Dhofir, Mochammad
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 84 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH HOMOGENITAS MEDAN LISTRIK TERHADAP KARAKTERISTIK PARTIAL DISCHARGE PADA ISOLASI POLIVYNIL CHLORIDE (PVC) Ridho Darmawan; Mochammad Dhofir
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dengan berbagai perangkat pendukung kegiatan manusia meningkatkan kebutuhan suplai energi berupa energi listrik. Isolasi yang baik memegang peranan yang sangat penting dalam menjamin suatu kehandalan dan keamanan sistem ketenagalistrikan. Tetapi nyatanya gangguan maupun kegagalan listrik tetap kerap terjadi, salah satu penyebab adalah adanya peluahan parsial. Peluahan parsial menyebabkan material isolasi mengalami penurunan (degradasi) dan untuk beberapa alasan fenomena ini diduga menjadi salah satu awal penyebab terjadinya kegagalan pada isolasi. Pada penelitian kali ini akan dibahas mengenai pengaruh variasi lokasi rongga udara, variasi ketebalan isolasi, bentuk elektroda, dan variasi tegangan terhadap karakteristik peluahan parsial pada isolasi Polivynil Chloride (PVC) pada model rongga udara konstan berbentuk silinder dengan diameter 1 cm dan memiliki ketinggian 0,5 mm. Dalam penelitian ini ditemukan beberapa hal seperti: (1) variasi lokasi rongga udara memberikan hasil tegangan mula peluahan yang bersesuaian dengan pola distribusi medan listrik yang menerpa dielektrik; (2) variasi ketebalan memberikan nilai tegangan mula peluahan yang semakin tinggi saat ketebalan bahan ditingkatkan; (3) bentuk elektroda mempengaruhi tingkat tegangan mula peluahan karena pola distribusi medan yang diberikan oleh elektroda yang berbeda (homogen dan non homogen), pada elektroda homogen ditemukan bahwa variasi lokasi rongga memberikan nilai tegangan mula yang cenderung tak terpaut jauh satu dengan lain; (4) pada penerpaan tegangan yang semakin tinggi peluahan yang terjadi di dalam bahan terjadi semakin banyak, diamati dengan meningkatnya perulangan pulsa peluahan; (5) hasil analisa pada bahan dengan menggunakan bantuan perangkat SEM (Scanning Electron Microscope) menunjukan fenomena peluahan parsial menyebabkan degradasi pada bahan isolasi, hal ini ditemukan dengan diamatinya muncul bercak-bercak pada daerah permukaan isolasi. Kata kunci: peluahan parsial, tegangan mula peluahan, jumlah pulsa peluahan, muatan peluahan, SEM, degradasi   ABSTRACT The development of technology with various devices to supporting human activities increases the need for electrical energy supply. Good insulation plays a very important role in ensuring a reliability and security of the electricity system. But in fact some several disturbance and failure in electricity remains frequent, one of the causes is the partial discharge phenomenon. Partial discharge caused the insulation material degradate and for some reason this phenomenon thought to be one of the earliest causes failure in insulation. In this research we will be discussed the influence of air cavity location, insulation thickness, electrode shape, and voltage variation to partial discharge characteristics on Polivynil Chloride (PVC) insulation with constant cylindrical air cube model with diameter 1 cm and height 0,5 mm. In this study we found several things such as: (1) the air cavity location gives different level of inception voltage corresponding to the electric field distribution pattern in dielectric; (2) the thickness variation gives a higher inception voltage value when the material thickness increased; (3) the shape of the electrode affects the inception voltage level due to the field distribution pattern given by the electrodes (homogeneous and non homogeneous), for homogeneous electrode it’s  found that the variation of the cavity location gives the inception voltage value which tends close to each other; (4) at the higher voltage expansion partial discharge happen frequent, observed by the increasing of pulse repetition; (5) The results of the analysis on the material using the SEM (Scanning Electron Microscope) device show the partial discharge phenomenon caused degradation in the insulating material, this  found by observing some several spots on the surface of the insulation. Keywords : partial discharge, inception voltage, pulse number, SEM, degradation
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PEMANAS INDUKSI DENGAN METODE PANCAKE COIL BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA 8535 Yukovany Zhulkarnaen; n/a Wijono; Mochammad Dhofir
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.48 KB)

Abstract

Adanya peluang dalam membuat produk akhir pemanas induksi perlu didahului dengan pembuatan prototype. Namun sebelum membuat prototype perlu diawali dengan membuat desain dan melakukan riset pemanas induksi. Dalam skripsi ini dirancang sebuah pemanas induksi dengan koil berbentuk pancake coil dan berbasis mikrokontroller ATMega 8535. Dengan adanya mikrokontroller dan perangkat elektronika, besarnya nilai frekuensi kerja dapat diubah-ubah dan dapat dilakukan pengujian untuk mengetahui responnya terhadap karakteristik panas yang dihasilkan. Selain itu hasil pengujian dapat digunakan untuk menghitung besarnya energi elektrik, energi kalor, dan efisiensi energi dari pemanas induksi yang dirancang. Pemanas induksi dirancang resonansi di 40kHz. Hasil pengujian menunjukkan perubahan frekuensi kerja pada pemanas induksi memiliki pengaruh pada waktu pencapaian panas, besarnya daya, energi elektrik, dan efisiensi energi. Naiknya frekuensi kerja mendekati 40 kHz membuat waktu pencapaian suhu relatif lebih lama dan setelah melewati 40 kHz menjadi relatif lebih cepat.Kata Kunci : Pemanas Induksi, Pancake Coil, ATMega 8535, Eddy Current .
PENJERNIHAN AIR MENGGUNAKAN PEMBANGKITAN TEGANGAN TINGGI MULTI ELEKTRODA DAN MULTI CELAH UNTUK MENGOPTIMALKAN PEMBANGKITAN GAS OZON Danang Aji Nugroho; Mochammad Dhofir; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLaju pertumbuhan penduduk dan perkembangan wilayah meyebabkan kebutuhan air bersih terus meningkat.Diperlukan berbagai solusi agar tingkat ketersediaan air bersih dapat terus memenuhi kebutuhan. Salah satu caramendapatkan air bersih adalah dengan melakukan pengolahan air menggunakan ozon. Ozon tidak sajadigunakan sebagai disinfektan tetapi beberapa manfaat ozon telah digunakan untuk menghilangkan kontaminanyang dapat dioksidasi di dalam air. Ozon dapat dihasilkan dengan beberapa cara yaitu secara elektrolisis,kimiawi, termal atau fotokimia, serta melalui peluahan muatan listrik. Prinsip peluahan muatan listrik adalahdengan melewatkan udara atau oksigen ke sebuah ruang di antara elektroda-elektroda bertegangan tinggi AC.Ruang pembentukan ozon dapat berbentuk tabung dan plat. Peluahan muatan listrik pada ruang pembentukanozon akan memicu terjadinya ionisasi berupa benturan elektron dan gas oksigen pada udara sehinggamenghasilkan ion-ion oksigen. Reaksi antara ion-ion oksigen dan gas oksigen lainnya akan menghasilkan gasozon. Gas ozon yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk penjernihan air. Pada penelitian ini akan diamatipengaruh tegangan tinggi, debit aliran udara dan jumlah pasang elektroda terhadap efektivitas dalam penjernihanair. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar tegangan maka semakin efektif penjernihan air,semakin besar debit aliran udara maka semakin tidak efektif penjernihan air, dan penerapan multi elektroda lebihefektif dalam penjernihan air.Kata kunci: ozon, peluahan muatan listrik, ionisasi, tegangan tinggi, debit aliran udara, multi elektroda,penjernihan air.ABSTRACTThe rate of population growth and regional development causes the need for water clean continue to increase.Various solutions are needed so that the level of clean water availability can continue to meet needs. One way toget clean water is to treat water using ozone. Ozone is not only used as a disinfectant but several benefits ofozone have been used to remove contaminants that can be oxidized in water. Ozone can be produced in severalways, namely electrolysis, chemically, thermally or photochemically, as well as through electric discharge. Theprinciple of electric discharge is to pass air or oxygen into a space between the high-voltage AC electrodes. Theozone chamber can be in the form of tubes and plates. The discharge of electricity in the ozone chamber willtrigger ionization in the form of a collision of electrons and oxygen gas in the air to produce oxygen ions. Thereaction between oxygen ions and other oxygen gases will produce ozone gas. The ozone gas produced will beused for water purification. In this study, the effect of high voltage, air flow rate and the number of electrodepairs will be observed on the effectiveness of water purification. The results showed that the greater the voltage,the more effective the water purification was, the greater the air flow rate, the less effective the waterpurification was, and the application of multi-electrodes was more effective in water purification.Keywords: ozone, electric discharge, ionization, high voltage, air flow rate, multi electrodes, water purification.
PENGARUH DIAMETER DAN BENTUK ELEKTRODA TERHADAP TINGKAT ARUS BOCOR PADA ISOLATOR POLIETILEN Aldo Julian Hastono; Mochammad Dhofir; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolator merupakan peralatan listrik yang berfungsi untuk mengisolasi penghantar bertegangan. Sebuah isolator dirancang agar dapat berfungsi dengan baik dengan memiliki tingkat arus bocor yang rendah. Bahan isolasi yang sering digunakan yaitu keramik dan kaca. Namun saat ini telah dikembangkan bahan isolasi berjenis polimer yang memiliki kekuatan mekanik cukup tinggi dan tidak menyerap air. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa pengaruh panjang diameter isolator dan bentuk elektroda yang digunakan terhadap tingkat arus bocor. Panjang diameter isolator terdiri dari tiga variasi yaitu 6 cm, 11 cm, dan 16 cm dengan ketebalan bahan atau jarak sela elektroda yang sama. Pasangan bentuk elektroda yang digunakan adalah batang – batang, bola – bola, batang – piring, dan bola – piring. Berdasarkan hasil penelitian semakin panjang diameter isolator dan semakin homogen bentuk elektroda yang digunakan maka nilai arus bocor juga semakin besar. Kata kunci: Arus Bocor, Distribusi Medan, Isolator ABSTRACT Insulator is an electrical equipment that serves to isolate the voltage conductor. An isolator is designed to function properly by having a low leakage current. Insulating materials that are often used are ceramics and glass. However, at this time a polymer type insulation material has been developed which has a fairly high mechanical strength and does not absorb water. This study was conducted to determine the effect of the diameter of the insulator and the shape of the electrode used on the level of leakage current. the diameter of the insulator consists of three variations 6 cm, 11 cm, and 16 cm with the same thickness or intervals. The pairs of electrodes used are stem, balls, stem-plate, ball-plate. Based on the results the longer the insulator diameter and more homogeneous form of electrode used, the value of leakage current is also greater. Keywords: Leakage Current, Field Distribution, Insulator
PERANCANGAN SISTEM PENGETANAHAN PERALATAN DI GARDU INDUK PLTU IPP (INDEPENDENT POWER PRODUCER) KALTIM 3 Jovie Trias Agung Nugroho; Mochammad Dhofir; n/a Soemarwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.478 KB)

Abstract

Fungsi pengetanahan peralatan garduinduk tersebut ialah untuk membatasi teganganyang timbul antara peralatan, peralatan dengantanah dan meratakan gradien tegangan yang timbulpada permukaan tanah akibat arus gangguan yangmengalir dalam tanah. Skripsi ini berisi tentangperancangan sistem pengetanahan peralatan digardu induk PLTU IPP KALTIM 3. Padaperancangan ini menggunakan sistem pentanahangrid-rod dengan membuat kombinasi antara jumlahgrid dan rod yang kedalaman penanamankonduktornya bergantung dari nilai tahanan jenistanah serta luas area pentanahan yang akandigunakan. Pada perancangan sistem pengetanahangardu induk ini tahanan jenis tanah sebesar 650ohm.meter, arus gangguan maksimum ketanahsebesar 7371.72 ampere, sehingga ukuran diameterkonduktor yang digunakan sebesar 20.25 mm.Dengan panjang konduktor grid (LC) sebesar 3386.6meter dan panjang konduktor rod (LR) sebesar5472.0 meter dan ketebalan batu koral 0.12 meter,maka didapat tegangan sentuh (Et) sebesar 708.50volt, tegangan langkah (Es) sebesar 829.78 volt dantahanan pengetanahan (????????) sebesar 3.936 ohm.Kata Kunci – Pentanahan, Gardu Induk, ArusGangguan Ketanah, Tegangan Sentuh, TeganganLangkah, Tahanan Pengetanahan.
PENGARUH BOMBARDIR PARTIKEL BERMUATAN PADA PERMUKAAN PLAT ALUMINIUM DENGAN DIELEKTRIK NITROGEN MENGGUNAKAN HVDC POLARITAS NEGATIF Andrian Dwiputro; Mochammad Dhofir; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 6 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam setiap pengujian instrument tegangan tinggi, instrumen akan menghasilkan medan listrik tinggi. Medan tinggi mengakibatkan bergeraknya elektron dan ion yang menyebabkan ionisasi pada ruang medan. Pergerakan elektron dipengaruhi oleh medan listrik tinggi akan menyebabkan tumbukan antara elektron dengan permukaan anoda dan menyebabkan fenomena bombardir partikel. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh bombardir elektron pada anoda berbentuk aluminium terhadap tekanan gas N2. Tekanan dielektrik divariasi mulai dari 558 mBar hingga tekanan normal. Ditemukan bahwa nilai tegangan pada suatu tekanan mempengaruhi terjadinya ionisasi. Sedangkan perubahan tekanan mempengaruhi jarak bebas partikel yang mempengaruhi energi kinetik elektron ketika bombardir terjadi. Bombardir partikel hanya terjadi ketika nilai tegangan cukup untuk menyebabkan elektron bergerak dengan energi kinetik diatas 15,58 eV yang merupakan syarat ionisasi gas N2. Kata kunci: Bombardir, Partikel Bermuatan, Dielektrik Gas Nitrogen, Polaritas Negatif. ABSTRACT In every High Voltage Instrument testing, the instrument will generate a high electric field. The field caused electron and ion movement inside the space of the field that could lead to ionization. The electron movement affected by the high electrical field will result in the collision between electrons and anode’s surface that leads to the particle bombardment phenomenon. The studies conducted for knowing the effect of particle bombardment on aluminum plate’s surface with Nitrogen dielectric pressure. The dielectric pressure was varied from 558 mBar relative to the room pressure  up to normal pressure. It was found that voltage at a pressure affects the ionization occurences. While the pressure changes affecting the mean free path of a particle which will affect the kinetic energy of electron when bombardment occured. Particle bombardment  only occurred when the voltage is enough to make electron move with kinetic energy above 15,58 eV, which the requirements for N2 ionization to occur. Keyword: Bombardment, Charged Particles, Nitrogen dielectric, Negative Polarity
ANALISIS KOORDINASI SETTING POINT RELE ARUS LEBIH BLOK 1 PT. INDONESIA POWER GRATI POMU Zamrud Kurnia Prasetyo; Mochammad Dhofir; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak —Pada sistem pembangkit listrik tidak terlepas dari gangguan-gangguan kelistrikan yang terjadi. Salah satu gangguan yang dapat terjadi yaitu gangguan hubung singkat. Perangkat yang dapat mengatasi gangguan hubung singkat yaitu rele arus lebih over current relay (OCR) dan ground fault relay (GFR). Namun, untuk sistem proteksi yang optimal, diperlukan koordinasi yang baik antar rele yang digunakan. Pada penilitan ini, dilakukan analisis koordinasi rele proteksi OCR dan GFR pada Blok1 PT. Indonesia Power Grati POMU. Pengujian dilakukan dengan membuat skenario gangguan hubung singkat tiga fasa, dua fasa, dua fasa ke tanah, dan satu fasa ke tanah di lokasi yang berbeda untuk setiap jenis gangguan dengan bantuan software ETAP 19.0.1. Dari hasil pengujian, terdapat malkoordinasi rele proteksi untuk setiap skenario yang dibuat. Untuk mendapatkan koordinasi yang optimal, maka dilakukan resetting pada setting point rele dengan melakukan perhitungan manual untuk parameter setting arus dan waktu. Hasil dari perhitungan manual yaitu nilai arus setting yang berbeda untuk setiap rele, sedangkan waktu setting sebesar 0,3-1,3s dengan Time discrimiantion margin sebesar 0,2 – 0,3 s. Setelah dilakukan resetting, TCC dibandingan dengan TCC sebelum resetting untuk mendapatkan perbedaannya.Kata kunci— OCR, GFR, Hubung Singkat, Koordinasi, Proteksi.Abstract —The power plant system cannot be separated from electrical distrubances. One of the disturbances that can occur is a short circuit. Equipment that can overcome short-circuit faults are overcurrent relays (OCR) and ground fault relays (GFR). However, for an optimal protection system, decent coordination is needed between the relay used. In this study, an analysis of the coordination of the OCR and GFR protection relays on Block 1 PT. Indonesia Power Grati POMU. The test is carried out by making scenarios of three-phase, twophase, two-phase to ground, and one-phase to ground short circuit faults at different locations for each type of fault with the assistance of ETAP 19.0.1 software. From the test results, there is mal coordination of the protection relay for each scenario made. To obtain optimal coordination, resetting is carried out on the relay point settings by performing manual calculations for current and time setting parameters. The results of manual calculations are different setting current values for each relay, while the setting time is 0.3-1.3s with a Time discrimiantion margin of 0.2 – 0.3s. After resetting, the TCC curve is compared with the TCC curve before resetting to get the difference.Keywords— OCR, GFR, Short Circuit, Coordination, Protection
KAJIAN UNJUK KERJA KELISTRIKAN ARESTER PORSELEN DAN ARESTER POLIMER PADA SISTEM TEGANGAN 20 KV M. Iqbal Bayhaqi Fauzi; Mochammad Dhofir; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pengujian arester dalam kondisi kering, nilai arus bocor yang terukur pada arester polimer lebih tinnggi daripada nilai arus bocor pada arester polimer. Tercatat nilai arus bocor pada arester polimer pada pengujian dengan tegangan uji 5 kV sebesar 6.3 μA. Sedangkan untuk nilai arus bocor pada arester porselen nilai tegangan uji yang sama tercatat sebesar 40.5 μA. Untuk pengujian arester dalam kondisi basah, arester diuji menggunakan tegangan 5 kV-20 kV dengan berbagai tingkat pembasahan. Tingkat pembasahan yang digunakan adalah 2.75 – 4.02 liter/menit. Tingkat pembasahan mengacu pada intensitas curah hujan kota Malang. Dalam kondisi basah, nilai arus bocor arester polimer lebih baik dibandingkan nilai arus bocor arester porselen. Pada nilai tegangan uji dan tingkat pembasahan yang sama, nilai arus bocor yang tercatat pada microampermeter sebesar 6070 μA untuk arester porselen dan 38.38 μA untuk arester polimer. Meningkatnya nilai arus bocor pada arester porselen dikarenakan menurunnya nilai resistansi pada permukaan arester. Hal ini disebabkan sifat dari permukaan kedua arester berbeda. Pada pengujian sudut kontak kedua arester, diketahui bahwa arester porselen memiliki sudut kontak sebesar 24.529°. Nilai tersebut masuk dalam kategori hidrofilik. Sedangkan untuk arester polimer sudut kontaknya adalah 109.891°. Berdasarkan perhitungan nilai sudut kontak, arester polimer dikategorikan bersifat hidrofobik atau sifat menolak air.Kunci kunci – arester, porselen, polimer, arus bocor, resistansi permukaan, sudut kontak, hidrofilik, hidrofobik,
PENGARUH VARIASI ALUR PADA PERMUKAAN ISOLATOR POLIETILEN BERBENTUK SILINDER TERHADAP TINGKAT ARUS BOCOR DAN TEGANGAN FLASHOVER DALAM KONDISI BASAH DAN KERING Mukti Ayu Nur Vitasari; Mochammad Dhofir
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menguraikan tentang pengaruh variasi alur pada permukaan isolator terhadap tingkat arus bocor dan tegangan flashover pada kondisi kering dan basah, dimana dalam penelitian ini isolator terbuat dari bahan polietilen dan diterapkan empat variasi pada permukaannya yaitu tanpa alur, alur terletak pada 25%, 50%, dan 75% dari lingkar elektroda menuju lingkar terluar permukaan isolator dengan jarak rambat yang sama sebesar 16,3 cm. Terdapat dua kondisi dalam pemasangan isolator yaitu dimana posisi alur terletak dekat dengan elektroda bertegangan dan alur jauh dari elektroda bertegangan. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan mengambil data arus bocor dan tegangan flashover secara langsung di Laboratorium Tegangan Tinggi Universitas Brawijaya. Pengujian dilakukan dengan menggunakan tegangan tinggi AC. Pengujian kondisi basah menggunakan debit pembasahan 30 mL/s yang mengacu pada tren curah hujan di Indonesia. Hasil yang didapat dalam penelitian ini, antara lain arus bocor pada isolator akan mengalami peningkatan pada kondisi basah sehingga terjadi peningkatan rugi daya dan mengalami penurunan tegangan flashover, serta distribusi medan listrik pada permukaannya tidak seragam. Kata kunci: arus bocor, tegangan flashover, isolator polietilen, variasi alur  This study describes about the effect of varying polyethylene cylindrical isolator creepage on leakage current and flashover voltage over wet and dry condition, where in this study the isolator made of polyethylene and applied four variety on its surface, that is without creepage, 25%, 50%, and 75% of the electrode circumference leading to the outher circumference of the isolator surface with the same creepage distance 16,3 cm. There are two conditions in this isolator installation where the creepage position is located near the electrified electrode and far from the electrified electrode. Research methodology in this research is to get leakage curent and flashover voltage data in real time at High Voltage Laboratory Brawijaya of University. The test uses a high voltage AC circuit. On wet condition test uses 30 mL/s wetting debit that refer to the rainfall intensity trends that occur in Indonesia. The result obtained in this study are there are effects of varying polyethylene cylindrical isolator creepage on electric field distribution, leakage current, and flashover voltage over wet and dry condition are the leakage current on the isolator will increase on wet condition so that there will be increase power loss and decreasing flashover voltage occured, and electric field distribution on its surface is not uniform. Keywords: Leakage current, flashover voltage, polyethylene isolator, creepage variation
PEMBANGKITAN KUAT MEDAN LISTRIK TINGGI HOMOGEN UNTUK OZONISASI UDARA Habriansyah Basta Nugraha; Mochammad Dhofir; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Medan listrik memiliki banyak manfaat salah satu contohnya adalah sebagai produksi gas ozon (O3). Hal ini terjadi dikarenakan peningkatan polusi udara yang tinggi sehingga butuh adanya perubahan dengan cara mengionisasikan udara menjadi gas ozon (O3). Gas ozon memiliki manfaat yang banyak salah satunya untuk membersihkan polusi udara. Sehingga pada penelitian ini akan dilakukan pengujian membangkitkan medan listrik tinggi menggunakan variabel 1 rongga udara dan 2 rongga udara. Hal ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecepatan dalam pembentukan gas ozon (O3). Dielektrik yang akan digunakan adalah berbahan keramik, dielektrik ini memiliki koefisien bernilai 7 dan dielektrik udara dengan koefisien bernilai 1. Nilai tegangan yang dilakukan pada penelitian ini adalah 6 kV hingga 30 kV. Medan listrik yang dibangkitkan dengan prinsip peluahan partial (Partial discharge). Prinsip ini dapat terjadi dengan adanya prinsip dari dielektrik berlapis. Prinsip dari dielektrik berlapis dengan adanya koefisien lapisan lebih kecil dibandingkan lapisan lain yang memiliki koefisien dielektrik lebih besar. Maka medan listrik yang terjadi akan lebih besar didaerah tersebut.. Medan listrik dalam pengujian ini akan diaplikasikan untuk memproduksi gas ozon (O3) dengan cara mengionisasikan suatu udara. Gas ozon yang dihasilkan akan diamati dengan cara perubahan air yang berwarna. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada rongga udara 1 tegangan input 6 kV, medan listrik yang dihasilkan 32,308 kV/cm dengan waktu 15 menit dan hasil dari penjernihan tersebut adalah warna tidak mengalami perubahan. Pada pengujian tegangan input 30 kV medan listrik yang dihasilkan 161,539 kV/cm dengan waktu 9 menit dan hasil dari penjernihan tersebut adalah jernih. Pada hasil rongga udara 2 tegangan input 6 kV, medan listrik yang dihasilkan 18,261 kV dengan waktu 15 menit dan hasil dari penjernihan tersebut adalah warna tidak mengalami perubahan. Pada tegangan input 36 kV medan listrik yang dihasilkan 109,565 kV/cm dengan waktu 10 menit dan hasil dari penjernihan tersebut adalah jernih. Kata Kunci – dielektrik berlapis, peluahan partial, rongga udara, gas ozonAbstract – Electric fields have many benefits one example is as the production of ozone gas (O3). This is due to the increase in high air pollution so there needs to be a change in the way air is ionized into ozone gas (O3). Ozone gas has many benefits for cleaning up air pollution. So in this study, tests will be conducted to generate a high electric field using variable 1 air cavity and 2 air cavities. It aims to know the difference in speed in the formation of ozone gas (O3). The dielectric to be used is ceramic, this dielectric has a coefficient of 7 and air dielectric with efficiency worth 1. The voltage value in this study was 6 kV to 30 kV. Electric field raised with the principle of partial discharge. This principle can occur in the absence of the principle of layered dielectrics. The principle of layered dielectrics with the coefficient of layers is smaller than other layers that have larger dielectric coefficients. Then the electric field that occurs will be larger in the area.. The electric field in this test will be applied to produce ozone gas (O3) by ionizing an air. The resulting ozone gas will be observed by means of colored water changes. The results of this study showed in the air cavity 1 input voltage 6 kV, the electric field generated 32,308 kV/cm with a time of 15 minutes and the result of such clearing is that the color does not change. In the input voltage test 30 kV the electric field generated 161,539 kV/cm with a time of 9 minutes and the result of the clearing was clear. In the resulting air cavity 2 input voltage 6 kV, the electric field generated 18,261 kV with a time of 15 minutes and the result of the clearing is that the color does not change. At an input voltage of 36 kV the electric field is generated 109,565 kV/cm with a time of 10 minutes and the result of such clarity is clear.Keyword – layered dielectric, partial depletion, air cavity, ozone gas 
Co-Authors Affan Rafli Andriansyah Agung Firmansyah Sunardi Ahmad Fadly Irawan Ahmad Nahla Rialdi Ahmad Reza Yahya Akhmad Hasim Albin Adyaksa Sabil Aldian Eka Fitranto Aldo Julian Hastono Alif Rahmatullah Umar Amadea, Cinta Hanifa Andreas Parningotan S. Andrian Dwiputro Arbi Ramadhan Arifin Surya Winarto Ashydiq Chenny Saputra Atika Rahma Hadiana Avif Septian Imandyan Ayu Puspitasari Bagus Ibnu Pratama Bimo Ardiansyah Bobby Hertanto Boby Satriya Nugraha Bryan Malvin Candra Mebby Oka Charis Majid Teguh P. Danang Aji Nugroho Dandhi Tri Laksono Daniel Kristo Mula Lambok Pangaribuan Desinta Ayu Woro H. Devanda Antonius Y. R. Dimas Hariyo Kuncoro Dini Rizkita Sari Epprylia Prima Maimunawati Erya Septy Dwi Wardhani Firmansyah Putra Satria Galuh Indra Permadi Habriansyah Basta Nugraha Hakim, Luqman Harry Soekotjo Dachlan Hery Purnomo I Wayan Ari Mahendra Ibnu Sabilli Idham Budi Satria Ignatius Agung Pratama Ihza Aulia Rahman Iksan , Santoso Ilham Ismail Mochsen Imam Sabilil Haque Jovie Trias Agung Nugroho Kresna Sukma Dewangga Lita Farahdiba M. Iqbal Bayhaqi Fauzi Mahfudz Shidiq Maulana Akhtar Khaqqi Maulana Rahmat Ramadhani Maulani Candra Mochammad Muchlis Triwahyudi Mohamad Adif Muhammad Ghufron Auliya Rahman Mukti Ayu Nur Vitasari n/a Dammegi n/a Firohman n/a Soemarwanto n/a Wijono Nadhea Primasetya Nudira, Rizar Nur Subhan Nurizza Salsa Alafia Pegy Lestari Priya Surya Harijanto Putra Adi Dharma Utama Rahmadwati, n/a Refli Maulana Resi Ratnasari Rezki Awalia Novianti Harun Ridho Darmawan Rini Nur Hasanah Rize Taufiq Ramadhan Rizki Chandra Maulana Singgih Andi Rubiyanto Sipa Peberina Ginting Suyono, Hadi Taufik Adi Nugroho Teguh Utomo Thoriq Kamal Septianhasri Timbul Mulia Tri Nurwati Unggul Wibawa Wicaksono, Angga Dwiki Wiken Cahyo Pambudi Yoga Prasetya Yukovany Zhulkarnaen Yusri Bakhtiar Zamrud Kurnia Prasetyo