasitas diri mereka, pendidikan yang saat ini dijalankan PMI adalah pendidikan penyetaraan baik paket B maupun Paket C, namun kegiatan yang mengarah pada kegiatan peningkatan kapasitas kewirausahaan belum banyak dilakukan. Oleh karena pelatihan kewirausahaan berbasis efektuasi menjadi penting dilakukan dalam membekali PMI agar memiliki pengetahuan dan persiapan dengan aset terbaik yang dimiliki saat ini. Kegiatan ini bertujuan supaya para pekerja migran yang telah menyelesaikan kontrak kerja di Taiwan dan kembali ke Indonesia akan dapat memiliki ketrampilan pemasaran yang bermanfaat pada saat memulai suatu usaha sendiri. Pelaksanaan kegiatan dilakukan ini selama dua kali dalam seminggu secara daring (online) dengan menggunakan aplikasi zoom meeting. Hasil kegiatan telah menunjukkan bahwa PMI di Taiwan telah dan dapat memahami dengan baik dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip efektuasi untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis yang penting.
SOSIALISASI STANDARISASI DAN SERTIFIKASI PRODUK HALAL PELAKU USAHA DESA KRAMAT KECAMATAN DUDUKSAMPEYAN, KABUPATEN GRESIK Aries Kurniawan; Beni Dwi Komara; Heri Cahyo Bagus Setiawan; Saed Nabel
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 4 No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v4i3.4293

Abstract

Desa Kramat Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik terletak dikisaran 2 Km dari pusat kota Gresik ini memiliki keunggulan berupa destilasi air payau menjadi air minum dalam kemasan. Penduduk setempat sangat kreatif dengan melanjutkan inovasi mereka berupa industri rumah tangga kerupuk ikan. Minat masyarakat yang sangat besar akan kuliner khas Desa Kramat ini dilanjutkan dengan pembangunan Desa Wisata Alam dan Kuliner Kramat. Disana dibangun kolam pemancingan, pusat kuliner tradisional khas Gresik dan tempat wisata untuk berswa-foto. Secara fisik pembangunan desa wisata sudah mendekati rampung, namun masih banyak pihak terkait di Desa Kramat terutama penggiat utama Desa Wisata dan masyarakat masih memerlukan bimbingan bangaimana mereka mampu mengoptimalkan potensi produk mereka melalui peningkatan kapasitas tentang standarisasi produk dan label halal. Hal ini merupakan langkah agar kearifan lokal desa Kramat ini mampu secara nyata mampu menguatkan keunggulan produk sehingga dapat mengangkat kemandirian ekonomi didesa Kramat. Permasalahan ini selanjutnya menjadi dasar dilakukannya Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di desa Kramat ini. Melalui program ini penggiat utama Desa Kramat yang terdiri dari BUMDesa, Kader PKK, kader Karang Taruna dan masyarakat akan diberikan Sosialisasi Standarisasi Dan Sertifikasi Produk Halal Pelaku Usaha Di Desa Kramat Kecamatan Duduksampeyan Kabupaten Gresik. Tujuan pelaksanaan kegiatan PKM adalah; 1. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan masyakat desa Kramat 2. Meningkatkan daya saing produk UMKM masyarakat Desa Kramat Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik.. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi, transfer teknologi dan demonstrasi cara. Melalui pembinaan dalam program PKM, diharapkan Penggiat utama Desa dan masyarakat mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan mampu meningkatkan daya saing produk UMKM masyarakat Desa Kramat Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik.
PENINGKATAN KAPABILITAS ’’ENTREPRENEURSHIP OF SMECTRA’’ DALAM MENGHADAPI ERA INDUSTRI 5.0 Aries Kurniawan; Beni Dwi Komara; Elif Nashikhatul Maziyah; Djoko Soelistya
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 5 No 1 (2023): DedikasiMU Maret 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v5i1.5411

Abstract

SMK NU Gresik has 736 students with the number of graduations reaching 225 per year. However, the development of IT (Information Technology) and globalization has influenced companies to innovate in industrial automation. As a result, less job opportunities and reduced absorption of SMK NU Gresik graduates in IDUKA (Industrial and Business World). The location plan for the implementation of the Community Partnership Program (PKM) is at the Gresik NU SMK which has the potential to carry out entrepreneurial development activities and business development. In addition, SMK NU Gresik has the potential to become a school that produces entrepreneurs by embedding entrepreneurial concepts holistically or involving cognitive, affective and psychomotor domains. Entrepreneurship lessons should be provided with a larger and more dominant portion when compared to other subjects that are oriented towards cognitive intelligence. The objectives of implementing PKM activities are; 1. Prepare students to enter the workforce and business world and develop a professional attitude. 2. Prepare students to be able to choose careers, be competent and able to develop themselves. 3. Preparing the middle level workforce to fill the needs of industry and the world of work at this time and in the future. 4. Prepare graduates to become productive, adaptive and creative citizens with a science and technology perspective. Through coaching in this PKM program, it can improve entrepreneurial spirit and skills so that they are ready to enter the industrial world and the business world.
PELATIHAN SECARA DARING BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS TERBUKA MELALUI PEMBUATAN HAND SANITIZER BERBASIS MATERIAL ALAM SEBAGAI ANSTISIPASI PENYEBARAN COVID-19 Dwi Iriyani; Asnawi Asnawi; Suparti Suparti; Pismia Sylvi; Sucipto Sucipto; Agus Prasetya; Beni Dwi Komara
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 5 No 2 (2023): DedikasiMU Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v5i2.5088

Abstract

Berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk menekan penyebaran Covid-19 dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diberbagai wilayah Jawa-Bali, termasuk kota Surabaya dan Sidoarjo. Selain itu pemerintah juga menghimbau agar masyarakat tetap berada di rumah, rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun, menjaga jarak, menggunakan masker, menjauhi kerumunan dan mengurangi interaksi dengan orang lain (program 5M) dan melakukan vaksinasi. Hand sanitizer merupakan cairan gel alternatif yang sering kali digunakan untuk membersihkan tangan saat berpergian karena penggunaannya yang praktis dan dapat diletakkan dimana saja. Pemakaiannnya dirasakan lebih efektif dan efisien dalam melawan virus. Lidah buaya (Aloe vera) sebagai obat alami untuk mengatasi berbagai masalah kulit, cairan lidah buaya (gel) merupakan bagian yang paling sering diolah menjadi berbagai produk kecantikan dan kesehatan. Menurut penelitian, lidah buaya dianggap sebagai salah satu tanaman yang paling aktif secara biologis, karena memiliki lebih dari 75 senyawa aktif yang sangat baik untuk kulit. Lidah buaya banyak digunakan dalam produk kecantikan karena memiliki sifat antivirus dan antibakteri. Daun sirih (Piper bitle L.) merupakan salah satu tanaman obat herbal yang sejak zaman dahulu sudah dimanfaatkan untuk kesehatan, yaitu ekstraknya mampu menurunkan mikroorganisme sampai 57%. Berdasarkan hal ini Tim PkM Universitas Terbuka Surabaya mengadakan pelatihan pembuatan handsanitizer dari lidah buaya dan daun sirih secara daring bagi mahasiswa Universitas Terbuka.
Manajemen Bisnis Syariah Berbasis Kewirausahaan di Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Sidoaro Heri Cahyo Bagus Setiawan; Beni Dwi Komara; Aries Kurniawan
SAUJANA : Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Syariah Vol 2 No No. 01 (2020): SAUJANA: Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Syariah
Publisher : STEI Kanjeng Sepuh Gresik Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the Islamic view, business is not just profit oriented but there are guidelines that underlie it. Islam encourages people to do business activities because it is part of worship or good deeds. Islamic Shari'ah places human relations in their proper place, making humans able to interact with each other in a balanced and mutually beneficial manner. Pesantren (Islamic boarding school) is one of the right places to study Islamic values ​​in business. In this study, researchers observed a managerial at Pesantren (Islamic boarding school) in managing their business activities. To answer the focus of the research question which is about how sharia business management at the Pesantren Mukmin Mandiri (Islamic boarding school), researchers conducted in-depth interviews with Sntri (students) and kiyai (the Leader of Islamic boarding school) totaling 4 people. The result is that, sharia business management practices based on entrepreneurship at the Pesantren Mukmin Mandiri are: 1) Producing Business Products Pesantren Must Be Halal; 2) Al-Quran and Hadith as Basis for Business Management; 3) No False Promises and Overpromise in Business; 4) Intention and Business Covenant in Pesantren (Islamic Boarding Schools) Must Hold Islamic Sharia Principles.
Pelatihan Inovasi Produk dan Jasa Bagi UMKM dan PKL di Lingkungan Desa Wisata Hendrosari Kecamatan Menganti Gresik Heri Cahyo Bagus Setiawan; Sukaris; Aries Kurniawan; Beni Dwi Komara; Abdullah Jaya Syaputra
SAUJANA : Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Syariah Vol 3 No 02 (2021): SAUJANA: Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Syariah
Publisher : STEI Kanjeng Sepuh Gresik Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59636/saujana.v3i02.36

Abstract

Desa Hendrosari terletak di wilayah Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Desa ini terkenal dengan hasil bumi yang utama jarang ditemui di wilayah lain yaitu Pohon Siwalan. Pohon ini menghasilkan dua hasil alam, yang pertama adalah Legen dan yang kedua Buah Siwalan. Legen Asli yang dihasilkan oleh pohon siwalan di Desa Hendrosari memiliki fungsi yang luar biasa bagi kesehatan karena dapat mengobati berbagai macam penyakit, diantaranya: Sakit batu ginjal, Sakit pada saluran kencing, Sakit pada punggung/pinggang akibat terlalu capek /tidak teratur dalam mengkonsumsi air minum. Ini jika di tinjau dari sisi sejarah Desa Hendrosari. Secara ekonomis, dijak di tinjau dari beberapa penelitian dan artikel yang terpublikasi oleh Setiawan, (2020), Komara (2020) dan Kurniawan (2020), terdapat keterangan sebagai berikut: bahwa desa ini telah berhasil mengembangkan desa menjadi desa wisata berbasis pohon siwalan. Ketika sektor wisata dikembangkan di desa Hendrosari, tentulah akan menciptakan kanal ekonomi baru dari kalangan masyarakat desa tersebut. UKM mulai dari penghasil buah, pengolah buah menjadi minuman, dan berbagai Pedagang Kaki Lima (PKL) pun merasakan berkahnya diantaranya mereka bisa berjualan produk, jajanan, makanan dan minuman untuk memenuhi kebutuhan pengunjung yang datang. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Setiawan (2020) bahwa sektor pariwisata adalah sektor yang saling berpengaruh dan dapat saling bersinergi jika dikelola dengan baik.