Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Daya Hambat Formulasi Facial Wash Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica (L) Urb) Sebagai Anti Jerawat Terhadap Bakteri Propionibacterium acne Dengan Metode Difusi Sumuran Feladita, Niken; Purnama, Robby Candra; Miharia, Rima Sari
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 1 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i1.20475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas sediaan facial wash dengan bahan aktif ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) sebagai antijerawat terhadap bakteri propionibacterium acnes. Ekstrak yang diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dibuat dalam 3 seri konsentrasi 5%, 10% dan 15% dibuat kedalam sediaan facial wash dengan formula yang sama kemudian diujikan pada bakteri propionibacterium acne dengan menggunakan metode difusi sumuran. facial wash dengan bahan aktif ekstrak daun pegagan dinyatakan memenuhi syarat sediaan facial wash yang baik, setelah dilakukan beberapa parameter pengujian evaluasi sediaan facial wash. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan nilai Konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) yang dibuat dalam sediaan facial wash diperoleh pada konsentrasi 5% terhadap bakteri propionibacterium acne dengan diameter hambat 23,2866 mm.
Uji Cemaran Bakteri Coliform Pada Minuman Teh Seduhan Yang Dijual Di Simpur Center Bandar Lampung Dengan Metode Most Probable Number (MPN) Purnama, Robby Candra; Octonariz, Vito Zhafran
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 1 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i1.20474

Abstract

Minuman teh seduhan merupakan salah satu terobosan baru dalam penjualan teh berbagai rasa untuk semakin menarik minat para konsumen. Minuman teh seduhan dapat mengalami kerusakan secara mikrobiologi seperti layaknya pada makanan dan minuman lainnya melalui berbagai faktor. Faktor tersebut salah satunya adalah air. Indikator adanya pencemaran air oleh bakteri patogen penyebab penyakit ialah Coliform. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 bahwa untuk syarat bakteriologis air yang melalui atau tanpa melalui proses pengolahan batas kandungan E. coli atau faecal coli didalam 100 ml sampel air sebanyak 0 (tidak ada) dan batas kandungan total bakteri Coliform didalam 100 ml air adalah sebanyak 0 (tidak ada). Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian uji cemaran bakteri Coliform pada minuman teh seduhan yang dijual di Simpur Center Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya jumlah bakteri Coliform pada minuman teh seduhan yang dijual di Simpur Center Bandar Lampung sesuai dengan Persyaratan BPOM 2012 tidak lebih dari 2 APM/100 ml. Pengujian dilakukan dengan metode Most Probable Number (MPN). Metode ini merupakan uji deret tabung yang menyuburkan pertumbuhan Coliform sehingga diperoleh nilai untuk menduga jumlah Coliform dalam sampel uji. Sampel yang diuji adalah minuman teh seduhan yang diambil dari 4 pedagang minuman teh seduhan. Dari keempat sampel yang diambil positif 100 % tercemar Coliform dan cemaran Coliform melebihi batas Cemaran yang ditetapkan oleh Kepala Badan POM RI Nomor HK.00.06.1.52.4011 yaitu dibawah 2APM/ 100 ml.
PEMANFAATAN DAUN KELOR (moringa oleifera) SEBAGAI KOMODITI TANAMAN HERBAL BERKHASIAT OBAT DAN BAHAN PANGAN BERNUTRISI Robby Candra Purnama; Candra Saka Nusantari; Bela Abelia; Echa Putriana; Erlangga Aditya Bahar; Zafira Safitri; Aulia Rahma Putri; Dera Mayura
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v9i1.24491

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) telah dikenal secara luas sebagai tanaman herbal yang kaya akan nilai gizi dan beragam khasiat terapeutik, sehingga menjadi salah satu komoditi tanaman berpotensi tinggi dalam bidang pangan fungsional dan obat tradisional. Daun kelor memiliki kandungan nutrisi yang meliputi protein esensial, vitamin, mineral, serta senyawa bioaktif seperti flavonoid dan antioksidan yang berperan penting dalam mendukung kesehatan manusia dan pencegahan penyakit. Studi menunjukkan bahwa daun kelor mampu berkontribusi sebagai sumber nutrisi dan senyawa nutrasetikal yang bermanfaat dalam sistem pangan fungsional serta berbagai aplikasi medis tradisional dan modern seperti aktivitas antioksidan, anti-diabetes mellitus, antimikroba, serta efek hepatoprotektif. Selain itu, daun kelor dapat diolah menjadi produk pangan dan suplemen yang bernutrisi tinggi, berpotensi membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Dengan potensi gizi dan terapeutik yang luas, pemanfaatan daun kelor sebagai komoditas tanaman herbal perlu dikembangkan secara komprehensif untuk mendukung ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.Kata kunci: daun kelor,tanaman herbal,pangan bernuterisi,komoditi local
Gasing (Gerakan Atasi Stunting) Melalui Inovasi Pangan Lokal Ayam Dan Kelor Untuk Generasi Bebas Stunting Di Pekon Soponyono Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus Candra Saka Nusantari; Agustina Retananingsih; Diah Astika Winahyu; Robby Candra Purnama; Vito Zhafran Octonariz
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.23748

Abstract

Permasalahan stunting masih menjadi isu kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tanggamus, khususnya di Pekon Soponyono Kecamatan Wonosobo. Stunting berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, mulai dari gangguan pertumbuhan fisik hingga penurunan kecerdasan. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya gizi pada Masyarakat terutama kepada remaja putri dan ibu hamil, serta meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian mengenai stunting di pekon Soponyono. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan kesehatan melalui program Gerakan Atasi Stunting (GASING), Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis protein hewani dan daun kelor yang mudah ditemukan di Pekon Soponyono, pendampingan posyandu, serta kegiatan pendukung lain seperti pemeriksaan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pola gizi seimbang, keterlibatan aktif ibu balita dalam kegiatan posyandu, serta pemanfaatan sumber pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting. Program ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan bagi pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat dalam menurunkan angka stunting serta memperkuat ketahanan kesehatan di tingkat lokal.
ANALISIS KADAR VITAMIN C PADA PETAI (Parkia speciosa Hassk) YANG DIBUDIDAYAKAN DI DESA GAYAM KECAMATAN KALIANDA KABUPATEN LAMPUNG SELATAN SECARA IODIMETRI Vito Zhafran Octonariz; Robby Candra Purnama
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 1 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i1.20482

Abstract

Vitamin C merupakan salah satu zat gizi yang berperan sebagai antioksidan dan efektif mengatasi radikal bebas yang dapat merusak sel atau jaringan tubuh. Sumber vitamin C umumnya terdapat pada pangan yaitu sayuran dan buah-buahan segar. Beberapa pustaka mengatakan bahwa petai segar mengandung vitamin C dan dapat dijadikan pangan untuk memenuhi asupan vitamin C tubuh. Analisis Kadar Vitamin C pada petai (Parkia speciosa Hassk) yang dibudidayakan di Desa Gayam Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan secara Iodimetri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C pada sampel petai gajah dan petai kacang. Metode yang digunakan yaitu metode Iodimetri yang disebut juga titrasi langsung dimana zat uji langsung dititrasi dengan larutan iodium standar dan larutan amilum sebagai indikatornya. Hasil analisis kadar vitamin C pada sampel petai gajah dan petai kacang secara berturut-turut yaitu sebesar 40,05 dan 37,25 mg/100 g. Dari hasil analisis kadar tersebut diperoleh nilai uji presisi yang sudah memenuhi syarat keberterimaan dengan nilai koefisien variasi (KV) untuk sampel petai gajah dan petai kacang secara berturut-turut yaitu sebesar 1,76% dan 1,80%. Berdasarkan analisis tersebut petai mengandung vitamin C yang cukup tinggi dan petai dapat dijadikan salah satu pangan untuk memenuhi asupan vitamin C pada tubuh.
UJI MUTU FISIK SEDIAAN LOTION ANTI NYAMUK EKSTRAK DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus kunth) DENGAN MODIFIKASI EMULGATOR Endriko Fahmi; Robby Candra Purnama; Vito Zhafran Octonariz
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25758

Abstract

Tanaman herbal merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai upaya penyembuhan baik daun, batang, maupun akarnya. Senyawa flavonoid yang dimiliki daun kenikir memiliki sifat antioksidan dan mempunyai bioaktifitas sebagai obat. Selain flavonoid, daun kenikir juga mengandung beberapa senyawa metabolit lainnya seperti minyak atsiri, saponin, tanin, polifenol, alkaloid maupun terponoid. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan uji mutu fisik sediaan lotion anti nyamuk menggunakan ekstrak daun kenikir. Dalam penelitian ini dibuat dengan menggunakan tiga formulasi. Lotion anti nyamuk diuji fisik meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji iritasi kulit. Hasil uji organoleptik, lotion memiliki bentuk emulsi, berwarna hijau, berbau khas daun kenikir. Hasil uji pH berada pada rentang 5,6-5,8,hasil uji daya sebar berada pada rentang 6,1-6,2 cm. Dari penelitian yang telah dilakukan, ekstrak daun kenikir dapat dibuat sediaan lotion dan berdasarkan uji fisik sediaan lotion semua formulasi dinyatakan memenuhi persyaratan.
EVALUASI FORMULASI SEDIAAN SERBUK EFFERVESCENT EKSTRAK DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus Kunth) DENGAN VARIASI LAKTOSA Nawa Al Abil; Robby Candra Purnama; Vito Zhafran Octonariz
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23233

Abstract

Tanaman herbal merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai upaya penyembuhan baik daun, batang, maupun akarnya. Senyawa flavonoid yang dimiliki daun kenikir memiliki sifat antioksidan dan mempunyai bioaktifitas sebagai obat. Selain flavonoid, daun kenikir juga mengandung beberapa senyawa metabolit lainnya seperti minyak atsiri, saponin, tanin, polifenol, alkaloid maupun terponoid. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan serbuk effervescent menggunakan ekstrak daun kenikir dengan variasi laktosa serta uji fisik sediaan serbuk effervescent. Dalam penelitian ini menggunakan variasi laktosa dengan tujuan sebagai tingkat kemanisan dan juga untuk melihat sifat laju aliran sediaan serbuk effervescent. Effervescent dibuat dengan menggunakan tiga formulasi. Serbuk effervescent dievaluasi fisik meliputi uji organoleptik, uji efek karbonasi, uji pH, uji kadar air, uji laju aliran, uji sudut diam dan uji kompresibilitas. Hasil uji organoleptik, serbuk effervescent memiliki bentuk granul, berwarna coklat, berbau khas daun kenikir dan memiliki rasa manis, masam dan khas kenikir. Hasil uji efek karbonasi menunjukkan hasil bahwa seluruh formulasi terdapat adanya efek karbonasi, pH berada pada rentang 6-7, uji kadar air kurang dari 5%, uji laju aliran berada pada rentang 4-10 g/s, uji sudut diam kurang dari 40°, dan uji kompresibilitas kurang dari 20%. Dari penelitian yang telah dilakukan, ekstrak daun kenikir dapat dibuat sediaan serbuk effervescent dan berdasarkan uji fisik sediaan effervescent semua formulasi dinyatakan memenuhi persyaratan.
EVALUASI FORMULASI SEDIAAN SALEP EKSTRAK DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus kunth) DENGAN VARIASI BASIS SALEP Ivan Kurniawan; Robby Candra Purnama; Vito Zhafran Octonariz
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23203

Abstract

Tanaman herbal merupakan tumbuhan obat yang daunnya banyak dikonsumsi menjadi sayuran. Saponin, tanin, flavonoid yang mempunyai kegiatan antioksidan sendiri sebagai akibatnya bisa meningkatkan kecepatan proses penyembuhan luka. Kandungan senyawa flavonoid, saponin serta tanin tersebut diduga mampu mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan salep menggunakan ekstrak daun kenikir dengan variasi basis salep serta uji fisik sediaan salep. Sediaan salep dibuat dengan menggunakan tiga basis. Sediaan salep dievaluasi fisik meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji iritasi kulit. Hasil uji organoleptik, sediaan salep memiliki bentuk lembek, berwarna hijau pekat dan berbau khas daun kenikir. Hasil uji pH berada pada rentang 4,5-6,5, uji daya sebar berada pada rentang diameter 5-7, uji daya lekat yaitu tidak kurang dari 4 detik dan uji iritasi kulit meliputi bintik kemerahan, ruam dan bengkak. Dari penelitian yang telah dilakukan, ekstrak daun kenikir dapat dibuat sediaan salep dengan variasi basis salep dan berdasarkan uji fisik sediaan salep semua formulasi dinyatakan memenuhi persyaratan.
ANALISIS KADAR VITAMIN C PADA PETAI (Parkia speciosa Hassk) YANG DIBUDIDAYAKAN DI DESA GAYAM KECAMATAN KALIANDA KABUPATEN LAMPUNG SELATAN SECARA IODIMETRI Vito Zhafran Octonariz; Robby Candra Purnama
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 1 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i1.20482

Abstract

Vitamin C merupakan salah satu zat gizi yang berperan sebagai antioksidan dan efektif mengatasi radikal bebas yang dapat merusak sel atau jaringan tubuh. Sumber vitamin C umumnya terdapat pada pangan yaitu sayuran dan buah-buahan segar. Beberapa pustaka mengatakan bahwa petai segar mengandung vitamin C dan dapat dijadikan pangan untuk memenuhi asupan vitamin C tubuh. Analisis Kadar Vitamin C pada petai (Parkia speciosa Hassk) yang dibudidayakan di Desa Gayam Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan secara Iodimetri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C pada sampel petai gajah dan petai kacang. Metode yang digunakan yaitu metode Iodimetri yang disebut juga titrasi langsung dimana zat uji langsung dititrasi dengan larutan iodium standar dan larutan amilum sebagai indikatornya. Hasil analisis kadar vitamin C pada sampel petai gajah dan petai kacang secara berturut-turut yaitu sebesar 40,05 dan 37,25 mg/100 g. Dari hasil analisis kadar tersebut diperoleh nilai uji presisi yang sudah memenuhi syarat keberterimaan dengan nilai koefisien variasi (KV) untuk sampel petai gajah dan petai kacang secara berturut-turut yaitu sebesar 1,76% dan 1,80%. Berdasarkan analisis tersebut petai mengandung vitamin C yang cukup tinggi dan petai dapat dijadikan salah satu pangan untuk memenuhi asupan vitamin C pada tubuh.
UJI MUTU FISIK SEDIAAN LOTION ANTI NYAMUK EKSTRAK DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus kunth) DENGAN MODIFIKASI EMULGATOR Endriko Fahmi; Robby Candra Purnama; Vito Zhafran Octonariz
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25758

Abstract

Tanaman herbal merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai upaya penyembuhan baik daun, batang, maupun akarnya. Senyawa flavonoid yang dimiliki daun kenikir memiliki sifat antioksidan dan mempunyai bioaktifitas sebagai obat. Selain flavonoid, daun kenikir juga mengandung beberapa senyawa metabolit lainnya seperti minyak atsiri, saponin, tanin, polifenol, alkaloid maupun terponoid. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan uji mutu fisik sediaan lotion anti nyamuk menggunakan ekstrak daun kenikir. Dalam penelitian ini dibuat dengan menggunakan tiga formulasi. Lotion anti nyamuk diuji fisik meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji iritasi kulit. Hasil uji organoleptik, lotion memiliki bentuk emulsi, berwarna hijau, berbau khas daun kenikir. Hasil uji pH berada pada rentang 5,6-5,8,hasil uji daya sebar berada pada rentang 6,1-6,2 cm. Dari penelitian yang telah dilakukan, ekstrak daun kenikir dapat dibuat sediaan lotion dan berdasarkan uji fisik sediaan lotion semua formulasi dinyatakan memenuhi persyaratan.