Dhofir, Mochammad
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 84 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGARUH SUHU DAN KELEMBABAN TERHADAP ARUS BOCOR ISOLATOR SILICONE RUBBER 20 kV n/a Firohman; Mochammad Dhofir
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolator pos silicone rubber adalah jenis isolator baru yang mempunyai keunggulan sisi mekanis berupa sifat hydrophobic yang unik. Selain keunggulan dari segi mekanis, sebuah isolator memerlukan beberapa parameter penting dari segi elektris jika akan diaplikasikan di Indonesia. Salah satu parameter yang penting adalah arus bocor (leakage current). Beberapa hal yang dapat mempengaruhi tingkat arus bocor isolator silicone rubber adalah kontaminan garam, sinar UV, suhu, kelembaban dan corona discharge. Dalam penelitian ini akan dibahas analisis pengaruh suhu dan kelembaban terhadap nilai arus bocor pada isolator pos silicone rubber. Tingkat variasi kelembaban yang digunakan mulai 50% sampai 99% dan tingkat variasi suhu yang dikenakan mulai dari 25℃ sampai 70℃ dengan tingkat tegangan uji antara 10 kV sampai 30 kV. Hasil analisis data yang didapatkan menunjukkan bahwa pada uji variasi kelembaban, nilai arus bocor naik secara tidak linier dan mengalami kenaikan yang pesat saat nilai kelembaban mendekati maksimum. Sedangkan pada uji variasi suhu, nilai arus bocor naik secara linier, namun dari analisa data menunjukkan bahwa pada range suhu 25℃ sampai 70℃ tidak terlalu mempengaruhi nilai arus bocor. Arus bocor yang melewati permukaan isolator pos silicone rubber dapat menyebabkan rugi-rugi daya. Kata kunci: suhu, kelembaban, arus bocor, silicone rubber. ABSTRACT Silicone rubber insulator is a new type of insulator that has mechanical advantages such as unique hydrophobic properties. In addition to mechanical advantages, an insulator requires several important electrical parametes if it to be applied in Indonesia. One of the important parameter is leakage current. There is several things that can affect the level of leakage cuurent of silicone rubber insulator are salt contaminants, UV light, temperature, humidity and corona discharge. This research will analyze the effect of temperature and humidity on the value of leakage current on silicone rubber insulators. The level of variation of humidity used in this study starts from 50% to 99% and temperature variation starts from 25℃ to 70℃ with test voltage levels between 10 kV to 30 kV. From the data analysis show that in humidity variation test, the value of leakage current rises non-linearly and has rapid increase when humidity approach maximum level. Whereas in temperature variation test, the value of leakage currentrises linearly, but from data analysis show that temperature 20℃ to 70℃ does not significantly affect the value of the leakage current. Leakage current that passes through surface of a silicone rubber insulator can cause power losses. Keywords: temperature, humidity, leakage current, silicon rubber
ANALISIS SISTEM PENTANAHAN ELEKTRODA RADIAL DENGAN PENAMBAHAN TANAH KATEL Avif Septian Imandyan; Mochammad Dhofir; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Dalam penyaluran energi listrik biasannya ditemukan gangguan yang mengakibatkan terhambatnya penyaluran energi listrik ke konsumen. Penyebab yang terjadi biasannya gangguan antara peralatan dengan peralatan atau peralatan dengan manusia bahkan terjadi akibat pengaruh dari lingkungan. Salah satunya yang dapat merusak peralatan akibat lingkungan adalah sambaran petir. Akibatnya perlu sistem pentanahan yang efektif yang dapat mengamankan sistem atau peralatan dari hubung singkat ke tanah. Dalam penelitian ini akan dilakukan perbaikan pada tanah dengan melakukan penambahan tanah katel pada sistem pentanahan elektroda radial dengan beberapa variasi kedalaman tanam elektroda dan variasi panjang elektroda. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan tanah di lokasi dan menggunakan penambahan tanah katel. Variasi kedalaman elektroda adalah 20 cm, 40 cm, 60 cm, 80 cm dan 100 cm. Variasi panjang elektroda radial adalah model A (100 cm), model B (200 cm), model C (300 cm), dan model D (400 cm). Pengukuran tahanan pentanahan menggunakan metode 3-node. Dari hasil penelitian didapatkan nilai tahanan pentanahan terendah pada elektroda model D dengan kedalaman tanam 100 cm dengan penambahan tanah katel sebesar 15,53 ohm. Kata kunci — Sistem pentanahan, Elektroda radial, Tanah katel.   Abstract—. In the distribution of electrical energy is usually found disruptions that result in the inhibition of the distribution of electrical energy to consumers. The cause of the usual disturbance between equipment and equipment or equipment with humans even occurs due to the influence of the environment. One of them that can damage equipment due to the environment is lightning strikes. As a result, it is necessary an effective grounding system that can secure the system or equipment from a short circuit to the ground.The research will conduct the soil refinement by addition of alluvial soil to a radial electrode grounding system with some variations in the depth of electrode planting and variation of electrode length. Measurements are made using soil on location and using the addition of alluvial soil. The variations in the depth of the electrode were 20 cm, 40 cm, 60 cm, 80 cm and 100 cm. The variations for the radial electrode length are model A (100 cm), model B (200 cm), model C (300 cm), and model D (400 cm). Measurement of grounding resistance using the 3-node method. From the research results, the lowest grounding resistance value was obtained at the model D electrode with depth of planting100 cm using alluvial soil addition of 15.53 ohm. Keywords— Grounding system, Radial electrode, Alluvial soil.
PENGARUH MEDAN LISTRIK AC NON HOMOGEN PADA TETESAN AIR DALAM MINYAK ZAITUN Rezki Awalia Novianti Harun; Mochammad Dhofir; Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trafo merupakan bagian penting dalam sistem ketenagalistrikan. Didalam trafo terdapat isolasi cair yaitu minyak trafo. Seiring berjalannya waktu sumber energi minyak bumi akan habis, sehingga diperlukan alternatif lain sebagai pengganti minyak trafo. Minyak zaitun merupakan salah satu minyak nabati yang dapat digunakan sebagai alternatif. Pada penelitian akan melihat pengaruh yang terjadi pada tetesan air didalam minyak zaitun jika diberi medan listrik AC non homogen serta akan menguji sifat listrik dari minyak zaitun. Agar minyak zaitun dapat dikatakan sebagai minyak alternatif pengganti minyak trafo maka akan dilakukan pengujian sifat listrik dari minyak zaitun yaitu seperti tegangan tembus, permitivitas dan resistivitas. Untuk mendapatkan medan listrik non homogen maka digunakan dua elektroda yang berbeda bentuk. Pada pengujian pengaruh medan listrik AC non homogen pada tetesan air dalam minyak zaitun akan didapatkan hasil berupa waktu tempuh, kecepatan jatuh, perubahan bentuk dan gaya yang bekerja. Metode penelitian yang digunakan adalah pengujian pada objek uji. Objek uji berupa minyak zaitun dan tetesan air, pengujian akan dilakukan di Laboratorium Tegangan Tinggi Teknik Elektro Universitas Brawijaya. Pengujian menggunakan rangkaian pembangkitan tegangan tinggi AC dan DC untuk mendapatkan nilai tegangan tembus, arus bocor, arus konduksi dari minyak zaitun serta untuk mengamati pengaruh medan listrik pada tetesan air dengan besar tegangan yaitu 0 kV hingga 31 kV. Hasil pengujian didapatkan dalam penelitian ini adalah tegangan tembus minyak zaitun baru hingga 20,2 kV, nilai arus bocor, arus konduksi digunakan untuk mencari nilai resistivitas 0,298  dan permitivitas yaitu 2,877. Serta saat tegangan yang diberikan semakin besar maka waktu tempuh yang dibutuhkan tetesan air untuk sampai kedasar akan semakin lama  dan kecepatan jatuhnya akan semakin lambat. Serta semakin besar tegangan yang diberikan maka perubahan bentuk tetesan air akan konstan dan kemudian akan pecah. Kata kunci-Minyak zaitun, tegangan tembus, perubahan bentuk, medan listrik AC Abstract A transfromer is a substantial component of a power system which consists of transformer oil as liquid isolation. A substitute for mineral oil as transformer oil is needed since the low availability and low biodegradability of mineral oil . Olive oil is one of the natural oils that promising as an alternative to mineral oil. This research observes the behavior of the water droplets in olive oil regarding non-homogenous AC electric field and examines the electrical characteristic of olive oil. Several tests concerning breakdown voltage, permittivity, and resistivity of olive oil attempted to testify olive oil as a transformer oil substitute.  Non-homogenous electric field attained by two different shapes of the electrode. Non-homogenous AC electric field of a water droplet in olive oil test results the data of dropping time, dropping velocity, shape changes, and involved force. The research method implemented in this research is a test-object examination. The test objects are olive oil and water droplet. This research took place in the High-Voltage Laboratory of Electrical Department of Brawijaya University. The tests attempt to obtain the value of breakdown voltage, leakage current,  and conduction current of olive oil by high voltage AC and DC generating circuit, as well as observe the effects of electric field on water droplet under 0kV to 31 kV conditions. The result shows that the breakdown voltage of olive oil is up to 20.2kV. The value of resistivity and permittivity of olive oil are 0.298 and 2.877, respectively. This research concludes that the higher voltage caused the longest time of water droplet to aim at the bottom and the increase of voltage leads to shape-changing of the water droplet which would shatter gradually regarding the voltage increase. Keywords: Olive oil, breakdown voltage, shape changes, AC electric field
ANALISIS PENGARUH MEDAN LISTRIK BOLAK-BALIK HOMOGEN TERHADAP BENTUK DAN KECEPATAN JATUH TETESAN AIR DALAM MINYAK TRANSFORMATOR Maulana Rahmat Ramadhani; Mochammad Dhofir
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Dalam sebuah transformator, minyak transformator merupakan isolasi cair yang sangat penting untuk memisahkan bagian transformator yang bertegangan. Sedangkan air merupakan salah satu pengotor yang dapat menyebabkan kegagalan isolasi dalam transformator. Penelitian ini menguji dan mengamati pengaruh medan listrik bolak balik homogen AC terhadap kecepatan jatuh dan perubahan bentuk tetesan air dalam minyak transformator. Electrohydrodynamics (EHD) yang mengkaji gerak cairan di bawah pengaruh medan listrik eksternal merupakan dasar dari penelitian ini. Hasil dari penelitian menunjukan: 1.) Kecepatan rata-rata tetesan air tanpa adanya pengaruh medan listrik berubah secara fluktuatif hingga mendekati konstan ketika berada pada jarak tempuh 8 cm dengan kecepatan terminal sebesar 5,027 cm/s. Kecepatan rata-rata tetesan air dengan pengaruh medan listrik berubah secara fluktuatif dan mendekati konstan ketika berada pada jarak tempuh 8 cm. Ketika tetesan diberi kuat medan sebesar 1 kV/cm tetesan air memiliki kecepatan terminal sebesar 5,035 cm/s. Ketika tetesan diberi kuat medan sebesar 2 kV/cm tetesan air memiliki kecepatan terminal sebesar 4,653 cm/s. Ketika tetesan diberi kuat medan sebesar 3 kV/cm tetesan air memiliki kecepatan terminal sebesar 4,646 cm/s. Ketika tetesan diberi kuat medan sebesar 4 kV/cm tetesan air memiliki kecepatan terminal sebesar 3,343 cm/s. Ketika tetesan diberi kuat medan sebesar 5 kV/cm tetesan air memiliki kecepatan terminal sebesar 2,778 cm/s. Semakin besar kuat medan listrik yang diberikan pada tetesan air maka kecepatan terminal tetesan akan semakin menurun. 2.) Semakin bertambahnya jarak tempuh tetesan air pada medium minyak transformator, maka rasio deformasi tetesan air tanpa pengaruh medan listrik semakin bernilai negatif hingga pada saat kondisi steady rasio deformasi bernilai konstan. Semakin besar kuat medan listrik yang diberikan pada tetesan air, maka rasio deformasi tetesan air akan semakin meningkat. 3.) Gaya-gaya yang bekerja pada tetesan air dalam medium minyak transformator dengan pengaruh medan listrik bolak-balik homogen dapat diuraikan pada sumbu kartesian. Gaya yang bekerja pada sumbu y merupakan gaya berat, gaya angkat dan gaya gesek tetesan. Besar gaya berat dan gaya angkat tetesan dengan volume 0,0314 cm3 sebesar  dan  yang bernilai konstan pada setiap posisi jatuh tetesan. Sedangkan gaya gesek tetesan memiliki nilai yang berubah-ubah pada tiap posisi jatuh tetesan. Gaya yang bekerja pada sumbu x adalah gaya coulomb akibat tarikan oleh anoda dan katoda yang besarnya sebanding dengan kenaikan medan listrik. Kata kunci: tetesan air, medan listrik bolak-balik, minyak transformator, perubahan bentuk ABSTRACT In a transformer, transformer oil is a very important liquid insulation to separate the voltage part of the transformer. While water is one of the impurities that can cause insulation failure in the transformer. This study tested and observed the effect of uniform alternating electric field to the velocity of the fall and the deformation of water droplet form in transformer oil. Electrohydrodynamics (EHD) that examine the fluid motion under the influence of an external electric field is the basis of this study. The results of the research shows: 1.) The average velocity of water droplets without the electric field effect changes fluctuating to near constant when located at 8 cm distance with terminal speed of 5,027 cm/s. The average velocity of water droplets with the influence of the electric field changes fluctuating to near constant when it is at a distance of 8 cm. When the droplets are given an electric field intensity of 1 kV/cm, the water droplet has a terminal velocity of 5,035 cm/s. When the droplets are given an electric field intensity of 2 kV/cm the water droplet has a terminal speed of 4.653 cm/s. When the droplets are given an electric field intensity of 3 kV/cm the water droplet has a terminal speed of 4.646 cm/s. When the droplets are given an electric field intensity of 4 kV/cm the water droplet has a terminal velocity of 3.343 cm/s. When the droplets are given an electric field intensity of 5 kV/cm the water droplet has a terminal speed of 2.778 cm/s. The greater the electric field intensity given to the water droplet, the velocity of the droplet will decrease further. 2.) The increasing distance of the water droplet in the transformer oil medium, the deformation ratio of water droplets without the electric field influence will be more negative until the steady condition is constant. The greater the electric field intensity given to the water droplet, the water droplet deformation ratio will increase. 3.) The forces acting on the water droplet in transformer oil medium under uniform alternating electric field can be classified into the cartesian axis. The force acting on the y-axis are the weight, buoyant force and frictional force of the droplets. The value of weight and buoyant force with a droplet’s volume of 0.0314 cm3, that always have a constant values at each drop position, are 3,07×10-4 N and 2,76×10-4 N, respectively. While the frictional force of droplets always have a varying value at each drop positions. The force acting on the x-axis are coulomb forces due to the pull by anode and cathode of the value comparable to the increase in the electric field. Keywords: Sedimenting drops water, Alternating Electric Field, Transformer Oil, Deformation
PENGARUH MEDAN LISTRIK DC HOMOGEN TERHADAP TETESAN AIR DALAM MINYAK KELAPA SAWIT Erya Septy Dwi Wardhani; Mochammad Dhofir; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformator membutuhkan minyak trafo sebagai minyak isolasi. Minyak isolasi ada dua jenis yaitu minyak mineral dan minyak nabati. Seiring bertambahnya waktu minyak trafo (minyak mineral) berkurang sehingga diperlukan alternatif lain sebagai pengganti. Minyak kelapa sawit merupakan minyak nabati yang dapat menjadi penggati alternatif.Selain itu di dalam transformator terdapar air yang merupakan sebuah pengotor yang dapat menyebabkan kegagalan isolasi. Penelitian ini menguji sifat listrik dari minyak kelapa sawit dan mengamati pengaruh medan listrik DC homogen terhadap tetesan air dalam minyak kelapa sawit. Objek uji yang digunakan adalah minyak kelapa sawit yang ditempatkan pada chamber yang terdapat dua elektroda plat dan air yang akan disuntikkan kedalam minyak kelapa sawit. Pengujian ini dilakukan di Laboratorium Tegangan Tinggi Teknik Elektro Universitas Brawijaya. Hasil dari penelitian ini menunjukan : 1) Perubahan bentuk tetesan air dalam pengaruh medan listrik dengan diameter suntik 3 mm dan 2 mm mengalami perubahan bentuk diameter a dan b ketika diberi variasi kuat medan listrik searah mengalami perubahan awal diameter a lebih kecil pada diameter b sedangkan ketika tetesan air melewati bagian elektroda yang dihubungkan dengan tegangan tetesan air akan mengalami perubahan bentuk dimana diameter a dan b bernilai sama dan akan berubah ketika mendekati ujung bawah elektroda dimana diameter a lebih besar daripada diameter b. 2) Kecepatan rata-rata tetesan air dengan diameter suntik 3 mm dan diameter suntik 2 mm semakin besar kuat medan listrik yang diberikan maka kecepatan jatuh rata-rata tiap posisi relatif semakin turun. 3) Gaya-gaya yang bekerja saat medium minyak kelapa sawit dengan pengaruh medan listrik DC homogen dapat diuraikan pada sumbu kartesian. Gaya yang mempengaruhi pada sumbu y yaitu gaya berat, gaya angkat dan gaya gesek tetesan memiliki nilai yang berubah-ubah pada setiap posisi. Sedangkan gaya yang mempengaruhi sumbu x yaitu gaya coulomb yang besarnya sebanding dengan kenaikan medan listrik yang diberikan. Kata Kunci : Minyak kelapa sawit, tetesan air, medan listrik DC, Kecepatan, dan perubahan bentuk. ABSTRACT Transformer requires oil transformer as insulating oil. Oil insulation There are two types namely mineral oil and vegetable oil. As the oil transformer time (mineral oil) is reduced so another alternative is required as a substitute. Palm oil is a vegetable oil that can become an alternative grinder. In addition, in the transformer there is water that is an impurities that can cause isolation failure. This research examines the electrical nature of palm oil and observes the influence of the homogeneous DC electric field against water droplets in palm oil. The test object used is palm oil that is placed in the chamber that there are two plate electrodes and water that will be injected into the oil palm. This research in the High Voltage Electrical Engineering Laboratory of Brawijaya University. The results of the research shows : 1) changes in the form of water droplets in the influence of electric fields with an injectable diameter of 3 mm and 2 mm are undergoing a change in diameter a and b form when given strong variations of the electric field in the initial changes diameter a is smaller at diameter b whereas when water droplets pass through the electrode associated with the water droplet tension will undergo a change in shape where diameter a and b are equal and will change when approaching the lower end electrode where diameter a is bigger than the diameter of B. 2) The average speed of water droplets with an injectable diameter of 3 mm and an injectable diameter of 2 mm the larger the power field is given then the average falling speed of each position is increasingly Down. 3) The force acting on the water droplets in palm oil medium under the DC electric field uniform on the Cartesian axis. The force affecting the y-axis is the weight force, the buoyant force and the friction force has a varying value in each drops position. While the force affecting the x-axis is a Coulomb force that is comparable to the increase in the electric field. Keyword : Palm oil, Sedimenting water drops,  DC Electric Field, Velocity, and Deformation.
ANALISIS RESIKO BAHAYA BUSUR LISTRIK PADA SISTEM INSTALASI TEGANGAN RENDAH DI PT. KEBON AGUNG KOTA MALANG Atika Rahma Hadiana; Mochammad Dhofir; Harry Soekotjo Dachlan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.261 KB)

Abstract

PT. KEBON AGUNG adalah pabrik gulayang menggunakan sistem kelistrikan di dalamnyadengan resiko berbahaya jika terdapat gangguanhubung singkat yang tidak dapat segera dipadamkansehingga timbul busur listrik dengan temperaturmencapai 19.000°C atau empat kali temperaturpermukaan matahari. Resiko bahaya busur listrikdianalisis menggunakan studi hubung singkat tiga fasadan koordinasi peralatan pengaman arus lebih untukmenentukan bolted fault current dan waktu pemutusangangguan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwaperalatan yang memiliki resiko bahaya paling tinggiadalah GRUP 6 dan MCC 8 yaitu kategori 3 yangdisebabkan oleh waktu pemutusan gangguan yangcukup lama yaitu 0,4 detik.Kata Kunci – Busur listrik, arc fault current,instantaneous trip, short time delay trip.
PENGARUH SUHU DAN LAMA PEMANASAN MINYAK KELAPA SAWIT TERHADAP TINGKAT KADAR AIR DAN TEGANGAN TEMBUS Andreas Parningotan S.; Mochammad Dhofir; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dielektrik adalah suatu bahan yang memiliki daya hantar arus yang sangat kecil atau bahkan hampir tidak ada, yang dapat berwujud padat, cair dan gas. Salah satu penggunaan dielektrik cair adalah minyak isolasi yang digunakan pada transformator daya, yaitu dalam bentuk minyak mineral. Minyak kelapa sawit menjadi salah satu alternatif untuk menggantikan minyak mineral yang telah digunakan selama lebih dari seratus tahun. Sebelum digunakan sebagai minyak isolasi, minyak kelapa sawit memerlukan pengolahan dan modifikasi untuk meningkatkan kinerja dielektriknya. Penelitian ini akan melihat bagaimana pengaruh pemanasan minyak kelapa sawit terhadap tingkat kadar air dan tegangan tembusnya. Dengan menggunakan oven, akan dilihat besar pengaruh pemanasan terhadap kadar air pada minyak kelapa sawit. Kemudian minyak kelapa sawit yang sudah dipanaskan akan diuji kekuatan dielektriknya, yaitu lewat pengujian tegangan tembus. Dari hasil penelitian didapatkan semakin besar suhu dan lama pemanasan, maka semakin kecil tingkat kadar air yang didapatkan. Adapun tingkat kadar air terendah yang didapatkan sebesar 449 ppm pada pemanasan 70oC selama 60 menit. Penurunan tingkat kadar air mampu  memperbaiki tegangan tembus minyak kelapa sawit, tetapi hanya sampai pada pemanasan suhu 60oC dengan waktu 30 menit. Tegangan tembus yang didapatkan sebesar 30,61 kV. Kata kunci: minyak isolasi, minyak kelapa sawit, kadar air, tegangan tembus.   ABSTRACT Dielectric is a material that has very little or no current conductivity, which can be solid, liquid and gas. One of the uses for liquid dielectrics is the insulating oil used in power transformers, which is in the form of mineral oil. Palm oil is one of the alternatives to replace mineral oil that has been used for more than a hundred years. Before being used as an insulating oil, palm oil requires processing and modification to improve its dielectric performance. This research will look at the effect of heating palm oil on moisture content and its breakdown voltage. By using an oven, it will be seen the effect of heating on the moisture content of palm oil. Then palm oil that has been heated will be tested for its dielectric strength, namely through a breakdown voltage test. From the research results, it was found that the greater the temperature and heating time, the smaller the level of moisture obtained. As for the lowest moisture content level which is obtained at 449 ppm on 70oC in 60 minutes.  The decrease in moisture content can improve the breakdown voltage of palm oil, but only until the heating temperature is 60oC in 30 minutes. The breakdown voltage obtained is 30.61 kV. Keyword: insulating oil, palm oil, moisture content, breakdown voltage.
RANCANG BANGUN PERALATAN PROTEKSI LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM SATU FASA TERHADAP BAHAYA SURJA PETIR MENGGUNAKAN PCB (PRINTED CIRCUIT BOARD) Ayu Puspitasari; Mochammad Dhofir; Harry Soekotjo Dachlan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.991 KB)

Abstract

Penelitian ini menguraikan tentang rancang bangun peralatan proteksi lampu penerangan jalan umum satu fasa terhadap bahaya surja petir menggunakan PCB (Printed Circuit Board). Arester ini dapat digunakan pada kategori I yang memiliki ketahanan terhadap tegangan impuls sebesar 1,5 kV. Pada peralatan listrik tegangan rendah dapat diamankan dengan menggunakan arester berupa susunan elektroda sela udara yang terbuat dari PCB karena mudah dalam rekayasa dan murah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah perencanaan arester yang meliputi bentuk geometri elektroda, perubahan jarak sela dan perbesaran dimensi elektroda (panjang sela). Selanjutnya pengujian ketahanan arester terhadap tegangan AC dan analisis v-t Curve serta analisis probabilitas tembus arester hasil perancangan. Dari hasil pengujian, didapatkan bahwa perbesaran jarak sela dan panjang sela dapat memotong tegangan impuls sebesar 1,5 kV sesaat sebelum puncak impuls dengan jarak sela 0,3 mm dan panjang sela 20 mm. Semakin tinggi tegangan impuls yang terpotong, maka akan semakin cepat pula waktu potongnya dan didapatkan kepastian tembus lebih dari 95% yaitu sebesar 1,5 kV.Kata Kunci- Tegangan impuls, arester sela udara, Probabilitas tembus, v-t Curve.
ANALISIS ARUS INRUSH SAAT SWITCHING KAPASITOR BANK DI GARDU INDUK (GI) MANISREJO MADIUN Mohamad Adif; n/a Soemarwanto; Mochammad Dhofir
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.866 KB)

Abstract

Gardu Induk (GI) Manisrejo Madiun sebagai penyuplai daya ke konsumen. Beban induktif di sisi beban harus memiliki faktor daya tidak kurang dari 0,85 yang telah ditetapkan oleh PLN. Untuk memenuhi persyaratan faktor daya tersebut, maka diperlukan sebuah kompensator daya reaktif yaitu berupa bank kapasitor. Pihak menejemen PLN memutuskan bahwa faktor daya yang diinginkan sebesar 0,85 lagging. Namun bila dua atau lebih susunan kapasitor (capacitor bank) yang diparalel pada suatu bus, back to back switching, dari kapasitor dapat menghasilkan nilai arus inrush, osilasi frekuensi dan lonjakan tegangan yang tinggi, ini dapat membahayakan peralatan listrik serta dapat memperpendek umur kapasitor. Setelah dilakukan analisa menggunakan standart ANSI/IEEE C37.012-2005 bahwa besarnya arus inrush pada susunan kapasitor bank Gardu Induk (GI) Manisrejo Madiun mencapai lebih dari 100 kali arus rms kapasitor yang terpasang sehingga dapat berbahaya. Nilai arus inrush tersebut berada diatas nilai yang diijinkan oleh publikasi IEC 70 sebesar 100 kali arus rms kapasitor (A.S. Pabla, 1989). Sehingga membutuh solusi untuk mereduksi arus inrush tersebut yaitu dengan menggunakan reaktor yang dipasang seri dengan kapasitor bank. Oleh karena itu dalam skripsi ini melakukan analisis arus inrush saat switching kapasitor bank di GI Manisrejo Madiun yang analisisnya dilakukan dengan menggunakan model rangkaian.Kata Kunci: arus inrush, kapasitor bank, faktor daya, switching, reaktor.
ANALISIS PENGARUH ISOLATOR PIRING BERPOLUTAN DI GRESIK TERHADAP ARUS BOCOR PADA KONDISI KERING DAN BASAH Arifin Surya Winarto; Mochammad Dhofir; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas analisis pengaruh polutan dari udara di Gresik terhadap tingkat arus bocor isolator piring berbahan keramik. Untuk menyamakan kondisi di lapangan, pengujian arus bocor dilakukan pada kondisi kering dan basah, dengan variasi kondisi basah menggunakan curah hujan sebesar 23,38 mm, 58,44 mm, dan 85,5 mm untuk merepresentasikan curah hujan di Indonesia sesuai data dari BMKG. Pada penelitian ini, digunakan 3 variasi jumlah isolator berpolutan dan 3 variasi jumlah isolator bersih yang terpasang pada setiap pengujian. Variasi tegangan uji yang digunakan mulai dari 2 kV hingga 20 kV dengan kenaikan sebesar 3 kV dalam setiap pengujiannya. Dari hasil pengujian ini didapatkan hasil bahwa polutan pada isolator dan curah hujan berpengaruh terhadap arus bocor, karena dari hasil uji kandungan polutan didapatkan hasil bahwa polutan tersebut sebagian besar bersifat logam ataupun semikonduktor yang dapat menurunkan kemampuan isolasi dari isolator jika unsur-unsur kimia tersebut melekat di permukaan isolator. Pada tegangan 20 kV dengan objek uji 3 keping isolator berpolutan dalam kondisi kering, didapatkan nilai arus bocor sebesar 60,73 µA. Sedangkan pada kondisi basah dengan curah hujan sebesar 23,38 mm, 58,44 mm, dan 85,71 mm didapatkan nilai arus bocor berturut-turut sebesar 288,67 µA, 369,97 µA, dan 444,52 µA. Pada penelitian ini, semakin besar curah hujan buatan dan tegangan uji yang diberikan maka arus bocor yang mengalir pada isolator juga akan semakin besar. Arus bocor yang mengalir pada permukaan isolator piring berbahan keramik akan menyebabkan rugi daya listrik dan rugi energi listrik. Kata kunci: arus bocor, polutan udara, isolator keramik, curah hujan.   ABSTRACT This study discusses about the testing results of leakage current flowing on ceramic suspension type insulator from the influence of air pollution at Gresik. To equate the conditions in the field, the testing of leakage currents was carried out in dry and wet conditions, with variations in wet conditions using rainfall of 23.38 mm, 58.44 mm and 85.5 mm to represent rainfall in Indonesia according to data from BMKG. In this study, 3 variation of insulators are used, both the ones that are in polluted condition and those with clean condition in every test.  Variations in test voltages used range from 2 kV to 20 kV with an increase of 3 kV in every test. From the results of this test it was found that pollutants and precipitation had a huge effect on leakage currents, because the results of the pollutant content test showed that these pollutants were mostly metal or semiconductor which could reduce the insulation ability of the insulator if the chemical elements were stacked to insulator surface. At 20 kV test voltage with 3 pieces of polluted insulator in dry condition, obtained the value of leakage current is 60,73 µA. Meanwhile on wet condition with precipitation level of 23,38 mm, 58,44 mm, and 85,71 mm obtained the value of leakage current  respectively are 288,67 µA, 369,97 µA, and 444,52 µA. In this study, the greater the artificial rainfall and the given test voltage, the greater the leakage current will flow on the insulator. Leaking current that flow on the surface of the plate insulator made of ceramic will cause electrical power loss and loss of electrical energy. Keywords: leakage current, air pollution, ceramic insulator, precipitation.
Co-Authors Affan Rafli Andriansyah Agung Firmansyah Sunardi Ahmad Fadly Irawan Ahmad Nahla Rialdi Ahmad Reza Yahya Akhmad Hasim Albin Adyaksa Sabil Aldian Eka Fitranto Aldo Julian Hastono Alif Rahmatullah Umar Amadea, Cinta Hanifa Andreas Parningotan S. Andrian Dwiputro Arbi Ramadhan Arifin Surya Winarto Ashydiq Chenny Saputra Atika Rahma Hadiana Avif Septian Imandyan Ayu Puspitasari Bagus Ibnu Pratama Bimo Ardiansyah Bobby Hertanto Boby Satriya Nugraha Bryan Malvin Candra Mebby Oka Charis Majid Teguh P. Danang Aji Nugroho Dandhi Tri Laksono Daniel Kristo Mula Lambok Pangaribuan Desinta Ayu Woro H. Devanda Antonius Y. R. Dimas Hariyo Kuncoro Dini Rizkita Sari Epprylia Prima Maimunawati Erya Septy Dwi Wardhani Firmansyah Putra Satria Galuh Indra Permadi Habriansyah Basta Nugraha Hakim, Luqman Harry Soekotjo Dachlan Hery Purnomo I Wayan Ari Mahendra Ibnu Sabilli Idham Budi Satria Ignatius Agung Pratama Ihza Aulia Rahman Iksan , Santoso Ilham Ismail Mochsen Imam Sabilil Haque Jovie Trias Agung Nugroho Kresna Sukma Dewangga Lita Farahdiba M. Iqbal Bayhaqi Fauzi Mahfudz Shidiq Maulana Akhtar Khaqqi Maulana Rahmat Ramadhani Maulani Candra Mochammad Muchlis Triwahyudi Mohamad Adif Muhammad Ghufron Auliya Rahman Mukti Ayu Nur Vitasari n/a Dammegi n/a Firohman n/a Soemarwanto n/a Wijono Nadhea Primasetya Nudira, Rizar Nur Subhan Nurizza Salsa Alafia Pegy Lestari Priya Surya Harijanto Putra Adi Dharma Utama Rahmadwati, n/a Refli Maulana Resi Ratnasari Rezki Awalia Novianti Harun Ridho Darmawan Rini Nur Hasanah Rize Taufiq Ramadhan Rizki Chandra Maulana Singgih Andi Rubiyanto Sipa Peberina Ginting Suyono, Hadi Taufik Adi Nugroho Teguh Utomo Thoriq Kamal Septianhasri Timbul Mulia Tri Nurwati Unggul Wibawa Wicaksono, Angga Dwiki Wiken Cahyo Pambudi Yoga Prasetya Yukovany Zhulkarnaen Yusri Bakhtiar Zamrud Kurnia Prasetyo