Dhofir, Mochammad
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 84 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGARUH KONTAMINAN GARAM DAN ARANG TERHADAP TINGKAT ARUS BOCOR ISOLATOR POS SILICONE RUBBER 20 kV n/a Dammegi; Mochammad Dhofir
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa seberapa berpengaruh polutan garam dan arang terhadap arus bocor pada permukaan isolator berbahan karet silikon. Larutan garam, larutan arang, dan larutan campuran garam dan arang digunakan sebagai polutan buatan. Larutan tersebut disemprotkan menggunakan sprayer secara merata keseluruh permukaan isolator berbahan karet silikon agar menyerupai kondisi isolator dilapangan. Variasi tegangan yang digunakan 5 kV, 10 kV, 15 kV, 20 kV, 25 kV, dan 30 kV. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa konduktivitas larutan berpengaruh terhadap arus bocor. Pada tegangan uji 30 kV, nilai konduktivitas larutan garam 14,53 mS/cm didapatkan arus bocor yang mengalir dipermukaan isolator sebesar 33,96 µA, sedangkan pada konduktivitas larutan garam 24,48 mS/cm arus bocor yang mengalir sebesar 42,27 µA, dan pada konduktivitas larutan arang 0,62 mS/cm dengan tegangan uji 30 kV nilai arus bocor yang mengalir pada permukaan isolator sebesar 31,85 µA, sedangkan pada konduktivitas larutan arang 1,14 mS/cm didapatkan arus bocor sebersar 34,2 µA. Semakin besar konduktivitas larutan maka arus bocor yang mengalir pada isolator pos berbahan karet silkon akan semakin besar. Arus bocor yang mengalir pada permukaan isolator pos berbahan karet silikon akan menyebabkan rugi daya listrik dan rugi energi listrik. Kata kunci: pengaruh polutan garam dan arang, arus bocor, karet silikon. ABSTRACT This study aims to analyze how the effect of salt (NaCl) and charcoal pollutants on leakage current on the surface of insulators silicone rubber. Salts solutions, charcoal solutions, and mixed solutions of salt (NaCl) and charcoal are used as artificial pollutants. The solution is sprayed evenly through the surface of the insulator made of silicone rubber to resemble the condition of the insulator on the field. The voltage variations used are 5 kV, 10 kV, 15 kV, 20 kV, 25 kV, and 30 kV. From the test results obtained that the conductivity of the solution effect on leakage current. At 30 kV test voltage, the value of salt solution conductivity 14.53 mS /cm obtained a leakage current flowing on the surface of the isolator 33.96 μA, whereas the value of salt solution conductivity 24,48 mS /cm obtained a leakage current flowing on the surface of the isolator 42,27 μA, and at the valuse of charcoal solution conductivity  0,62 mS/cm with 30 kV test voltage obtained a leakage current flowing on the surface of the isolator 31,85 μA, whereas the value of charcoal solution conductivity 1,14 mS/cm obtained a leakage current flowing on the surface of the isolator 34,2 µA. The greater the conductivity of the solution then the leakage current flowing in the post insulator silicone rubber will be greater. Leaking current flowing on the surface of the post insulator silicone rubber will cause loss of electrical power and loss of electrical energy. Keywords: the influence of salt and charcoal pollutants, leakage current, silicon rubber.
PENINGKATAN KEKUATAN DIELEKTRIK MINYAK JARAK DENGAN PENGURANGAN KANDUNGAN AIR MENGGUNAKAN METODE PEMANASAN Arbi Ramadhan; Mochammad Dhofir; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan minyak nabati sebagai minyak isolator mulai banyak digunakan, karena ketersediaan minyak mineral dalam alam semakin menipis. Minyak jarak yang merupakan salah satu jenis minyak nabati dapat menjadi alternatif minyak isolasi. Di mana minyak isolasi harus memiliki kekuatan dielektrik yang bagus serta tegangan tembus yang tinggi. Oleh karena itu, untuk mendapat kualitas kekuatan dielektrik yang bagus serta tegangan tembus yang tinggi dilakukan pemanasan dengan beberapa variasi pada minyak jarak yang bertujuan untuk mengurangi kandungan kadar air sehingga didapatkan tegangan tembus yang lebih baik. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa semakin tinggi suhu dan lama waktu pemanasan kandungan kadar air akan semakin kecil dan didapatkan kandungan kadar air terendah sebesar 1009,9210 ppm. Tegangan tembus tertinggi yang berhasil didapatkan sebesar 77,36 kV setelah mengalami pemanasan dengan suhu 50°C dengan waktu pemanasan 60 menit dan kandungan kadar airnya sebesar 1109,8119 ppm. Kata Kunci – minyak jarak, tegangan tembus, kadar air, pemanasan, dielektrik Abstract The use of vegetable oil as insulating oil becomes more familiar, as the availability of natural mineral oil has decreased. Castor oil was used as an alternative for insulating oils. The insulating oils must have good dielectricity and high breakdown voltage. Therefore to get a good quality of dielectricity and high breakdown voltage it is necessary to heat it with several methods on castor oil which aims to reduce the moisture content. The result showed that the higher temperature and duration of the heating, the moisture content was lower. The lowest moisture content was 1009.9210 ppm. While the highest breakdown voltage obtained was 77.36 kV after heated at 50°C of temperature with a heating time of 60 minutes and the moisture content of this sample was 1109.8119 ppm. Keywords – castor oil, breakdown voltage, moisture content, heating, dielectric  
ANALISIS KARAKTERISTIK PELUAHAN SEBAGIAN TERHADAP PENGARUH LOKASI RONGGA UDARA PADA ISOLASI POLYETHYLENE Nadhea Primasetya; Mochammad Dhofir; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peluahan parsial menyebabkan bahan isolasi mengalami penurunan kualitas bahan sehingga memicu untuk terjadinya kegagalan total pada isolasi. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terjadinya pegaruh variasi rongga udara terhadap tegangan mula peluahan parsial dan tegangan pemadaman peluahan parsial, pengaruh tegangan uji arus bolak-balik terhadap perulangan pulsa peluahan parsial serta fenomena peluahan parsial terhadap penurunan kualitas bahan isolasi. Pengujian ini menggunakan bahan isolator polyethylene dengan variasi rongga udara yaitu letak atas tengah, atas pinggir, tengah tengah, tengah pinggir, bawah tengah, bawah pinggir. Pengujian dilakukan di Laboratorium Tegangan Tinggi Elektro Universitas Brawijaya, pengujian ini menggunakan rangkaian listrik tegangan tinggi AC dan elektroda yang digunakan yaitu metode elektroda II CIGRE. Ketebalan bahan dibuat dengan ketebalan 5 mm dengan rongga udara konstan dengan ketebalan 0,5 mm dan diameter 1 cm. variasi lokasi rongga udara mempengaruhi nilai tegangan mula dan nilai tegangan pemadaman. Pada rongga udara yang berada di dekat dengan elektroda yang terhubung dengan fasa menyebabkan peluahan parsial lebih cepat terjadi dibandingkan bila rongga udra berada di dekat lektroda yang terhubung dengan ground sehingga tegangan awal peluahan parsial pada rongga udara yang berada di dekat elektroda yang terhubung dengan fasa akan bernilai lebih kecil dibandingkan dengan rongga udara yang berada di dekat elektroda yang terhubung dengan ground. Selain itu, perulangan pulsa peluahan parsial pada rongga udara yang berada di dekat elektroda yang terhubung dengan fasa cenderung terjadi pada siklus negatif sedang perulangan pulsa peluahan parsial pada rongga udara yang berada di dekat elektroda yang terhubung dengan ground cenderung terjadi pada siklus postif. Penurunan kualitas bahan isolasi diamati dengan menggunakan perangkat SEM (Scanning Electron Microscope) sehingga dapat diamati fenomena degradasi bahan serta munculnya bercak pada bahan yang di uji. Kata kunci: Peluahan Parsial, Pulsa Perulangan, Degradasi bahan, SEM, Polyethylene. Abstract Partial discharge causes insulate material has decreased the quality of material, thus triggering total failure in the insulation. This study aims to analyze the effect variety of void on partial discharge inception voltage and  partial discharge extinction voltage, the effect of alternating current test voltage on repetition of pulse partial discharge and the phenomenon partial discharge to decrease of insulation material quality. This experiment uses a polyethylene insulator with a variety of void, which is in the upper center, upper edge, middle center, middle edge, bottom center and bottom edge. This experiment was tested at the brawijaya university’s high voltage electrical laboratory used AC electrical circuits and the electrodes used CIGRE II method. Material thickness is made with a thickness of 5 mm with a constant void with a thickness of 0.5 mm and a diameter of 1 cm. Variety of void affect the  and the partial discharge inception voltage and  partial discharge extinction voltage. The void near the electrode connected to the phase causes partial discharge to occur faster than if the void is near the electrode connected to the ground, so that the initial voltage partial discharge in the void near the electrode connected to the phase smaller than the void near the electrode that is connected to the ground. In addition, repetition of partial discharge pulses in the void near the electrode connected to phase tends to occur in the negative cycle while repetition of partial discharge pulses in the void near theelectrode connected to the ground tends to occur in the positive cycle. The decrease in the quality of the insulating material was observed using a tool namely SEM (Scanning Electron Microscope), so that it can be observed the phenomenon of material degradation and the appearance of spots on the material being tested. Keywords— Partial Discharge, Repetition Pulses, Material Degradation, SEM, Polyethylene.
PENGARUH PENURUNAN KADAR AIR MENGGUNAKAN OVEN ELEKTRIK TERHADAP KEKUATAN DIELEKTRIK VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Dimas Hariyo Kuncoro; Mochammad Dhofir; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan minyak isolasi pada pada peralatan tegangan tinggi seperti transformator memiliki fungsi sebagai pemisah antar penghantar-penghantar bertegangan dan juga sebagai media pendingin. VCO dapat digunakan pada peralatan tegangan tinggi sebagai isolasi cair. Namun VCO masih memiliki kekuatan dielektrik yang rendah. Salah satu faktor penurunan kekuatan dielektrik adalah adanya uap air pada bahan isolasi. Kandungan kadar air pada VCO menyebabkan nilai konduktivitas menjadi meningkat dan tegangan tembus pada VCO menjadi menurun. Karena itu VCO perlu dipanaskan agar kadar airnya berkurang dengan menggunakan oven elektrik. Penelitian ini menggunakan metode pengujian kadar dengan oven elektrik untuk menurunkan kadar air VCO dan menggunakan metode pengujian tegangan tinggi AC untuk mengetahui nilai tegangan tembus.  Dari hasil pengujian kadar air VCO tanpa pemanasan oven elektrik didapatkan kadar air sebesar 1700,94 ppm dan tegangan tembus sebesar 15,43 kV. Nilai tersebut masih jauh dari standar yang ditetapkan oleh IEC 296 maupun SPLN 49-1. Nilai tegangan tembus yang harus dipenuhi oleh VCO jika digunakan sebagai isolasi cair berdasarkan IEC 296 berkisar 30 kV hingga 50 kV.  VCO dengan pemanasan variasi suhu 50°C, 60°C dan 70°C dan lama pemanasan 30 menit, 45 menit dan 60 menit mengakibatkan terjadinya penurunan kadar air serta meningkatnya tegangan tembus. Kekuatan dielektrik tertinggi VCO sebesar 35,71 kV diperoleh ketika dipanaskan dengan oven elektrik pada suhu 70°C selama 30 menit serta kandungan kadar air 853,12 ppm.  VCO yang telah dipanaskan dengan oven elektrik, masih belum memenuhi standar kadar air yang ditetapkan JIS (Japanese Industrial Standard) 2320 sebesar 50 ppm (part per million) namun terjadi peningkatan tegangan tembus sebesar 131% dibandingkan VCO tanpa melalui proses pemanasan. Kata kunci: Minyak Isolasi, VCO, Kadar Air, Tegangan Tembus, Kekuatan Dielektrik   ABSTRACT The use of insulating oil on high voltage machines like transformer used to separate between conductors and cooling methods.  VCO is used in high voltage machines as insulating oil.  However, VCO has a low the dieletric strength.  One of the main factors that caused the reduction of the dielectric strength is the existence of steam at isolator.  As water content on VCO decreases, conductivity increases and breakdown voltage on VCO decreases.  Because of that VCO needs to be heated to decrease the water content with electric oven. This study used the content testing method with an electric oven to reduce the air content of the VCO and used the AC high voltage test method to determine the breakdown voltage value.  From the results of testing the water content of VCO without heating the electric oven process, the water content was 1700.94 ppm and the breakdown voltage was 15.43 kV.  This value is still far from the standard set by IEC 296 and SPLN 49-1.  The breakdown voltage value that must be met by VCO if used as liquid insulation according to IEC 296 ranges from 30 kV to 50 kV.  VCO which goes through an electric oven heating process with temperature variations of 50°C, 60°C and 70oC and with a heating time of 30 minutes, 45 minutes and 60 minutes results in a decrease in water content and an increase in the breakdown voltage.  The highest dielectric strength of VCO of 35.71 kV was obtained when heated at 70°C for 30 minutes with the lowest moisture content of 853.12 ppm.  VCO that has been heated with an electric oven, still does not fulfill the water content standard set by JIS (Japanese Industrial Standard) 2320 of 50 ppm (parts per million) but there is an increase in the breakdown voltage of 131% compared to VCO without going through the heating process. Key word: Insulating Oil, VCO, Water Content, Breakdown Voltage, Dielectric Strength
RANCANG BANGUN PENGUKUR TEGANGAN PADA UNIT PENGUJI KETAHANAN TEGANGAN KONEKTOR PRES KABEL PILIN Putra Adi Dharma Utama; Mochammad Dhofir; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 6 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konektor pres berfungsi untuk menyambungkan sambungan kabel di sistem distribusi jaringan tegangan rendah. Hasil penyambungan dengan konektor pres harus melalui beberapa pengujian salah satunya pengujian ketahanan tegangan. Tegangan yang diberikan pada pengujian ini merujuk pada Standar PLN D3.025:2015 yaitu sebesar 6 kV rms dengan frekuensi 50 Hz selama 60 detik. Jika arus bocor yang mengalir pada konektor pres < 10±0,5mA maka insulasi konektor pres dinyatakan lolos uji. Sedangkan jika arus bocor yang mengalir pada konektor pres > 10±0,5mA maka insulasi konektor pres dinyatakan tidak lolos uji. Oleh karena itu pada penelitian ini akan dibuat sebuah alat untuk mengukur tegangan AC hingga 10 kV. Pengukuran tegangan tersebut menggunakan metode pembagi tegangan resistif yang akan dikombinasikan dengan mikrokontroler Arduino Uno dengan bantuan sensor tegangan ZMPT101B. Alat pengukur tegangan pada penelitian ini setelah dilakukan perbandingan nilai dengan der scheitelspannung messgerät (DSM) didapatkan hasil rata-rata nilai penyimpangan pengukuran sebesar ±1,6%. Kata kunci: Konektor pres, Pengukuran Tegangan, Pembagi Tegangan Resistif,  Mikrokontroler ABSTRACT Compression connectors has function to connect cable connection in low voltage distribution system. Compression connectors must go through several test, one of them is voltage withstand test. The voltage applied in this withstand test based on Standar PLN D3.025:2015 given a voltage around 6kV rms with frequency 50 Hz for 60 seconds. If the leakage current from compression connectors < 10±0,5mA then this compression connectors insulation passed the test. Meanwhile, If the leakage current from compression connectors >10±0,5mA then this compression connectors insulation failed the test. Thus, in this research a device to measure AC voltage up to 10 kV will be made. The voltage measurement uses a resistive voltage divider method which will be combined with an Arduino Uno microcontroller and ZMPT101B voltage sensor. The resistive voltage divider that was designed in this research after testing has linier output between transformer voltage and output voltage from resistive voltage divider. The voltage measurement device in this research after comparing with der scheitelspannung messgerät (DSM) has obtained an average error measurement around ±1,6%. Keyword: Compression Connectors, Voltage measurement, Voltage Resistive Divider, Microcontroller
Rancang Bangun Pemotong Surja Tegangan Pada kWh Meter Tiga Fasa Menggunakan PCB (Printed Circuit Board) Desinta Ayu Woro H.; Mochammad Dhofir; Harry Soekotjo Dachlan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.347 KB)

Abstract

Penelitian ini menguraikan tentang “Rancang Bangun Pemotong Surja Tegangan pada kWh Meter Tiga Fasa Menggunakan PCB (Printed Circuit Board)”. Arester tiga fasa ini dapat digunakan pada kategori III yang memiliki tegangan ketahanan impuls 4 kV. Arester tegangan rendah untuk catu daya 380 V/50 Hz dapat berupa susunan elektroda sela udara. Agar efisien, ekonomis, dan sederhana dalam rekayasanya, maka dibuat arester tiga fasa dari bahan PCB (Printed Circuit Board). Metode yang digunakan adalah perencanaan arester, pengujian, dan analisis. Arester direncanakan sebagai peralatan pelindung surja tegangan untuk peralatan tegangan rendah 380 V/50 Hz dengan tingkat proteksi 4 kV impuls. Perencanaan arester meliputi bentuk geometri elektroda, jarak sela elektroda, dan perbesaran (panjang sela) elektroda. Dalam penelitian ini, elektroda sela udara yang dirancang menggunakan pendekatan perkiraan tegangan tembus kemudian disimulasikan menggunakan FEMM 4.2 untuk mengetahui efisiensi keseragaman arester PCB. Selanjutnya dilakukan pengujian dan analisis karakteristik v-t, ketahanan arester PCB terhadap tegangan AC, probabilitas tembus arester PCB. Sebagai hasil akhir, dalam skripsi ini disimpulkan bahwa pada karakteristik v-t arester PCB tiga fasa dapat memotong 4 kV impuls sesaat sebelum puncak impuls. Selain itu, arester PCB tiga fasa dapat kepastian tembus lebih dari 95% yaitu 4 kV.Kata Kunci— Tegangan impuls, arester PCB, FEMM 4.2, v-t curve, probabilitas.
Studi Koordinasi Sistem Pengaman Penyulang Trafo IV di Gardu Induk Waru Rize Taufiq Ramadhan; Mahfudz Shidiq; Mochammad Dhofir
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.629 KB)

Abstract

Energi listrik merupakan energi utama yang digunakan hampir diseluruh sisi kehidupan. Di dalam penyaluran energi listrik diperlukan kontinuitas pelayanan yang baik kepada konsumen. Jika gangguan beban lebih dibiarkan terus-menerus berlangsung dapat merusak peralatan, gangguan hubung singkat dapat terjadi antara fasa ( 3 fasa atau 2 fasa) atau 1 fasa ke tanah dan sifatnya bisa temporer atau permanen. Apabila peralatan proteksi memberikan respon yang salah terhadap gangguan maka terjadi tripping ikutan, tripping ikutan ini dapat terjadi pada perlatan proteksi yang dihubungkan seri pada penyulang yang sama, sehingga apabila terjadi gangguan pada penyulang tersebut maka dua atau lebih peralatan pengaman pada penyulang itu akan mengalami tripping. Tripping ikutan juga dapat terjadi pada penyulang lain pada bus yang sama. Dari hasil analisis, dilakukan resseting pada penyulang pagesangan dan platinum dengan setting kelambatan waktu 0,3 detik, untuk sisi incoming 0,7 detik. Koordinasi setting pengaman rele arus lebih (OCR) dan rele hubung tanah (GFR) arus hubung singkat maksimum dan minimum, selain itu juga memberikan waktu tunda (Δt) dalam koordinasinya sesuai dengan urutan grading time.Kata Kunci— Proteksi, Gangguan hubung singkat, OCR, GFR.
RANCANG BANGUN VOLTMETER ELEKTROSTATIK UNTUK PENGUKURAN NILAI EFEKTIF TEGANGAN TINGGI AC 100 KV Bobby Hertanto; Mochammad Dhofir; Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.457 KB)

Abstract

Pengukuran tegangan tinggi berbedadengan pengukuran tegangan rendah karenavoltmeter konvensional tidak bisa dihubungkansecara langsung keterminal tegangan tinggi yangakan diukur karena selain merusak alat ukur jugasangat membahayakan bagi pengguna voltmeternya.Pengukuran nilai efektif tegangan tinggi dapatmenggunakan voltmeter elektrostatik tegangan tinggi.Voltmeter elektrostatik tegangan tinggi 100 kV dapatberupa susunan elektroda sela udara yang sederhana danmudah dalam rekayasanya.Dari hasil perhitungan secara teori didapatkan denganmenggunakan elektroda piring-piring berdiameter 20(dengan diameter elektroda yang bergerak sebesar 10 cm),jarak sela 4 cm dan tegangan masukan sebesar 100 kVdidapatkan pergeseran sebesar 0,5 cm secara translasi yangkemudian ditransformasikan secara rotasi sehinggadidapatkan sudut sebesar ????????, ????????°. Dengan panjang lengansebesar 33 cm didapatkan panjang skala busur sebesar26,42 cm. Pada saat pengujian untuk tegangan masukanmaksimum 100 kV didapatkan panjang skala busur sebesar23,39 cm. Terdapat selisih panjang garis indeks antara teoridengan pengujian karena pada saat pengujian terdapatgaya gesek pada sistem elektro-mekanik yangmempengaruhi panjang garis indeks skala bar. Persentaseselisih jarak garis indeks (dengan jarak sela 4 cm) secarateori dengan pengujian (Δ????) rata-ratanya adalah 15,3% danjarak sela 1,5 cm rata-ratanya adalah 19,3%.Kata Kunci— elektroda, gaya Coulomb, medan homogen,FEMM 4.2, voltmeter elektrostatik.
PENGARUH LOKASI PITA KONDUKSI TERHADAP TINGKAT ARUS BOCOR ISOLATOR SILICONE RUBBER Pegy Lestari; Mochammad Dhofir; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang hasil pengujian pengaruh lokasi pita konduksi terhadap arus bocor yang mengalir pada isolator silicone rubber dengan susunan elektroda plat-plat. Untuk menyamakan kondisi di lapangan, digunakan sebuah pengotor yang berupa larutan natrium klorida untuk merepresentasikan zat polutan yang menempel pada isolator silicone rubber. Pada penelitian ini, larutan natrium klorida (zat polutan) disaputkan pada permukaan isolator silicone rubber dengan menggunakan spons dengan lebar lapisan pita konduksi dan lokasi pita konduksi yang telah ditentukan. Dari hasil pengujian, konduktivitas larutan natrium klorida berpengaruh terhadap arus bocor. Pada tegangan uji 20 kV, lokasi ground, lebar lapisan pita konduksi 50 mm, dan nilai konduktivitas larutan NaCl 34,37 mS/cm, nilai arus bocor sebesar 23,58 μA, sedangkan pada nilai konduktivitas larutan NaCl 171,34 mS/cm, nilai arus bocor sebesar 33,23 μA. Semakin besar konduktivitas larutan natrium klorida maka semakin besar pula nilai arus bocor. Selain itu, lokasi pita konduksi berpengaruh terhadap arus bocor. Pada tegangan uji 20 kV, konduktivitas larutan NaCl 171,34 mS/cm, lebar lapisan pita konduksi 50 mm, nilai arus bocor pada lokasi middle sebesar 12 μA. Sedangkan pada lokasi high voltage, nilai arus bocor sebesar 17,37 μA, dan nilai arus bocor pada lokasi ground sebesar 33,23 μA. Dari ketiga lokasi tersebut, nilai arus bocor yang terbesar adalah pada lokasi ground, kemudian high voltage, dan yang paling kecil pada lokasi middle. Lebar lapisan pita konduksi juga berpengaruh terhadap arus bocor yang permukaan isolator silicone rubber. Pada tegangan uji 20 kV, konduktivitas larutan NaCl 171,34 mS/cm, lokasi ground, nilai arus bocor pada lebar lapisan pita konduksi 30 mm adalah 19,19 μA. Sedangkan pada lebar lapisan pita konduksi 40 mm, nilai arus bocor sebesar 19,52 μA, dan nilai arus bocor pada lebar lapisan pita konduksi 50 mm adalah 133,27 μA. Semakin lebar lapisan pita konduksi maka permukaan isolator semakin bersifat konduktif dan arus bocor yang mengalir pada permukaan isolator silicone rubber juga semkain besar. Kata kunci: konduktivitas larutan natrium klorida, lokasi pita konduksi, arus bocor.   ABSTRACT This study discusses about the testing results from the influence of conduction band location on leakage current flowing on silicone rubber isolator with plate electrode arrangement. To equate the conditions in the field, an impurity is used in the form of liquid sodium chloride to represent the pollutant attached to the silicone rubber insulator. In this study, the liquid sodium chloride (pollutant material) was coated on the surface of the silicone rubber insulator by using a sponge with the specified layer width and location of the conduction band. From the test results, the conductivity of the liquid sodium chloride has an effect on leakage current. At 20 kV test voltage, at the ground location, 50 mm conduction band width, and the conductivity value of liquid NaCl was 34,37 mS / cm, leakage current value equal to 23,58 μA, while at conductivity value of liquid NaCl was 171,34 mS / cm, the leakage current value is 33.23 μA. The greater the conductivity of the liquid sodium chloride, thereby the greater the leakage current value. In addition, the location of the conduction band affects the leakage current. At a test voltage of 20 kV, the conductivity of liquid NaCl was 171,34 mS / cm, the width of the conduction band 50 mm, the leakage current value at the middle location is 12 μA. At high voltage location, the value of leakage current is 17,37 μA, and the leakage current value at ground location is 33,23 μA. From the three locations, the largest value of leakage current is on the ground location, then on the high voltage, and the smallest is on the middle location. The width of the conduction band layer also affects the leakage current of the silicone rubber insulator surface. At 20 kV test voltage, the conductivity of the liquid NaCl was 171.34 mS / cm, at the ground location, the leakage current value at the width of the 30 mm conduction band layer was 19.19 μA. The leakage current value is 19.52 μA  in the width of 40 mm conduction band, and the leakage current value at the width of the 50 mm conduction band layer is 133.27 μA. When the width of the conduction band layer, is larger the insulator's surface becomes more conductive and the leakage current flowing on the surface of the silicone rubber insulator is also larger. Keywords: conductivity of the liquid sodium chloride, conduction band location, leakage current
REKAYASA PEMBANGKITAN MEDAN LISTRIK TINGGI MENGGUNAKAN TEKNIK DIELEKTRIK BERLAPIS BERBAHAN KACA Ahmad Nahla Rialdi; Mochammad Dhofir
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini tentang pengaruh banyaknya sela udara dan kecepatan aliran udara terhadap pembangkitan medan listrik tinggi menggunakan metode dielektrik berlapis. Metode yang digunakan merupakan penerapan dari prinsip peluahan penghalang dielektrik, dimana diberikan sela udara diantara dua atau lebih dielektrik yang disusun sejajar yang akan membangkitkan medan listrik tinggi jika diberi tegangan tinggi. Kuat medan listrik yang dibangkitkan pada sela udara dipengaruhi oleh koefisien relatif dielektrik padat, tebal dielektrik keseluruhan dan tegangan yang diberikan. Hasil penelitian yang telah dilakukan, menggunakan tegangan 5 kV – 50 kV dengan rentang tegangan 5 kV, kuat medan listrik yang dibangkitkan di dielektrik 1 sela udara berkisar 26,59 hingga 265,95 kV/cm, untuk dielektrik 2 sela udara 15,01 hingga 150,15 kV/cm, dan untuk dielektrik 3 sela udara 10,46 hingga 104,60 kV/cm. Pada tegangan yang sama pada dielektrik dengan ketebalan paling kecil membangkitkan medan listrik dengan nilai lebih tinggi dari pada dielektrik dengan ketebalan paling tinggi. Sedangkan kecepatan udara tidak mempengaruhi proses dibangkitkannya medan listrik tinggi karena proses tersebut terjadi sangat cepat. namun mempengaruhi volume udara yang keluar dimana semakin cepat kecepatan angin semakin besar volume udara yang berhembus. Kata kunci: Rekayasa, pembangkit, medan tinggi, dielektrik berlapis, udara-kaca ABSTRACT This research is about the effect of the amount of air gap and the speed of air flow on the generation of high electric fields using the layered dielectric method. The method used is the application of the principle of dielectric barrier discharge, which is given an air gap between two or more dielectric arranged in parallel which will generate a high electric field if given a high voltage. The strength of the electric field generated in between air is affected by the relative coefficient of solid dielectric, overall dielectric thickness and applied voltage. The results of research that have been conducted, using a voltage of 5 kV - 50 kV with a voltage range of 5 kV, the strength of the electric field generated in the dielectric of 1 interrupted air ranges from 26.59 to 265.95 kV/cm, for dielectric 2 between air 15.01 to 150.15 kV/cm, and for air dielectric 3 10.46 to 104.60 kV/cm. At the same voltage the lowest thickness dielectric generates an electric field with a higher value than the highest thickness dielectric. While the air velocity does not affect the process of generating a high electric field because the process occurs very quickly. but affects the volume of air that comes out where the faster the wind speed the greater the volume of air that blows.. Keywords: Engineering, generating, high electric field, layered dielectric, layered dielectric, air-glass
Co-Authors Affan Rafli Andriansyah Agung Firmansyah Sunardi Ahmad Fadly Irawan Ahmad Nahla Rialdi Ahmad Reza Yahya Akhmad Hasim Albin Adyaksa Sabil Aldian Eka Fitranto Aldo Julian Hastono Alif Rahmatullah Umar Amadea, Cinta Hanifa Andreas Parningotan S. Andrian Dwiputro Arbi Ramadhan Arifin Surya Winarto Ashydiq Chenny Saputra Atika Rahma Hadiana Avif Septian Imandyan Ayu Puspitasari Bagus Ibnu Pratama Bimo Ardiansyah Bobby Hertanto Boby Satriya Nugraha Bryan Malvin Candra Mebby Oka Charis Majid Teguh P. Danang Aji Nugroho Dandhi Tri Laksono Daniel Kristo Mula Lambok Pangaribuan Desinta Ayu Woro H. Devanda Antonius Y. R. Dimas Hariyo Kuncoro Dini Rizkita Sari Epprylia Prima Maimunawati Erya Septy Dwi Wardhani Firmansyah Putra Satria Galuh Indra Permadi Habriansyah Basta Nugraha Hakim, Luqman Harry Soekotjo Dachlan Hery Purnomo I Wayan Ari Mahendra Ibnu Sabilli Idham Budi Satria Ignatius Agung Pratama Ihza Aulia Rahman Iksan , Santoso Ilham Ismail Mochsen Imam Sabilil Haque Jovie Trias Agung Nugroho Kresna Sukma Dewangga Lita Farahdiba M. Iqbal Bayhaqi Fauzi Mahfudz Shidiq Maulana Akhtar Khaqqi Maulana Rahmat Ramadhani Maulani Candra Mochammad Muchlis Triwahyudi Mohamad Adif Muhammad Ghufron Auliya Rahman Mukti Ayu Nur Vitasari n/a Dammegi n/a Firohman n/a Soemarwanto n/a Wijono Nadhea Primasetya Nudira, Rizar Nur Subhan Nurizza Salsa Alafia Pegy Lestari Priya Surya Harijanto Putra Adi Dharma Utama Rahmadwati, n/a Refli Maulana Resi Ratnasari Rezki Awalia Novianti Harun Ridho Darmawan Rini Nur Hasanah Rize Taufiq Ramadhan Rizki Chandra Maulana Singgih Andi Rubiyanto Sipa Peberina Ginting Suyono, Hadi Taufik Adi Nugroho Teguh Utomo Thoriq Kamal Septianhasri Timbul Mulia Tri Nurwati Unggul Wibawa Wicaksono, Angga Dwiki Wiken Cahyo Pambudi Yoga Prasetya Yukovany Zhulkarnaen Yusri Bakhtiar Zamrud Kurnia Prasetyo