Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Risiko Potensial Operasional PBF X Bandung Berdasarkan CDOB Menggunakan Metode FMEA Panjaitan, Keiza Natania; Hadisaputri, Yuni Elsa
Majalah Farmasetika Vol. 11 No. 3, Tahun 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i3.70329

Abstract

Pedagang Besar Farmasi (PBF) memiliki peran penting dalam rantai pasok sediaan farmasi, PBF diatur dalam PerBPOM Nomor 20 Tahun 2025 tentang Standar Cara Distribusi Obat yang baik terkait mutu dan keamanan dari kualifikasi pemasok hingga penyaluran sediaan farmasi. Dalam menjaga mutu dan kualitas, dibutuhkan tindakan proaktif salah satunya dengan analisis risiko menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode ini dilakukan dengan mengidentifikasi risiko, kemudian menetapkan langkah mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengendalikan risiko tersebut. Implementasi analisis risiko ini dilakukan pada PBF X di Bandung dengan tujuan mengidentifikasikan risiko yang muncul dalam kegiatan operasional serta menyusun rekomendasi tindakan mitigasi berdasarkan tingkat prioritas. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu optimalisasi mutu operasional sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBF X telah menerapkan CDOB dengan baik pada kegiatan operasional, hal ini ditunjukkan dari nilai RPN setiap potensi risiko dalam kategori minor, namun terdapat satu risiko dengan nilai RPN mendekati mayor terkait pengambilan obat. Dalam hal ini perlu dilakukan optimalisasi lebih baik lagi terhadap poin tersebut agar manajemen risiko mutu yang berjalan di PBF X risikonya dapat terkendali, salah satu tindakan mitigasi yang dapat dilakukan yaitu dengan pelatihan ulang kepada personil yang bertugas. 
Gambaran Sistem Penyimpanan Obat LASA di PBF ‘X’ Kota Bandung Arum, Sekar; Hadisaputri, Yuni Elsa
Majalah Farmasetika Vol. 11 No. 3, Tahun 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i3.70330

Abstract

Peredaran sediaan farmasi di Indonesia diatur secara ketat oleh BPOM untuk menjamin mutu, keamanan, dan ketersediaan obat. Pedagang Besar Farmasi (PBF) berperan penting dalam distribusi, sehingga penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) wajib dilakukan, termasuk pengelolaan obat berisiko tinggi seperti Look-Alike Sound-Alike (LASA). Obat LASA memerlukan sistem penyimpanan khusus untuk mencegah kesalahan pengambilan, pencampuran, dan distribusi yang dapat berdampak pada keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik penyimpanan obat LASA di PBF “X” Bandung dan menilai kesesuaiannya dengan standar CDOB. Metode observasi langsung dilakukan untuk menilai penataan obat, pemisahan, pelabelan, dan pengelolaan stok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBF “X” telah menerapkan sistem FIFO dan FEFO dengan cukup baik, serta menggunakan kartu stok elektronik untuk memonitor pergerakan barang. Ruang penyimpanan obat telah dipisahkan sesuai kebutuhan, termasuk area ambient, cool room,cold room, dan karantina. Namun, penerapan standar khusus LASA masih belum optimal. Temuan utama meliputi belum adanya pemisahan fisik khusus untuk obat LASA, tidak tersedianya label atau stiker LASA, serta belum diterapkannya Tallman Lettering. Hal ini meningkatkan potensi medication error terutama pada obat dengan nama dan kemasan yang mirip. Secara keseluruhan, PBF “X” telah memenuhi sebagian prinsip CDOB, terutama dalam penataan stok dan kondisi penyimpanan, tetapi masih perlu peningkatan pada sistem identifikasi, pemisahan, dan pelabelan khusus obat LASA untuk memperkuat keselamatan dan efisiensi distribusi.