Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

An Urinary Excretion Profile of 500 mg Ascorbic Acid in Healthy Adults Mutakin, Mutakin
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Indonesian Journal of Clinical Pharmacy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.069 KB)

Abstract

High doses of ascorbic acid have been commercially available as adjuvant. However, the pharmacologicalimportance of this supplement is yet questionable. The aim of this study is to investigate the 24 hours excretion profile of ascorbic acid after oral administration of 500 mg single dose in healthy volunteer. The urine samples were collected at 2, 4, 6, 8, and 24 hours after administration. The samples were extracted with trichloroacetic acid, followed by colorimetric measurement. The excretion profile showed a curve with concentrations of 14.4, 15.2, 15.6, 14.9, and 14.2% at 2, 4, 6, 8, and 24 hours, respectively. This suggests that 74.3% of ascorbic acid to be excreted via urine as an excessive amount and a high adjuvant dosage should be reconsidered.Key words: Ascorbic acid, oral administration, single dose, excretion profileProfil Ekskresi 500 mg Asam Askorbat dalam Saluran Urin pada Orang Dewasa SehatAbstrakAsam askorbat dosis tinggi telah tersedia secara komersil sebagai suplemen. Akan tetapi, kegunaan secara farmakologi pada suplemen ini masih dipertanyakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil ekskresi asam askorbat selama 24 jam setelah pemberian oral 500 mg dosis tunggal pada sukarelawan sehat. Sampel urin dikumpulkan pada jam ke-2, 4, 6, 8, dan 24 setelah pemberian. Sampel diekstraksi dengan asam trikloroasetat lalu diukur dengan metode kolorimetri. Profil ekskresi menunjukkan bahwa terbentuk kurva pada konsentrasi secara berurutan 14,4; 15,2; 15,6; 14.9; dan 14,2% pada jam ke-2, 3, 6, 8 dan 24. Hal ini menunjukkan bahwa 74,3% asam askorbat diekskresikan melalui urin dalam jumlah besar dan pemakaian dosis tinggi suplemen seharusnya dipertimbangkan.Kata kunci: Asam askorbat, pemberian oral, dosis tunggal, profil ekskresi
EFEKTIVITAS PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PEDESAAN (PNPM-MP) DALAM MENUNJANG PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KECAMATAN NGAMBUR KABUPATEN LAMPUNG BARAT Mutakin, Mutakin; Gitosaputro, Sumaryo; Adawiyah, Rabiatul
Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.961 KB) | DOI: 10.23960/jiia.v1i2.%p

Abstract

This study aims to determine (1) the effectiveness of rural community empowerment national program (PNPM-MP) and (2) factors related to the level of the effectiveness of the program in supporting agricultural development. Research was conducted in Ngambur sub district of West Lampung Regency from February to April 2012. Respondents were 68 farmers taken proportionally from 21 farmer groups. Method used was a descriptive analysis. The correlation between variables was tested using Rank Spearman correlation analysis. Result showed that the PNPM-MP was quite effective in supporting agricultural development in Ngambur Subdistrict of West Lampung Regency. The factors related to the level of the effectiveness in supporting agricultural development were the level of knowledge of the group members, the role of facilitator and district management team activities, and the amount of the PNPM-MP fund. The factor not related to the effectiveness of the PNPM-MP in supporting agricultural development in sub Ngambur West Lampung Regency was the level of participation of group members. Keywords: agricultural, effectiveness, independent, program, empowerment
Formulasi dan Evaluasi Secara Fisikokimia Sedian Krim Anti-Aging Ira Maya; Mutakin Mutakin
Majalah Farmasetika Vol 3, No 5 (2018): Vol. 3, No. 5, Tahun 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.484 KB) | DOI: 10.24198/farmasetika.v3i5.23342

Abstract

Penuaan secara alamiah terjadi pada makhluk hidup. Efek dari proses penuaan pada manusia adalah terjadinya gangguan secara fisik seperti kehilangan elastisitas kulit sehingga kulit menjadi keriput dan juga hiperpigmentasi. Sebagai upaya dalam mencegah maupun mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan antioksidan. Antioksidan dapat menginhibisi terjadinya reaksi oksidasi sel sehingga dapat mengurangi kerusakan sel dan penuaan dini. Beberapa tumbuhan yang telah diteliti memiliki potensi sebagai antiaging adalah mahkota dewa, sirih, narwastu, rambutan, jagung, ubi jalar, kelor, raspberi, anggur dan lengkeng. Untuk memudahkan penggunaan tanaman tersebut sebagai antioksidan, bentuk sediaan kosmetik merupakan pilihan utama yang dapat digunakan secara mudah dan nyaman. Bentuk sediaan kosmetik dapat berupa sediaan gel, krim, bedak, salep dan losion. Review artikel ini akan memaparkan formulasi sediaan krim anti-aging yang mengandung zat aktif dari ekstrak tanaman. Review artikel ini menggunakan metode penelitian komparatif dengan mengumpulkan berbagi sumber pustaka primer dari 18 jurnal penelitian. Hasil review ini mengindikasikan bahwa semua krim yang diformulasikan stabil secara fisikokimia dengan tidak adanya tanda-tanda kerusakan bentuk sediaan emulsi dan perubahan sifat fisikokimia selama uji stabilitas dilaksanakan. Sehingga formula ini berpotensi digunakan dalam pengembangan formula sediaan krim yang mengandung zat aktif dari ekstrak tanaman. Kata kunci: Anti-aging, Sediaan Krim, Ekstrak
Selenium species in vegetables: benefits and toxicity for the body Alya Luthfiyani Heryadi; Ayu Shalihat; Rimadani Pratiwi; Mutakin Mutakin
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol16.iss2.art7

Abstract

Abstract  Background: Selenium is one of the essential trace elements in various biological body functions. The main source of Selenium in the body is food, one of which is vegetables. Vegetables collect Selenium from the soil which is then converted into various chemical species of Selenium. Such species should be recognized since each has different biological activities.Objective: The aim of this review was to identify chemical species of Selenium in vegetables as well as the benefits and toxicity for the body.Methods: Reference searches were done in Pubmed and Google Scholar databases with the keywords Selenium speciation in plants, selenite, selenate, selenomethionine, selenocystine, and se-methylselenocysteineResults: The results of speciation in several types of vegetables showed that the chemical species of Selenium abundantly found in vegetables were selenomethionine (SeMet), selenocystine (SeCys2) and se-methylselenocysteine (Se-MeSeCys), gamma-glutamyl-Se-methyl-selenocysteine, and inorganic species. Both Selenium-enriched vegetables and the species contained therein have a variety of benefits for the body. However, excessive consumption can also cause toxic effects.Conclusion: The chemical species of Selenium in vegetables can be either organic or inorganic. Both types of species have different benefits and toxic effects. Keywords: benefits, chemical species, Selenium, toxicity, vegetable Intisari  Latar belakang: Selenium merupakan salah satu trace element esensial yang penting pada berbagai fungsi biologi tubuh. Sumber utama Selenium dalam tubuh adalah makanan, salah satunya yaitu sayuran. Sayuran mendapatkan Selenium dari tanah yang kemudian diubah menjadi berbagai spesies kimia Selenium. Spesies kimia Selenium penting untuk diketahui karena setiap spesies memiliki aktivitas biologi yang berbeda Tujuan: Review ini ditujukan untuk mengetahui spesies kimia Selenium yang terdapat pada sayuran serta manfaat dan toksisitasnya bagi tubuh Metode: Penelusuran referensi dilakukan melalui database Pubmed dan Google Scholar, dengan kata kunci Selenium speciation in plant, selenite, selenate, selenomethionine, selenocystine, dan se-methylselenocysteineHasil: Hasil spesiasi pada beberapa sayuran menunjukkan spesies kimia Selenium yang banyak terdapat dalam sayuran adalah selenomethionine (SeMet), selenocystine (SeCys2), dan Se-methylselenocysteine (Se-MeSeCys), gamma-glutamyl-Se-methyl-selenocysteine, dan spesies anorganik. Baik sayuran yang diperkaya Selenium maupun spesies yang terkandung di dalamnya memiliki berbagai manfaat bagi tubuh. Namun konsumsi yang berlebih juga dapat menyebabkan efek toksik Kesimpulan: Spesies kimia Selenium yang terdapat pada sayuran dapat berupa spesies organik maupun spesies anorganik. Kedua jenis spesies ini memiliki manfaat serta efek toksik yang berbedaKata kunci : manfaat, sayuran, Selenium, spesies kimia, toksisitas
ANALISIS PENGARUH PENEMPATAN PEGAWAI BERBASIS KOMPETENSI TERHADAP KINERJA KARYAWAN (STUDI KASUS PT STRATEGIC ATTITUDE INTERGRITY INDONESIA CIREBON) Risdiyanto Risdiyanto; Mutakin Mutakin
Value : Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol 9 No 1 (2014): Edisi : Januari - Juni 2014
Publisher : Prodi Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jv.v9i1.290

Abstract

Dalam rangka pelaksanaan pembangunan daerah, PT Strategic Attitude Intergrity Indonesia Cirebon mendukung perkembangan perusahaan dengan langkah-langkah yang mengarah kepada terciptanya “Good Company”. Tujuan tersebut tidak akan terwujud tanpa adanya peran aktif dari SDM yaitu karyawan. Tujuan penelitian ini yaitu: (1). Mengidentifikasi Sistem Penempatan Karyawan pada PT Strategic Attitude Intergrity Indonesia Cirebon. (2). Mengidentifikasi Kinerja Karyawan pada PT Strategic Attitude Intergrity Indonesia Cirebon. (3). Menganalisis pengaruh faktor penempatan karyawan yaitu Kompetensi, Kualifikasi dan Motivasi terhadap Kinerja karyawan pada PT Strategic Attitude Intergrity Indonesia Cirebon. (4). Merekomendasikan alternatif solusi untuk peningkatan kinerja karyawan di PT Strategic Attitude Intergrity Indonesia Cirebon. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan dari bulan Mei - Juli 2010. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui Kuesioner yang disebarkan kepada 68 responden, yaitu Karyawan Tetap dan wawancara. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode sensus. Data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan (buku-buku dan literatur yang relevan) dan data internal perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa karakteristik responden yaitu jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir dan masa kerja tidak memiliki korelasi atau hubungan nyata dengan kompetensi, motivasi dan kinerja, dan jenis kelamin, usia, dan masa kerja juga tidak memiliki korelasi atau hubungan nyata dengan kualifikasi. Korelasi tersebut dapat ini dapat dilihat dari nilai chi square hitung lebih kecil dari nilai chi square tabel, atau dari nilai Probability lebih besar dari 5 persen (Probability < α = 0,05). Akan tetapi, pendidkan terakhir memiliki korelasi atau hubungan nyata dengan kualifikasi, Hal ini dapat dilihat dari nilai chi square hitung lebih besar dari nilai chi square tabel, atau dari nilai Probability lebih kecil dari 5 persen (Probability < α = 0,05).Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kompetensi, kualifikasi, dan motivasi berpengaruh nyata dan positif, artinya jika PT Strategic Attitude Intergrity Indonesia Cirebon ingin meningkatkan kinerja karyawan, maka kompetensi, kualifikasi dan motivasi juga harus ditingkatkan. Besarnya pengaruh ketiga faktor ini terhadap kinerja adalah sebesar 64,1%, dan sisanya sebesar 35,9% dipengaruhi faktor-faktor lain yang tidak teramati dalam penelitian ini. Kata Kunci : kompetensi, kualifikasi, motivasi, kinerja
PERAN SPESIES OKSIGEN REAKTIF PADA INFLAMASI SERTA ANTIOKSIDAN ALAMI SEBAGAI FITOTERAPI KIKI IKRIMA; RIEZKI AMALIA; MUTAKIN MUTAKIN; JUTTI LEVITA
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.32 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22010

Abstract

Radikal bebas merupakan senyawa kimia yang mengandung satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan dalam orbital terluarnya. Radikal bebas yang paling banyak dikenal yaitu spesies oksigen reaktif (SOR) dan spesien nitrogen reaktif (SNR). SOR merupakan mediator yang berperan pada kerusakan intraseluler lipid, protein, karbohidrat, dan asam nukleat. SOR bersifat sangat reaktif karena kondisinya tidak stabil (memiliki elektron yang tidak berpasangan). Stres oksidatif terjadi ketika ada ketidakseimbangan antara molekul oksidan dan antioksidan sehingga meningkatkan kelebihan produksi SOR, akibatnya terjadi kerusakan jaringan. SOR berperan penting pada patofisiologi inflamasi. Senyawa antioksidan mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi yang menghasilkan radikal bebas, serta memecah rantai berantai yang dapat merusak sel dan jaringan, sehingga antioksidan dapat digunakan sebagai pilihan terapi untuk penyakit inflamasi yang umumnya disebabkan oleh SOR.Kata kunci: antioksidan, flavonoid, peroksidasi lipid, senyawa oksigen reaktif
REVIEW: ANALISIS SIDIK JARI DALAM KONTROL KUALITAS TUMBUHAN Felia Rizka Sudrajat; Mutakin Mutakin; Febrina Amelia Saputri; Ayu Shalihat
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.27368

Abstract

Tumbuhan mengandung komponen-komponen kimia kompleks yang secara sinergis menghasilkan efek terapeutik. Saat ini, tumbuhan banyak ditelusuri dan dikembangkan untuk digunakan sebagai bahan baku obat herbal ataupun suplemen. Namun, kompleksitas komponen di dalam tumbuhan menjadi tantangan dalam pemastian mutu dan efektivitasnya sebagai bahan baku obat atau suplemen. Metode analisis sidik jari yang direkomendasikan oleh WHO sejak tahun 1961, merupakan metode dalam kontrol kualitas tumbuhan herbal yang memberikan informasi karakteristik komponen kimia dalam tumbuhan. Sidik jari kromatografi menggunakan KCKT menjadi metode yang umum digunakan diantara jenis kromatografi lain dalam analisis sidik jari. Review ini bertujuan untuk menjelaskan aplikasi analisis sidik jari dalam kontrol kualitas tumbuhan sebagai bahan baku obat atau suplemen. Analisis sidik jari memberikan informasi seluruh komponen kimia yang dibutuhkan dalam kontrol kualitas tumbuhan. Namun, secara konvensional, sidik jari kromatografi sederhana tidak memadai untuk mewakili semua pola atau karakteristik kimia ketika komposisi obat herbal terlalu kompleks, maka seringkali analisis sidik jari dikombinasikan dengan metode lain, seperti kemometrik. Kata kunci: Analisis sidik jari, Tumbuhan, KCKT.
Review Artikel: Aktivitas Antioksidan dari Suku Rutaceae AFRIDA CAHYA NIRWANA; Mutakin Mutakin
Farmaka Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3437.773 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i1.22129

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang berguna untuk menghalau terjadinya proses oksidasi karena adanya senyawa radikal yang bersifat reaktif (radikal bebas) yang terbentuk baik secara eksogen (dari luar tubuh) seperti radiasi sinar UV maupun secara endogen (dari dalam tubuh organisme). Senyawa ini berbahaya bagi tubuh karena paparan jangka panjang berpotensi memicu terjadinya kanker. Review artikel ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang tanaman obat dengan aktivitas antioksidan dari Suku Rutaceae berdasarkan data primer dari berbagai artikel ilmiah yang telah dikumpulkan melalu situs pencarian online. Suku Rutaceae adalah salah satu famili tanaman yang paling banyak memiliki aktivitas antioksidan, dengan 154 genus dan sekitar 2100 spesies yang paping banyak ditemukan di negara-negara beriklim tropis dan subtropis. Berdasarkan hasil pencarian dalam beberapa jurnal ilmiah, dari 154 genus tersebut penulis mendapatkan sekitar 38 spesies tanaman Rutaceae yang telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah spesifik mengenai aktivitas antioksidan. Profil informasi yang disajikan mencakup nama ilmiah, bagian tanaman yang digunakan, pelarut yang digunakan, metode uji yang digunakan dan hasil yang berkaitan erat dengan aktivitas antioksidan.
Review Aktivitas Antivirus Ekstrak Lima Tanaman Rimpang Terhadap Penghambatan Virus Influenza H5N1 dengan Metode In Vitro NAILAH NURJIHAN ULFAH; Mutakin Mutakin
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.234 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.13803

Abstract

Penyakit influenza adalah salah satu penyakit mematikan didunia terutama influenza A atau yang lebih dikenal dengan flu burung. Pencegahan dan pengobatan penyakit ini telah dilakukan guna memperkecil risiko angka kematian yang meningkat, diantaranya dengan obat – obatan golongan inhibitor neuraminidase dan obat golongan adamante. Selain itu, dilakukan pencegahan dengan vaksin influenza. Namun, penggunaan obat – obatan dan vaksin tersebut hingga sekarang tidak efekftif karena menimbulkan resistensi akibat dari pertumbuhan virus yang cepat. Perkembangan penelitian telah dilakukan pada rimpang tanaman yang memiliki aktivitas untuk menghambat infeksi virus seperti temu giring (Curcuma heyneana), lengkuas (Alpinia galanga), kunyit (Curcuma longa), jahe merah (Zingiber officinale), dan temu ireng (Curcuma aeruginosa). Pengujian dilakukan dengan cara dibuat suspensi virus H5N1 kemudian diinokulasikan pada TAB diruang korioalantois. Setelah itu, telur ayam diamati selama tiga hari melihat ada tidaknya kematian embrio. Selanjutnya, alantois dipanen untuk diuji titer hemaglutinasinya (HA). Hasil menunjukkan bahwa minyak atsiri jahe merah dan senyawa aktif kurkumin dari kunyit mempunyai nilai titer paling rendah dari kontrol positif yang berarti memiliki potensi antivirus tertinggi diantara tanaman lainnya. Oleh karena itu, penggunaan kunyit dan minyak atsiri jahe merah dapat manjadi alternatif untuk pengambat virus influenza.Kata Kunci: Virus Influenza, Virus Flu Burung, Tanaman Rimpang, Hemaglutinasi test
REVIEW ARTIKEL: RNS DAN PERANNYA DALAM KANKER PANKREAS HILMA AWALIA RAHMAH; ZELIKA MEGA RAMADHANIA; MUTAKIN MUTAKIN; JUTTI LEVITA
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2359.336 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.25907

Abstract

Spesies nitrogen reaktif (SNR) merupakan beberapa senyawa yang diturunkan dari oksida nitrat yang kehadirannya dalam tubuh dapat mengakibatkan stress nitro-oksidatif. Oksida nitrat (NO) dalam jumlah berlebih dapat dengan mudah memicu produksi SNR yang selanjutnya berkontribusi dalam mekanisme patofisiologis beberapa penyakit, salah satunya adalah kanker pankreas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa spesies nitrogen reaktif merupakan faktor non genetik yang penting pada tumorigenesis pankreas yang diinduksi defisiensi Breast Cancer 2 (BRCA2). SNR dapat dicegah atau dikurangi pembentukannya melalui perawatan menggunakan antioksidan secara signifikan. Selain mampu mencegah pembentukan SNR, perawatan antioksidan secara signifikan juga mampu mengurangi adduct oksidatif DNA dan mengurasi lesi DNA sehingga dapat menunda onset tumor. Kata Kunci      : BRCA2, Oksida Nitrat, Senyawa, Tumorigenesis.