Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Morphological and Molecular Characterization of Entomopathogenic Fungi Beauveria spp. Bengkulu Isolate ginting, Sempurna; Djamilah; Sipriyadi; Permata Sari, Silvia
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 32 No. 4 (2025): July 2025
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.32.4.1103-1108

Abstract

Beuveria is a genus of entomopathogenic fungi that plays an important role in controlling agricultural pests. Pest control with entomopathogenic fungi is an alternative to reduce influence the use of chemical insecticides. The diversity of entomopathogenic fungi intraspecies is by the genetic diversity of isolates, a high diversity of isolates can result diversity of fungus virulence. The purpose of this study was to perform the characterization molecular of entomopathogenic fungi Beauveria spp. Bengkulu isolate. Polymerase chain reaction (PCR) was performed for molecular identification Beauveria isolates were obtained from infected larvae in the field (1. Isolate from Coleoptera in Kepahiang, Bengkulu (BBC), 2. Isolate from Hemiptera: Pentatomidae in Rejang Lebong, Bengkulu (BBL), and 3. Isolate from Hemiptera: Alydidae in Taba Mulan, Merigi District, Kepahiang, Bengkulu (MT). The results of the amplification of the entomopathogen Beauveria samples produce DNA bands around ±580 bp. The DNA sequence analysis of ITS 5F and ITS 4R primers showed that the isolates BBC, MT and BBL have fairly high similarity with the Beauveria bassiana isolate 1397, Beauveria bassiana isolate SBI TNSPI, Beauveria bassiana strain B-Bug, Beauveria bassiana voucher TSJBB, Beauveria bassiana isolate SASRI C2, Beauveria bassiana isolate IMI 382764, Beauveria bassiana BCRC:FU31669, Beauveria bassiana isolate B098, Beauveria bassiana isolate INRS-CFL, Beauveria sp. JS-2009a isolate B4B, Beauveria bassiana isolate KACC with the homology of 99.83%, 99.83%, and 98.61%.
Morphological and Physiological Performances of 18 Soybean Varieties Exposed to Salinity Stress Pujiwati, Hesti; Suharjo, Usman Kris Joko; Prameswari, Wuri; Husna, Muhimmatul; Gonggo, Bambang; Ginting, Sempurna; Susilo, Edi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.554 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i3.37819

Abstract

Peningkatan produksi kedelai dapat dilakukan dengan menanam tanaman di lahan marginal, seperti tanah salin. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut salah satunya dengan menyeleksi tanaman yang toleran pada kondisi salin. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juli 2021 di rumah kaca Departemen Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, 10 m di atas permukaan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toleransi 18 varietas kedelai yang ditanam pada cekaman salinitas. Kedelai ditanam dalam pot plastik berdiameter 10 cm yang dipupuk dengan larutan AB-mix dengan perlakuan 0 dan 6 dSm-1 NaCl selama 15 hari dari cekaman salinitas. Pertumbuhan dan indeks toleran cekaman bibit diukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas kedelai mempengaruhi pertumbuhan tanaman secara berbeda. Selain itu, cekaman salinitas secara nyata mengurangi pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18 varietas kedelai tergolong pada toleran salinitas pada tingkat salinitas 6 dSm-1. Kata kunci: salinitas, toleransi varietas kedelai
Efficacy of Four Entomopathogenic Fungi as Biopesticide Candidates against Bemisia tabaci on Soybean Prayogo, Yusmani; Ginting, Sempurna; Bayu, Marida Santi Yudha Ika; Baliadi, Yuliantoro; Harnowo, Didik; Indiati, Sri Wahyuni; Susanto, Gatut Wahyu Anggoro; Suryadi, Yadi; Trizelia, Trizelia; Widiarta, I Nyoman; Mejaya, Made Jana; Fortus, Sernan Entierro; Peuo, Vibol
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 48, No 1 (2026): IN PRESS
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v41i0.4863

Abstract

Bemisia tabaci is a major pest of soybeans and a vector of plant viruses. This study aimed to evaluate and compare the efficacy of four entomopathogenic fungi for suppressing B. tabaci populations on soybeans. The four treatments were L. lecanii, A. aleyrodis, M. anisopliae, and B. bassiana, a comparison with the insecticide thiamethoxam and a control group without treatment. The four types tested were able to suppress B. tabaci populations by up to 75%, with A. aleyrodis being especially effective. There was no significant difference in efficacy between the four types and the insecticide thiamethoxam. Validating the efficacy of entomopathogenic fungi, there were no significant differences in plant height, dry stover weight, or number of pods between treatments with the insecticide thiamethoxam. However, significant differences occurred in the number of empty pods and seed weight, reducing yield losses by up to 78%. There was a positive correlation between the B. tabaci population and the number of empty pods (r = 0.80), while there was a negative correlation between the B. tabaci population and plant height and soybean yield (r = -0.56 and r = -0.54, respectively).
Citrus Watch: Edukasi Petani dan Penerapan Pengendalian Terpadu terhadap Hama dan Penyakit Tanaman Jeruk di Sentra Hortikultura Rejang Lebong, Bengkulu Sariasih, Yenny; Ginting, Sempurna; Alimansyah; Ivana Maharani Putri; Rofen Diantara; Deka Apriyadi
Jurnal PADAMU NEGERI (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Eksakta) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/padamunegeri.v6i2.1899

Abstract

Penurunan produksi jeruk di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, dalam beberapa tahun terakhir disebabkan oleh meningkatnya serangan hama dan penyakit, terutama hama lalat buah dan penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) atau Huanglongbing (HLB). Program pengabdian masyarakat bertajuk “Citrus Watch” dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Bengkulu bekerja sama dengan petani mitra “Pemuda Rukun” yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengenali dan mengendalikan hama serta penyakit jeruk secara terpadu. Kegiatan dilakukan melalui edukasi, dengan membagikan buku saku tentang hama dan penyakit tanaman jeruk dan pengendaliannya, pemasangan yellow trap untuk memantau populasi vektor penyakit, serta penggunaan perangkap lalat buah di enam kebun petani mitra di Desa Sumber Urip dan Karang Jaya. Program juga mencakup penanaman 100 bibit jeruk sehat, penggunaan pupuk hayati, serta pelatihan monitoring populasi hama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan populasi hama dan peningkatan kesadaran petani terhadap penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Kegiatan ini diharapkan berkontribusi pada keberlanjutan pertanian jeruk di Rejang Lebong dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Kata kunci:edukasi, hama, jeruk, penyakit, PHT
Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu pada Tanaman Bawang Merah di Desa Sumber Sari Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu Hikmah, Hikmatul Husna Al Mursyidi; Sutrawati, Mimi; Bustamam, Hendri; Ginting, Sempurna; Khaila, Adelia Putri; Susmiati, Apri Fajar
DHARMA RAFLESIA Vol 23 No 2 (2025): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v23i2.44046

Abstract

Petani hortikultura di Desa Sumber Sari, Kabupaten Kepahiang, masih bergantung pada pestisida sintetis untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Penggunaan pestisida sintetis secara terus menerus dapat menyebabkan resistensi organisme pengganggu tanaman, mencemari lingkungan, serta menimbulkan gangguan kesehatan bagi petani maupun konsumen. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam mengenali gejala penyakit tanaman serta keterampilan petani dalam memproduksi dan mengaplikasikan biopestisida secara mandiri dengan menggunakan agens hayati Trichoderma sp. dan Streptomyces sp.. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan teknis, praktik lapangan, serta pendampingan dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kapasitas teknis petani secara signifikan mengenai pengendalian hayati, dengan seluruh peserta (100%) menyatakan ketertarikan untuk menerapkan teknologi ini. Sebanyak 80% peserta memahami proses pembuatan biopestisida, dan 60% mampu mengaplikasikannya di lahan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif yang menggabungkan teori dan praktik lapangan efektif dalam membangun kesadaran serta kemandirian petani menuju pertanian berkelanjutan. Perlu penguatan kelembagaan lokal dan pelatihan lanjutan serta fasilitasi akses terhadap bahan dan informasi guna memperluas adopsi teknologi pengendalian hayati di tingkat petani.