Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

The Influence of the PQ4R Learning Method Assisted by Balinese Folk Story Texts on Elementary School Student Reading Comprehension Ability Primayana, Kadek Hengki; Dewi, Putu Yulia Angga
International Journal of Elementary Education Vol 9 No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijee.v9i2.97000

Abstract

Elementary school students' reading comprehension skills are still relatively low, partly due to the limited variety of teaching methods used and the suboptimal integration of local content as learning media. This condition highlights the need for instructional strategies that can enhance student engagement and provide more meaningful understanding. This study aims to analyze the effect of the PQ4R learning method supported by Balinese folklore texts on the reading comprehension abilities of fourth-grade elementary school students. A quasi-experimental method was used to measure the effectiveness of the PQ4R learning model on reading comprehension skills. The sample consisted of 36 fourth-grade students. Based on the results obtained through a t-test using the SPSS program, a significance value (Sig) of 0.000 was obtained, which is smaller than the significance level of 0.05, indicating that Ho is rejected and Ha is accepted. Therefore, it can be concluded that there is a significant influence on reading comprehension ability between the group taught using the PQ4R method assisted by Balinese folklore texts and the group taught using conventional instruction. The implication of this research suggests that integrating the PQ4R method with Balinese folklore texts can serve as an effective alternative teaching strategy to improve students' reading comprehension while also supporting the preservation of local cultural values in the learning process.
KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN SAD SASANA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU SD DI KABUPATEN BULELENG Dewi, Putu Yulia Angga; Primayana, Kadek Hengki
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4959

Abstract

Abtract: This study examines Sad Sasana leadership and elementary school teachers' job motivation in Buleleng Regency. Teachers are vital to education, yet low-quality teaching, educational frameworks, and pedagogical practices continue to hinder them. Teachers are crucial to knowledge acquisition and educational progress. Student performance is highly tied to teacher quality. Thus, teachers must have competences matched with national education standards to perform their duties with excellence, resulting in knowledgeable and skilled students. These findings illuminate numerous key characteristics that affect primary teacher performance. In Buleleng Regency, Sad Sasana leadership (X1) directly affects elementary school teachers (Y). The influence of Sad Sasana leadership on teacher performance was 0.806, or 80.6%. Work motivation (X2) significantly affects elementary school teachers' (Y) performance in Buleleng Regency. Work motivation affected teacher performance by 0.583, or 58.3% of the variance.Keywords: Sad Sasana Leadership, Work Motivation, Teacher Performance, Elementary SchoolAbstrak: Studi ini meneliti kepemimpinan Sad Sasana dan motivasi kerja guru sekolah dasar di Kabupaten Buleleng. Guru sangat penting bagi pendidikan, namun pengajaran berkualitas rendah, kerangka kerja pendidikan, dan praktik pedagogis terus menghambat mereka. Guru sangat penting untuk perolehan pengetahuan dan kemajuan pendidikan. Kinerja siswa sangat terkait dengan kualitas guru. Dengan demikian, guru harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar pendidikan nasional untuk melaksanakan tugasnya dengan sangat baik, sehingga menghasilkan siswa yang berpengetahuan dan terampil. Temuan ini menjelaskan berbagai karakteristik kunci yang memengaruhi kinerja guru sekolah dasar. Di Kabupaten Buleleng, kepemimpinan Sad Sasana (X1) secara langsung memengaruhi guru sekolah dasar (Y). Pengaruh kepemimpinan Sad Sasana terhadap kinerja guru adalah 0,806, atau 80,6%. Motivasi kerja (X2) secara signifikan memengaruhi kinerja guru sekolah dasar (Y) di Kabupaten Buleleng. Motivasi kerja memengaruhi kinerja guru sebesar 0,583, atau 58,3% dari varians.Kata Kunci: Kepemimpinan Sad Sasana, Motivasi Kerja, Kinerja Guru, Sekolah Dasar
PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN DEEP LEARNING BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN SAWAN Suparya, I Ketut; Suryawan, I G Agung Jaya; Tristaningrat, Made Adi Nugraha; Primayana, Kadek Hengki; Dewi, Putu Yulia Angga; Wati, Ni Nyoman Kurnia; Mahartini, Komang Trisna; Pancaria, Nyoman; Wiradnyana, I Gede Arya
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i1.6562

Abstract

Kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas proses pembelajaran di sekolah dasar. Namun demikian, hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa sebagian guru sekolah dasar di Kecamatan Sawan masih mengalami kesulitan dalam merancang perangkat pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran bermakna dan pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Perangkat pembelajaran yang disusun umumnya masih berfokus pada penyampaian materi dan belum sepenuhnya mengintegrasikan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis pendekatan deep learning yang selaras dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Mitra kegiatan adalah guru-guru sekolah dasar di Kecamatan Sawan yang berasal dari 45 sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan pada bulan November 2025 di SD No. 4 Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui beberapa tahapan kegiatan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam bentuk workshop, diskusi interaktif, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, serta pendampingan dalam merumuskan tujuan pembelajaran, mengembangkan aktivitas pembelajaran kontekstual, dan menyusun asesmen autentik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang lebih sistematis, kontekstual, dan berorientasi pada pemahaman mendalam siswa. Selain itu, respon peserta terhadap kegiatan sangat positif yang ditunjukkan melalui tingginya tingkat partisipasi, kepuasan, serta meningkatnya motivasi guru untuk menerapkan pembelajaran mendalam di kelas. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini terbukti efektif dalam mendukung peningkatan kompetensi profesional guru sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.