Claim Missing Document
Check
Articles

KONSTRUKSI ROTOR MAGNET PERMANEN FLUKS RADIAL UNTUK ALTERNATOR FASE TUNGGAL Goeritno, Arief; Hidayat, Alfian
JUTEKS Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.725 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v3i2.330

Abstract

KONTRUKSI ROTOR MAGNET PERMANEN FLUKS RADIAL UNTUK ALTENATOR FASE TUNGGAL. Telah dibuat konstruksi rotor magnet permanen fluks radial untuk alternator fase-tunggal, melalui perolehan: 1) konstruksi rotor dengan magnet permanen fluks radial untuk alternator fase tunggal, 2) daya mekanis penggerak mula, 3) pengukuran kinerja alternator tanpa beban, dan 4) pengukuran kinerja alternator berbeban. Metode penelitian yang dilakukan pada tahapan pembuatan rotor, yaitu: (a) pembuatan pola rumah magnet, (b) pembuatan pola poros rotor, (c) pengukuran dimensi rotor, (d) pengerjaan rumah magnet dan poros rotor, dan (e) pemasangan magnet permanen pada rumah magnet. Langkah-langkah untuk perolehan daya mekanis penggerak mula, adalah: (a) rakitan rotor dan stator, dan (b) daya mekanis teoritis penggerak mula. Tahapan dalam pengukuran dan perhitungan kinerja alternator tanpa beban meliputi: (a) penggunaan penggerak mula, (b) koneksi penggerak mula ke poros rotor alternator, dan (c) nilai putaran poros, tegangan terminal, dan frekuensi alternator. Tahapan dalam pengukuran kinerja alternator berbeban meliputi: (a) pengukuran kinerja alternator berbeban tanpa pengontrolan putaran, dan (b) pengukuran kinerja alternator berbeban dengan pengontrolan putaran. Konstruksi rotor magnet permanen dilakukan dengan pembuatan pola rumah magnet pada rotor, agar dapat untuk penempatan jumlah maksimum magnet permanen yang berjumlah 12 (dua belas) dalam alur magnet. Hal itu didasarkan kepada keberadaan dimensi magnet permanen yang tersedia di pasaran. Ukuran alur tempat magnet, adalah 17 mm (lebar), 5 mm (tebal), dan 40 mm (panjang), sehingga diperoleh jarak antar setiap magnet 5,5 mm. Panjang rotor sesuai panjang inti stator (stator core). Panjang pola poros rotor sebesar 210 mm, terdiri atas tiga bentuk dengan dimensi berbeda. Diameter poros rotor dibuat dengan 3 ukuran yang berbeda, diantaranya 1 bagian dengan diameter 30 mm (panjang 60 mm) berfungsi sebagai dudukan rumah magnet, 2 bagian dengan diameter 20 mm (panjang 12 mm) berfungsi sebagai dudukan bearing, dan 2 bagian dengan diameter 19,4 mm (panjang 63 mm) berfungsi sebagai kopel ke penggerak mula dan dapat digunakan untuk tempat kipas jika diperlukan. Diameter rotor berdasarkan diameter dalam inti stator yang tersedia (87 mm), sedangkan panjang rotor mengacu pada panjang magnet permanen dan lebar inti stator. Diameter rotor harus lebih kecil dari diameter dalam stator dengan tujuan, agar diperoleh celah udara (air gap) antara inti rotor dan inti stator. Diameter inti rotor diperoleh sebesar 85 mm, sehingga diperoleh selisih 2 mm sebagai celah udara untuk dua sisi yang berseberangan. Pengukuran keliling rotor untuk penentuan letak magnet permanen dan ukuran alur-alur sebagai rumah magnet.
PROTOTIPE SISTEM PENGONTROLAN BERBASIS VOICE RECOGNITION SENSOR DAN MIKROKONTROLER UNTUK PENGOPERASIAN AKTUATOR Goeritno, Arief; Ginting2, Sandy Ferdiansyah
JUTEKS Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.997 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v3i2.331

Abstract

PROTOTIPE SISTEM PENGONTROLAN BERBASIS VOICE RECOGNITION SENSOR DAN MIKROKONTROLER UNTUK PENGOPERASIAN AKTUATOR. Telah dilakukan pembuatan prototype sistem pengontrolan pengoperasian actuator berbasis voice recognition sensor dan mikrokontroler, melalui langkah-langkah: (1) pengintegrasian voice recognition sensor ke sistem mikrokontroler, meliputi: (a) pengawatan sistem berbantuan program aplikasi Eagle, (b) pembuatan board untuk sistem mikrokontroler ATmega16, (c)pengawatan sistem, dan (d) penempatan voice recognition sensor pada sistem mikrokontroler ATmega16; (2) pembuatan program berbasis bahasa pemrograman BasCom, meliputi: (a) pembuatan diagram alir (algoritma), (b) penulisan sintaks, dan (c) uji verifikasi terhadap program berbasis bahasa BasCom yang telah dibuat ke dalam program aplikasi Proteus; (3) pengukuran kinerja sistem pengontrolan pengoperasian actuator berbasis voice recognition sensor dan mikrokontroler, meliputi: (a) pemantauan dan pengukuran kinerja sensor melalui simulasi pemberian suara terhadap sensor dan (b) penjelasan mekanisme pengontrolan lampu dan kipas berdasarkan keadaan yang dideteksi oleh sensor. Pengintegrasian sensor ke sistem mikrokontroler ATmega16 ditunjukan, bahwa port pada mikrokontroler ATmega16, digunakan untuk (i) catu daya dengan intergrate circuit (IC) regulator 7805, (ii) sensor voice recognition, (iii) downloader dan (iv) keluaran. Berkaitan dengan pemrograman mikrokontroler ATmega16 untuk pengoperasian sistem, dilakukan penanaman program berbasis bahasa BasCom melalui beberapa tahapan, yaitu: (i) konfigurasi pin, (ii) deklarasi variablel (peubah), (iii) deklarasi konstanta (tetapan), (iv) inisialisasi, (v) program utama, (vi) ambil data kirim data, dan (vii) keluaran. Hasil simulasi mendekati hasil yang di harapkan, sensor dapat membaca perintah yang kemudian dikirimkan ke sistem mikrokontroler
KELAYAKAN OPERASI PEMUTUS TENAGA (PMT) TEGANGAN EKSTRA TINGGI BERMEDIA GAS SULPHUR HEXAFLOURITE (SF6) BERDASARKAN KUALITAS GAS, KESEREMPAKAN TITIK TITIK KONTAK, DAN PARAMETER RESISTANS Goeritno, M.T., Arief; Irawan Syaputra, Bambang
JUTEKS Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.235 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v1i1.740

Abstract

KELAYAKAN OPERASI PEMUTUS TENAGA (PMT) TEGANGAN EKSTRA TINGGI BERMEDIA GAS SULPHUR HEXAFLOURITE (SF6) BERDASARKAN KUALITAS GAS, KESEREMPAKAN TITIK TITIK KONTAK, DAN PARAMETER RESISTANS. Telah dilakukan penelitian terhadap kelayakan operasi pemutus tenaga tegangan tinggi bermedia gas SF6 didasarkan kepada kualitas gas, keserempakan operasi titik-titik kontak, dan nilai-nilai resistans. Metode Penelitian untuk perolehan tujuan penelitian, yaitu: 1) pengukuran terhadap kualitas gas yang meliputi beberapa parameter, yaitu (i) tekanan gas, (ii) kemurnian gas, (iii) titik kelembaban gas dan kandungan uap air (moisture content), dan (iv) nilai dekomposisi produk; 2) pengukuran terhadap keserempakan operasi kontak-kontak saat pembukaan/penutupan PMT, yaitu saat masing-masing pole membuka atau menutup yang berupa selisih waktu (pertama dan terakhir) menggunakan circuit-breaker analyzer; dan 3) pengukuran yang dilakukan untuk perolehan nilai resistans: (a) terminal atas per fase dan casing (body) atau titik pembumian; (b) terminal bawah per fase dan casing (body) atau titik pembumian; dan (c) terminal fase bagian atas dan bawah (Ra-Rb, Sa-Sb, Ta-Tb). Hasil pengukuran terhadap gas SF6 yang meliputi: (i) tekanan sebesar 7,3 bar, (ii) impuritas berkisar 98,4 sampai 98,9%, (iii) titik humiditas berkisar -41 sampai -45 0C, (iv) kandungan uap air berkisar 80-104, dan (v) produk dekomposisi berkisar 33 sampai 100. Keserempakan operasi titik-titik kontak pemutus tenaga adalah nilai ?t yang berkisar 0,2 sampai 0,4 milidetik. Nilai-nilai resistans berupa (a) resistans isolasi berkisar 97.000 sampai 393.000 M?, (b) resistans kontak berkisar 52 sampai 57 ??, dan (c) resistans pebumian bernilai 0,5 ?. Berdasarkan hasil tersebut, maka disimpulkan berkenaan dengan kualitas gas SF6: (i) tekanan minimum 7,2 bar untuk kondisi trip dan 7,3 untuk kondisi alarm, (ii) impuritas masih dibawah nilai standarnya (97%), (iii) titik humiditas masih lebih baik, karena maksimum -5 0C, (iv) kandungan uap air masih dibawah nilai maksimumnya (840), dan (v) produk dekomposisi masih dibawah nilai maksimumnya (1000). Keserempakan operasi titik-titik kontak pemutus tenaga masih memenuhi syarat,karena nilai ?t yang terukur masih sesuai standarnya yang kurang dari 10 milidetik. Nilai-nilai resistans berupa (a) resistans isolasi masih sesuai standar, dimana standar ANSI diatas 2.000 M? dan PLN pada 2.000 M?, (b) resistans kontak masih sesuai standar, dimana standar ANSI dibawah 90 ?? dan PLN pada 100 ??, dan (c) resistans pebumian masih memenuhi standarnya, dimana nilai maksimum yang ditetapkan adalah 5 ?.
KRITERIA LAIK FUNGSI SISTEM KELISTRIKAN UNTUK BANGUNAN BERTINGKAT PADA GEDUNG ASRAMA SEKOLAH TINGGI TRANSPORTASI DARAT Tinofa, Alfa Ramada; Goeritno, Arief
JUTEKS Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v9i1.13499

Abstract

Perencanaan sistem kelistrikan pada bangunanbertingkat pada Gedung Asrama Sekolah TinggiTransportasi Darat di Bekasi merupakan implementasikriteria laik fungsi terhadap sebuah bangunan gedung. Sasaran penelitian meliputi (i) perhitungan kebutuhandaya listrik, (ii) rancangan instalasi sistem kelistrikan, dan(iii) pembuatan gambar diagram pengawatan. Untukpencapaian sasaran penelitian dilakukan melalui metodepenelitian dan pengambilan data, berdasarkan setiapsasaran penelitian. Kebutuhan daya listrik dilakukanmelalui penentuan beban-beban listrik dan kebutuhandaya setiap lantai. Rancangan instalasi dilakukan melaluipembauatn gambar denah dan penentuan letak titik lampudan kotak kontak. Gambar diagram pengawatan dilakukanmelalui perhitungan daya setiap kelompok beban dan danpenentuan jalur kelistrikan. Hasil perhitungan terhadapdaya lsitrik yang dibutuhkan terdistribusi di setiap lantai.Total kebutuhan daya listrik sebesar 376,02 kVA (sistemfase-tiga), sehingga perlu dipasang transformatordistribusi dengan kapasitas sebesar 400 kVA danpemilihan kubikel tegangan menengah dengankemampuan hingga 400 ampere. Instalasi dan sistemkelistrikan
Rekondisi Rumah dan Inti Stator Bekas dan Rekonstruksi Koil untuk Keterbentukan Struktur Belitan Stator Alternator Fasetunggal Marjuki, Marjuki; Hidayat , Alfian; Goeritno, Arief
JUTEKS Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v10i1.14267

Abstract

Work on the physical conditioning of the used stator housing and core and the reconstruction of a number of coils can be carried out for the establishment of a single-phase alternator stator winding structure. This work has been carried out in order to achieve two research objectives, namely (i) to recondition the physical condition of the used stator housing and core and (ii) to reconstructa number of coils in the stator core. The research method for fulfilling the reconditioning stages includes cleaning the used stator housing and core, determining grooves, calculating and manufacturing for coil availability adjusted to the number of poles and coil winding type, installing the stator winding structure, and the calculation process in coil manufacture. Fulfillment of the stages ofreconstruction of the coil at the stator core, including the installation of insulation, manufacture of a number of coils according to the determination of the number of poles, installation, connection and bonding of the coils, and calculation of the theoretical value of the output voltage and power.
Pemanfaatan Switch Mode Power Supply Berbantuan Mikrokontroler untuk Penginjeksian Tegangan Impuls pada Lightning Strike Counter Febriansyah, Rediatna; Goeritno, Arief
Jurnal EECCIS (Electrics, Electronics, Communications, Controls, Informatics, Systems) Vol. 13 No. 3 (2019)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jeeccis.v13i3.581

Abstract

Telah dibuat perangkat perangkat switch mode power supply dalam sebuah sistem minimum berbantuan mikrokontroler Arduino NANO V3.0 untuk penginjeksian tegangan impuls sebagai simulasi fenomena keberadaan tegangan impuls pada lightning arrester yang dideteksi oleh lightning strike counter. Perangkat terdiri atas ac to dc converter dan sistem baterai, dc to dc converter, sistem mikrokontroler dan liquid crystal display, dan rangkaian pembangkitan tegangan tinggi arus searah. Tegangan tinggi arus searah sebesar 5000 volt mampu dihasilkan oleh perangkat ini dan dapat digunakan untuk fenomena tegangan impuls terhadap lightning strike counter sebagai bentuk pemberian simulasi yang mampu dideteksi dan direkam pada lightning strike counter.
Pemasangan Solar Panel Untuk Sistem Charging Power Station di Kawasan Ekowisata Gunung Kuta, Kabupaten Bogor Goeritno, Arief; Maulana, Muhammad Azril; Shulhan, Fauzan; Fiqwananda, Hakim
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, Volume 2 Nomor 2, Desember 2
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/teras.0202.04

Abstract

Abstract Installing solar panels to obtain electrical power through the implementation of Community Service Program (CSP, Kuliah Kerja Nyata, KKN) activities is a form of effort to exploit electrical resources. Since it is still very difficult to find electrical power in open areas in ecotourism areas, this KKN activity can provide the resources that the community in the Ecotourism Area of Gunung Kuta, Cibadak Village, Sukamakmur Subdistrict, District of Bogor, Province of Jawa Barat, really needs. The implementation of the installation of solar panels for the charging power station (CPS) system is based on two activity implementation targets, namely (a) the assembly and installation of the CPS system and (b) the creation of electrical cable installation routes and the utilization of electrical power. The activity implementation method is in the form of six work steps in sequence to achieve two targets, namely (i) installation of solar panels, (ii) placement of solar charge controllers (SCC) and single-phase inverters, (iii) placement of control panels, (iv) installation and placement of batteries, (v) creation of cable routes for electrical power installations, and (vi) installation of electrical loads and observation of loading times. The results of activities related to the first activity target (assembly and installation of the CPS system) include (a) the installation and placement of solar panels with support poles on community agricultural land locations with connection via 2 x 1.5 mm2 electrical power cables because they are separate from the placement control panel at a distance of fifty meters; (a2) the installation of a solar charge controller (SCC) and single-phase inverter on the control panel; (a3) the placement of |83Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian MasyarakatVolume 2Nomor2, Desember2023the control panel in a special place protected from heat and rain; and (a4) the installation and battery placement to provide electrical power in a stable condition and for a long time. For implementation related to the second activity target (creating electrical cable installation routes and utilizing electrical power), including (b1) creating electrical installations with 2 x 1.5 mm2 electrical power cables and installing a number of points for lighting lamps and contact boxes (outlets) for charger purposes, (b2) observation of the solar panel system when there are electrical loads in the form of light-emitting diode (LED) type lamps and loading from the charger system for a number of mobile phones Based on the results and discussion, it can be concluded that the achievement of installing solar panels and charge controllers that are integrated with batteries and inverters, then connected to the electrical power cable installation route, and providing power for electrical loads is the result of activities that can be used for local lighting and charging batteries. Abstrak Pemasangan panel surya untuk perolehan daya listrik melalui pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk sebuah upaya untuk pengusahaan sumber daya listrik. Keberadaan daya listrik di ruang terbuka kawasan ekowisata masih sangat sulit ditemukan, sehingga melalui kegiatan KKN ini dapat disediakan sumberdaya yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di Kawasan Ekowisata Gunung Kuta, Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pelaksanaan pemasangan panel surya untuk keperluan sistem Charging Power Station (CPS) didasari oleh dua sasaran pelaksanaan kegiatan, yaitu (a) perakitan dan pemasangan sistem CPS dan (b) pembuatan jalur instalasi kabel listrik dan pemanfaatan daya listrik. Metode pelaksanaan kegiatan berupa enam langkah pengerjaan dengan urutan untuk pencapaian dua sasaran, yaitu (i) pemasangan solar panel, (ii) penempatan solar charge controller (SCC) dan inverter fase-tunggal, (iii) penempatan panel kontrol, (iv) pemasangan dan penempatan baterai, (v) pembuatan jalur kabel untuk instalasi daya listrik, dan (vi) pemasangan beban-beban listrik dan pengamatan saat pembebanan. Hasil kegiatan terkait dengan sasaran kegiatan pertama (perakitan dan pemasangan sistem CPS), meliputi (a1) pemasangan dan penempatan solar panel dengan tiang penyangga pada lokasi lahan pertanian masyarakat dengan penghubungan melalui kabel daya listrik ukuran 2 x 1,5 mm2, karena terpisah dari penempatan panel kontrol dengan jarak lima puluh meter, (a2) pemasangan solar charge controller (SCC) dan inverter fase-tunggal pada panel kontrol, (a3) penempatan panel kontrol di tempat khusus yang terlindungi dari kondisi panas dan hujan, dan (a4) pemasangan dan penempatan baterai, agar penyediaan daya listrik dengan kondisi stabil dan dalam waktu lama. Untuk pelaksanaan yang berkaitan dengan sasaran kegiatan kedua (pembuatan jalur instalasi kabel listrik dan pemanfaatan daya listrik), meliputi (b1) pembuatan instalasi listrik dengan kabel daya listrik ukuran 2 x 1,5 mm2 dan pemasangan sejumlah titik untuk lampu penerangan dan kotak kontak (outlet) untuk keperluan charger, (b2) pengamatan terhadap sistem solar panel ketika terdapat beban-beban listrik berupa lampu jenis light emitting diode (LED) dan pembebanan dari sistem charger untuk sejumlah telepon genggam. Berdasarkan hasil dan diskusi dapat ditarik kesimpulan, bahwa ketercapaian pemasangan solar panel dan charge controller yang diintegrasikan dengan baterai dan inverter, selanjutnya dihubungkan ke jalur instalasi kabel daya listrik dan pemberian daya untuk beban-beban listrik merupakan hasil kegiatan yang dapat digunakan untuk penerangan setempat dan pengisian baterai.
PABRIKASI SISTEM MINIMUM UNTUK OBSERVASI PROSES CHARGING DAN DISCHARGING SECARA REAL-TIME PADA SISTEM BATERAI DI GARDU INDUK BOGOR BARU Difa Faradila; Arief Goeritno
JUTEKS Vol 12 No 2 (2025): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keandalan pasokan daya DC di gardu induk sangat penting untuk menjaga kinerja peralatan proteksi dan kendali agar tetap beroperasi saat sumber utama terganggu. Baterai cadangan menjadi sumber daya utama ketika terjadi gangguan, sehingga kondisi dan performanya perlu dipantau secara berkala. Pemantauan manual yang masih banyak digunakan dinilai kurang efisien karena tidak memberikan data secara real-time. Penelitian ini merancang sistem minimum untuk observasi proses charging dan discharging pada baterai di Gardu Induk Bogor Baru. Perancangan dilakukan menggunakan Arduino Mega Pro 2560 sebagai unit utama untuk membaca data sensor tegangan dan arus, serta modul ESP32 sebagai perangkat komunikasi untuk menampilkan data secara real-time pada platform Blynk IoT. Proses penelitian dilakukan melalui tiga tahap, yaitu perancangan perangkat, pemrograman mikrokontroler, dan pengujian sistem terhadap berbagai kondisi kerja baterai. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi status baterai pada kondisi charging, discharging, undervoltage, dan full secara akurat. Data pengukuran tegangan dan arus dapat ditampilkan secara langsung melalui LCD dan dashboard Blynk IoT. Kalibrasi sensor menunjukkan tingkat kesalahan pengukuran di bawah 1% yang masih berada dalam batas toleransi normal ±5%. Sistem juga mampu memberikan notifikasi status secara otomatis sesuai kondisi baterai. Persentase keberhasilan sistem mencapai 100% pada seluruh skenario pengujian. Integrasi perangkat keras dan platform IoT berjalan stabil tanpa gangguan konektivitas. Sistem mampu menampilkan data pengukuran secara kontinu dan real-time selama pengujian. Kinerja sistem menunjukkan peningkatan efisiensi dan akurasi pemantauan dibanding metode manual. Dengan demikian, sistem ini dapat dijadikan sebagai media monitoring yang efektif untuk mendukung pemeliharaan baterai di gardu induk. Penelitian ini juga dapat menjadi dasar pengembangan fitur penyimpanan data historis dan pengendalian jarak jauh. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan pasokan daya DC pada fasilitas tenaga listrik. Keywords: Baterai, charging, discharging, monitoring, Arduino Mega Pro 2560
PABRIKASI SISTEM MINIMUM UNTUK OBSERVASI PROSES CHARGING DAN DISCHARGING SECARA REAL-TIME PADA SISTEM BATERAI DI GARDU INDUK BOGOR BARU Difa Faradila; Arief Goeritno
JUTEKS Vol 12 No 2 (2025): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keandalan pasokan daya DC di gardu induk sangat penting untuk menjaga kinerja peralatan proteksi dan kendali agar tetap beroperasi saat sumber utama terganggu. Baterai cadangan menjadi sumber daya utama ketika terjadi gangguan, sehingga kondisi dan performanya perlu dipantau secara berkala. Pemantauan manual yang masih banyak digunakan dinilai kurang efisien karena tidak memberikan data secara real-time. Penelitian ini merancang sistem minimum untuk observasi proses charging dan discharging pada baterai di Gardu Induk Bogor Baru. Perancangan dilakukan menggunakan Arduino Mega Pro 2560 sebagai unit utama untuk membaca data sensor tegangan dan arus, serta modul ESP32 sebagai perangkat komunikasi untuk menampilkan data secara real-time pada platform Blynk IoT. Proses penelitian dilakukan melalui tiga tahap, yaitu perancangan perangkat, pemrograman mikrokontroler, dan pengujian sistem terhadap berbagai kondisi kerja baterai. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi status baterai pada kondisi charging, discharging, undervoltage, dan full secara akurat. Data pengukuran tegangan dan arus dapat ditampilkan secara langsung melalui LCD dan dashboard Blynk IoT. Kalibrasi sensor menunjukkan tingkat kesalahan pengukuran di bawah 1% yang masih berada dalam batas toleransi normal ±5%. Sistem juga mampu memberikan notifikasi status secara otomatis sesuai kondisi baterai. Persentase keberhasilan sistem mencapai 100% pada seluruh skenario pengujian. Integrasi perangkat keras dan platform IoT berjalan stabil tanpa gangguan konektivitas. Sistem mampu menampilkan data pengukuran secara kontinu dan real-time selama pengujian. Kinerja sistem menunjukkan peningkatan efisiensi dan akurasi pemantauan dibanding metode manual. Dengan demikian, sistem ini dapat dijadikan sebagai media monitoring yang efektif untuk mendukung pemeliharaan baterai di gardu induk. Penelitian ini juga dapat menjadi dasar pengembangan fitur penyimpanan data historis dan pengendalian jarak jauh. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan pasokan daya DC pada fasilitas tenaga listrik. Keywords: Baterai, charging, discharging, monitoring, Arduino Mega Pro 2560
Explaining the Existence of Lightning: Literature Review and an Example of Calculating the Efficiency Value of a Detection System Goeritno, Arief; Azama, Irham Muhammad
Journal of Applied Science and Advanced Engineering Vol. 2 No. 1 (2024): JASAE: March 2024
Publisher : Master Program in Mechanical Engineering, Gunadarma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59097/jasae.v2i1.30

Abstract

The existence of lightning as atmospheric electricity should be thoroughly reviewed concerning the process of going over a subject again in a study that can explain its existence. A review in the form of presenting the State-of-the-Art (SotA) of the existence of lightning with objectives is examined, which includes the description of (i) the forming Cumulonimbus (Cb) clouds and lightning generation; (ii) the principles of electromagnetic field measurement; and (iii) the lightning strike detection systems and an example of calculating the efficiency value. A researcher's algorithm for carrying out the study takes the shape of achievement and adherence to explain in the form of literature reviews. Therefore, a flowchart based on the form algorithm can be created. The results and discussion of three main things related to explaining the existence of lightning as atmospheric electricity include forming Cb cloud and lightning generation, electromagnetic field measurement principles, and lightning strike detection systems, which are equipped with an example of calculating the efficiency value. Based on the discussion of three main things, it can be concluded that explanations of many kinds of literature reviewed can elaborate an understanding of the existence of lightning.
Co-Authors Abdul Rahman Achmad Faris Nasyarudin Afandi, Muhammad Yusuf Ahmad Fauji Ahmad Suhaedi Ahya Ibadina Syahida Alfa Ramada Tinofa Alfian - Hidayat Alfian Hidayat Anang Dwi Purnomo Annisa, Sarah Chairul Ayumi Johan Ayumi Johan Ayumi Johan Azama, Irham Muhammad Bayu Adhi Prakosa Bayu Adhi Prakosha Bayu Arief Prakoso Bayu Arief Prakoso Cepi Hermawan Chayati, Nurul Danang Adi Nugroho Darussalam Darussalam Dian Anwar Dian Wulandari Difa Faradila Dwi Jatmiko Nugroho Dwi Suhartono Dwi Suhartono Dwi Suhartono Eko Hadi Purwanto Eko Hadi Purwanto, Eko Ersa Buyung Miranda Fauzan Shulhan Febby Hendrian Febby Hendryan Febriansyah, Rediatna Felix Adityo Rachman Fiqwananda, Hakim Fithri Muliawati Fitriani Fitriani Ginting, Sandy Ferdiansyah Ginting2, Sandy Ferdiansyah Hakim Fiqwananda Haqieqi, Jiqie Jihad Hary Adnan Fazry Hendrawan, A. Hendri Hendrian, Febby Hidayat , Alfian Ichsan Maulana Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Setyawibawa Ika Setyawibawa Ika Setyawibawa Indriya Indriya Indriya Inggar Ibn Albar Irawan Syaputra, Bambang Irham Muhammad Azama Irvan Mustofa Irvan Mustofa Irwan Nugraha Joki Irawan Lucky Hardian Luh Putu Ratna Sundari Luluk Dianarini Marjuki - - Marjuki Marjuki Marjuki Marjuki Maulana, Muhammad Azril Mohammad Risnandar Muchammad Takdir Sholehati Muchammad Takdir Sholehati Muhamad Lutfi Muhamad Wildan Muhamad Wildan Muhammad Alif Novianto Muhammad Azril Maulana Muhammad Azril Maulana MUHAMMAD YUSUF Muhammad Yusuf Afandi Muhathir, Muhathir Muhidin Muhidin Muhtarom, Amin Nesia Andriana Nesia Andriana Nugroho Adi Wicaksono Nuraeni, Frieda Nursyamsu Mahyuddin P, Eko Hadi P, Eko Hadi Pratiwi Pratiwi Prawitra Azhari Robby Puspa Eosina Rakhmad Yatim Rakhmad Yatim Rakhmad Yatim Rakhmad Yatim Rakhmad Yatim Ramadhan, Afham Rendy Munadi Rezi Setria Ridwan Arief Subekti Ritzkal, Ritzkal Riyandar Riyandar Roy Waluyo Roy Waluyo Rudi Irawan Rulhendri Rulhendri Ruslan Effendi Ruslan Effendi Sandi Tirta Sandy Ferdiansyah Ginting2 Setyawan Widyarto Setyawibawa, Ika Setyawibawa, Ika Setyawibawa, Ika Setyorini Shulhan, Fauzan Soekarna, Wishnu Kurniawan Sopyandi Sopyandi Sopyandi, Sopyandi Suhendri Suhendri Suratun Suratun Surya Pratama Syaiful Syaiful Syofyan Rasiman Syofyan Rasiman Syofyan Rasiman Tapip Hendrawan Tinofa, Alfa Ramada Walad Ahsani Wicaksono, Nugroho Adi Widdy Tanzila Yudha Herutama Yuggo Afrianto Yuhefizar Yuhefizar Zaky Komara