Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI KANDUNGAN LOGAM BERAT MERKURI PADA SEDIAAN KOSMETIK SEDIAAN WHITENING BODY LOTION TANPA NOMOR REGISTRASI YANG DIJUAL SECARA ONLINE DENGAN UJI AMALGAM DAN UJI REAKSI WARNA Annisa Primadiamanti; Robby Candra Purnama; Siti Khamidaturrohmah
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.524 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i4.2139

Abstract

ABSTRAKMerkuri termasuk bahan yang dilarang dalam penambahan pada kosmetik sesuai dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.03.1.23.08.11.07517 Tahun 2011 tentang larangan penggunaan Merkuri dalam sediaan kosmetik. Telah dilakukan identifikasi kandungan merkuri (Hg) dalam sepuluh kosmetik sediaan whitening body lotion tanpa nomor registrasi yang dijual secara online dengan uji amalgam dan uji reaksi warna. Pada pengujian amalgam dibuat tiga larutan uji yang terdiri dari, larutan sampel, larutan baku dan larutan spiked sample, dengan menggunakan baku HgCl2. Pengujian amalgam menunjukkan hasil negatif karena tidak terdapat bercak abu-abu mengkilap pada batang tembaga.Pada pengujian reaksi warna dilakukan pengujian garam I merkuri dan garam IImerkuri. Sebelum dilakukan pengujian sampel dideksruksi menggunakan campuran aqua regia. Pengujian garam I merkuri dilakukan dengan menggunakan reagen HCl P, KI LP dan NaoH 1 N. Pengujian garam II merkuri dilakukan dengan menggunakan reagen KI LP dan NaOH 1 N. Pengujian reaksi warna menunjukkan hasil negatif merkuri, karena pada hasil yang didapat tidak sesuai dengan kontrol positif.Dari penelitian yang telah dilakukan pada kosmetik sediaan whitening body lotion, didapat kesimpulan bahwa kesepuluh sampel negatif mengandung merkuri.Kata Kunci : Merkuri (Hg), Whitening Body Lotion, Uji Amalgam, Uji Reaksi Warna
PERBANDINGAN KADAR ZAT BESI (Fe) PADA BAYAM HIJAU DAN BAYAM MERAH YANG DIJUAL DI PASAR SMEP BANDAR LAMPUNG SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Nofita Nofita; Robby Candra Purnama; Mochammad Arief Hidayat
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.779 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v6i1.5491

Abstract

Bayam merupakan sayuran hijau yang tumbuh sepanjang tahun, bayam yang dijual di pasaran dan biasa dikonsumsi dikenal bayam hijau dan bayam merah. Bayam banyak dikonsumsi karena banya mengandung zat besi (Fe). Zat besi berguna untuk mencegah anemia. Masyarakat masih menganggap bayam merah yang masih musiman lebih banyak mengandung zat besi dari pada bayam hijau yang bisa ditemui kapan saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan signifikan antara bayam hijau dan bayam merah. Sampel didapatkan dari Pasar Tradisional Di Bandar Lampung yaitu Pasar Smep. Sampel dilakukan secara random, sampel yang digunakan sebanyak dua sampel. Sampel yang akan dianalisa terlebih dahulu dipreparasi. Instrumen yang digunakan untuk analisa zat besi yaitu Spektrofotometri Serapan Atom SHIMADZU AA-7000 dengan didapat panjang gelombang 248,44 nm. Didapat persamaan regresi linear y = 0,105456x + 0,002378 dengan nilai koefisien korelasi (r) = 0,9999. Kadar rata-rata zat besi pada bayam hijau 0,0740 mg/100g dan rata-rata zat besi pada bayam merah 2,0744 mg/100g. Dari perhitungan uji t didapat thitung= 6,6744 yang dibandingkan dengan ttabeldengan taraf kepercayaan 99% yaitu 4,60. Jika thitunglebih besar dari ttabelmaka Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak dan terdapat perbedaan signifikan antara bayam hijau dan bayam merah yang dijual di Pasar Smep Bandar Lampung.Dengan demikian, kadar Fe bayam merah lebih besar dari bayam hijau.Kata kunci : Fe, bayam hijau, bayam merah, spektrofotometri serapan atom
PENETAPAN KADAR KLORIN TOTAL PADA PEMBALUT WANITA YANG BEREDAR DI SUPERMARKET TELUK BETUNG BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET-VISIBEL Niken Feladita; Robby Candra Purnama
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.138 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i3.1157

Abstract

Pembalut wanita pada saat ini umumnya terbuat dari katun, rayon, atau campuran rayon dan kapas. Rayon terbuat dari serat selulosa yang berasal dari pulp kayu. Umumnya untuk mendapatkan bahan baku rayon, perlu dilakukan proses pemutihan yang biasa dilakukan menggunakan klorin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengetahui kadar klorin di dalam pembalut wanita. Penelitian ini merupakan penelitian purposive sampling dimana sampel yang digunakan memiliki kriteria tertentu. Sampel diambil sebanyak 7 sampel di Supermarket Teluk Betung Bandar Lampung dengan metode reaksi warna dan spektrofotometri ultraviolet-visibel. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 3 sampel pembalut wanita yang mengandung klorin. Kemudian 3 sampel ini dianalisis secara kuantitatif untuk mengukur kadar klorin yang terkandung didalamnya, dapat diketahui bahwa kadar yang terdapat pada pembalut wanita antara 0,01 mg – 0,04 mg dalam 1 gram pembalut. Dapat disimpulkan bahwa 3 dari 7 sampel pembalut wanita positif mengandung klorin dan masing-masing kadar klorin pada sampel merk C sebesar 0,042 mg/gram, sampel merk D sebesar 0,018 mg/gram dan pada sampel merk G sebesar 0,037 mg/gram. Kadar yang didapatkan tidak memenuhi standar ambang batas klorin dalam air minum sebesar 0,00625 mg/gram. Kata kunci : Pembalut wanita, Klorin, Spektrofotometri uv-vis
PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU CAIR UHT FULL CREAM PADA PENYIMPANAN SUHU KAMAR DAN SUHU LEMARI PENDINGIN DENGAN VARIASI LAMA PENYIMPANAN DENGAN METODE KJELDHAL Robby Candra Purnama; Agustina Retnaningsih; Indah Aprianti
Jurnal Analis Farmasi Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.061 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v4i1.1307

Abstract

COMPARISON OF THE PROTEIN CONTENT OF UHT FULL CREAM LIQUID MILK AT ROOM TEMPERATURE STORAGE AND REFRIGERATOR TEMPERATUREWITH VARIATIONS IN STORAGE TIME BY THEKJELDHAL METHOD This study aims to determine whether or not there is a decrease in the protein content of full cream liquid milk stored at room temperature and refrigerator temperature analyzed by the Kjeldahl method. The basic principle of Kjeldahl is the calculation of protein content by calculating the element N (nitrogen) based on the sample. From the results of the study the protein content of full cream liquid milk stored at room temperature in sample A from day 0 (2.43%),day 2nd (2.39%), day 4th (2.34%) , day 6th (2.34%), day 8th (2.34%), day 10th (2.32%) and day 12th (2.31%). Whereas in sample B from day 0 (2.41%), day 2nd (2.39%), day 4th (2.34%), day 6th (2.33%), day 8th (2.33%), 10th day (2.32%) and 12th day (2.32%). And the results of determining the protein content of full cream liquid milk stored at the refrigerator temperature in sample A from day 2nd (2.38%), day 4th (2.38%), day 6th (2.38 %), day 8th (2.37%), day 10th (2.36%) and day 12th (2.34%). Whereas in sample B from day 2nd (2.38%), day 4th (2.37%), day 6th (2.36%), day 8th (2.36%), day 10th (2.35%) and day 12th (2.33%). It was concluded that the decrease in protein levels was due to the temperature at the storage time.Keywords: Milk, Protein, Temperature, Kjeldahl Method Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya penurunan kadar protein susu cair full cream yang disimpan pada suhu kamar dan suhu lemari pendingin yang dianalisis dengan metode Kjeldahl. Prinsip dasar Kjeldahl adalah perhitungan kadar protein dengan menghitung unsur N (nitrogen) berdasarkan sampel. Dari hasil penelitian kadar protein susu cair full cream yang disimpan pada suhu kamar pada sampel A dari hari ke-0 (2,43%), hari ke-2 (2,39%), hari ke-4 (2,34%), hari ke-6 (2,34%), hai ke-8 (2,34%), hari ke-10 (2,32%) dan hari ke-12 (2,31%). Sedangkan pada sampel B dari hari ke-0 (2,41%), hari ke-2 (2,39%), hari ke-4 (2,34%), hari ke-6 (2,33%), hari ke-8 (2,33%), hari ke-10 (2,32%) dan hari ke-12 (2,32%). Dan pada hasil penetapan kadar protein susu cair full cream yan disimpan pada suhu lemari pendingin pada sampel A dari hari ke-2 (2,38%), hari ke-4 (2,38%), hari ke-6 (2,38%), hari ke-8 (2,37%), hari ke-10 (2,36%) dan hari ke-12 (2,34%). Sedangkan pada sampel B dari hari ke-2 (2,38%), hari ke-4 (2,37%), hari ke-6 (2,36%), hari ke-8 (2,36%), hari ke-10 (2,35%) dan hari ke-12 (2,33%). Disimpulkan penurunan kadar protein tersebut dikarenakan oleh suhu pada lama waktu penyimpanan.Kata kunci: Susu, Protein, Suhu, Metode Kjeldahl
IDENTIFIKASI DEKSAMETASON PADA JAMU HABBATUSSAUDA YANG BEREDAR DI TOKO OBAT DAERAH PASAR TENGAH BANDAR LAMPUNG MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Robby Candra Purnama; Nofita N; I Made Laga Prandika
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.858 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v3i1.2766

Abstract

Penggunaan obat tradisional dalam upaya memelihara kesehatan tubuh semakin banyak diminati oleh masyarakat. Jamu habbatussauda merupakan jamu yang dapat mengobati reumatik atau peradangan sendi yang kemungkinan di tambahkan bahan kimia obat deksametason. Berdasarkan Permenkes No.006/MenKes/Per/V/2012 pasal 33 dan 37 tentang industri dan usaha obat tradisional dinyatakan bahwa obat tradisional tidak boleh mengandung bahan kimia obat (BKO). Deksametason merupakan glukokortikoid sintetik dengan aktivitas imunosupresan dan anti inflamasi, yang kemungkinan ditambahkan oleh produsen. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan yaitu untuk mengetahui apakah jamu habbatussauda yang beredar di toko obat Pasar Tengah Bandar Lampung terdapat bahan kimia obat deksametason atau tidak. Jamu habbatussauda diektraksi menggunakan pelarut kloroform : metanol (9:1). Hasil ekstraksi kemudian ditambahkan 5 ml metanol kemudian ditotolkan pada plat KLT lalu dilakukan pemisahan senyawa menggunakan eluen dikloroetana : dietil eter : metanol : air (77:15:8:1,2). Dari hasil Rf didapatkan sampel A (0,78), B (0,50), C (0,80) dan Rf baku pembanding (0,20). Hal ini ditunjukkan dari warna bercak tidak sama dan nilai antara Rf sampel dan Rf baku pembanding tidak saling mendekati. Dari hasil identifikasi terhadap tiga merek jamu habbatussauda menunjukkan bahwa ketiga sampel tidak mengandung deksametason. Kata kunci : Deksametason, Habbatussauda, Kromatografi Lapis Tipis
ANALISIS KADAR PROTEIN PADA TEPUNG KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminate balbisiana colla) DENGAN METODE KJELDAHL Robby Candra Purnama; Diah Astika Winahyu; Dwi Sartika Sari
Jurnal Analis Farmasi Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.588 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v4i2.2234

Abstract

Kulit pisang kepok (Musa acuminate balbisiana colla) merupakan salah satu bagian dari tanaman pisang yang masih dianggap limbah dan tidak dimanfaatkan. Kulit pisang memiliki banyak kandungan zat-zat alami yang baik untuk kesehatan seperti protein, karbohidrat, kalsium, zat besi, vitamin B1, dan vitamin C. Kulit pisang kepok dapat diolah menjadi bahan makanan seperti tepung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein yang terdapat pada tepung kulit pisang kepok. Telah dilakukan pengujian di Laboratorium terhadap kadar protein total tepung kulit pisang kepok dengan Uji kualitatif menggunakan uji Biuret dan penetapan kadar protein secara kuantitatif dengan metode Kjeldahl. Metode Kjeldahl dilakukan dengan menetapkan kandungan nitrogen yang terdapat didalam bahan. Analisis protein dengan metode Kjeldahl dibagi menjadi tiga tahapan yaitu proses destruksi, proses destilasi, proses titrasi. Dari hasil penelitian uji identifikasi menggunakan uji Biuret larutan sampel menunjukkan adanya protein pada sampel tepung kulit pisang kepok dan kadar protein total yang didapatkan dengan metode Kjeldahl ini sebesar 5,2291 %. Disimpulkan bahwa tepung kulit pisang kepok memiliki kandungan protein yang memadai.Tepung kulit pisang kepok dapat dijadikan alternatif pengganti dan bahan tambahan makanan.Dalam upaya pemenuhan kebutuhan protein dalam tabel angka kecukupan gizi (AKG) protein dari tepung kulit pisang dapat dijadikan salah satu bahan tambahan pangan untuk mencukupi kebutuhan protein perhari.Kata kunci: Kulit Pisang Kepok, Tepung, Protein, Kjeldahl
UJI DAYA HAMBAT KRIM KULIT APEL MANALAGI (Malus sylvestris Mill) TERHADAP BAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNE PENYEBAB JERAWAT DENGAN METODE DIFUSI SUMURAN Liana Fajriah; Robby Candra Purnama
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.258 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v6i2.5951

Abstract

Manalagi apple (Malus sylvestris Mill) is one type of poor apple that has been widely consumed by the people of Indonesia because it has a sweet, delicious taste, and is easy to obtain. This study aimed to test the effectiveness of the anti-acne cream of Manalagi Apple (Malus sylvestris Mill) peel extract against Propionibacterium acnes bacteria. The extract obtained by maceration using 96% ethanol solvent was made into two formulations of cream concentration, namely 5% and 10% then tested on Propionibacterium acne bacteria using MHA media. The method used is the well diffusion method. Manalagi Apple peel extract was declared to meet the requirements for a good cream preparation. The 5% cream formulation has shown an inhibitory effect on Propionibacterium acne bacteria with an average diameter of 19.72 mm (intermedied), a concentration of 10% with a value of 20.11 mm (sensitive). From the results obtained it can be concluded that the preparation of Manalagi apple peel extract cream (Malus sylvestris Mill) is effective in inhibiting the growth of Propionibacterium acne bacteria. The most effective cream is in cream preparations with an extract concentration of 10%.
Puding Bayam sebagai Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) dalam Upaya Pencegahan Stunting Robby Candra Purnama; Vera Yulyani; Atina Atina; Aurelya Rizki Ananda Oktavio; Devin Anggraeni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7527

Abstract

ABSTRAK makanan yaitu sesuatu yang boleh dimakan, serta menunjukan arti semua jenis yang sering dikonsumsi oleh manusia. Makanan merupakan sumber protein yang berguna bagi manusia, yang berasal dari tumbuh-tumbuhan disebut protein nabati dan yang berasal dari hewan disebut protein hewani. Responden menegtahui dan memahami tentang Puding Bayam Sebagai Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Dalam Upaya Pencegahan Stunting. Dalam riset ini peneliti penggunakan metode Kualitatif Lapangan serta menggunakan data sekunder yang dapat membantu dalam mengembangkan karya ilmiah ini. Responden dapat menegtahui dan memahami tentang Puding Bayam Sebagai Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Dalam Upaya Pencegahan Stunting. Responden dapat mengetahui dan memahami tentang Puding Bayam Sebagai Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Dalam Upaya Pencegahan Stunting. Kata Kunci: Puding Bayam, Pendamping Asi, Pencegahan Stunting  ABSTRACT Food is something that can be eaten, and shows the meaning of all types that are often consumed by humans. Food is a source of protein that is useful for humans, which comes from plants called vegetable protein and which comes from animals is called animal protein. Respondents know and understand about Spinach Pudding as Complementary Food for Breastfeeding (MP-ASI) in Stunting Prevention Efforts. In this research, the researcher uses the Field Qualitative method and uses secondary data that can assist in developing this scientific work. Respondents can know and understand about Spinach Pudding as Complementary Food for Breastfeeding (MP-ASI) in Stunting Prevention Efforts.Respondents can know and understand about Spinach Pudding as Complementary Food for Breastfeeding (MP-ASI) in Stunting Prevention Efforts. Keywords: Spinach Pudding, Breastfeeding Companion, Stunting Prevention
Penyuluhan jus buah apel dan air dugan sebagai MP-ASI di Posyandu Garuda, Pidada Panjang Robby Candra Purnama; Intan Aprelia Yuniar; Meilani Zein; Risma Eka Agustina; M Luthfi Hafidz
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.254 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i3.225

Abstract

Background: Complementary food for breast milk is food or drink that contains nutrients given to children to meet their nutritional needs. Apples or in the Latin name Malus domestica are very good for toddlers as a drink (juice) to replace breast milk, this is because besides being delicious, apples have many health benefits for babies. This apple juice has several health benefits for babies, namely improving digestion, treating dysentery, relieving coughs, and nourishing the body. Coconut water or the Latin name Cocos nucifera is highly recommended as a baby's first drink after the baby has completed the journey of exclusive breastfeeding for 6 months. The various nutrients and properties contained in coconut water make it worthy to be called the second best drink after breast milk. Coconut water contains monolaurin, a substance from lauric acid that can build immunity and maintain the health of your little one. Purpose: To further improve the health of children under five and under-fives, as well as to maintain the growth and development of children during their growth period. Methods: In this community service activity the respondents are all mothers who have children under five and toddlers in the area of Posyandu Garuda, Panjang District. This activity uses poster media as a means of presenting material that can be read and taken home for respondents. Result: Counseling on complementary drinks made from apple juice and coconut water in the working area of ​​the Garuda Posyandu went well. Around 50 participants attended. This counseling is expected to increase knowledge of the quality of health to the community so that many toddlers and under-fives are guaranteed nutrition and nutrition. Conclusion: There is an increase in knowledge of breastfeeding mothers or mothers who have toddlers about the importance of consuming breast milk substitutes, who initially did not know the efficacy of apple juice and coconut water. Pendahuluan: Makanan pendamping ASI merupakan makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Buah Apel atau dalam nama latin Malus domestica sangat baik dikonsumsi balita sebagai  minuman (jus) pengganti asi, hal ini karena selain lezat, apel memiliki banyak manfaat kesehatan untuk bayi. Jus apel ini memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan pada bayi yaitu melancarkan pencernaan, mengobati disentri, meredakan batuk, dan menyehatkan tubuh. Air dugan atau nama latin Cocos nucifera sangat disarankan sebagai miuman pertama bayi setelah bayi menuntaskan perjalanan ASI eksklusif selama 6 bulan. Berbagai nutrisi dan khasiat yang terkandung di dalam air kelapa membuatnya layak untuk disebut sebagai minuman terbaik kedua setelah ASI. Air dugan mengandung monolaurin, zat dari asam laurat yang dapat membangun kekebalan tubuh serta menjaga kesehatan Si Kecil. Tujuan: Untuk lebih meningkatkan kesehatan anak balita dan baduta, serta menjaga tumbuh kembang anak dikala masa pertumbuhan. Metode: Dalam kegiatan pengabdian masyarkat ini respondennya adalah seluruh ibu yang memiliki  baduta dan balita yang berada diwilayah Posyandu Garuda Kecamatan Panjang, Kegiatan ini menggunakan media poster sebagai sarana mempersentasikan materi yang dapat dibaca dan dibawa pulang bagi responden. Hasil: Penyuluhan tentang minuman pendamping asi dari jus buah apel dan air kelapa diwilayah kerja posyandu Garuda berjalan dengan lancar. Peserta yang hadir sekitar 50 responden, dengan di adakan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mutu kesehatan kepada masyarakat agar banyak balita dan baduta yang terjamin gizi dan nutrisi nya. Simpulan: Adanya peningkatan pengetahutan ibu menyusui atau ibu yang mempunyai balita tentang pentinganya mengonsumsi minuman pengganti asi, yang awalnya tidak mengetahui khasiat dari jus buah apel dan air buah kelapa saat ini lebih memahami.
Skrinning Fitokimia, Profil Spektrum Gugus Fungsi, dan Formuasi Sediaan Effervescent Limbah Batang Pisang Kepok Purnama, Robby Candra; Primadiamanti, Annisa
ALKIMIA Vol 4 No 2 (2020): ALKIMIA
Publisher : SCIENCE AND TECHNOLOGY FACULTY OF UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.268 KB) | DOI: 10.19109/alkimia.v4i2.7077

Abstract

Kepok banana plants contain secondary metabolites such as tannins and flavonoids. Tannins and flavonoids have various properties for human health. Research has been carried out to identify secondary metabolite compounds (tannins, flavonoids, and saponins) by using the phytochemical screening method to see the functional group profile contained in the extract of kepok banana stem waste. Kepok banana stem waste was extracted in 96% ethanol, then evaporated and screened phytochemically. This extract was used to prepare effervescently. Screening results showed that tannin and flavonoids were identified by the appearance of the following color black-green and dark red, respectively. Meanwhile, saponins were negative because the foam formed had a height of 0.3 cm and did not meet the saponins' positive requirements (1-3 cm high foam and stable for 5 minutes). Identification of functional groups in the extract of kepok banana stem waste using Fourier-transform Infrared Spectroscopy (FTIR) showed that C-C stretching in the area 2927.24 cm-1, O-H stretching in the 3423.87 cm-1 area, C=O stretching in the 1648.87 cm-1 area. Also appeared bending CH2 in the region of 1421.45 cm-1, and C-C in the area of 1149.98 cm-1. The characteristics of three different formulas (A, B, and C) of effervescent have been investigated: the moisture content of 2.51%; 2.55%, and 2.52%, respectively. Then, flow rate of 8.81 g/s; 8.83 g/s; and 8.82 g/s, compressibility of 14.5%; 14.4%; and 14.5%, and a pH of 5.97; 5.98; and 5.97 respectively. All parameters are eligible.