Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Hipertensi Berdasarkan Pendekatan Health Belief Model (HBM) Di Klinik Dandy Dinda Tembung 2026 Tarianna Ginting; Alya Nur Mawaddah Br. Damanik; Eva Ellya Sibagariang
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 4 No. 2 (2026): Juni : Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v4i2.925

Abstract

Background: Hypertension remains a major public health challenge, with approximately 90% of cases lacking a clearly identified cause. Psychological factors, particularly stress, are believed to trigger elevated blood pressure through sympathetic nervous system activation. The Health Belief Model (HBM) offers a framework to explain how individual perceptions of risk and benefit influence preventive health behavior. Objective: This study aimed to analyze the relationship between stress level and the incidence of hypertension based on the Health Belief Model approach, encompassing Perceived Susceptibility, perceived severity, perceived barriers, and self-efficacy. Methods: A quantitative cross-sectional design was employed involving 84 hypertensive patients at Klinik Dandy Dinda, Tembung, selected through Slovin’s formula from a population of 107 patients. Data were collected using the Perceived Stress Scale (PSS-10) and HBM-based questionnaires, then analyzed using univariate and bivariate (chi-square) statistical tests with a 95% confidence level. Results: Most respondents experienced a moderate stress level (57.1%) and stage 1 hypertension (45.2%). Chi-square analysis revealed significant associations between hypertension and stress level (p=0.010), Perceived Susceptibility (p=0.047), and perceived severity (p=0.046), whereas perceived barriers (p=0.149) and self-efficacy (p=0.108) showed no significant association. Conclusion: Stress level, Perceived Susceptibility, and perceived severity were significantly associated with hypertension incidence, while perceived barriers and self-efficacy were not. These findings highlight the importance of stress management and health perception strengthening in hypertension prevention programs.
Pengaruh Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Terhadap Penggunaan Alat Pelindung Pendengaran: Studi Pada Pekerja Pabrik Kelapa Sawit Kebun COT Girek, Aceh Utara Ginting, Tarianna; Manalu, Putranto; Sari, Rizki Luthfita; Dameria, Dameria; Pane, Putri Yunita
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 4 (2022): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.74109

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan alat pelindung pendengaran telah direkomendasikan meskipun dalam praktiknya banyak pekerja tidak menggunakannya selama bekerja.Tujuan: Mengukur asosiasi antara pengetahuan, sikap dan tindakan dengan penggunaan alat pelindung pendengaran pada pekerja bagian pengolahan kelapa sawit.Metode: Studi ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan pada 61 pekerja bagian pengolahan kelapa sawit di Pabrik Kelapa Sawit Kebun Cot Girek, Aceh Utara dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square dan uji regresi logistik.Hasil: Mayoritas pekerja memiliki pengetahuan baik (90,2%), sikap yang positif (55,7%), dan tindakan yang baik (80,3%). Sebagian besar pekerja telah menggunakan alat pelindung pendengaran selama bekerja (70,5%). Hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa pengetahuan (0,036), sikap (0,025), dan tindakan (0,015) berkaitan dengan penggunaan alat pelindung pendengaran oleh pekerja, sedangkan dari hasil uji regresi didapatkan data bahwa tindakan merupakan faktor paling dominan dan dapat diprediksikan bahwa pekerja dengan tindakan baik 4,6 kali lebih mungkin menggunakan alat pelindung pendengaran.Kesimpulan: Studi ini menyimpulkan faktor pengetahuan, sikap dan tindakan berkontribusi signifikan pada penggunaan alat pelindung pendengaran. Disarankan agar perusahaan mengadakan pelatihan dan penyuluhan rutin tentang pentingnya penggunaan alat pelindung pendengaran agar timbul kesadaran pada setiap pekerja untuk lebih memperhatikan keselamatan selama bekerja.