Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

MEMPERKUAT FONDASI LITERASI SISWA MELALUI PEMBUATAN POJOK BACA DI SDN 3 SANGALLA KABUPATEN TANA TORAJA Lutma Ranta Allolinggi; Theresyam Kabanga; Sri Astuti; Marthina Sanda
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i7.9023

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi siswa di Sekolah Dasar Negeri 3 Sangalla, Kabupaten Tana Toraja, melalui pembuatan dan optimalisasi pojok baca. Tahap pembuatan pojok baca meliputi perencanaan, implementasi, sosialisasi, dan pemanfaatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa keberadaan pojok baca tidak hanya menumbuhkan minat baca siswa tetapi juga membantu guru dalam merancang pembelajaran berbasis literasi. Siswa menjadi lebih aktif dalam mengeksplorasi buku, sementara guru lebih kreatif dalam memanfaatkan koleksi buku sebagai media pembelajaran. Program ini juga mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat melalui keterlibatan orang tua dan komunitas dalam mendukung keberlanjutan pojok baca
BERMAIN DAN BELAJAR: PROGRAM PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK SD MELALUI AKTIVITAS EDUKATIF Kabanga, Theresyam; Tulak, Topanus; Allo Linggi, Lutma Ranta; Maharani, Yan; Bandangan Leke, Reformasi
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v6i1.1596

Abstract

The "Play and Learn" program is designed to enhance the social skills of elementary school children through enjoyable educational activities. Social skills, such as communication, teamwork, and emotional understanding, are essential aspects that need to be developed from an early age to support children's success in personal and academic life. This program adopts a participatory approach based on Bandura's social learning theory and Piaget's concept of "active learning," emphasizing the importance of direct interaction and active involvement of children in the learning process. The program implementation consists of three main stages: initial observation to understand children's needs, activity execution involving collaborative games and social simulations, and evaluation and monitoring to measure outcomes. The expected results of this program include improved communication skills, the establishment of a culture of teamwork in the school environment, and better understanding of self and others' emotions. This program offers an experiential-based solution to help children develop sustainable social skills while contributing to strengthening their emotional intelligence in the digital era. Broader implementation in various schools is expected to create a generation that is not only academically competent but also equipped with strong interpersonal skills
PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN PUPUK KOMPOS PADA MASYARAKAT LEMBANG BULIAN MASSA'BU Lutma Ranta Allolinggi; Oktovianus Pasoloran; Fransiskus Antonio; Novric Caesar Tangdialla
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 10: Maret 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i10.9920

Abstract

Limbah organik di masyarakat Lembang Bulian Massa'bu menjadi permasalahan penting yang perlu diatasi agar tidak menimbulkan masalah sekaligus dapat memberi manfaat untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk kompos yang efektif, sebagai upaya mengelola limbah sekaligus memperbaiki kesuburan tanah. Metode yang diterapkan adalah sosialisasi dan pelatihan langsung kepada petani yang mencakup edukasi tentang manfaat penggunaan pupuk organik, teknik pembuatan kompos dari limbah organik, dan praktik pembuatannya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dan penerapan teknik pembuatan pupuk alami oleh petani. Selain itu masyarakat juga dapat mengurangi volume sampah organik serta menghasilkan pupuk yang berguna untuk pertanian. Dengan adanya upaya ini, masyarakat dapat lebih mandiri dalam mengelola limbah organik, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
PENDAMPINGAN BUDIDAYA TANAMAN DENGAN TEKNOLOGI HIDROPONIK UNTUK MENDUKUNG PROGRAM P5 SMA 5 TANA TORAJA Prajman Evansi Pasambo; Lutma Ranta Allolinggi
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 10: Maret 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i10.9975

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk budidaya tanaman dengan teknologi Hidroponik di areal sekolah SMA 5 Tana Toraja, Ini merupakan bagian dari program pemerintah dalam mendukung program P5 (Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila) meningkatkan keterampilan siswa yang berbasis teknologi dan mendukung program keberlanjutan dalam menjaga ketahanan pangan. Desain pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif dan praktis, biasa dikenal dengan istilah Pactipatory Action Research (PAR). Program pendampingan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, Sosialisasi, Pelatihan teknik dasar hidroponik, Praktik lapangan, Hasil dari percobaan ini sebagian besar peserta berhasil menerapkan teknik hidroponik dan memperoleh hasil pertama dari tanaman yang mereka budidayakan. Peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan mengelola sistem hidroponik. Namun beberapa kendala terkait pemeliharaan dan manajemen usaha masih dihadapi. Maka dukungan lanjutan berupa penyuluhan dan pelatihan terkait pengelolaan pemasaran hasil hidroponik diberikan kepada siswa dan para guru. Kiranya dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan keterampilan, pengelolaan usaha pertanian yang efisien dan berkelanjutan
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Media Wordwall Terhadap Minat Belajar IPAS Siswa Kelas V di SDN 8 Rantepao Simon, Novelya Jaya; Allolinggi, Lutma Ranta; Sulastri, Novalia
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i3.8205

Abstract

Penelitian ini membahas Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Media Wordwall Terhadap Minat Belajar IPAS Siswa Kelas V SDN 8 Rantepao. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model problem based learning berbantuan media wordwall terhadap minat belajar IPAS Siswa Kelas V SDN 8 Rantepao. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan Quasi-Experimental Design, khususnya Non-Equivalent Control Group Design.  Sampel penelitian berjumlah 18 siswa kelas VA sebagai kelas eksperimen dan 18 siswa kelas VC sebagai kelas kontrol. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji T dengan software SPSS versi 26. Hasil uji hipotesis pengaruh model problem based learning berbantuan media wordwall didapatkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Wordwall berpengaruh terhadap minat belajar IPAS siswa di sekolah dasar.
PENINGKATAN RASIO KEJAHATAN CYBER DENGAN POLA INTERAKSI SOSIO ENGINEERING PADA PERIODE AKHIR ERA SOCIETY 4.0 DI INDONESIA Palinggi, Sandryones; Palelleng, Srivan; Allolinggi, Lutma Ranta
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v4i1.2314

Abstract

Lompatan evolusi teknologi ditandai dengan munculnya beragam teknologi baru khususnya di bidang ICT seperti Fifth Generation, High Throughput Satellite, High Altitude Platform Station, Artificial Intelegent, Blockchain dan Big Data, memberikan pengaruh terhadap pola interaksi antar manusia, semenjak era internet telah menjadi bagian penting dalam struktur kebutuhan masyarakat. Peran dari internet telah menggeser tatanan interaksi manusia secara umum namun memiliki manfaat besar dalam sistem peradaban masyarakat Society 4.0. Dengan adanya kemajuan teknologi, secara tidak langsung memberikan gambaran bahwa era Society 4.0 akan segera berakhir, digantikan dengan era Society 5.0. Diakhir era Society 4.0 dimana telah terintegrasi dengan internet, kejahatan cyber telah ikut berevolusi dengan menggunakan pola pendekatan interaksi sosio engineering yang berpotensi merugikan banyak pihak. Society 5.0 adalah era teknologi modern dengan mengandalkan manusia sebagai komponen utamanya. Metoda penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dengan mengumpulkan informasi secara aktual dan terperinci, mengidentifikasi masalah, membuat perbandingan atau evaluasi. Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini adalah peningkatan kesadaran masyarakat Indonesia dalam menghadapi era Society 5.0 dan tetap waspada terhadap bentuk-bentuk perubahan kejahatan cyber seperti penipuan dan pencurian data maupun informasi penting yang dimiliki                          Kata Kunci : Kejahatan Cyber, Sosio Engineering, Teknologi, Society 4.0
Strategi Guru dalam Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar Lutma Ranta Allolinggi; Sefrin S. Tangkearung; Sri Astuti Pasauran; Feprianti Alexander; Monika Rante Allo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4448

Abstract

Kurikulum merdeka belajar merupakan langkah pemerintah untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter profil pelajar pancasila. Penanaman pendidikan karakter dapat dilaksanakan dengan mengintregasikan budaya kearifan lokal yang terdapat di dalam sebuah komunitas masyarakat tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) berbasis kearifan lokal di UPT SDN 3 Sangalla Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh guru dalam penerapan P5 di UPT SDN 3 Sangalla Utara yaitu; 1) pembelajaran berbasis proyek, 2) kegiatan diskusi dan refleksi, 3) pemanfaatan teknologi, dan 4) kolaborasi dengan masyarakat lokal.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR IPAS SISWA KELAS III SDN 4 RANTEPAO Sinaga, Novrianti; Ranta, Lutma; Padallingan, Yohanis
Al-mujahidah Vol 6 No 1 (2025): April
Publisher : Institut Agma Islam Hamzanwadi NW Lombok TImur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/al-mujahidah.v6i1.271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas III pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di SDN 4 Rantepao melalui penerapan model pembelajaran berbasis proyek. Masalah yang dihadapi adalah rendahnya minat belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran IPAS. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan minat belajar siswa. Pada siklus pertama, terdapat peningkatan yang signifikan pada observasi aktivitas siswa, dengan skor rata-rata 81,25% pada pertemuan ketiga. Selain itu, hasil angket menunjukkan 11 siswa berada dalam kategori sangat berminat. Hasil wawancara dengan siswa dan guru juga mengindikasikan bahwa model pembelajaran berbasis proyek membantu meningkatkan keterlibatan siswa dan mengurangi kejenuhan dalam belajar. Oleh karena itu, model pembelajaran berbasis proyek terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas III SDN 4 Rantepao
PEMAHAMAN KONSEPTUAL DAN KESIAPAN GURU SEKOLAH DASAR TERHADAP PENERAPAN DEEP LEARNING DI INDONESIA Allolinggi, Lutma Ranta; Al Arsyadhi, Nurul Laily; Akbar, Ady
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35258

Abstract

This study adopts a descriptive quantitative approach to examine how elementary school teachers understand and prepare for the implementation of Deep Learning-based instruction. A total of 160 teachers from South Sulawesi Province participated as respondents, selected through purposive sampling that considered their teaching experience and involvement in Deep Learning training. Data were gathered using a validated Likert-scale questionnaire covering five central dimensions, namely conceptual understanding of Deep Learning, pedagogical readiness, technological readiness, motivation for professional growth, and perceptions of institutional challenges and support. The results indicate that teachers’ readiness is uneven across these dimensions. The dimension of technological readiness achieved the highest mean score, categorized as high, particularly among younger teachers who actively use digital tools and artificial intelligence applications to enhance collaboration and provide feedback in the learning process. Conversely, the lowest scores were observed in conceptual understanding and pedagogical readiness. Many teachers still perceive Deep Learning as synonymous with project-based learning and have yet to internalize its philosophical essence, which emphasizes meaningful engagement, reflective thinking, and joyful learning experiences. Teachers’ motivation to develop their professional competence was found to be at a moderate level, with a tendency to depend more on institutional facilitation than on intrinsic drive. These findings highlight that the successful implementation of Deep Learning depends not only on teachers’ technological proficiency but also on their conceptual depth and pedagogical preparedness. Therefore, capacity building for teachers should be designed through an integrative model of professional development that brings together digital literacy, philosophical awareness, and pedagogical reflection within a supportive institutional framework. Such an approach is essential to transform Deep Learning from a theoretical policy initiative into a practical educational reality that nurtures critical, creative, and humanistic learners in the era of artificial intelligence
EKSPLORASI DIMENSI KESIAPAN GURU DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DI SEKOLAH DASAR Allolinggi, Lutma Ranta; Al Arsyadhi, Nurul Laily; Harlina, Nana; Sulistina, Dewi Ratna; Suriana, Suriana
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35337

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menganalisis pemahaman dan kesiapan guru sekolah dasar dalam menerapkan pembelajaran berbasis Deep Learning. Sebanyak 160 guru dari Provinsi Sulawesi Selatan berpartisipasi sebagai responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan pengalaman mengajar dan keterlibatan dalam pelatihan Deep Learning. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang telah divalidasi, mencakup lima dimensi utama, yaitu pemahaman konseptual tentang Deep Learning, kesiapan pedagogik, kesiapan teknologi, motivasi pengembangan diri, serta persepsi terhadap hambatan dan dukungan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru tidak merata pada setiap dimensi. Kesiapan teknologi memperoleh skor rata-rata tertinggi dan tergolong tinggi, terutama pada guru muda yang aktif menggunakan perangkat digital dan aplikasi kecerdasan buatan dalam mendukung kolaborasi dan umpan balik pembelajaran. Sebaliknya, skor terendah ditemukan pada dimensi pemahaman konseptual dan kesiapan pedagogik. Sebagian besar guru masih menyamakan Deep Learning dengan pembelajaran berbasis proyek dan belum memahami landasan filosofisnya yang menekankan pembelajaran bermakna, reflektif, dan menyenangkan. Motivasi guru untuk mengembangkan kompetensi berada pada kategori sedang, dengan kecenderungan bergantung pada dukungan kelembagaan dibandingkan dorongan intrinsik. Hasil penelitian menegaskan bahwa keberhasilan penerapan Deep Learning tidak hanya ditentukan oleh kecakapan teknologi, tetapi juga oleh kematangan konseptual dan pedagogik guru. Penguatan kapasitas guru perlu dilakukan melalui pengembangan profesional yang integrative dengan mengombinasikan literasi digital, kesadaran filosofis, dan refleksi pedagogik dalam ekosistem institusional yang mendukung.