Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : JUTEKS

RANCANG BANGUN SISTEM PROTEKSI EKSTERNAL TERHADAP BAHAYA PETIR PADA ATAP DATAR GEDUNG LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO Muhtarom, Amin; Goeritno, Arief
JUTEKS Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v10i1.14265

Abstract

Sistem proteksi eksternal yang dirancang di gedung laboratorium teknik elektro diharapkan memiliki kelayakan dalam halmemproteksi gedung beserta peralatan didalamnya. Gedung yang berkontruksi dari rangka logam dengan kondisi gedung yangdidalamnya terdapat banyak peralatan laboratorium serta banyak mengkonsumsi energi listrik, maka sudah selayaknya harusterpasangnya sistem proteksi yang baik. Prinsip kerja dari sistem proteksi eksternal ini akan bekerja ketika adanya sambaranpetir di area sekitaran laboratorium teknik elektro. Bentuk dari rancang bangun sistem proteksi eksternal ini pada bagianatapnya terpasang 12 titik splitzen dan down konduktor membentuk jala-jala persegi yang diharapkan dapat meningkatkanproteksi pada gedung laboratorium. Dari proses pemasangan grounding rod sebanyak 3 titik didapatkan nilai sebesar 0.14 ohmdari pengukuran menggunakan earth taster
Simple Methods for Observing and Utilizing Biogas as a Renewable Energy Source Arief Goeritno; Nursyamsu Mahyuddin; Walad Ahsani; Muhammad Alif Novianto; Inggar Ibn Albar; Felix Adityo Rachman
JUTEKS Vol 8 No 2 (2021): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v8i2.15890

Abstract

One combustible and burnable gas that can be created through an anaerobic fermentation process is biogas. An anaerobic process occurs when organic material, like animal dung, is processed in a digester (reactor) without the presence of oxygen. This observation's objectives are to (i) disseminate knowledge about the biogas production process and (ii) acquire a generation system for producing biogas. The observation methods are based on the use of an observation algorithm in the form of a flow chart, and it includes (a) observations related to various stages of choosing the type of installation, the requirements and processes for the formation of biogas observed and utilized from readily available organic materials, and influencing factors; and (b) observations related to the generation system for the production of biogas observed and utilized, including the physical reservoir, the amount of biogas produced, and the biogas utilized for supply to the electricity generator. The results of the observations related to the generation system, including the physical reservoir, the amount of biogas produced, and the biogas used for supplying the electricity generator, while the results of the observations related to the biogas production process, including the availability of installations, requirements and processes for biogas production, and influencing factors for the formation of biogas. Based on these findings, it can be said that the best period of time for biogas production is between 14 and 16 days, with a production volume of 6.0 m3 /day. While 0.64 m3 of biogas is needed for electric lighting, 0.30 m3 /hour of biogas at a pressure of 75 mm H2O is needed for cooking activities. While pure methane gas has an energy content of 8,900 kcal/m3 , the resulting calorific value is relatively high, ranging from 4,800 to 6,700 kcal/m3.
Purwarupa Sistem Elektronis Berbantuan IoT untuk Pemantauan Kinerja PLTPH secara Real-Time Inggar Ibn Albar; Arief Goeritno
JUTEKS Vol 10 No 2 (2023): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v10i2.15895

Abstract

Purwarupa sistem elektronis (perangkat) berbasis Arduino-board untuk pemantauan sejumlah parameter elektris pada kinerja sebuah pembangkit listrik tenaga pikohidro (PLTPH) dapat digunakan untuk pemantauan melalui mekanisme waktu-nyata (real-time) berbantuan Internet of Things (IoT). Purwarupa perangkat dirancang dan dibangun dengan tiga sasaran penelitian yang meliputi pembuatan, pemrograman, dan pengukuran kinerja fisis purwarupa perangkat. Keterbentukan fisis purwarupa perangkat dilakukan melalui pengawatan terintegrasi antar peranti elektronika, agar diperoleh proses dan kondisi handshaking secara perangkat keras (hardware). Pemrograman merupakan pembuatan algoritma dan penyusunan sintaks, agar diperoleh proses dan kondisi handshaking secara perangkat lunak (software). Pengukuran kinerja purwarupa perangkat diukur ketika diintegrasikan ke smartphone melalui aplikasi Blynk IoT, agar diperoleh proses dan kondisi handshaking secara perangkat keras dan lunak. Kinerja purwarupa perangkat saat pemantauan terhadap sejumlah parameter kinerja pada sebuah PLTPH berupa informasi tentang parameter elektris yang tertampilkan pada “sistem client”, “sistem server”, dan “smartphone”. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa purwarupa perangkat dapat sebagai pemberi informasi terkait efisiensi hasil pengukuran dan pemantauan terhadap kinerja berupa parameter-parameter elektris pada PLTPH.
Pembuatan Turbin Air Tipe Crossflow sebagai Penggerak Generator Fase-tunggal pada Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro Felix Adityo Rachman; Arief Goeritno
JUTEKS Vol 10 No 2 (2023): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v10i2.15899

Abstract

Turbin air tipe crossflow merupakan jenis turbin yang dapat dioperasikan pada head rendah dengan debit air disesuaikan dengan aliran air dengan nilai efisiensi mekanis tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai pengkonversi energi potensial air menjadi energi kinetik untuk penggerakan poros generator listrik. Pokok bahasan pada artikel ini berkaitan dengan sasaran penelitian yang meliputi (i) penghitungan debit air melalui simulasi dengan sejumlah nilai tinggi jatuh air dan penghitungan lanjutan untuk perolehan sejumlah parameter penting untuk pembuatan konstruksi turbin air, dan (ii) pembuatan turbin air berdasarkan penetapan sejumlah parameter. Hasil simulasi berdasarkan nilai asumsi beberapa variasi tinggi jatuh, diperoleh nilai debit air yang dipilih. Hasil penghitungan lanjutan berupa perolehan nilai perbandingan lebar dan diameter luar turbin untuk penghitungan sejumlah parameter sebagai pedoman dalam pembuatan fisis turbin air. Dalam rancangan terhadap fisis turbin air dilakukan melalui perhitungan, sehingga diperoleh sejumlah nilai diameter luar turbin, lebar turbin, diameter dalam turbin, jarak antar sudu, jari-jari kelengkungan sudu, dan jumlah sudu. Berdasarkan nilai hasil simulasi, diperoleh sejumlah nilai untuk pembuatan turbin air tipe crossflow yang meliputi diameter luar turbin 38,5 cm, diameter dalam turbin 25,3 cm, lebar turbin 20 cm, diameter poros turbin 20 mm, jarak antar sudu 7 cm, jari-jari kelengkungan sudu 6,27 cm, dan jumlah sudu sebanyak 18 buah. Berpedoman terhadap sejumlah nilai tersebut, maka dapat dilakukan pembuatan struktur fisis turbin air tipe crossflow.
Purwarupa Sistem Tertanam Berbasis Modul Arduino Terkendali melalui Smartphone Berbantuan Protokol Internet dan Bluetooth untuk Pengoperasian Actuator Cepi Hermawan; Bayu Adhi Prakosa; Ade Hendri Hendrawan; Arief Goeritno
JUTEKS Vol 8 No 2 (2021): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v8i2.16003

Abstract

Kinerja purwarupa sistem tertanam berbasis mikrokontroler untuk berbagai keperluan telah menjadi suatu keniscayaan. Berdasarkan hal itu, telah dibuat sebuah purwarupa sistem tertanam berbasis modul Arduiono UNO R3 yang terkendali melalui smartphone berbantuan protokol Internet dan Bluetoothuntuk pengoperasian actuator. Sasaran penelitian pada artikel ini, meliputi a) mengintegrasikan sejumlahperangkat elektronika, b) memrogram purwarupa sistem tertanam, dan c) mengukur kinerja purwarupa sistem tertanam. Pencapaian sasaran penelitian dilakukan melalui sejumlah tahapan dalam metode penelitian, yaitu (a) pengintegrasian komponen utama untuk keterbentukan sebuah perangkat dengan program tertanam dan pengawatan terintegrasi, (b) pemrograman terhadap purwarupa sistem berbasis Arduino IDE versi 1.6.0 dan aplikasi Basic4Android, dan (c) pengukuran kinerja purwarupa sistem tertanam untuk pengoperasian actuator melalui pemberian sejumlah kondisi. Hasil penelitian berupa perangkat elektronika berbentuk purwarupa dengan program tertanam berbasis Arduino IDE dan Basic4Android, sedangkan hasil pengukuran kinerja terhadap purwarupa sistem berupa keberhasilan keterhubungan melalui jalur Internet maupun Bluetooth. Berdasarkan hasil kinerja secara umum ditunjukkan, bahwa purwarupa sistem dapat digunakan untuk sistem pengoperasian actuator
KONSTRUKSI ROTOR MAGNET PERMANEN FLUKS RADIAL UNTUK ALTERNATOR FASE TUNGGAL Goeritno, Arief; Hidayat, Alfian
JUTEKS Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.725 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v3i2.330

Abstract

KONTRUKSI ROTOR MAGNET PERMANEN FLUKS RADIAL UNTUK ALTENATOR FASE TUNGGAL. Telah dibuat konstruksi rotor magnet permanen fluks radial untuk alternator fase-tunggal, melalui perolehan: 1) konstruksi rotor dengan magnet permanen fluks radial untuk alternator fase tunggal, 2) daya mekanis penggerak mula, 3) pengukuran kinerja alternator tanpa beban, dan 4) pengukuran kinerja alternator berbeban. Metode penelitian yang dilakukan pada tahapan pembuatan rotor, yaitu: (a) pembuatan pola rumah magnet, (b) pembuatan pola poros rotor, (c) pengukuran dimensi rotor, (d) pengerjaan rumah magnet dan poros rotor, dan (e) pemasangan magnet permanen pada rumah magnet. Langkah-langkah untuk perolehan daya mekanis penggerak mula, adalah: (a) rakitan rotor dan stator, dan (b) daya mekanis teoritis penggerak mula. Tahapan dalam pengukuran dan perhitungan kinerja alternator tanpa beban meliputi: (a) penggunaan penggerak mula, (b) koneksi penggerak mula ke poros rotor alternator, dan (c) nilai putaran poros, tegangan terminal, dan frekuensi alternator. Tahapan dalam pengukuran kinerja alternator berbeban meliputi: (a) pengukuran kinerja alternator berbeban tanpa pengontrolan putaran, dan (b) pengukuran kinerja alternator berbeban dengan pengontrolan putaran. Konstruksi rotor magnet permanen dilakukan dengan pembuatan pola rumah magnet pada rotor, agar dapat untuk penempatan jumlah maksimum magnet permanen yang berjumlah 12 (dua belas) dalam alur magnet. Hal itu didasarkan kepada keberadaan dimensi magnet permanen yang tersedia di pasaran. Ukuran alur tempat magnet, adalah 17 mm (lebar), 5 mm (tebal), dan 40 mm (panjang), sehingga diperoleh jarak antar setiap magnet 5,5 mm. Panjang rotor sesuai panjang inti stator (stator core). Panjang pola poros rotor sebesar 210 mm, terdiri atas tiga bentuk dengan dimensi berbeda. Diameter poros rotor dibuat dengan 3 ukuran yang berbeda, diantaranya 1 bagian dengan diameter 30 mm (panjang 60 mm) berfungsi sebagai dudukan rumah magnet, 2 bagian dengan diameter 20 mm (panjang 12 mm) berfungsi sebagai dudukan bearing, dan 2 bagian dengan diameter 19,4 mm (panjang 63 mm) berfungsi sebagai kopel ke penggerak mula dan dapat digunakan untuk tempat kipas jika diperlukan. Diameter rotor berdasarkan diameter dalam inti stator yang tersedia (87 mm), sedangkan panjang rotor mengacu pada panjang magnet permanen dan lebar inti stator. Diameter rotor harus lebih kecil dari diameter dalam stator dengan tujuan, agar diperoleh celah udara (air gap) antara inti rotor dan inti stator. Diameter inti rotor diperoleh sebesar 85 mm, sehingga diperoleh selisih 2 mm sebagai celah udara untuk dua sisi yang berseberangan. Pengukuran keliling rotor untuk penentuan letak magnet permanen dan ukuran alur-alur sebagai rumah magnet.
PROTOTIPE SISTEM PENGONTROLAN BERBASIS VOICE RECOGNITION SENSOR DAN MIKROKONTROLER UNTUK PENGOPERASIAN AKTUATOR Goeritno, Arief; Ginting2, Sandy Ferdiansyah
JUTEKS Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.997 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v3i2.331

Abstract

PROTOTIPE SISTEM PENGONTROLAN BERBASIS VOICE RECOGNITION SENSOR DAN MIKROKONTROLER UNTUK PENGOPERASIAN AKTUATOR. Telah dilakukan pembuatan prototype sistem pengontrolan pengoperasian actuator berbasis voice recognition sensor dan mikrokontroler, melalui langkah-langkah: (1) pengintegrasian voice recognition sensor ke sistem mikrokontroler, meliputi: (a) pengawatan sistem berbantuan program aplikasi Eagle, (b) pembuatan board untuk sistem mikrokontroler ATmega16, (c)pengawatan sistem, dan (d) penempatan voice recognition sensor pada sistem mikrokontroler ATmega16; (2) pembuatan program berbasis bahasa pemrograman BasCom, meliputi: (a) pembuatan diagram alir (algoritma), (b) penulisan sintaks, dan (c) uji verifikasi terhadap program berbasis bahasa BasCom yang telah dibuat ke dalam program aplikasi Proteus; (3) pengukuran kinerja sistem pengontrolan pengoperasian actuator berbasis voice recognition sensor dan mikrokontroler, meliputi: (a) pemantauan dan pengukuran kinerja sensor melalui simulasi pemberian suara terhadap sensor dan (b) penjelasan mekanisme pengontrolan lampu dan kipas berdasarkan keadaan yang dideteksi oleh sensor. Pengintegrasian sensor ke sistem mikrokontroler ATmega16 ditunjukan, bahwa port pada mikrokontroler ATmega16, digunakan untuk (i) catu daya dengan intergrate circuit (IC) regulator 7805, (ii) sensor voice recognition, (iii) downloader dan (iv) keluaran. Berkaitan dengan pemrograman mikrokontroler ATmega16 untuk pengoperasian sistem, dilakukan penanaman program berbasis bahasa BasCom melalui beberapa tahapan, yaitu: (i) konfigurasi pin, (ii) deklarasi variablel (peubah), (iii) deklarasi konstanta (tetapan), (iv) inisialisasi, (v) program utama, (vi) ambil data kirim data, dan (vii) keluaran. Hasil simulasi mendekati hasil yang di harapkan, sensor dapat membaca perintah yang kemudian dikirimkan ke sistem mikrokontroler
KELAYAKAN OPERASI PEMUTUS TENAGA (PMT) TEGANGAN EKSTRA TINGGI BERMEDIA GAS SULPHUR HEXAFLOURITE (SF6) BERDASARKAN KUALITAS GAS, KESEREMPAKAN TITIK TITIK KONTAK, DAN PARAMETER RESISTANS Goeritno, M.T., Arief; Irawan Syaputra, Bambang
JUTEKS Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.235 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v1i1.740

Abstract

KELAYAKAN OPERASI PEMUTUS TENAGA (PMT) TEGANGAN EKSTRA TINGGI BERMEDIA GAS SULPHUR HEXAFLOURITE (SF6) BERDASARKAN KUALITAS GAS, KESEREMPAKAN TITIK TITIK KONTAK, DAN PARAMETER RESISTANS. Telah dilakukan penelitian terhadap kelayakan operasi pemutus tenaga tegangan tinggi bermedia gas SF6 didasarkan kepada kualitas gas, keserempakan operasi titik-titik kontak, dan nilai-nilai resistans. Metode Penelitian untuk perolehan tujuan penelitian, yaitu: 1) pengukuran terhadap kualitas gas yang meliputi beberapa parameter, yaitu (i) tekanan gas, (ii) kemurnian gas, (iii) titik kelembaban gas dan kandungan uap air (moisture content), dan (iv) nilai dekomposisi produk; 2) pengukuran terhadap keserempakan operasi kontak-kontak saat pembukaan/penutupan PMT, yaitu saat masing-masing pole membuka atau menutup yang berupa selisih waktu (pertama dan terakhir) menggunakan circuit-breaker analyzer; dan 3) pengukuran yang dilakukan untuk perolehan nilai resistans: (a) terminal atas per fase dan casing (body) atau titik pembumian; (b) terminal bawah per fase dan casing (body) atau titik pembumian; dan (c) terminal fase bagian atas dan bawah (Ra-Rb, Sa-Sb, Ta-Tb). Hasil pengukuran terhadap gas SF6 yang meliputi: (i) tekanan sebesar 7,3 bar, (ii) impuritas berkisar 98,4 sampai 98,9%, (iii) titik humiditas berkisar -41 sampai -45 0C, (iv) kandungan uap air berkisar 80-104, dan (v) produk dekomposisi berkisar 33 sampai 100. Keserempakan operasi titik-titik kontak pemutus tenaga adalah nilai ?t yang berkisar 0,2 sampai 0,4 milidetik. Nilai-nilai resistans berupa (a) resistans isolasi berkisar 97.000 sampai 393.000 M?, (b) resistans kontak berkisar 52 sampai 57 ??, dan (c) resistans pebumian bernilai 0,5 ?. Berdasarkan hasil tersebut, maka disimpulkan berkenaan dengan kualitas gas SF6: (i) tekanan minimum 7,2 bar untuk kondisi trip dan 7,3 untuk kondisi alarm, (ii) impuritas masih dibawah nilai standarnya (97%), (iii) titik humiditas masih lebih baik, karena maksimum -5 0C, (iv) kandungan uap air masih dibawah nilai maksimumnya (840), dan (v) produk dekomposisi masih dibawah nilai maksimumnya (1000). Keserempakan operasi titik-titik kontak pemutus tenaga masih memenuhi syarat,karena nilai ?t yang terukur masih sesuai standarnya yang kurang dari 10 milidetik. Nilai-nilai resistans berupa (a) resistans isolasi masih sesuai standar, dimana standar ANSI diatas 2.000 M? dan PLN pada 2.000 M?, (b) resistans kontak masih sesuai standar, dimana standar ANSI dibawah 90 ?? dan PLN pada 100 ??, dan (c) resistans pebumian masih memenuhi standarnya, dimana nilai maksimum yang ditetapkan adalah 5 ?.
KRITERIA LAIK FUNGSI SISTEM KELISTRIKAN UNTUK BANGUNAN BERTINGKAT PADA GEDUNG ASRAMA SEKOLAH TINGGI TRANSPORTASI DARAT Tinofa, Alfa Ramada; Goeritno, Arief
JUTEKS Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v9i1.13499

Abstract

Perencanaan sistem kelistrikan pada bangunanbertingkat pada Gedung Asrama Sekolah TinggiTransportasi Darat di Bekasi merupakan implementasikriteria laik fungsi terhadap sebuah bangunan gedung. Sasaran penelitian meliputi (i) perhitungan kebutuhandaya listrik, (ii) rancangan instalasi sistem kelistrikan, dan(iii) pembuatan gambar diagram pengawatan. Untukpencapaian sasaran penelitian dilakukan melalui metodepenelitian dan pengambilan data, berdasarkan setiapsasaran penelitian. Kebutuhan daya listrik dilakukanmelalui penentuan beban-beban listrik dan kebutuhandaya setiap lantai. Rancangan instalasi dilakukan melaluipembauatn gambar denah dan penentuan letak titik lampudan kotak kontak. Gambar diagram pengawatan dilakukanmelalui perhitungan daya setiap kelompok beban dan danpenentuan jalur kelistrikan. Hasil perhitungan terhadapdaya lsitrik yang dibutuhkan terdistribusi di setiap lantai.Total kebutuhan daya listrik sebesar 376,02 kVA (sistemfase-tiga), sehingga perlu dipasang transformatordistribusi dengan kapasitas sebesar 400 kVA danpemilihan kubikel tegangan menengah dengankemampuan hingga 400 ampere. Instalasi dan sistemkelistrikan
Rekondisi Rumah dan Inti Stator Bekas dan Rekonstruksi Koil untuk Keterbentukan Struktur Belitan Stator Alternator Fasetunggal Marjuki, Marjuki; Hidayat , Alfian; Goeritno, Arief
JUTEKS Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v10i1.14267

Abstract

Work on the physical conditioning of the used stator housing and core and the reconstruction of a number of coils can be carried out for the establishment of a single-phase alternator stator winding structure. This work has been carried out in order to achieve two research objectives, namely (i) to recondition the physical condition of the used stator housing and core and (ii) to reconstructa number of coils in the stator core. The research method for fulfilling the reconditioning stages includes cleaning the used stator housing and core, determining grooves, calculating and manufacturing for coil availability adjusted to the number of poles and coil winding type, installing the stator winding structure, and the calculation process in coil manufacture. Fulfillment of the stages ofreconstruction of the coil at the stator core, including the installation of insulation, manufacture of a number of coils according to the determination of the number of poles, installation, connection and bonding of the coils, and calculation of the theoretical value of the output voltage and power.
Co-Authors Abdul Rahman Achmad Faris Nasyarudin Afandi, Muhammad Yusuf Ahmad Fauji Ahmad Suhaedi Ahya Ibadina Syahida Alfa Ramada Tinofa Alfian - Hidayat Alfian Hidayat Anang Dwi Purnomo Annisa, Sarah Chairul Ayumi Johan Ayumi Johan Ayumi Johan Azama, Irham Muhammad Bayu Adhi Prakosa Bayu Adhi Prakosha Bayu Arief Prakoso Bayu Arief Prakoso Cepi Hermawan Chayati, Nurul Danang Adi Nugroho Darussalam Darussalam Dian Anwar Dian Wulandari Difa Faradila Dwi Jatmiko Nugroho Dwi Suhartono Dwi Suhartono Dwi Suhartono Eko Hadi Purwanto Eko Hadi Purwanto, Eko Ersa Buyung Miranda Fauzan Shulhan Febby Hendrian Febby Hendryan Febriansyah, Rediatna Felix Adityo Rachman Fiqwananda, Hakim Fithri Muliawati Fitriani Fitriani Ginting, Sandy Ferdiansyah Ginting2, Sandy Ferdiansyah Hakim Fiqwananda Haqieqi, Jiqie Jihad Hary Adnan Fazry Hendrawan, A. Hendri Hendrian, Febby Hidayat , Alfian Ichsan Maulana Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Setyawibawa Ika Setyawibawa Ika Setyawibawa Indriya Indriya Indriya Inggar Ibn Albar Irawan Syaputra, Bambang Irham Muhammad Azama Irvan Mustofa Irvan Mustofa Irwan Nugraha Joki Irawan Lucky Hardian Luh Putu Ratna Sundari Luluk Dianarini Marjuki - - Marjuki Marjuki Marjuki Marjuki Maulana, Muhammad Azril Mohammad Risnandar Muchammad Takdir Sholehati Muchammad Takdir Sholehati Muhamad Lutfi Muhamad Wildan Muhamad Wildan Muhammad Alif Novianto Muhammad Azril Maulana Muhammad Azril Maulana MUHAMMAD YUSUF Muhammad Yusuf Afandi Muhathir, Muhathir Muhidin Muhidin Muhtarom, Amin Nesia Andriana Nesia Andriana Nugroho Adi Wicaksono Nuraeni, Frieda Nursyamsu Mahyuddin P, Eko Hadi P, Eko Hadi Pratiwi Pratiwi Prawitra Azhari Robby Puspa Eosina Rakhmad Yatim Rakhmad Yatim Rakhmad Yatim Rakhmad Yatim Rakhmad Yatim Ramadhan, Afham Rendy Munadi Rezi Setria Ridwan Arief Subekti Ritzkal, Ritzkal Riyandar Riyandar Roy Waluyo Roy Waluyo Rudi Irawan Rulhendri Rulhendri Ruslan Effendi Ruslan Effendi Sandi Tirta Sandy Ferdiansyah Ginting2 Setyawan Widyarto Setyawibawa, Ika Setyawibawa, Ika Setyawibawa, Ika Setyorini Shulhan, Fauzan Soekarna, Wishnu Kurniawan Sopyandi Sopyandi Sopyandi, Sopyandi Suhendri Suhendri Suratun Suratun Surya Pratama Syaiful Syaiful Syofyan Rasiman Syofyan Rasiman Syofyan Rasiman Tapip Hendrawan Tinofa, Alfa Ramada Walad Ahsani Wicaksono, Nugroho Adi Widdy Tanzila Yudha Herutama Yuggo Afrianto Yuhefizar Yuhefizar Zaky Komara