Claim Missing Document
Check
Articles

The Role of Education in Preventing E-Smoking Behavior is to Increase Student Knowledge and Attitudes Sri Sunarti; Tukimin bin Sansuwito; Purwo Setiyo Nugroho; Nida Amalia; Rusni Masnina; Linda Suwarni
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v4i1.5025

Abstract

Introduction: Aim this reseach to determine the differences in levels of knowledge, Attitude about e-smoking prevention before and after education between ekperimental and the control group the Samarinda City Central Statistics Agency in 2017 (3). The number of teenage smokers in the city of Samarinda reached 29.69%. While there is a significant level of access to advertisements for cigarettes on television and the internet, 15.7% of people access the internet, and 41.5% of people access electronic cigarettes with their peers. Methods: The experimental design of this study consisted of a two-group experimental design with a pre-test and a post-test plus a control, with the purpose of determining the impact of educational intervention through the use of web-based preventive education for mesuare diffrences knowled and attitude Results: The Different Tests Within Experiment Group Of Knowledge, Attitudes From One Month After Intervention, knowledge P-Value 0.000, Attitudes P-Value 0,00. The Different Tests Within Control Group Of Knowledge, Attitudes From One Month After Intervention, Knowledge P-Value 0,97 and attitudes P-Value 0,135. Conclusion: After the education was carried out, the results demonstrated that there were differences in the experimental group's knowledge and attitudes before and after the education was carried out. The control group did not exhibit any differences in knowledge or attitudes during either of the two measures that were conducted. It was found that there were variations in knowledge and attitudes between the experimental group and the control group after one month of post-education was delivered.
Analisis Dampak Psikososial dan Etika Digital terhadap Kinerja Perawat: Analysis of the Impact of Psychosocial Factors and Digital Ethics on Nurses’ Performance Andini Fitdia Sofyanda; Citra Maulidya; Nadiana Sari; Rusni Masnina
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11229

Abstract

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang memiliki peran sentral dalam memberikan pelayanan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas. Namun, perkembangan teknologi dan tuntutan kerja modern memicu berbagai tekanan psikososial seperti micro-stresses, psychological detachment yang rendah, serta fenomena ethical fading. Kondisi tersebut berdampak pada stres kerja, burnout, serta menurunnya kualitas pengambilan keputusan etis, yang pada akhirnya memengaruhi kinerja perawat dalam memberikan pelayanan yang bermutu. Penulisan ini menggunakan metode literature review melalui pencarian artikel nasional dan internasional dari Google Scholar, PubMed, dan Scopus dengan kata kunci: psikososial, etika digital, kinerja perawat, burnout, psychological detachment. Kriteria inklusi meliputi artikel tahun 2019–2026 yang dapat diakses full text dalam format PDF. Dari 90 artikel yang teridentifikasi, dilakukan skrining hingga diperoleh 20 artikel yang memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut melalui ekstraksi data terkait peneliti, metode, sampel, dan hasil penelitian. Hasil review menunjukkan bahwa faktor psikososial seperti stres kerja, burnout, beban kerja berlebih, serta rendahnya kemampuan psychological detachment memiliki hubungan signifikan terhadap penurunan kinerja perawat. Paparan technostress turut menurunkan kesejahteraan mental dan produktivitas. Selain itu, ethical fading berdampak pada menurunnya kualitas keputusan etis dan profesionalisme dalam pelayanan. Etika profesi terbukti berkontribusi signifikan terhadap mutu pelayanan kesehatan. Tekanan psikososial dan tantangan etika digital memberikan dampak nyata terhadap kinerja perawat. Upaya perbaikan dapat dilakukan melalui pengelolaan stres, peningkatan pemahaman etika profesi, penguatan batasan kerja–pribadi.
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Human Error Pada Mahasiswa Keperawatan Di Labolatorium Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur: Factors Associated with Human Error Among Nursing Students in the Laboratory at Muhammadiyah University of East Kalimantan Cahya Indah Fitriani; Diandra Dita Raudina; Rifky Rama Nur Hidayah; Rusni Masnina
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11232

Abstract

Keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam pelayanan kesehatan, namun mahasiswa keperawatan sering kali berkontribusi pada risiko kesalahan selama praktik akibat keterbatasan pengalaman dan faktor psikologis. Human error dalam konteks ini dipengaruhi oleh dimensi yang kompleks, mulai dari aspek teknis hingga kondisi emosional mahasiswa. Studi ini merupakan tinjauan literatur (literature review) yang menganalisis berbagai artikel ilmiah terkait faktor-faktor yang berhubungan dengan human error pada mahasiswa keperawatan. Analisis menunjukkan bahwa faktor psikologis seperti kecemasan tinggi saat ujian keterampilan secara signifikan meningkatkan risiko kesalahan. Sebaliknya, penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi seperti e-module dan simulasi virtual terbukti efektif meningkatkan kepercayaan diri, self-efficacy, dan kemampuan klinis mahasiswa. Selain itu, ditemukan adanya hubungan kuat antara motivasi belajar dengan kemampuan mengelola stres akademik dan kecemasan. Human error pada mahasiswa keperawatan dapat diminimalisir melalui peningkatan kesadaran keselamatan pasien, penguatan motivasi internal, dan penerapan metode pembelajaran simulatif yang mampu mereduksi kecemasan serta membangun kesiapan teknis sebelum terjun ke lahan praktik.
Hubungan Mekanisme Koping, Respons Fisiologis-Emosional, dan Proses Kognitif dengan Kualitas Adaptasi Pasangan dalam Pengambilan Keputusan Kontrasepsi Bersama pada Pasangan Usia Subur: Literatur Review: The Relationship Between Coping Mechanisms, Physiological-Emotional Responses, and Cognitive Processes and the Quality of Couple Adaptation in Joint Contraceptive Decision-Making Among Couples of Reproductive Age: A Literature Review Cindy Maharani Dewi; Yusri Arisandi Ilyas; Bagas Saputra; Rusni Masnina
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11472

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu upaya strategis dalam mengendalikan jumlah serta jarak kelahiran guna meningkatkan kualitas hidup keluarga dan menurunkan angka kematian ibu, Menurut Sister Callista Roy, manusia merupakan sistem adaptif yang mampu merespons stimulus internal dan eksternal melalui proses koping dan adaptasi. Dalam penggunaan kontrasepsi, pasangan usia subur memerlukan kemampuan adaptasi fisiologis, psikologis, dan sosial agar mampu mempertahankan keberhasilan penggunaan kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan mekanisme koping, regulator subsystem, cognator subsystem, dan Spousal Dyadic Adaptation (SDA) berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode penelitian menggunakan Literature Review dengan menelaah 20 jurnal nasional dan internasional tahun 2021–2025 yang diperoleh melalui Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Kata kunci yang digunakan yaitu “dyadic coping”, “Roy Adaptation Model”, “contraceptive use”, “spousal dyadic adaptation”, dan “coping mechanism”. Hasil literature review menunjukkan bahwa mekanisme koping adaptif, dukungan pasangan, komunikasi dyadic, regulator subsystem yang baik, serta cognator subsystem positif berhubungan dengan keberhasilan penggunaan kontrasepsi dan peningkatan SDA. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa dyadic coping berperan dalam meningkatkan kesehatan mental, kepuasan hubungan, serta kemampuan pasangan dalam menghaddapi setres selama penggunaan kontrasepsi. Selain itu, persepsi negatif terhadap efek samping kontrasepsi diketahui memengaruhi keberlanjutan penggunaan kontrasepsi. Dukungan suami juga terbukti memiliki hubungan signifikan dengan kenyamanan dan keberhasilan penggunaan kontrasepsi pada pasangan usia subur. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan penggunaan kontrasepsi dipengaruhi oleh kemampuan adaptasi pasangan secara biopsikososial berdasarkan Roy Adaptation Model dan konsep Spousal Dyadic Adaptation. The Family Planning (FP) Program is a strategic effort to control the number and spacing of births to improve the quality of family life and reduce maternal mortality. According to Sister Callista Roy, humans are adaptive systems capable of responding to internal and external stimuli through coping and adaptation processes. In using contraception, fertile couples require physiological, psychological, and social adaptation skills to be able to maintain successful contraceptive use. This study aims to analyze the relationship between coping mechanisms, regulator subsystems, cognator subsystems, and Spousal Dyadic Adaptation (SDA) based on the results of previous research. The research method used a Literature Review by examining 20 national and international journals from 2021–2025 obtained through Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect. The keywords used were "dyadic coping", "Roy Adaptation Model", "contraceptive use", "spousal dyadic adaptation", and "coping mechanism". The results of the literature review showed that adaptive coping mechanisms, partner support, dyadic communication, good regulator subsystems, and positive cognator subsystems were related to successful contraceptive use and increased SDA. Various studies have shown that dyadic coping plays a role in improving mental health, relationship satisfaction, and couples' ability to cope with stress during contraceptive use. Furthermore, negative perceptions of contraceptive side effects are known to influence continued contraceptive use. Husband's support has also been shown to significantly correlate with comfort and success in contraceptive use among couples of childbearing age. The conclusion of this study indicates that successful contraceptive use is influenced by the couple's biopsychosocial adaptation abilities, based on the Roy Adaptation Model and the concept of Spousal Dyadic Adaptation.
EFEKTIVITAS TERAPI AKUPRESUR TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI: A LITERATURE REVIEW Hendi Wardana; Heni Aulia Tamara; Prascha Alia Cristina; Rusni Masnina
JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU Vol 14 No 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jkmb.v14i1.10308

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global karena prevalensinya yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi serius. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah adalah terapi akupresur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi akupresur terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi melalui metode literature review. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, dan jurnal kesehatan dengan rentang tahun publikasi 2023–2026. Dari hasil pencarian diperoleh 120 artikel yang kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi hingga diperoleh 10 artikel yang dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menyatakan terapi akupresur efektif dalam menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita hipertensi. Terapi akupresur bekerja melalui stimulasi titik tertentu pada tubuh yang dapat meningkatkan sirkulasi darah dan memberikan efek relaksasi. Perawat dan tenaga kesehatan lainnya dapat mempertimbangkan terapi akupresur sebagai salah satu pilihan terapi komplementer dalam pengendalian hipertensi. Selain itu Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan protokol terapi akupresur yang efektif dan aman untuk penderita hipertensi.
Efektivitas Akupresur Titik LI-4 Terhadap Nyeri Kanulasi AV-Fistula pada Pasien Chronic Kidney Disease di Unit Hemodialisis Aryandi, Syahrul; Septiawan, Taufik; Masnina, Rusni; Rahman Hidayat, Faried; Milkhatun, Milkhatun
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The kidneys are a pair of vital organs roughly the size of a fist and account for 1% of the total human body weight. Chronic kidney disease (CKD) is a medical condition in which kidney function progressively declines, resulting in the body’s inability to perform metabolism efficiently. One of the treatments for chronic kidney disease is hemodialysis, which aims to address the temporary or permanent loss of kidney function. The process requires vascular access to circulate blood, typically through the insertion of a needle into an arteriovenous fistula. This procedure causes a pain response that can lead to anxiety and fear during hemodialysis. This study discusses a case analysis regarding the management of CKD patients using acupressure at the LI-4 point to reduce pain intensity during the AV fistula cannulation process in the Hemodialysis Unit at Parikesit Tenggarong Regional General Hospital. The innovative intervention involved applying acupressure at the LI-4 point to alleviate pain for 2–3 minutes prior to and immediately before the AV fistula puncture. The study results showed a significant difference in patients’ pain scores after the acupressure intervention was applied. On the first day, the pain score decreased from 5 to 2; on the second day, from 4 to 2; and on the third day, from 4 to 1. The use of acupressure at the LI-4 point effectively reduced the intensity of pain experienced by patients during the AV fistula needle insertion process
Co-Authors Afina Agma Fazalina Afira Khofifah Agus Budiyono Ahmad Rizal Hidayat Amalia, Nida Ana Safitri Andi Praja Andini Fitdia Sofyanda Andri Praja Annaas Budi Setyawan Annisa Oktavia Pradini Arief Budiman Arif Rahmawan Arifudin Riyadi Aryandi, Syahrul ASRIYADI, FITROH Ayi Hernani Putri Azzahra, Amarilis Fatimah Badrani Abbas Al-Fajri Bagas Saputra Cahya Indah Fitriani Cindi Neni Amilia Cindy Claudia Cindy Maharani Dewi Citra Maulidya Dede Damara Putra Denny Rivaldy Diah Suud Diandra Dita Raudina Dita Veranita Dorkas Agustina Eka Ernawati Ellya Nur Safitri Ellysa Rahma Diana Enok Sureskiarti Eny Etika Raisha Erna Astuti Faried Rahman Hidayat Faried Rahman Hidayat Faried Rahmat Hidayat Ferra Yuliana Ferry Adiaksyah Fiky Jayanti Fitri Wulandari Galang Antar Nusa Ghozali Ghozali, Ghozali Hanifah Tanjung Hanny Anggraini Hanny Anggraini Hendi Wardana Heni Aulia Tamara Herdayanti Herdayanti Herlina, Nunung Husnia Husnia husnul husnul khatimah Jihan Febriyanti Juliana Saputri Kefie, Muhammad Khairul Anwar Leni Mardiani Lestiani Aulia Hasmy Linda Suwarni M. Bachtiar Safrudin Maridi Dirdjo Masitah Masitah Mentari Mentari Merinda Sutriani Milkhatun, Milkhatun Moh Afandi Muhammad Ali Basir Muhammad Bachtiar Muhammad Dodi Rahman Muhammad Fikrie Asyrarie Rahman Muhammad Iqbal Maulana Murliana Febrianti Nadia Nur Haidah Nadiana Sari Nadila Nadila Ni Wayan Wiwin Asthiningsih Nida Amalia Nofia Helfiana Nopia Kanadita Nopia Kanadita Nur Alianatasya Nur Fithriyanti Imamah Nur Leni Alda Nurjanah Nurjanah Nursela, Nursela Nurul Azmi Eka Rinie Nurul Wahdah Pipit Fitriani Prascha Alia Cristina PUJI LESTARI Purwo Setiyo Nugroho Rahman Hidayat, Faried Ranung Nyngtyas Reka Ladina Saqila Reni Anggraeni Renita Bayuningtias Reza Pandu Wijaya Rida Sri Wahyuni Rifky Rama Nur Hidayah Rini Ernawati Risma Ramadhani Rosita Purnama Sari Safitri Ani Salsabila Azzahra Salsabila Noor Aisyah Salsabila Salsabila Azzahra Septiawan, Taufik Sinta Sindika Intan Soleha Sri Sunarti Sri Sunarti Tri Wahyuni Tri Wijayanti Tri Wijayanti Tri Wulandari Wulandari Tukimin bin Sansuwito Umil Makarim vanessa medyana Yunita Wulandari Yusri Arisandi Ilyas Zulaikha, Fatma