Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Farmaka

PERBANDINGAN METODE ANALISIS KADAR SELENIUM TOTAL DALAM SAMPEL SAYURAN : REVIEW JURNAL DETI DEWANTISARI; Nyi Mekar Saptarini
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.658 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17440

Abstract

Kemampuan beberapa tanaman untuk mengakumulasi dan mengubah bentuk anorganik selenium  menjadi senyawa organik bioaktif memiliki implikasi penting bagi gizi dan kesehatan manusia. Bawang putih dan bawang merah termasuk sayuran yang kaya dengan senyawa selenium. Perlakuan pengayaan selenium biasanya mengalami perubahan metabolisme tertentu yang menentukan produk akhir serta translokasi dan akumulasi dalam jaringan tanaman yang berbeda. Tujuan literature review ini adalah untuk membandingkan metode-metode analisis yang dapat digunakan dalam menganalisis kadar selenium total dalam sampel sayuran sehingga didapatkan metode yang paling baik yang diperoleh dari beberapa parameter kritis pengujian. Beberapa metode penentuan kadar selenium dalam tumbuhan telah dikembangkan mencakup spektrometri emisi plasma-optik induktif, kromatografi cair, kromatografi gas, dan fluoresensi atomik. Metode spektrometri emisi plasma-optik induktif rentan akan gangguan unsur besi (Fe) pada sampel. Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) memungkinkan pemisahan pada material kolom pada tekanan tinggi hingga 108 Pa menggunakan diameter partikel 1,7 µm, yang dapat meningkatkan efisiensi, resolusi dan kecepatan pemisahan. Metode kromatografi gas dapat menganalisis selenium yang bersifat volatil. Metode fluoresens atomik yang didasarkan pada resonansi fluoresens memiliki batas deteksi hingga satuan ppb. Pemilihan metode pada akhirnya disesuaikan dengan jenis dan kadar selenium yang terkandung dalam sampel.Kata Kunci : Fluoresens Atomik, Kromatografi, Sayuran, Selenium
FORMULASI TABLET IMUNOSTIMULAN EKSTRAK DAUN PEPAYA, HERBA MENIRAN, DAN RIMPANG KUNYIT Adrian Suparman; Nyi Mekar Saptarini
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.406 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.21867

Abstract

Imunostimulan adalah senyawa yang mampu menstimulasi sistem imun dan memperbaiki fungsi sistem imun yang terganggu. Ekstrak daun pepaya (Carica papaya), herba meniran (Phyllantus niruri L), dan rimpang kunyit (Curcuma longa) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas stimulan. Pada review artikel ini akan dikemukan mekanisme kerja dan formulasi tablet imunostimulan dari ketiga ekstrak tersebut. Aktivitas imunostimulan dari ketiga tanaman tersebut diperkirakan dari flavonoid dalam  daun pepaya dan herba meniran, dan kurkumin dalam rimpang kunyit. Formulasi tablet ketiga ekstrak bervariasi. Pada umumnya, pembuatan tablet dari ketiga ekstrak tersebut dibuat menggunakan metode granulasi basah dan kempa langsung. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai formulasi dan metode yang sesuai untuk membuat tablet dari ketiga ekstrak tersebut sebelum tablet dipasarkan.Kata Kunci: tablet, formulasi, imunostimulan
Perubahan Disintegran Pada Formula Tablet untuk Efisiensi Biaya Produksi KURNIASARI, NADYA GALUH; Saptarini, Nyi Mekar; Destiani, Dika Pramita
Farmaka Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i4.32278

Abstract

Formula alternatif diperlukan dalam proses pengembangan formula, formula ini dibuat untuk menurunkan biaya produksi tanpa menurunkan kualitas produk. Pada formula tablet yang akan dikembangkan dilakukan penggantian eksipien yaitu disintegran karena konsentrasi disintegran yang digunakan lebih tinggi jika dibandingkan eksipien lainnya dan memiliki harga yang cukup mahal. Disintegran pada formula sebelumnya adalah croscarmellose sodium dengan 5% yang merupakan jenis superdisintegran. Dalam mengganti disintegran diperlukan studi literatur untuk membandingkan kemampuan disintegran tersebut, selain itu juga harus mempertimbangkan harga dari bahan baku. Hasil studi literatur dan perbandingan harga, menunjukkan bahwa sodium starch glikolat dengan konsentrasi 4% merupakan disintegran yang paling tepat untuk menggantikan croscarmellose sodium.Kata kunci: Formula alternatif, disintegran, efisiensi biaya.
Pengolahan dan Analisis Data Product Quality Review (PQR) Pada Sediaan Injeksi A di Industri Farmasi Nurfalah, Ani; Saptarini, Nyi Mekar
Farmaka Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i3.46709

Abstract

Industri farmasi harus menghasilkan obat berkualitas sesuai dengan tujuan penggunaannya. Suatu obat harus memiliki efikasi, manfaat, aman, serta mempunyai mutu yang konsisten yang dapat diwujudkan dengan menerapkan aspek Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Salah satu proses penerapannya dapat dilakukan dengan pengkajian mutu produk atau disebut dengan Product Quality Review. Product Quality Review merupakan evaluasi yang dilakukan secara berkala terhadap semua produk obat farmasi. Tujuan PQR adalah untuk menilai dan membuktikan standar mutu masing-masing produk obat tetap terjamin serta untuk mengidentifikasi tren dan perbaikan yang diperlukan. Pada proses pengolahan data PQR untuk sediaan Injeksi A dilakukan terhadap 11 batch record dengan parameter kritis yang digunakan yaitu pH, keseragaman volume, dan kadar bahan zat aktif. Metode yang digunakan yaitu penginputan data mentah pada Software Open Office, manajemen data, dan analisis data. Hasil yang diperoleh dari ketiga parameter kritis yang digunakan dalam produksi Injeksi A masih dapat diterima dan layak dilakukan dengan tetap adanya suatu perbaikan yang berkesinambungan untuk mencapai kapabilitas yang sesuai persyaratan (≥ 1,33) sehingga dapat menghasilkan produk yang memenuhi spesifikasi dan stabil.Kata Kunci: Industri farmasi, CPOB, Product Quality Review (PQR).
ARTIKEL REVIEW: PENERAPAN LEAN MANAGEMENT & SIX SIGMA SEBAGAI TOOLS DALAM PENERAPAN CONTINOUS IMPROVEMENT DI INDUSTRI FARMASI SARAH, DEWI; Saptarini, Nyi Mekar; Nugraha, Aristo Fajar; Rambia, Ikhsan
Farmaka Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i4.33164

Abstract

Continual improvement menjadi landasan dari banyak industri manufaktur di dunia karena telah terbukti mampu menghilangkan pemborosan yang memberi nilai tambah produk/jasa dari perspektif konsumen. Industri farmasi mengadopsi konsep tersebut, untuk tujuan mengefektifkan biaya dari segi cycle time, pemasaran, pengemasan, memantau rantai pasok, dan streamline proses manufaktur. Pendekatan Lean Six Sigma adalah salah satu tools yang dapat digunakan untuk melakukan continous improvement. Tujuan kajian artikel ini adalah untuk mendeskripsikan cara implementasi continuous improvement dengan pendekatan Lean Six Sigma dan pengaruhnya terhadap industri farmasi. Metode dengan cara pencarian melalui electronic database dari jurnal yang telah dipublikasi melalui Google Scholar, ProQuest, PubMed, dan ScienceDirect. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel adalah continuous improvement, lean management, Six Sigma dan industri farmasi Hasil kajian menemukan bahwa implementasi continuous improvement dengan pendekatan Lean Six Sigma secara signifikan memberikan pengaruh positif dalam memaksimalkan keuntungan dengan meminimalkan waste selama produksi serta mengeliminasi berbagai tipe pemborosan, seperti proses yang tidak sesuai, proses yang tidak perlu, produksi berlebih, pengerjaan ulang, inventaris dan work in process serta pengangkutan material dan pengurangan penanganan.Kata kunci: perbaikan terus-menerus, perampingan manajemen, Six Sigma, industri farmasi
REVIEW: PENGARUH VARIETAS TANAMAN TERHADAP AKTIVITAS PROTEASE BROMELIN DARI KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) PUTRI, ARRAUDHA ADINDA; Saptarini, Nyi Mekar
Farmaka Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i1.39817

Abstract

Enzim bromelin merupakan enzim protease yang terkandung pada tumbuhan nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) umum digunakan dalam industri makanan dan obat-obatan. Bagian dari tumbuhan nanas umumnya digunakan pada bagian buah, sedangkan bagian seperti kulit, mahkota, dan inti nanas dijadikan limbah dan dibuang yang dimana sebenarnya bagian-bagian ini juga memiliki kandungan enzim bromelin yang dapat dimanfaatkan. Aktivitas dari enzim bromelin dipengaruhi oleh suhu dan pH. Tujuan review artikel ini adanya untuk mengetahui pengaruh dari varietas tumbuhan nanas terhadap aktivitas protease bromelin pada bagian kulit nanas. Metode dilakukan dengan cara penelusuran melalui database jurnal elektronik yaitu Google Scholar, Science Direct, Pubmed, Elsevier, dan sebagainya sehingga diperoleh 9 artikel ilmiah internasional. Pada penelitian ini mengumpulkan data aktivitas spesifik enzim bromelin pada kulit nanas, pH optimum pada rentang 3 - 8 dan suhu optimum pada rentang 30 – 70oC. Selain itu, seluruh varietas nanas telah sesuai dengan kisaran pH dan suhu optimum yang telah ditetapkan sehingga tidak terjadi kerusakan pada enzim bromelin yang terkandung di dalam kulit nanas.Kata kunci: Ananas comosus, bromelin, aktivitas bromelin, pH, suhu