Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Kinerja Fasilitator Dalam Keberlanjutan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Oleh Wanita Tani Di Provinsi Sumatera Barat Sofya Eka Masti; Rahmat Syahni; Rusda Khairati
Jurnal Niara Vol. 17 No. 1 (2024): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v17i1.19911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik individu/faktor internal wanita tani, kinerja fasilitator, dukungan/faktor eksternal dan keberlanjutan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) pada kelompok wanita tani di Provinsi Sumatera Barat, dan mengkaji pengaruh faktor internal/karakteristik individu, kinerja fasilitator, dan dukungan/faktor eksternal terhadap keberlanjutan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Provinsi Sumatera Barat. Jenis penelitian ini didesain secara kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada 3 (tiga) kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat, yaitu Kabupaten Pasaman Barat, Kota Padang Panjang, dan Kota Payakumbuh. Dari lokasi tersebut dipilih 6 kelompok KRPL yang masih aktif/berlanjut dan 6 kelompok KRPL tidak aktif/tidak berlanjut. Total responden 120 orang wanita tani. Didasarkan pada tujuan penelitian, untuk menganalisis faktor internal/ karakteristik individu, kinerja fasilitator, dan dukungan/faktor eksternal, serta gambaran keberlanjutan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) digunakan metoda analisis deskriptif persentase. Untuk tujuan penelitian kedua yang mengkaji faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberlanjutan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), dilakukan menggunakan analisis regresi logistik biner dengan menggunakan program SPSS 23.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kondisi KRPL di Sumatera Barat (a) umur wanita tani umumnya kategori tua (≥ 55 tahun), pendidikan sedang (SMP-SMA), pendapatan keluarga sedang (2.500.000 s/d 5.000.000/bulan), jumlah anggota keluarga sedang (4-6 orang), curahan waktu umumnya kategori sedikit (< 1,5 jam/hari), kekosmopolitan umumnya kategori rendah, dan motivasi kategori tinggi; (b) kinerja fasilitator frekuensi kunjungan, kualitas layanan, tingkat pengetahuan dan tingkat kreativitas umumnya kategori tinggi, dan tingkat kerjasama kategori rendah; dan (c) dukungan/faktor eksternal dukungan keluarga, dukungan kelompok umumnya kategori tinggi, dan dukungan sarana prasarana, dukungan pasar umumnya kategori sedang. 2) Faktor Internal/karakteristik individu yang signifikan adalah pendidikan, pendapatan keluarga, curahan waktu, kekosmopolitan, dan motivasi. Sedangkan umur dan jumlah anggota keluarga tidak signifikan. Kinerja fasilitator yang signifikan adalah frekuensi kunjungan, kualitas layanan fasilitator, tingkat pengetahuan fasilitator, dan tingkat kreativitas fasilitator. Sedangkan tingkat kerjasama fasilitator tidak signifikan. Semua dukungan/faktor eksternal signifikan terhadap keberlanjutan adalah dukungan keluarga, dukungan kelompok, dukungan sarana prasarana, dan dukungan pasar
Evaluasi Distribusi Benih Pisang dalam Program "Nagari Mandiri Pangan" di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat Dian Hafizah; Faidil Tanjung; Rusda Khairati; Rini Hakimi; Ilham Akbar
Journal of Integrated Agribusiness Vol 6 No 2 (2024): Journal of Integrated Agribusiness
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jia.v6i2.5756

Abstract

The purpose of this study is to evaluate the distribution of bananas in the Nagari Mandiri Pangan Program in Padang Pariaman Regency, West Sumatra. Nagari Mandiri Pangan is a program implemented by the West Sumatra government. This program is an adaptation of the Desa Mandiri Pangan launched by the Food Security Agency of the Ministry of Agriculture (BKP) at the national level. The West Sumatra Government is trying to explore the needs of the farmers themselves. In this case, farmers who are in the group ask to be given banana seed assistance, which is a commodity that has the potential to be developed. This research was carried out on five farmer groups in Padang Pariaman Regency. The method used is an interview using a questionnaire, which is then analyzed using descriptive statistics. The existing results are compared with the technical guidelines and implementation guidelines that have been prepared. From the results, it was found that the distribution of banana seeds was carried out during the current year, and the requests from farmer groups could be accommodated through this program. Banana plants were chosen because this commodity has suitable growing conditions at the research site. Farmers are obliged to provide land that is used from existing vacant land and land that was previously unused. In addition, farmers are obliged to maintain bananas that have been given properly and provide periodic reporting. To ensure that farmers carry out their obligations, the agency evaluates by visiting and providing assistance with good banana cultivation methods in collaboration with local extension workers.
Competitiveness Analysis and The Impact of Government Policies on Feed Maize Farming in Tanah Datar District Hidayani, Sri Vina; Tanjung, Faidil; Khairati, Rusda
PINISI Discretion Review Volume 8, Issue 1, September 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pdr.v8i1.66869

Abstract

Maize ia an important food crop after rice and one of the commodities widely grown by farmers and a leading commodity in Tanah Datar. This research aims to analyze the competitiveness of corn farming in Tanah Datar Regency through comparative and competitive advantages, as well as to analyze the impact of government policies on corn farming in Tanah Datar Regency. The method used in this research is the survey method. The power analysis employed in this study is quantitative, using the Policy Analysis Matrix as a measurement tool. (PAM). The research results show that corn farming in Tanah Datar Regency is profitable both financially and economically. This shows a private profit of Rp 4,273,753 and a social profit of Rp 2,025,189. Corn cultivation in Tanah Datar Regency has competitive and comparative advantages. This can be seen from the PCR value of 0.50 and DRCR of 0.54 < 1, which means that corn farming has a high competitive advantage and comparative advantage. The impact of government policy shows that there are government policies that protect the prices of tradable outputs and inputs in the form of subsidized fertilizers. This is indicated by the Nominal Protection Coefficient for corn output of 1.2; the Nominal Protection Coefficient for inputs of 0.63; the Effective Protection Coefficient of 1.76; the Profitability Coefficient of 2.12; and the Subsidy Ratio to Producers of 0.64.
Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Jagung Hibrida Fadil, Muhammad; Fitriana, Widya; Khairati, Rusda
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i1.15653

Abstract

Hybrid corn has high productivity and contributes to the growth of the animal feed industry. However, farmers' use of hybrid corn varieties still needs improvement. Farmers have complained about the relatively high price of hybrid corn seeds. Pesisir Selatan Regency is one of the leading corn producers in West Sumatra. In 2022, the corn production reached 203,028.00, the second highest after West Pasaman. However, the productivity is only 6 tons/ha, which is still low compared to the potential productivity of hybrid corn, which is 10-12 tons/ha. The productivity achievements are related to the technical culture farmers apply and their income and feasibility. This study aims to (1) describe the technical culture of hybrid corn and (2) analyze the income and feasibility of hybrid corn farming. The research was carried out in the "Pesisir Selatan" Regency, which is one of the leading producers of hybrid corn in West Sumatra. Data was collected by observation and interviews with 50 farmers, PPL, collector traders, and production input suppliers. The variables observed were related to technical culture, land area, amount of production, selling price, costs paid, and farming costs. Data collection was carried out in the last planting season. The data were analyzed by comparing the suitability of technical culture with Good Agricultural Practices (GAP), income analysis, and income and profit analysis. The study shows that farmers' technical culture is partially influenced by GAP, especially in embroidery, seeding, and fertilization activities. The income received by farmers reached Rp. 17,737,815.71/Ha/MT, and profits amounted to Rp. 8,022,822.02/Ha/MT. Hybrid corn farming has an R/C value of 1.34, making it feasible and profitable for farmers.
Penguatan Aspek Legal BUMNag Sungai Kamuyang Kenagarian Sungai Kamuyang Kabupaten Limapuluh Kota Dwi Yuzaria; Rusda Khairati; Adisti Rastosari; A. Irzal Rias; Daz Edwiza
Peternakan Abdi Masyarakat (PETAMAS) Vol 1, No 1 (2021): Volume 1, Nomor 1, Desember 2021
Publisher : Departemen of Animal Science, Agriculture Faculty, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tujuan program pengabdian kepada masyarakat Universitas Andalas, melalui Skim Membantu Nagari Membangun adalah Penguatan aspek legal/badan hukum dan sumber daya manusia. Kegiatan ini berupaya meningkatkan kapasitas Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Sungai Kamuyang mengembangkan usahanya. Program pengabdian ini didesain sebagai program yang terintegrasi dari suatu proses pelatihan dan pendampingan bisnis (training and mentoring). yang diawali dengan pemetaan permasalahan legalitas badan usaha, kebutuhan pelatihan dan pendampingan berdasarkan kondisi usaha BUMNag saat ini. Hasil pemetaan (gap analysis) menjadi acuan utama program penguatan kapasitas yang akan dilaksanakan selama masa program diimplementasikan. Program ini telah dan sedang dilaksanakan tanggal 11 Oktober 2021 sampai akhir November 2021. Hasil yang telah dicapai dari program ini di antaranya adalah: 1) review aspek legalitas BUMNag, 2) training aspek legal bagi tim manajemen, dan 3) pendampingan tim manajemen BUMNag menyusun draft revisi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan ini bervariasi 8 - 28 orang, yang terdiri dari Wali Nagari Sungai Kamuyang dan perangkatnya, tim manajemen BUMNag, dan tokoh masyarakat.
ANALISIS KOMPONEN UTAMA PEMBENTUK SIKAP PETANI TERHADAP PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI SAGU RAKYAT DI PROVINSI RIAU Vermila, Chezy WM; Syahni, Rahmat; Khairati, Rusda; Indah Mutiara, Vonny
JURNAL AGRICA Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of agroindustry is positively impacting the income of sago farmers. Despite the significant contribution, existing sago agroindustry experiences suboptimal due to some obstacles such as farmers' attitudes. Therefore, this research aimed to determine farmers' attitudes towards the development of sago agroindustry using several indicators. The experiment was carried out in different locations with the largest sago production, namely Tebing Tinggi Timur and Tebing Tinggi Barat Districts, Kepulauan Meranti Regency, Riau Province. The sample size comprised 100 people and the quantitative using the factor analysis method, namely Principal Component Analysis (PCA). The results of the study concluded that the development of sago agroindustry was formed from the attitude of farmers consisting of family support and gender which were included in the decision-making category group with a cumulative total variance value of 36.42%. The reference group category of 52.38% consisted of motivation, trust, and raw materials. The institutional group with the largest cumulative total variance value of 65.34% consisted of market conditions, partnerships, social and technological changes.
Peran Stakeholder dalam Pengusulan Izin Hutan Nagari di Sumatera Barat (Studi Kasus Hutan Nagari di Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman) Visca Ramadhany; Mahdi Mahdi; Rusda Khairati
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 1 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i1.409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran para pihak (stakeholders) dalam pengusulan Penetapan Areal Kerja Hutan dan Hak Pengelolaan Hutan Nagari di Nagari Sungai Buluh Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Untuk mencapai kedua tujuan tersebut, dilakukan wawacara mendalam dengan key informan, yakni orang yang berperan dalam pengusulan Penetapan Areal Kerja dan Hak Pengelolaan Hutan Nagari Sungai Buluh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengusulan Penetapan Areal Kerja Hutan dilakukan atas inisiatif masyarakat sendiri yang didampingi oleh Pemerintah dan LSM disetiap tahapan. Pemerintah dan LSM tidak ikut campur dalam pengambilan keputusan. Pada pangusulan Hak Pengelolaan Hutan Nagari, semua stakeholder berperan berdasarkan tanggungjawabnya masing-masing. Dengan demikian, stakeholders sudah berperan sesuai dengan tanggungjawabnya masing-masing. Namun dalam pengelolaan Hutan Nagari selanjutnya diperlukan transparansi dan keterlibatan masyarakat yang lebih luas.
Analisis Sikap Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas Terhadap Konsumsi Minuman Cokelat di Kota Padang Shyanna Chomayrah; Lora Triana; Rusda Khairati
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 3 (2021): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i3.432

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pengambilan keputusan Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas terhadap minuman cokelat di Kota Padang dan menganalisis sikap Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas terhadap minuman Chocolate Changer dan BanBan. Metode yang digunakan ialah metode survey. Konsumen yang dijadikan responden ditentukan secara Purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 95 orang. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk mendeskripsikan karakteristik umum konsumen dan tahap pengambilan keputusan konsumen minuman cokelat serta menggunakan analisis multiatribut fishbein untuk mengukur sikap konsumen. Hasil yang didapatkan adalah responden lebih menyukai kinerja atribut minuman cokelat Chocolate Changer yang memiliki nilai sikap keseluruhan  sebesar 118,84 point, sedangkan minuman cokelat BanBan sebesar 104,22 point. Atribut minuman cokelat Chocolate Changer yang dianggap baik (positif) oleh konsumen adalah atribut rasa, nama merek, nilai gizi, promosi, kemasan, dan lokasi. Sedangkan pada minuman cokelat BanBan atribut yang dianggap baik (positif) adalah rasa, kemasan dan lokasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan saran yang dapat diberikan adalah produsen dan pemasar disarankan agar meningkatkan kualitas produk  yang sangat dipertimbangkan oleh konsumen. KataKunci: Minuman Cokelat, Multriatribut Fishbein, Sikap Konsumen.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Bawang putih di Indonesia Laisa Hafizhul Meylani; Hasnah Hasnah; Rusda Khairati
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 3 (2022): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i3.448

Abstract

Produksi bawang putih di Indonesia selalu diupayakan meningkat, akan tetapi pada kenyataanya impor bawang putih tetap dilakukan dan masih tergolong tinggi dalam memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam negeri. Produksi bawang putih domestik masih belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi bawang putih di Indonesia. Hal tersebut mengakibatkan program swasembada yang dicanangkan oleh pemerintah belum berhasil tercapai. Tujuan penelitian ini,yaitu: (1) mendeskripsikan ekonomi bawang putih di Indonesia, (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi bawang putih di Indonesia, dan (3) memproyeksikan produksi bawang putih di Indonesia tahun 2021 – 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dan model peramalan double exponential smoothing dari Brown. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada periode tahun 2000 – 2020, perkembangan produksi bawang putih di Indonesia mengalami fluktuasi dan cenderung memiliki tren meningkat denganrata-rata peningkatan sebesar 6,97% / tahun. Konsumsi bawang putih di Indonesia dipenuhi oleh bawang putih impor sebesar 93,4% dan sisanya 6,6% dipenuhi oleh bawang putih domestik. Bawang putih domestik kurang diminati oleh masyarakat di Indonesia karena harganya lebih mahal dan berukuran lebih kecil dibandingkan bawang putih impor. Variabel/faktor yang berpengaruh signifikan terhadap produksi bawang putih di Indonesia adalah luas lahan bawangputih. Selain itu, hasil peramalan menunjukkan bahwa produksi bawang putih di Indonesia tahun 2021 – 2025 cenderung meningkat.
Pemetaan Sumatera Barat Berdasarkan Sumber Pendapatan Utama Masyarakat dengan Pendekatan Karakteristik Wilayah Khairati, Rusda; Penawan, Elpakhri; Zakaria, Rahmat Syahni
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v7i1.617

Abstract

Regional characteristics are the appearance of an area that is unique and is a distinguishing feature between the area and other areas. The purpose of this study is to identify the characteristics of areas in West Sumatra and based on the uniqueness of each region, the policies that have been taken will be analyzed related to achieving regional food security. The results showed that the distribution of the West Sumatra region can be divided into four categories, coastal areas, non-coastal urban areas, rice fields and plantation areas. Furthermore,  the dominant area is the plantation area, which is 89 sub-districts out of 179 sub-districts , by rice fields, coastal areas, and non-coastal urban areas. The policy that the government must implement is that in coastal areas, the distribution channels of food commodities must be improved because the facilities and infrastructure are still not supportive and limited road access.