Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Filsafat Ilmu Terhadap Dampak Perkembangan Iptek Helti Handraini; Azmi Fitrisia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6493

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui peran filsafat ilmu terhadap dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Teknologi dan ilmu pengetahuan yang semakin memanjakan manusia ini banyak menarik perhatian terutama pada kalangan generasi milenial. Ilmu yang berkembang seirama dengan peradaban zaman memang tidak bisa ditolak atau dihentikan sementara, namun hal tersebut dapat disikapi secara bijak. Manusia sebagai pelaku dalam perkembangan IPTEK tersebut perlu menyadari pentingnya filsafat untuk memberikan batasan secara realistis dan logis untuk mengembangkan ilmu pengetahuan agar tidak merugikan manusia, alam dan lingkungan. Metode yang digunakan pada artikel ini yaitu metode studi kepustakaan atau library research. Hasil dari artikel ini mengungkapkan bahwa Filsafat ilmu diperlukan kehadirannya di tengah perkembangan IPTEK yang ditandai semakin menajamkan spesialisasi ilmu pengetahuan. Filsafat ilmu memberi pandangan terhadap masyarakat agar tidak terbuai dan terlena akan kehadiran perkembangan zaman. Sebagai anggota masyarakat, dan khususnya generasi muda dapat mengambil langkah-langkah representatif dan preventif untuk mencegah semaksimal mungkin dampak negatif teknologi terhadap kehidupan. Kesimpulan artikel ini adalah perkembangan IPTEK tidak dapat dilepaskan dari Filsafat Ilmu. Filsafat ilmu dalam perkembangan IPTEK berperan sebagai kunci pada suatu ilmu dan fasilitas pengujian ilmiah supaya dapat membagikan pemikiran yang kritis serta logis terhadap pertumbuhan pengetahuan serta teknologi pada saat ini
Utilization of The Adityawarman Museum as A Source of History Learning Peza Pramana Putra; Azmi Fitrisia
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 8, No 2 (2023): Volume 8 Number 2 September 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jetl.v8i2.4875

Abstract

This research aims to analyze the use of the Adityawarman Museum as a source of historical learning and its obstacles. This research was carried out in Padang City, focusing on the Adityawarman Museum and SMA PGRI 4 Padang. The form of this research is descriptive qualitative with a case study strategy. Data collection was carried out by informant interviews with teachers, students and museum officials, as well as document analysis using an inventory of the Adityawarman Museum collection, syllabus and lesson plans. The results of the research show that the use of the Adityawarman Museum as a source of history learning at SMA PGRI 4 Padang is optimal because teachers are greatly helped by the learning resources from the Adityawarman Museum collection objects, while students will understand more easily and be clearer in concretizing the material in the books history lessons and foster students' enthusiasm and activeness in learning. The use of the Adityawarman Museum as a source of history learning at SMA PGRI 4 Padang was not simply implemented well. This is because there are obstacles in its implementation, namely time, funds or costs, long distance, permits and the Adityawarman Museum collection which is more dominant about Minangkabau culture.
Can Primary Source Evidence Skills be Improved by using Virtual Field Trip Learning Resources? Ofianto Ofianto; Erniwati Erniwati; Azmi Fitrisia
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 4 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i4.2620

Abstract

The development of historical thinking skills, one must analyze historical event evidence. A thorough, reliable, and trustworthy grasp of history will be created through a variety of historical sources. In order to construct historical narratives, one has to be able to find, recognize, evaluate, interpret, and generalize information from primary source material. In order to fully fulfill this potential, educators must create effective ways. Due to this, the purpose of this study is to (1) explain the value of using original sources to support historical understanding and (2) find ways to use Virtual Field Trip media to help students use primary sources to support their historical learning. A literature review is employed to obtain the answers to the stated research questions. Literature reviews that were pertinent to the issue under study were used to gather research data. The interactive model developed by Miles and Huberman for data analysis included data gathering, data reduction, data display, and conclusion-making. The study's major results point out that (1) using primary source evidence effectively is crucial for developing historical understanding and (2) using virtual field trip media effectively helps students develop higher-order thinking skills, including the ability to use primary sources effectively. According to the conclusions, this article advises teachers to employ learning resources that provide students with hands-on experience.
Transformasi Pendidikan melalui Pembelajaran Digital pada Mahasiswa Sosiologi Universitas Negeri Padang Bunga Dinda Permata; Delmira Syafrini; Azmi Fitrisia; Erianjoni Erianjoni
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Des (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses adaptasi dan pembentukan habitus pembelajaran digital pada mahasiswa Pendidikan Sosiologi di Univeristas Negeri Padang selama masa transformasi pembelajaran daring. Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji bagaimana mahasiswa sosiologi yang terbiasa dengan pembelajaran berbasis lapangan dan interaksi langsung dengan masyarakat, dapat beradaptasi dengan sistem pembelajaran digital yang menuntut pendekatan berbeda dalam memahami realitas sosial. Teori habitus oleh Piere Bourdieu digunakan sebagai kerangka analitis untuk memahami proses pembentukan kebiasaan baru dalam konteks pembelajaran digital. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, dimana data diperoleh melalui analisis sistematis terhadap berbagai literatur, dokumen pembelajaran, jurnal penelitian terkait yang relevan dengan pembelajaran digital dalam konteks pendidikan sosiologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses adaptasi dan pembentukan habitus digital dalam pembelajaran sosiologi mengalami perubahan yang signifikan diataranya pertama, Adaptasi mahasiswa terhadap pembelajaran digital menunjukan respons yang beragam mulai dari kemampuan literasi digital serta dukungan dari lingkungan belajar. Kedua, Pergeseran nilai dan praktik pembelajaran. Ketiga, Pembentukan habitus digital memberikan pengaruh mahasiswa memahami dan mengaplikasikan konsep-konsep sosiologi. Kata kunci: Habitus, Pembelajaran Digital, Transformasi Pendidikan