Claim Missing Document
Check
Articles

TERAPI PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION KOMBINASI SLOW DEEP BREATHING TERHADAP FATIGUE PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE Nadilla Aissya Nanda; Taufik Septiawan; Rusni Masnina; Faried Rahman Hidayat
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57123

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit progresif dan irreversibel yang memerlukan terapi hemodialisis jangka panjang. Pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis sering mengalami Fatigue akibat anemia, akumulasi toksin uremik, ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, serta dampak prosedur hemodialisis itu sendiri. Fatigue menjadi salah satu keluhan utama yang berdampak signifikan terhadap kemampuan aktivitas dan kualitas hidup pasien, sehingga diperlukan intervensi keperawatan nonfarmakologi yaitu Progressive Muscle Relaxation kombinasi Slow Deep Breathing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa intervensi terhadap fatigue pada pasien Chronic Kidney Disease di ruang Hemodialisa RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong. Intervensi inovasi yang diberikan berupa terapi Progressive Muscle Relaxation Kombinasi Slow Deep Breathing yang dilakukan secara terstruktur selama sesi hemodialisa sesuai dengan standar prosedur, disertai pemantauan tingkat Fatigue sebelum dan sesudah intervensi. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan dan kuesioner FAS sebagai alat ukur fatigue. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan tingkat fatigue pada pasien Chronic Kidney Disease setelah diberikan terapi Progressive Muscle Relaxation Kombinasi Slow Deep Breathing. Pasien melaporkan perasaan lebih rileks, penurunan fatigue fisik, serta peningkatan kenyamanan selama dan setelah hemodialisis. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terapi Progressive Muscle Relaxation Kombinasi Slow Deep Breathing efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologi dalam menurunkan fatigue pada pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis dan dapat diaplikasikan sebagai tindakan mandiri perawat di ruang hemodialisa.
EFEKTIVITAS SIPPING ICE CUBES THERAPY TERHADAP RASA HAUS PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE ON HEMODIALISIS Nurhidayah Nurhidayah; Taufik Septiawan; Rusni Masnina; Faried Rahman Hidayat
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58301

Abstract

ABSTRAKChronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit ginjal kronik yang bersifat progresif dan irreversibel serta memerlukan terapi hemodialisis jangka panjang. Pasien yang menjalani hemodialisis sering mengalami rasa haus akibat pembatasan asupan cairan, yang dapat menurunkan kenyamanan serta meningkatkan risiko ketidakpatuhan terhadap terapi. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi nonfarmakologis yang efektif, sederhana dan mudah diterapkan dalam praktik klinik keperawatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sipping ice cubes therapy dalam menurunkan tingkat rasa haus pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Metode penelitian ini menggunakan desain analisis praktik klinik dengan pendekatan studi kasus pada satu pasien CKD stadium 5. Intervensi dilakukan sebanyak tiga kali dalam periode 31 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026. Tingkat rasa haus diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor rasa haus secara konsisten pada setiap sesi, yaitu dari 4 menjadi 0 pada hari pertama, dari 6 menjadi 2 pada hari kedua dan dari 7 menjadi 3 pada hari ketiga serta disertai peningkatan kenyamanan pasien secara subjektif dan objektif. Simpulan sipping ice cubes therapy efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan rasa haus pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis serta berpotensi meningkatkan kepatuhan terhadap pembatasan cairan dalam pelayanan kesehatan.
Key Factors Associated with Nursing Care Intensity for Nursing Service Management in a Psychiatric Hospital: A Cross-Sectional Study Approach Milkhatun Milkhatun; Yudhi Fajar Saputra; Alfi Ari Fakhrur Rizal; Ni Wayan Wiwin Asthiningsih; Rusni Masnina; Maridi M Dirdjo
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v6i1.789

Abstract

Nursing care intensity is an important indicator of nursing service quality and patient safety. However, in many clinical settings, nursing workload and care demand assessments are still largely based on medical diagnoses rather than psychosocial and cognitive conditions that may better reflect patients’ actual nursing needs. This study examined the association between patient-related factors across four domains (health history and genetic factors, emotional and cognitive functioning, self-concept, and social–interpersonal relationships) and nursing care intensity levels. A cross-sectional study was conducted at RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda, Indonesia, using data from 491 patients collected through a standardized nursing care intensity assessment instrument based on the NANDA–NIC–NOC framework. Nursing care intensity was categorized into low, moderate, and high levels, with most patients classified in the moderate category. Associations between variables and nursing care intensity were analyzed using Chi-square tests, and the strength of associations was evaluated using Cramer’s V and Phi coefficient to identify key associated factors. The result showed that most psychosocial, emotional, cognitive, and social variables showed significant associations with nursing care intensity. The strongest associationships were observed for self-esteem (V = 0.487), socialization in the community (V = 0.408), emotion (V = 0.405), perception (V = 0.290), and intelligence (V = 0.280). In contrast, genetic factors and medical diagnosis showed no significant association with nursing care intensity. Nursing care intensity is more strongly associated with psychosocial and cognitive factors than by traditional medical indicators. These findings highlight key associated factors identified through bivariate analysis and suggest that integrating these domains into routine nursing assessments may support evidence-based staffing allocation, reduce missed nursing care, and improve nursing service quality.
The Effectiveness of Audiovisual Education on the Level of Pre-Elderly's Knowledge about Healthy Lifestyle and Hypertension Prevention Rusni Masnina; Fitri Kholisah; Gusnawati Sulaeman; Milkhatun Milkhatun; Ghozali Ghozali
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v6i1.818

Abstract

As humans age, there are physiological changes that reduce the elasticity of blood vessel walls, which can cause increased blood pressure. In addition, unhealthy lifestyles can also cause high blood pressure. For example, lack of physical activity, stress, and poor eating habits are factors that increase the incidence of high blood pressure. Individuals aged 45-59 years (pre-elderly) need to prepare themselves to carry out self-care in order to face the emergence of hypertension. This study aims to analyze the effectiveness of audiovisual education on the level of knowledge of pre-elderly about healthy lifestyle to prevent hypertension. The research design One-group Pretest-posttest was conducted on 30 pre-elderly respondents in Samarinda City. Data collection on respondent characteristics and level of knowledge about lifestyle used a structured questionnaire. The results showed that the characteristics of pre-elderly respondents based on an average age of 52 years, while the average systolic blood pressure was 131.07 mmHg and diastolic was 84.07 mmHg. The results of statistical analysis showed that there was significant difference in the average knowledge score of respondents between before being given education (6.27) and after being given audiovisual education (7.60). The statistical test results using the Wilcoxon Signed Rank Test obtained a p-value of 0.001 (<0.05). This indicates that audiovisual education can effectively increase pre-elderly knowledge about healthy lifestyle to prevent hypertension.
Pemberian Foot Massage Menggunakan Minyak Zaitun Terhadap Perubahan Tingkat Kelelahan Pada Pasien CKD ON HD Ajeng Irma Riana Dewi; Faried Rahman Hidayat; Taufik Septiawan; Rusni Masnina
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1483

Abstract

Pendahuluan: Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis sering mengalami kelelahan akibat anemia, akumulasi toksin uremik, serta gangguan fisiologis dan metabolik yang berdampak pada kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari. Intervensi keperawatan nonfarmakologis seperti foot massage dengan minyak zaitun dapat menjadi alternatif untuk mengurangi kelelahan. Tujuan : Mengetahui efektivitas pemberian terapi foot massage menggunakan minyak zaitun dalam menurunkan tingkat kelelahan pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis sebagai intervensi keperawatan komplementer Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan asuhan keperawatan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Intervensi berupa foot massage menggunakan minyak zaitun diberikan selama tiga sesi, masing-masing 30 menit. Tingkat kelelahan diukur menggunakan Fatigue Assessment Scale (FAS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Evaluasi menunjukkan penurunan tingkat kelelahan secara bertahap, ditandai dengan penurunan skor FAS dari kategori kelelahan berat menjadi kelelahan ringan setelah tiga kali intervensi. Simpulan: Foot massage menggunakan minyak zaitun efektif menurunkan kelelahan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis dan berpotensi menjadi intervensi keperawatan komplementer untuk meningkatkan kenyamanan serta kualitas hidup pasien.
Co-Authors Afina Agma Fazalina Afira Khofifah Agus Budiyono Ahmad Rizal Hidayat Ajeng Irma Riana Dewi Amalia, Nida Ana Safitri Andi Praja Andini Fitdia Sofyanda Andri Praja Annaas Budi Setyawan Annisa Oktavia Pradini Arief Budiman Arif Rahmawan Arifudin Riyadi Aryandi, Syahrul ASRIYADI, FITROH Ayi Hernani Putri Azzahra, Amarilis Fatimah Badrani Abbas Al-Fajri Bagas Saputra Cahya Indah Fitriani Cindi Neni Amilia Cindy Claudia Cindy Maharani Dewi Citra Maulidya Dede Damara Putra Denny Rivaldy Diah Suud Diandra Dita Raudina Dita Veranita Dorkas Agustina Eka Ernawati Ellya Nur Safitri Ellysa Rahma Diana Enok Sureskiarti Eny Etika Raisha Erna Astuti Faried Rahman Hidayat Faried Rahman Hidayat Faried Rahman Hidayat Faried Rahman Hidayat Faried Rahman Hidayat Faried Rahmat Hidayat Ferra Yuliana Ferry Adiaksyah Fiky Jayanti Fitri Kholisah Fitri Wulandari Galang Antar Nusa Ghozali Ghozali Ghozali Ghozali, Ghozali Gusnawati Sulaeman Hanifah Tanjung Hanny Anggraini Hanny Anggraini Hendi Wardana Heni Aulia Tamara Herdayanti Herdayanti Herlina, Nunung Husnia Husnia husnul husnul khatimah Jihan Febriyanti Juliana Saputri Kefie, Muhammad Khairul Anwar La Debi Atthoba Leni Mardiani Lestiani Aulia Hasmy Linda Suwarni M. Bachtiar Safrudin Maridi Dirdjo Maridi M Dirdjo Masitah Masitah Mentari Mentari Merinda Sutriani Milkhatun, Milkhatun Moh Afandi Muhammad Ali Basir Muhammad Bachtiar Muhammad Dodi Rahman Muhammad Fikrie Asyrarie Rahman Muhammad Iqbal Maulana Murliana Febrianti Nadia Nur Haidah Nadiana Sari Nadila Nadila Nadilla Aissya Nanda Najdah Ni Wayan Wiwin Asthiningsih Ni Wayan Wiwin Asthiningsih Ni Wayan Wiwin Asthiningsih Nida Amalia Nofia Helfiana Nopia Kanadita Nopia Kanadita Nur Alianatasya Nur Fithriyanti Imamah Nur Leni Alda Nurhidayah Nurhidayah Nurjanah Nurjanah Nurkhalisah Nursela, Nursela Nurul Azmi Eka Rinie Nurul Wahdah Pipit Fitriani Prascha Alia Cristina PUJI LESTARI Purwo Setiyo Nugroho Rahman Hidayat, Faried Ranung Nyngtyas Reka Ladina Saqila Reni Anggraeni Renita Bayuningtias Reza Pandu Wijaya Rida Sri Wahyuni Rifky Rama Nur Hidayah Rini Ernawati Risma Ramadhani Rizal, Alfi Ari Fakhrur Rosita Purnama Sari Safitri Ani Salsabila Azzahra Salsabila Noor Aisyah Salsabila Salsabila Azzahra Septiawan, Taufik Shalsa Amirah Fitri Sinta Sindika Intan Soleha Sri Sunarti Sri Sunarti Syafwa Aqilah Taufik Septiawan Taufik Septiawan Taufik Septiawan Tri Wahyuni Tri Wijayanti Tri Wijayanti Tri Wulandari Wulandari Tukimin bin Sansuwito Umil Makarim vanessa medyana Yudhi Fajar Saputra Yunita Wulandari Yusri Arisandi Ilyas Zulaikha, Fatma