Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Menggunakan Laporan Keuangan di Kota Padang Siti Nabila; Yusmarni Yusmarni; Rusda Khairati
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.148

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada UMKM sektor agribisnis yang berada di Kota Padang. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui profil dan karakteristik pemilik UMKM dalam menggunakan laporan keuangan di Kota Padang (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilik UMKM dalam menggunakan laporan keuangan di Kota Padang (3) untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh pada pemilik UMKM dalam menggunakan laporan keuangan di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis data deskriptif kualitatif untuk tujuan pertama dan analisis kuantitatif untuk tujuan kedua dan ketiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Skala Usaha dan Umur Usaha mempengaruhi pemilik UMKM sektor agribisnis dalam menggunakan laporan keuangan. Sedangkan Tingkat Pendidikan dan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan tidak mempengaruhi pemilik UMKM sektor agribisnis dalam menggunakan laporan keuangan.Kata kunci: UMKM agribisnis, penggunan laporan keuangan, tingkat pendidikan, skala usaha, umur usaha, pelatihan penyusunan laporan keuanganThis research was done in agribisnis sector of Micro, Small, and Medium Enterprises in Padang City. The aims of this research were (1) to know Micro, Small, and Medium Enterprises owners' profiles and characteristics in using financial statements in Padang City, (2) to know influencing factors of Micro, Small, and Medium Enterprises owners in using financial statements in Padang City (3) to know the most influencing factors of Micro, Small, and Medium Enterprises owners using financial statements in Padang City. This research used survey method and descriptive qualitative and descriptive quantitative data analysis. The results show that Enterprises Scale and Age variable influence agribisnis Micro, Small, and Medium Enterprises Owners using financial statements. Meanwhile, Education Level and Financial Statements Preparation Training did not influence the owners to use financial statements. Keywords: Agribisnis, Micro, Small, and Medium Enterprises, Financial Statements
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Dalam Menggunakan Benih Padi Bersertifikat Di Nagari Sumani Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok Ade Sri Novianti; Rahmat Syahni Z; Rusda Khairati
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan petani yang menggunakan benih bersertifikat dan petani yang tidak menggunakan benih bersertifikat pada usahatani padi dan mengetahui faktor yang mempengaruhi petani dalam mengambil keputusan penggunaan benih bersertifikat pada usahatani padi di Nagari Sumani Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 26 Maret – 26 April 2019. Data yang digunakan dalam   penelitian ini adalah data primer. Metode yang digunakan adalah metode survei yang menggunakan kuisioner sebagai instrumen pengumpulan data. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Analisis data untuk tujuan pertama dengan deskriptif kualitatif, untuk tujuan kedua dianalisis dengan deskriptif kuantitatif menggunakan aplikasi SPSS 21. Hasil analisis menunjukan bahwa petani yang menggunakan benih padi bersertifikat umumnya adalah petani  yang berumur pada rentang 24-45 tahun, sebagian besar telah menempuh pendidikan hingga  tingkat  Sekolah Menengah Atas,  memiliki penguasaan lahan  sebesar 0,25Ha-1Ha, mengusahakan lahan yang berstatus milik sendiri atau tidak disewa. Dan keputusan petani dalam   penggunaan benih bersertifikat dipengaruhi oleh umur petani, penerimaan usahatani, ukuran usahatani dan status kepemilikan lahan. Sedangkan jumlah tanggungan keluarga, tingkat pendidikan, dan pengalaman berusahatani tidak berpengaruh secara signifikan.Kata Kunci: Keputusan, Benih, BersertifikatThis study aims to analyze (1) to describe farmers who use certified seeds and farmers who do not use certified seeds on rice farming in Nagari Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok. (2) find out the factors that influence farmers in making decisions on the use of certified seeds in rice farming in Nagari Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok. This research was conducted on March 26 - April 26 2019. The data used in this study were primary data. The method used is a survey method that uses questionnaires as an instrument for data collection. The sampling method used is accidental sampling. Data analysis for the first objective was descriptive qualitative, for the second purpose analyzed by descriptive quantitative using the SPSS application. The results of the analysis show that (1) farmers who use certified paddy seeds are generally farmers who are in the range of 24-45 years, most of whom have gone to senior high school level, seeking land that is privately owned or not rented. (2) The decision of the farmer to use certified seeds is influenced by the age of the farmer, farm income, farm size and land ownership status. Keywords: Decision, Seed, Certified
Kontribusi Usahatani Jeruk Siam (Citrus Nobilis L. Var. Microcarpa Hassk) terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani di Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam Meriyanti Meriyanti; Hasnah Hasnah; Rusda Khairati
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v2i1.216

Abstract

Jeruk merupakan tanaman buah yang banyak terdapat di Sumatera Barat terutama di Kabupaten Agam, yang sekaligus sebagai daerah penghasil jeruk terbesar yaitu sebanyak 52.561 ,00 ton pada tahun 2016. Kamang Magek merupakan salah satu Kecamatan penghasil jeruk terbesar di Kabupaten Agam. Tujuan penelitian ini (1) mendeskripsikan profil usahatani Jeruk Siam (2) menganalisa kontribusi usahatani Jeruk Siam terhadap pendapatan rumah tangga. Metode yang digunakan adalah survey. Teknik pengambilan responden yaitu dengan purposive (sengaja). Data dianalisa secara deskriptif kualitatif untuk tujuan pertama, secara deskriptif kuantitatif untuk tujuan kedua. Hasil penelitian tentang kontribusi usahatani jeruk siam terhadap pendapatan rumah tangga petani menunjukkan bahwa sumber pendapatan rumah tangga petani berasal dari penanaman jeruk siam, selain itu juga berasal dari pertanian lainnya dan non pertanian. Besar rata-rata kontribusi jeruk siam yang diberikan selama satu tahun yaitu 53.2% atau Rp27,277,678. Disimpulkan bahwa usahatani jeruk siam memiliki kontribusi yang besar terhadap pendapatan rumah tangga petani. Jadi Usahatani jeruk siam ini sangat bagus untuk dikembangkan ke depannya. Pemanfaatan lahan yang optimal dengan tetap memperhatikan keseimbangan liungkungan akan dapat memberikan hasil yang optimal.
Peran Stakeholder dalam Pengusulan Izin Hutan Nagari di Sumatera Barat (Studi Kasus Hutan Nagari di Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman) Visca Ramadhany; Mahdi Mahdi; Rusda Khairati
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 3, No 1 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i1.409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran para pihak (stakeholders) dalam pengusulan Penetapan Areal Kerja Hutan dan Hak Pengelolaan Hutan Nagari di Nagari Sungai Buluh Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Untuk mencapai kedua tujuan tersebut, dilakukan wawacara mendalam dengan key informan, yakni orang yang berperan dalam pengusulan Penetapan Areal Kerja dan Hak Pengelolaan Hutan Nagari Sungai Buluh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengusulan Penetapan Areal Kerja Hutan dilakukan atas inisiatif masyarakat sendiri yang didampingi oleh Pemerintah dan LSM disetiap tahapan. Pemerintah dan LSM tidak ikut campur dalam pengambilan keputusan. Pada pangusulan Hak Pengelolaan Hutan Nagari, semua stakeholder berperan berdasarkan tanggungjawabnya masing-masing. Dengan demikian, stakeholders sudah berperan sesuai dengan tanggungjawabnya masing-masing. Namun dalam pengelolaan Hutan Nagari selanjutnya diperlukan transparansi dan keterlibatan masyarakat yang lebih luas.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Sektor Pertanian Sumatera Barat Andre Vermana; Mahdi Mahdi; Rusda Khairati
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 1 (2019): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i1.8

Abstract

Sektor pertanian memainkan peran penting dalam perekonomian Sumatera Barat. Sektor ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan, pekerjaan, valuta asing, dan pendapatan pajak. Ini juga memasok bahan baku untuk sektor industri dan jasa yang mengarah ke efek penyebaran yang lebih besar terhadap perkembangan ekonomi provinsi. Namun, Sumatera Barat menghadapi pertumbuhan yang lebih lambat dari produksi pertaniannya selama dua dekade terakhir. Apakah sektor ini sudah mencapai puncak produksi? Untuk menjawab pertanyaan ini, dalam penelitian ini, kami menguji faktor-faktor untuk produksi pertanian Sumatera Barat dengan menerapkan model Cobb-Douglas yang menghipotesiskan tenaga kerja, investasi di bidang pertanian dan tanah sebagai faktor-faktornya. Dengan menganalisis data dari tahun 2000-2016, kami menemukan bahwa model tersebut dapat menjelaskan faktor-faktor ini untuk produksi pertanian Sumatera Barat karena R-square dari model tersebut adalah 71,3%. Lahan pertanian adalah satu-satunya faktor yang signifikan positif untuk produksi, sementara tenaga kerja dan investasi tidak. Temuan ini menandakan bahwa sektor pertanian Sumatera Barat hampir mencapai puncak produksi dalam tahap teknologi dan sumber daya manusia saat ini. Dengan keterbatasan lahan untuk ekspansi pertanian, Sumatera Barat perlu melarang keras konversi lahan pertanian, untuk meningkatkan sumber daya manusia dan mengubah teknologi pertanian untuk pengembangan pertanian lebih lanjut.Kata kunci: sektor pertanian, Sumatera Barat, Cobb-Douglas, lahan pertanian, produksi puncakAgricultural sector plays important role in West Sumatra’s economy. The sector contributes significantly to income, employment, foreign exchange, and tax revenue. It also supplies raw materials for industry and service sectors that lead to larger spread effect to the economic development of the province. However, West Sumatra has been facing slower growth of its agriculture production for last two decades. Has this sector already reached its peak production? To answer this question, in this study, we examine the factors for agricultural production of West Sumatra by applying Cobb-Douglas model that hypothesizes labor, investment in agriculture and land as the factors. By analyzing the data from 2000-2016, we found that the model could explain these factors for West Sumatra agricultural production as R-square of the model is 71.3%. Agricultural land is the only factor that is positively significant for the production, while both labor and investment are not. The findings signalize that West Sumatra agricultural sector almost reach the peak production within the current stage of technology and human resources. With limitation of land for agricultural expansion, West Sumatra needs to strictly prohibit agricultural land conversion, to improve human resources and to change the agricultural technologies for further agricultural development.Keyword : agricultural sector, West Sumatra, Cobb-Douglas, agricultural land, peak production
Analisis Sikap Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas Terhadap Konsumsi Minuman Cokelat di Kota Padang Shyanna Chomayrah; Lora Triana; Rusda Khairati
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 3, No 3 (2021): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i3.432

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pengambilan keputusan Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas terhadap minuman cokelat di Kota Padang dan menganalisis sikap Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas terhadap minuman Chocolate Changer dan BanBan. Metode yang digunakan ialah metode survey. Konsumen yang dijadikan responden ditentukan secara Purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 95 orang. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk mendeskripsikan karakteristik umum konsumen dan tahap pengambilan keputusan konsumen minuman cokelat serta menggunakan analisis multiatribut fishbein untuk mengukur sikap konsumen. Hasil yang didapatkan adalah responden lebih menyukai kinerja atribut minuman cokelat Chocolate Changer yang memiliki nilai sikap keseluruhan  sebesar 118,84 point, sedangkan minuman cokelat BanBan sebesar 104,22 point. Atribut minuman cokelat Chocolate Changer yang dianggap baik (positif) oleh konsumen adalah atribut rasa, nama merek, nilai gizi, promosi, kemasan, dan lokasi. Sedangkan pada minuman cokelat BanBan atribut yang dianggap baik (positif) adalah rasa, kemasan dan lokasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan saran yang dapat diberikan adalah produsen dan pemasar disarankan agar meningkatkan kualitas produk  yang sangat dipertimbangkan oleh konsumen. KataKunci: Minuman Cokelat, Multriatribut Fishbein, Sikap Konsumen.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Bawang putih di Indonesia Laisa Hafizhul Meylani; Hasnah Hasnah; Rusda Khairati
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 3 (2022): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i3.448

Abstract

Produksi bawang putih di Indonesia selalu diupayakan meningkat, akan tetapi pada kenyataanya impor bawang putih tetap dilakukan dan masih tergolong tinggi dalam memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam negeri. Produksi bawang putih domestik masih belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi bawang putih di Indonesia. Hal tersebut mengakibatkan program swasembada yang dicanangkan oleh pemerintah belum berhasil tercapai. Tujuan penelitian ini,yaitu: (1) mendeskripsikan ekonomi bawang putih di Indonesia, (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi bawang putih di Indonesia, dan (3) memproyeksikan produksi bawang putih di Indonesia tahun 2021 – 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dan model peramalan double exponential smoothing dari Brown. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada periode tahun 2000 – 2020, perkembangan produksi bawang putih di Indonesia mengalami fluktuasi dan cenderung memiliki tren meningkat denganrata-rata peningkatan sebesar 6,97% / tahun. Konsumsi bawang putih di Indonesia dipenuhi oleh bawang putih impor sebesar 93,4% dan sisanya 6,6% dipenuhi oleh bawang putih domestik. Bawang putih domestik kurang diminati oleh masyarakat di Indonesia karena harganya lebih mahal dan berukuran lebih kecil dibandingkan bawang putih impor. Variabel/faktor yang berpengaruh signifikan terhadap produksi bawang putih di Indonesia adalah luas lahan bawangputih. Selain itu, hasil peramalan menunjukkan bahwa produksi bawang putih di Indonesia tahun 2021 – 2025 cenderung meningkat.
TINGKAT ADOPSI PETANI TERHADAP INOVASI PERAWATAN TANAMAN KAKAO DI KECAMATAN TALAWI KOTA SAWAH LUNTO Satiman Satiman; Zulvera Zulvera; Rusda Khairati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3445

Abstract

Sawahlunto City is a mining workers area, where the majority of the population used to work as miners. Incompatibility with stone mining procedures resulted in a ban on mining by the Sawahlunto City government in 2009. As a result, people who initially worked as miners changed their profession to become cocoa farmers. The Sawahlunto City Food Security, Agriculture and Fisheries Service has introduced innovations for farmers in plant maintenance with the expected output so that cocoa plants in Talawi District are maintained so that cocoa plant production can meet cocoa production standards. However, cocoa productivity and the number of cocoa farmers have actually decreased. This research aims to determine the level of farmer adoption of cocoa care innovations in Talawi District. The results of this research show that the level of farmer adoption of cocoa care innovations through PS-PSP and S3 Pucuk technology in Talawi District is in the medium category. The adoption points for frequent harvesting, pruning and garden sanitation are in the medium category. Meanwhile, the innovation points for fertilization and S3 Pucuk are innovation points that fall into the low category. Keywords: Cacao, Adoption, Innovation, PS-PSP and S3 PucukINTISARIKota Sawahlunto merupakan kawasan pekerja tambang, yang dulunya mayoritas penduduk bekerja sebagai buruh tambang. Ketidaksesuaian prosedur pertambangan batu mengakibatkan pelarangan penambangan oleh pemerintah Kota Sawahlunto pada tahun 2009. Akibatnya masyarakat yang awalnya bekerja sebagai buruh tambang beralih profesi menjadi petani kakao. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sawahlunto sudah mengenalkan inovasi bagi petani dalam pemeliharaan tanaman kakao dengan output yang diharapkan supaya tanaman kakao di Kecamatan Talawi terpelihara sehingga produksi tanaman kakao dapat memenuhi standar produksi kakao. Namun demikian, produktivitas kakao dan jumlah petani kakao malah mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi petani terhadap inovasi perawatan kakao di Kecamatan Talawi. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat adopsi petani terhadap inovasi perawatan kakao melalui teknologi PS-PSP dan S3 Pucuk di  Kecamatan Talawi berada pada kategori sedang. Poin adopsi panen sering, pemangkasan, dan sanitasi kebun berada pada kategori sedang. Sementara itu poin inovasi pemupukan dan S3 Pucuk menjadi poin inovasi yang masuk pada kategori rendah. Kata kunci: Kakao, Adopsi, Inovasi, PS-PSP dan S3 Pucuk.
FACTORS INFLUENCING THE INNOVATION CAPABILITY IN SMALL-SCALE INDUSTRIAL ACTIVITIES IN WEST SUMATERA Zednita Azriani; Rusda Khairati
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 7, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v7i3.14871

Abstract

This study generally identifies the factors that influence the innovation carried out by food-based Small Industries in developing their business. In particular, this study aims to identify innovations that have been carried out by small industry players and the factors that influence innovation by small industries in West Sumatra. Descriptive qualitative and quantitative analysis were used. Quantitative analysis was done using the logit model. The results of the study showed that the number of small industrial entrepreneurs who innovate in the form of products, processes, technology, and packaging is still very low. Small industry entrepreneurs who innovated related to products were only 6.7%, while none of the small industry entrepreneurs did technological innovation. The most innovative innovation activity carried out by small-scale entrepreneurs was packaging innovation, 48.3%. Product innovation was influenced significantly by the age of the entrepreneur, business experience, and participation in the organization. Packaging innovation was influenced significantly by education, business experience, dummy training and turnover. Technological innovation was significantly influenced by business experience, turnover, training participation.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Komoditas Kelapa Sawit Perkebunan Rakyat Dengan Pola Swadaya Di Kabupaten Aceh Tamiang ., Mustari; ., Yonariza; Khairati, Rusda

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.341 KB) | DOI: 10.31955/mea.v4i3.661

Abstract

Sebagian besar masyarakat Aceh Tamiang menjadi petani kelapa sawit dengan cara swadaya, untuk dapat tumbuh dan berproduksi, kelapa sawit membutuhkan pemanfaatan faktor-faktor produksi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara sengaja (Purposive) dengan pertimbangan terjadinya peningkatan luas perkebunan rakyat di Kabupaten Aceh Tamiang daritahun 2009-2016 akan tetapi tidak di barengi dengan bertambahnya total produksi yang diterima. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei seperti data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui informasi yang dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner terstruktur secara terstruktur (kuesioner) yang meliputi identitas responden, kelembagaan, lahan dan ternak, serta aksesibilitas kawasan faktor produksi kelapa sawit. Dan data sekunder diperoleh dari Kantor Pusat Statistik dan instansi terkait. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan model Fungsi Produksi Stochastic Frontier Cobb Douglas yang diolah dengan teknik analisis OLS (Ordinary Least Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kelapa sawit di Kabupaten Aceh Tamiang secara signifikan adalah penggunaan tenaga kerja, jenis bibit, penggunaan pupuk TSP, penggunaan herbisida, dan jumlah pohon dengan cukup baik sebesar 92,78% sedangkan sisanya 7,12 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model.