Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK

PENENTUAN KADAR DISSOLVED OXYGEN (DO) PADA AIR SUNGAI SIDORAS DI DAERAH BUTAR KECAMATAN PAGARAN KABUPATEN TAPANULI UTARA Dyna Grace Romatua Aruan; Maniur Arianto Siahaan
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 2 No 1 (2017): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.359 KB)

Abstract

Oksigen terlarut adalah sejumlah oksigen yang terlarut dalam suatu perairn, dinyatakan dalam mg O2/L, kuantitas oksigen dalam sejumlah air tertentu penting bagi organisme perairan untuk melakukan aktivitas biokimia, yaitu untuk respirasi (pernapasan), reproduksi, dan kesuburan. Kadar DO yang tinggi mengindikasikan bahwa air tersebut layak digunakan dan baik untuk biota perairan, jika kadar DO rendah mengindikasikan bahwa perairan tersebut telah tercemar dan dapat merusak ekosistem dalam suatu perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kadar Dissolved Oxygen (DO) yang terkandung pada air Sungai Sidoras Di Daerah Butar Kecamatan Pagaran Tapanuli Utara. Sampel yang di ambil terdiri dari kode 1 dan 2 secara titrasi winkler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar DO pada sampel 1 = 2,7 mg/L, dan sampel 2 = 1,93 mg/L. Berdasarkan nilai DO yang di peroleh tersebut maka Sungai Sidoras dapat digunakan untuk mengairi pertanaman/pertanian (kelas 4), sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
ANALISA KADAR BESI (Fe) AIR SUMUR BOR DI JALAN BAKTI LUHUR KELURAHAN DWIKORA MEDAN Dyna Grace Romatua Aruan
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 5 No 2 (2020): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan materi di dalam kehidupan. Sekitar tiga per empat bagian dari tubuh kita terdiri dari air. Air dipergunakan untuk memasak, mencuci, mandi, dan membersihkan kotoran yang ada di sekitar rumah. Air juga digunakan untuk keperluan industri, pertanian, pemadaman kebakaran, tempat rekreasi, transportasi, dan lain-lain. Penyakit-penyakit yang menyerang manusia dapat juga ditularkan dan disebarkan melalui air. Besi (Fe) merupakan salah satu elemen kimiawi yang dapat ditemui pada hampir setiap tempat di bumi terutama badan air. Senyawa besi dalam jumlah kecil di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pembentuk sel-sel darah merah,dimana tubuh memerlukan 7–35 mg/hari yang sebagian diperoleh dari air. Tetapi kelebihan Fe dapat menimbulkan masalah kesehatan, yaitu warna kulit menjadi hitam akibat akumulasi Fe, kelarutan besi dalam air yang melebihi 10 mg/L akan menyebabkan air berbau seperti telur busuk. Menurut Permenkes RI No 32 tahun 2017 tentang Standar Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, Dan Pemandian Umum, batas maksimum kadar Fe yang diperoleh dalam air untuk keperluan higiene sanitasi maksimum adalah 1 mg/l. Hasil penelitian bahwa kadar besi (Fe) dalam 5 sampel air sumur bor di Jalan Bakti Luhur Kelurahan Dwikora, Medan diperiksa dengan menggunakan Spektofotometri Serapan Atom (SSA). Konsentrasi berkisar antara 0,6 – 1,49053 mg/l. Semua air sumur bor yang melebihi kadar batas maksimal yang telah ditetapkan. Disimpulkan bahwa air sumur bor yang ada di Jalan Bakti Luhur Kelurahan Dwikora Medan melebihi ambang batas.
ANALISA KADAR LOGAM BERAT (Pb) PADA KUKU TUKANG TAMBAL BAN DISEPANJANG JALAN KAPTEN MUSLIM SECARA SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM Dyna Grace Romatua Aruan; Sulistina Manurung
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 6 No 1 (2021): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v6i1.2197

Abstract

Timbal (Pb) merupakan salah satu jenis logam berat berbahaya dan toksik bagi tubuh manusia. Tambal ban merupakan profesi yang bersangkutan dengan ban, dimana kemungkinan terpapar partikel timbal akibat polusi atau emisi gas kendaraan bermotor dengan kadar jauh lebih tinggi dibanding dengan masyarakat lainnya sangat nyata. Kuku termasuk salah satu anatomi tubuh yang digunakan sebagai alat ukur untuk mengetahui tingkat kadar timbal dalam tubuh manusia. Menurut WHO ( World Health Organization) tahun 1995 tingkat kadar timbal dalam tubuh manusia dibagi menjadi 3 (Tiga) tingkat yaitu, rendah (<10 ppm), sedang ( 10-25 ppm) ataupun tinggi (>25 ppm) sesuai kategori pencemaran WHO tahun 1995. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kadar timbal pada Tukang tambal ban yang diambil di sepanjang Jalan Kapten Muslim dengan mengambil sampel kukunya. Penelitian ini dilaksankan di UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Sumatera Utara dengan menggunakan alat Spektrofotometer Serapan Atom. Dari 6 keseluruhan populasi, penelitian mengambil sampel kuku dari 6 (enam) orang tambal ban. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa dari 6 (enam) sampel kuku, 1 diantaranya dinyatakan dengan lama kerja >10 thn dengan kadar13,70 mg/ kg termasuk dengan Standar Baku Mutu WHO Tahun 1995 yaitu termasuk tingkat pencemaran sedang.sedangkan sampel dengan lama kerja 5-10 thn, 3-5 thn dan <3 thn termasuk tingkat pencemaran (>10 ppm)/(mg/kg). Dan disarankan kepada peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian dengan mengambil sampel lain seperti rambut atau darah untuk mendapat hasil yang lebih akurat.
ANALISA LOGAM TIMBAL (Pb) PADA RAMBUT MEKANIK DI DAERAH KAMPUNG LALANG SECARA SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM Dyna Grace Romatua Aruan; Nurkholis Azhar
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 6 No 2 (2021): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v6i2.2342

Abstract

Timbal (Pb) merupakan salah satu jenis logam berat berbahaya dan toksik bagi tubuh manusia. Mekanik merupakan salah satu profesi dibidang mesin kendaraan bermotor, dimana kemungkinan terpapar partikel Pb akibat polusi atau emisi gas kendaraan bermotor dengan kadar jauh lebih tinggi dibanding dengan masyarakat lainnya sangat nyata. Terakumulasinya Pb pada penelitian ini memberi gambaran bahwa lama bekerja sangat mempengaruhi kadar logam Pb dalam rambut pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar timbal pada rambut mekanik di daerah Kampung Lalang. Penelitian ini dilaksankan di UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Sumatera Utara dengan menggunakan alat Spektrofotometer Serapan Atom. Dari 6 keseluruhan populasi, penelitian mengambil sampel Rambut dari 6 (enam) orang Mekanik. Kadar Pb pada 6 (enam) sampel Rambut mekanik di Daerah Kampung Lalang Secara Spektrofotometer Serapan Atom Tahun 2021, Dengan varabel lama kerja > 10 th (R5) 57.25 mg/kg termasuk tingkat pencemaran tinggi >25 ppm, sedangkan sampel dengan lama kerja 5-10 th 2.115 mg/kg dinyatakan mengandung timbal dengan kategori pencemaran yang rendah < 10 ppm, sedangkan 4 Sampel dinyatakan tidak mengandung Pb yaitu pada kode sampel Rambut R1,R2,R3,dan R6. Dan disarankan kepada peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian dengan mengambil sampel lain seperti darah untuk mendapat hasil yang lebih akurat.
ANALISA KADAR TIMBAL PADA KUKU PEKERJA TAMBAL BAN SEPANJANG JALAN GATOT SUBROTO SECARA SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM Rahul Sibuea; Dyna Grace Romatua Aruan; Elsarika Damanik
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v7i1.2934

Abstract

Lead (Pb) is a type of heavy metal that is dangerous and toxic to the human body. Mechanics is one of the professions in the field of motorized vehicle engines, where the possibility of exposure to Pb particles due to pollution or motor vehicle gas emissions with levels much higher than that of other communities is very real. Therefore, Pb exposure will be faster, if it is accompanied by a long duration of exposure. The accumulation of Pb in this study illustrates that the length of work greatly affects the levels of Pb in the hair of workers and the environment which is potentially polluted with Pb has a very high probability of absorbing lead into the workers' bodies. According to WHO (World Health Organization) in 1995 the level of lead levels in the human body was divided into 3 (three) levels, namely, low (<10 ppm), medium (10-25 ppm) or high (>25 ppm) according to the WHO pollution category in 2005. 1995. This study aimed to analyze lead levels in mechanical nails in the Kampung Lalang area. This research was carried out at the UPT Regional Health Laboratory of North Sumatra Province using an Atomic Absorption Spectrophotometer. From the 25 total population, the study took hair samples from 20 (twenty) mechanics. Pb levels in 20 (twenty) mechanical nail samples in the Kampung Lalang area by Atomic Absorption Spectrophotometer in 2021, with a variable duration of work > 10 years (R1) 342 mg/kg including high pollution levels >25 ppm, while samples with a working duration of 5 -10 years (R8) 118.75mg/kg is declared to contain lead with a high pollution category >25ppm, while 3-5 years (R6) 95mg/kg is declared to contain lead with a high pollution category>25ppm and a working period of <3 years ( R7) 13.78 mg/kg enters a moderate pollution level of 10-25ppm. and it is suggested to further researchers to conduct research by taking other samples such as hair or blood to get more accurate results
ANALISA KADAR BESI (Fe) AIR SUMUR BOR DI JALAN BAKTI LUHUR KELURAHAN DWIKORA MEDAN Dyna Grace Romatua Aruan
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 5 No 2 (2020): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan materi di dalam kehidupan. Sekitar tiga per empat bagian dari tubuh kita terdiri dari air. Air dipergunakan untuk memasak, mencuci, mandi, dan membersihkan kotoran yang ada di sekitar rumah. Air juga digunakan untuk keperluan industri, pertanian, pemadaman kebakaran, tempat rekreasi, transportasi, dan lain-lain. Penyakit-penyakit yang menyerang manusia dapat juga ditularkan dan disebarkan melalui air. Besi (Fe) merupakan salah satu elemen kimiawi yang dapat ditemui pada hampir setiap tempat di bumi terutama badan air. Senyawa besi dalam jumlah kecil di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pembentuk sel-sel darah merah,dimana tubuh memerlukan 7–35 mg/hari yang sebagian diperoleh dari air. Tetapi kelebihan Fe dapat menimbulkan masalah kesehatan, yaitu warna kulit menjadi hitam akibat akumulasi Fe, kelarutan besi dalam air yang melebihi 10 mg/L akan menyebabkan air berbau seperti telur busuk. Menurut Permenkes RI No 32 tahun 2017 tentang Standar Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, Dan Pemandian Umum, batas maksimum kadar Fe yang diperoleh dalam air untuk keperluan higiene sanitasi maksimum adalah 1 mg/l. Hasil penelitian bahwa kadar besi (Fe) dalam 5 sampel air sumur bor di Jalan Bakti Luhur Kelurahan Dwikora, Medan diperiksa dengan menggunakan Spektofotometri Serapan Atom (SSA). Konsentrasi berkisar antara 0,6 – 1,49053 mg/l. Semua air sumur bor yang melebihi kadar batas maksimal yang telah ditetapkan. Disimpulkan bahwa air sumur bor yang ada di Jalan Bakti Luhur Kelurahan Dwikora Medan melebihi ambang batas.
ANALISA KADAR LOGAM BERAT (Pb) PADA KUKU TUKANG TAMBAL BAN DISEPANJANG JALAN KAPTEN MUSLIM SECARA SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM Dyna Grace Romatua Aruan; Sulistina Manurung
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 6 No 1 (2021): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v6i1.2197

Abstract

Timbal (Pb) merupakan salah satu jenis logam berat berbahaya dan toksik bagi tubuh manusia. Tambal ban merupakan profesi yang bersangkutan dengan ban, dimana kemungkinan terpapar partikel timbal akibat polusi atau emisi gas kendaraan bermotor dengan kadar jauh lebih tinggi dibanding dengan masyarakat lainnya sangat nyata. Kuku termasuk salah satu anatomi tubuh yang digunakan sebagai alat ukur untuk mengetahui tingkat kadar timbal dalam tubuh manusia. Menurut WHO ( World Health Organization) tahun 1995 tingkat kadar timbal dalam tubuh manusia dibagi menjadi 3 (Tiga) tingkat yaitu, rendah (<10 ppm), sedang ( 10-25 ppm) ataupun tinggi (>25 ppm) sesuai kategori pencemaran WHO tahun 1995. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kadar timbal pada Tukang tambal ban yang diambil di sepanjang Jalan Kapten Muslim dengan mengambil sampel kukunya. Penelitian ini dilaksankan di UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Sumatera Utara dengan menggunakan alat Spektrofotometer Serapan Atom. Dari 6 keseluruhan populasi, penelitian mengambil sampel kuku dari 6 (enam) orang tambal ban. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa dari 6 (enam) sampel kuku, 1 diantaranya dinyatakan dengan lama kerja >10 thn dengan kadar13,70 mg/ kg termasuk dengan Standar Baku Mutu WHO Tahun 1995 yaitu termasuk tingkat pencemaran sedang.sedangkan sampel dengan lama kerja 5-10 thn, 3-5 thn dan <3 thn termasuk tingkat pencemaran (>10 ppm)/(mg/kg). Dan disarankan kepada peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian dengan mengambil sampel lain seperti rambut atau darah untuk mendapat hasil yang lebih akurat.
ANALISA LOGAM TIMBAL (Pb) PADA RAMBUT MEKANIK DI DAERAH KAMPUNG LALANG SECARA SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM Nurkholis Azhar; Dyna Grace Romatua Aruan
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 6 No 2 (2021): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v6i2.2342

Abstract

Timbal (Pb) merupakan salah satu jenis logam berat berbahaya dan toksik bagi tubuh manusia. Mekanik merupakan salah satu profesi dibidang mesin kendaraan bermotor, dimana kemungkinan terpapar partikel Pb akibat polusi atau emisi gas kendaraan bermotor dengan kadar jauh lebih tinggi dibanding dengan masyarakat lainnya sangat nyata. Terakumulasinya Pb pada penelitian ini memberi gambaran bahwa lama bekerja sangat mempengaruhi kadar logam Pb dalam rambut pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar timbal pada rambut mekanik di daerah Kampung Lalang. Penelitian ini dilaksankan di UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Sumatera Utara dengan menggunakan alat Spektrofotometer Serapan Atom. Dari 6 keseluruhan populasi, penelitian mengambil sampel Rambut dari 6 (enam) orang Mekanik. Kadar Pb pada 6 (enam) sampel Rambut mekanik di Daerah Kampung Lalang Secara Spektrofotometer Serapan Atom Tahun 2021, Dengan varabel lama kerja > 10 th (R5) 57.25 mg/kg termasuk tingkat pencemaran tinggi >25 ppm, sedangkan sampel dengan lama kerja 5-10 th 2.115 mg/kg dinyatakan mengandung timbal dengan kategori pencemaran yang rendah < 10 ppm, sedangkan 4 Sampel dinyatakan tidak mengandung Pb yaitu pada kode sampel Rambut R1,R2,R3,dan R6. Dan disarankan kepada peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian dengan mengambil sampel lain seperti darah untuk mendapat hasil yang lebih akurat.
GAMBARAN KADAR PLUMBUM (Pb) PADA RAMBUT PEKERJA BENGKEL LAS DI SEKITARAN JALAN BAKTI LUHUR KECAMATAN HELVETIA TAHUN 2024 Sinaga, Andrian Fernanda; Aruan, Dyna Grace Romatua
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 9 No 1 (2024): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v9i1.5010

Abstract

Plumbum memencar pada lingkungan sejumlah 0,0002 % pada lapisan alam lalu bisa berwujud semacam logam murni, anorganik, toksik. Bengkel las disebut sebagai unit industri yang berusaha dalam unit pengelasan berbagai macam logam dan semacamnya. Rambut dijadikan sampel penelitian lantaran menyimpan tempo kurun waktu 6 bulan. Pegiat bengkel las beroperasi melalui mengaitkan pemanasan antara sepasang logam lewat temperatur yang tinggi  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengetahui kadar plumbum yang terkandung pada rambut pekerja bengkel las di sekitar Jalan Bakti Luhur Kecamatan Helvetia pada tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian uji laboratorium yang dilakukan secara deskriptif. Penelitian ini dilakukan di UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Mei 2024. Populasi penelitian ini adalah seluruh rambut pekerja bengkel las yang berjumlah 15 orang di sekitar Jalan Bakti Luhur Kecamatan Helvetia pada tahun 2024. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan SSA (Atomic Absorpsi Spectrophotometry) alat. Kadar Pb pada 15 (lima belas) sampel rambut pekerja bengkel las di sekitar Jalan Bakti Luhur Kecamatan Helvetia tahun 2024, dengan variabel lama kerja > 20 tahun (A1) 22,10 ppm termasuk tingkat pencemaran sedang 10-25 ppm, sedangkan sampel A2 - A15 dinyatakan tingkat pencemaran rendah < 10 ppm menurut WHO 1995.
ANALISA KADAR TIMBAL PADA KUKU PEKERJA TAMBAL BAN SEPANJANG JALAN GATOT SUBROTO SECARA SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM Sibuea, Rahul; Aruan, Dyna Grace Romatua; Damanik, Elsarika
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v7i1.2934

Abstract

Lead (Pb) is a type of heavy metal that is dangerous and toxic to the human body. Mechanics is one of the professions in the field of motorized vehicle engines, where the possibility of exposure to Pb particles due to pollution or motor vehicle gas emissions with levels much higher than that of other communities is very real. Therefore, Pb exposure will be faster, if it is accompanied by a long duration of exposure. The accumulation of Pb in this study illustrates that the length of work greatly affects the levels of Pb in the hair of workers and the environment which is potentially polluted with Pb has a very high probability of absorbing lead into the workers' bodies. According to WHO (World Health Organization) in 1995 the level of lead levels in the human body was divided into 3 (three) levels, namely, low (<10 ppm), medium (10-25 ppm) or high (>25 ppm) according to the WHO pollution category in 2005. 1995. This study aimed to analyze lead levels in mechanical nails in the Kampung Lalang area. This research was carried out at the UPT Regional Health Laboratory of North Sumatra Province using an Atomic Absorption Spectrophotometer. From the 25 total population, the study took hair samples from 20 (twenty) mechanics. Pb levels in 20 (twenty) mechanical nail samples in the Kampung Lalang area by Atomic Absorption Spectrophotometer in 2021, with a variable duration of work > 10 years (R1) 342 mg/kg including high pollution levels >25 ppm, while samples with a working duration of 5 -10 years (R8) 118.75mg/kg is declared to contain lead with a high pollution category >25ppm, while 3-5 years (R6) 95mg/kg is declared to contain lead with a high pollution category>25ppm and a working period of <3 years ( R7) 13.78 mg/kg enters a moderate pollution level of 10-25ppm. and it is suggested to further researchers to conduct research by taking other samples such as hair or blood to get more accurate results