Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Bertahan Hidup Pedagang di Kawasan Wisata Pacu Jalur Era Pandemi COVID-19 Febby Chyntia; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 4 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v2i4.75

Abstract

Artikel ini dilatar belakangi bahwa pada era pandemi COVID-19 memberikan dampak negatif terhadap penghasilan pedagang di Kawasan Wisata Pacu Jalur. Sehingga, dengan situasi demikian menuntut pedagang untuk memiliki cara atau strategi bertahan hidup dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi rumah tangga di era pandemi COVID-19 Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini mendeskripsikan strategi bertahan hidup pedagang di Kawasan Wisata Pacu Jalur akibat Pandemi COVID-19 Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pemilihan informan purposive sampling (sampel bertujuan) dengan jumlah informan sebanyak 21 orang. Pengumpulan data dengan cara observasi partisipasi, wawancara mendalam dan studi dokumen, dan teknik analisis data Miles dan Huberman. Data dianalisis dengan teori strategi bertahan hidup yang dikemukakan oleh Edi Suharto dan juga didukung oleh teori strategi adaptasi. Teori strategi adaptasi merupakan rencana maupun tindakan yang dilakukan baik sadar atau tidak sadar menggunakan sumberdaya yang dimiliki sebagai pilihan atau cara-cara tepat guna merespon dan menghadapi berbagai situasi masalah internal maupun eksternal. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa strategi bertahan hidup pedagang di Kawasan Wisata Pacu Jalur melakukan strategi aktif, pasif, dan jaringan. Strategi aktif yaitu dengan berkeliling atau mencari tempat lain, dan menambah pekerjaan. Strategi pasif adalah dengan cara mengatur pengeluaran, berpandai-pandai dan berhemat dalam memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga. Strategi jaringan yaitu dengan berhutang kepada kerabat. Dan memanfaatkan bantuan dari pemerintah seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Makna Tari Gandai Bagi Masyarakat Desa Tunggang Yulianti Mayangsari Putri Utami; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 4 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v2i4.76

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan makna simbol tari gandai bagi masyarakat Desa Tunggang, Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko. Penelitian ini menjadi menarik karena tari gandai masih dilaksanakan oleh masyarakat desa ini ditengah maraknya masuk musik atau tari yang bernuasa modern terutama yang dilaksanakan pada upacara perkawinan. Selain daripada itu penelitian ini berbeda dari penelitian sebelumnya yang sudah ada, karena berupaya menggali secara holistik makna tari gandai makna tarian gandai bagi masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Teknik pemilihan informan dengan menggunakan teknik snowball sampling, dengan jumlah informan sebanyak 20 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, studi dokumen, dan teknik Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model analisis etnografi yang diperkenalkan oleh Clifford Geertz.Teori Interpretivisme Simbolik ini memusatkan pada kebudayaan didasarkan penafsiran dan melalui penafsiran tersebut manusia mengontrol sikap dan perilakunya, menjalankan suatu kebiasaan dan keyakinan yang didapat oleh individu dan masyarakat sebagai warisan yang diperoleh dan harus dijalankan. Berdasarkan pada hasil penelitian, diperoleh kesimpulan, terdapat makna simbol dari tari gandai yang bermakna nilai moral dan kebersamaan, simbol dari berbalas pantun yang mengandung makna kehidupan percintaan mempelai, sindiran kepada penonton, sindirian kepada keluarga jauh yang sudah lama tidak pulang, kemudian simbol gerakan yang memiliki makna kehidupan sehari-hari, mulai dari gerakan hewan, cara bercocok tanam dan juga bermakna kegigihan masyarakat dalam kehidupan dan musik sebagai komponen pelengkap yang harus ada dalam gandai dan sebagai pengantar makna dari tarian gandai dengan menyesuaikan tema dari tari gandai.
Bui Ibara Lagat Bagatta Samba Musara Lek Sita Kasimaeruk: Integrasi Sosial Beda Agama pada Masyarakat Mentawai Ayu Puspita Sari; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 4 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v2i4.77

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan dan mendeskripsikan penyebab masyarakat Mentawai mampu hidup rukun, walaupun di dalam satu keluarga ada perbedaan agama di Desa Mongan Poula Kecamatan Siberut Utara, Kepulauan Mentawai. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian Etnografi. Teknik pemilihan informan penelitian ini yaitu Purposive Sampling (Sampel bertujuan). Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Teknik analisis data dengan model analisis etnografi dari James Spradley. Data dianalisis melalui Teori Konflik Gluckman yang menyatakan bahwa antara konflik, moral, kepercayaan, agama atau ritual, dan mengatakan bahwa aspek-aspek kebudayaan inilah yang saling terjalin sehingga konflik yang terjadi dalam masyarakat tidak sampai menghancurkan sistem sosial. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa yang menjadi faktor utama masyarakat Mentawai khususnya Desa Mongan Poula mampu hidup rukun atau hidup bersama karena adanya nilai adat istiadat yang mengajarkan mereka sejak kecil hingga sekarang, seperti nilai Sitangiangalau dan nilai Pagetsabbau. Kedua nilai tersebut menjadi pemersatu antara roh-roh manusia dengan roh gaib yang menjalin kebersamaan mereka selalu hidup bersama. Nilai adat istiadat tersebut sangat makna bagi masyarakat Mentawai yaitu selalu hidup berdampingan dengan sesama mereka. Filosofi dari Simakerek bagatta, Puaranan Simaeruk dan Bui Ibara Laggat Bagtta Samba Musara Lek Sita Kasimaeruk memiliki makna integrasi sosial antara beda agama di Desa Mongan Poula. Nilai adat ini sangat kuat sekali tertanam dalam masyarakat Mentawai karena mereka menghargai masing-masing orang termasuk orang berbeda agama dan menghindari konflik. konflik yang ada di masyarakat dapat diselesaikan oleh tokoh adat yang disebut dengan pabalai.
Partisipasi Perempuan dalam Pengembangan Wisata “Desa Terindah” Nagari Pariangan Mustika Gusti; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 3 No 1 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v3i1.85

Abstract

Perempuan merupakan salah satu elemen dalam melakukan pembangunan pariwisata. Keterlibatan atau partisipasi perempuan diharapkan dalam kemajuan pariwisata tersebut. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk partisipasi perempuan dalam pengembangan wisata “desa terindah” Nagari Pariangan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilakukan di dua jorong yaitu Jorong Guguak dan Jorong Pariangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipan, wawancara dan studi dokumen. Informan penelitian sebanyak 21 orang, dengan pemilihan informan purposive sampling. Teknik analisa data Miles dan Huberman yang terdiri dari 4 tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Analisa yang dipakai dalam permasalahan penelitian yaitu teori partisipasi yang dikemukakan oleh David C. Korten yaitu pembangunan yang mengedepankan partisipasi masyarakat dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi pembangunan. Analisis juga dilengkapi dengan teori gender karena menjelaskan partisipasi perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk partisipasi perempuan dalam pengembangan wisata Nagari Pariangan dari aspek perencanaan, perempuan tidak banyak terlibat. Sedangkan dibagian pelaksanaan partisipasi perempuan dapat dilihat dari keterlibatan perempuan dalam penyediaan tempat penginapan, membatik, terlibat dalam even-even pariwisata (makan bajamba), paket wisata (tari, musik) dan lain sebagainya. Di dalam pembangunan fisik perempuan juga sangat aktif menfasilitasi pembangunan toilet umum oleh komunitas Indo Jalito dan Komunitas Padusi Minang yang sumbangan berasal dari perempuan. Berdasarkan analisis gender partisipasi perempuan di sektor publik menunjukkan bahwa pekerjaan yang dilakukan merupakan perpanjangan tangan dari pekerjaan domestik yang mereka kerjakan sehari-hari tapi sudah dijadikan untuk pelayanan publik sehingga dari hal itu bisa diambil keuntungan bagi dirinya dan keluarga.
Pengetahuan Suami Mengenai Suami Siaga Rahmi Izzati; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 3 No 1 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v3i1.86

Abstract

Artikel ini didasari oleh tingginya angka kematian ibu pada saat melahirkan, dan disini dituntut adanya pengetahuan suami terhadap Suami Siaga di Nagari Pakan Rabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pengetahuan suami mengenai Suami Siaga. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi Etnosains. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling (sampel bertujuan) dengan jumlah informan sebanyak 29 orang. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi dengan teknik analisis data dari Spradley. Data dianalisis dengan teori Etnosains yang dikemukan oleh James Spradley. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan suami tentang Suami Siaga diperoleh dari informasi keluarga, teman, dan internet. Pengetahuan mengenai suami siaga terdiri atas: 1). pengetahuan suami mengenai penyelamatan ibu hamil melalui pertolongan pertama, 2). Pengetahuan suami mengenai tanda-tanda akan melahirkan ditandai oleh pecah air ketubanm 3). Pengetahuan suami mengenai bahaya melahirkan terlalu tua dan terlalu muda, 4). Pengetahuan suami dalam perawatan kehamilan, yang meliputi gizi ibu hamil dan pemeriksaan kehamilan, 5). Pengetahuan suami mengenai tanda-tanda bahaya dari kehamilan.
Pokdarwis: Agen Pengembangan Wisata Geopark Ranah Minang Silokek Gusrinda Gusrinda; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 3 No 1 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v3i1.88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pokdarwis sebagai agen pengembangan wisata Geopark Ranah Minang Silokek khususnya di Nagari Silokek Kabupaten Sijunjung. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori agen dan struktur dari Pierre Bourdieu. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 23 orang. Pada penelitian ini peneliti melakukan pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi, untuk mendapatkan data yang valid dilakukan trianggulasi data. Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif dari Mills dan Huberman yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Pokdarwis melakukan berbagai tindakan sebagai agen dalam rangka mengembangkan wisata Geopark Ranah Minang Silokek. Tindakan yang dilakukan Pokdarwis tetap berdasarkan pada tugas pokok sebagai Pokdarwis. Tindakan ini berupa kerjasama, promosi, dan pelatihan, pemberdayaan masyarakat dan eksplorasi wisata baru. Sebagai kelompok penggerak, Pokdarwis menjadi tolak ukur bagi masyarakat dalam berinteraksi dengan wisatawan. Masyarakat secara tidak langsung dipengaruhi dengan adanya berbagai kegiatan yang dilakukan Pokdarwis. Pengaruh Pokdarwis terhadap masyarakat berdampak pada struktur masyarakat.
Peran Ganda Perempuan Buruh Tani Karet Eki Parmana; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 3 No 1 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v3i1.90

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perempuan yang bekerja sebagai buruh tani dan bekerja di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran ganda perempuan buruh tani karet dalam memenuhi kebutuhan keluarga di kampung Sawah Liek, Kenagarian Lagan Hilir Kabupaten Pesisir Selatan. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipasi, wawancara mendalam (indepth interview), dan studi dokumen. Data dianalisis dengan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran ganda perempuan buruh tani karet bekerja di dua sektor yaitu sektor domestik dan sektor publik. Penyebab perempuan bekerja di dua sektor adalah untuk menambah pendapatan keluarga guna memenuhi kebutuhan hidup dan dipengaruhi oleh pendidikan yang rendah dan tidak memiliki keterampilan yang memadai untuk bekerja di bidang lain.
Strategi Bertahan Hidup Nelayan Tour Guide di Masa Pandemi Covid-19 Rino Roy Vandi; Erda Fitriani; Adri Febrianto
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 3 No 2 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v3i2.93

Abstract

Sektor pariwisata termasuk sektor yang mengalami dampak yang signifikan terhadap pandemi Covid 19. Bisnis pariwisata mengalami mati suri yang disebabkan karena pembatasan sosial dan penutupan destinasi pariwisata. Masalah ini menimbulkan pebisnis pariwisata termasuk nelayan tour guide yang mengantar wisatawan ke pulau kehilangan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi yang dilakukan nelayan antar jemput pulau (tour guide) Desa Sungai Pisang dalam memenuhi kebutuhan hidup di tengah bencana Pandemic Covid-19. Penelitian dianalisis dengan teori etnosain oleh James P. Spradley. Pendekatan penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian etnografi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 15 orang yang terdiri dari 10 orang nelayan tour guide, 1 (satu) orang Ketua PKBM, 1 (satu) orang Lurah Sungai Pisang, 1 (satu) orang Ketua RT dan 2 orang istri nelayan. Hasil penelitian yaitu nelayan selama pandemi covid-19 melakukan adaptasi terhadap perubahan yang terjadi untuk bisa bertahan hidup. Strategi bertahan hidup yang dilakukan oleh nelayan yaitu: (1). Beralih mata pencaharian, pada mata pencaharian yang dulu pernah mereka tekuni dan ada juga yang memulai pekerjaan baru, dan (2). Melakukan pinjaman ke kerabat, koperasi dan pemerintah.
Sanggar Anggun Nan Tongga: Pelestarian Kesenian Tradisional Randai (Suatu Kajian Fungsionalis) Muhammad Reza Fahrizal; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 3 No 2 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v3i2.96

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi Sanggar Anggun Nan Tongga yang ada di Kota Pariaman, Sumatera Barat, dalam melestarikan kesenian tradisional randai Penelitian ini dianalisis dengan teori fungsionalisme dari Bronislaw Malinowski. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, tipe studi kasus. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Perolehan data penelitian didapatkan dari hasil observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Untuk penelitian teknik analisis data digunakan model analisa data dari Miles dan Huberman. Hasil Penelitian yaitu fungsi Sanggar Anggun Nan Tongga dalam melestarikan kesenian tradisional Randai di Desa Talago Sariak Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman, yaitu: 1) fungsi pelestarian pewarisan nilai, 2) sanggar sebagai sarana edukasi generasi muda dalam mengenal kesenian tradisional randai, 3) Sanggar sebagai wadah pengembangan bakat masyarakat Desa Talago Sariak.
Modal Sosial Tradisi Rewang pada Masyarakat Jawa Desa Beringin Talang Muandau Riau Artia Siska Dewi; Erda Fitriani; Lia Amelia
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 4 No 1 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v4i1.102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti modal sosial tradisi rewang pada masyarakat Jawa di Desa Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Rewang menarik untuk diteliti karena masih eksis di tengah masyarakat Jawa yang merantau di Desa Beringin. Penelitian ini dianalisis dengan teori modal sosial Robert Putnam serta pendekatan kualitatif tipe studi kasus. Jumlah informan keseluruhan sebanyak 22 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Untuk mendapatkan data yang valid dilakukan triangulasi data. Analisis data menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tradisi rewang merupakan suatu tradisi yang menjadi modal sosial bagi masyarakat Jawa di Desa Beringin. Wujud dari modal sosial tersebut adalah ketika orang-orang yang terlibat dalam tradisi rewang mengembangkan sumber daya yang dimilikinya. Sumber daya tersebut adalah: (1) jejaring sosial, peserta rewang merupakan bagian dari jaringan sosial yaitu karena adanya hubungan kekerabatan, tetangga dan hubungan pekerjaan, (2) kepercayaan atau trust, yang ditandai adanya pembagian kerja berdasarkan pada pengalaman dari anggota rewang sehingga si tuan rumah percaya bahwa hajatan akan lancar apabila setiap tugas dipegang oleh orang-orang yang dianggap sudah punya pengalaman di bidangnya, (3) nilai-nilai sosial, dalam tradisi rewang terdapat nilai sosial untuk mengikat hubungan antar masyarakat, nilai tersebut adalah nilai timbal-balik, nilai tolong-menolong dan nilai sosialisasi.