Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PEMETAAN TEKANAN AIR PELANGGAN PERUMDA AIR MINUM TIRTA SAIYO UNIT LAYANAN LUBUK SIKAPING MENGGUNAKAN ARCGIS Sandra, Nevy; Santoso, Rahmat Puji
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v6i4.1415

Abstract

Kinerja sistem penyediaan air minum (SPAM) seringkali terkendala oleh inefisiensi pada unit distribusi, ditandai dengan fluktuasi tekanan dan tingginya proporsi kehilangan air non-pendapatan (Non-Revenue Water/NRW). Di wilayah layanan Perumda Air Minum Tirta Saiyo Unit Lubuk Sikaping, ketidakstabilan tekanan ini secara signifikan memengaruhi kuantitas dan kontinuitas pasokan, khususnya di jam puncak, yang pada akhirnya mereduksi kualitas pelayanan publik. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei lapangan dan analisis Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis data difokuskan pada pemetaan distribusi tekanan air dengan perangkat lunak ArcGIS untuk memvisualisasikan data geospasial, melakukan analisis spasial, dan mengaplikasikan teknik interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW). Pengukuran tekanan pada 107 titik jaringan distribusi menunjukkan variasi signifikan, berkisar 0,1 hingga 9,0 bar. Secara regional, Rayon I dan II didominasi tekanan rendah (0,1–0,3 bar), Rayon 5 dan 7 didominasi tekanan normal (1–2 bar), sementara beberapa titik di Rayon III, IV, dan VI mencatat tekanan tinggi (5–9 bar). Hasil interpolasi IDW menggunakan ArcGIS mengidentifikasi bahwa zona tekanan rendah umumnya berada di wilayah dengan elevasi tinggi, jauh dari pipa induk, atau di ujung jaringan. Sebaliknya, zona tekanan tinggi terbentuk di area elevasi rendah atau pada jalur pipa primer. Secara keseluruhan, 48% dari total titik pengukuran tidak memenuhi standar minimum tekanan 1 bar, dan 7% titik tercatat melebihi batas aman 6 bar.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH KACA SEBAGAI BAHAN TAMBAH AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON Sandra, Nevy; Muhammad Al Azhari Sonita
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v6i4.1424

Abstract

Limbah adalah zat yang dihasilkan dari suatu proses produksi industri maupun domistik yang sering kali kehadirannya tidak kehendaki karena tidak memiliki nilai atau tidak lagi berharga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah kaca dalam uji kuat tekan beton. Metode yang digunakan adalah penelitian. Langkah – langkahnya meliputi dari studi literatur, pengujian bahan, perancangan pencampuran, pencetakan sample, uji kuat tekan beton dan analisis kuat tekan beton. Adapun benda uji yang digunakan berbentuk kubus dengan ukuran 150mm x 150mm x 150mm, dengan mutu beton rencana K-250. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, nilai kuat tekan pada umur 28 hari dengan bahan tambah kaca 0%,10%,20%, dan 25%. Beton normal tanpa bahan tambah kaca mendapatkan kuat tekan beton optimum sebesar 29,481 Mpa (K-355,19). Dari seluruh beton dengan bahan tambah kaca, beton dengan bahan tambah 20% merupakan kuat tekan optimum sebesar 27,407 Mpa (K-330,204), beton dengan bahan tambah kaca 25% kuat tekan sebesar 25,556 Mpa (K-307,903) dan bahan tambah kaca 10% kuat tekan sebesar 22,963 Mpa (K-276,66) ini menjadikannya sebagai kuat tekan yang minimum. Meskipun beton dengan bahan tambah kaca mengalami penurunan namun tetap memenuhi rencana penelitian yang dimana kuat tekan yang direncanaka sebesar 20,75 Mpa.
The Effect of Fiberglass Paint Coating on the Shear and Flexural Strength of Concrete Blocks Juliafad, Eka; Restu, Lisyana Junelin; Yusmar, Fajri; Sandra, Nevy; Putra, Rusnardi Rahmat
Civil Engineering Journal Vol. 11 No. 12 (2025): December
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2025-011-12-04

Abstract

This study uses an experimental method to investigate the behavior of concrete blocks coated with fiber paint, focusing on their shear and flexural strength, ductility, stiffness, and energy dissipation to enhance their mechanical performance. The fiber paint coatings used in this study were applied in different thicknesses, namely 1 mm, 2 mm, and 3 mm. The results show that a 3 mm coating provided the highest improvement, with shear and flexural strengths increasing by 47.36% and 66.06%, respectively. Flexural ductility improved by up to 32%, while stiffness increased by 12% in flexure and 13% in shear. Energy dissipation also showed significant enhancement; total flexural energy increased from 1.38 kNmm to 10.76 kNmm at 3 mm, and shear energy dissipation reached 50.72 kNmm at 3 mm. These results confirm that fiber paint can enhance the shear and flexural strength, ductility, stiffness, and energy dissipation of concrete blocks. This study introduces fiber paint as a practical reinforcement method for concrete block materials, offering a simple, easy-to-apply, and cost-effective alternative that improves both mechanical and aesthetic performance.
Spatial modelling of shallow groundwater quality in coastal areas with Kriging interpolation Arbi, Yaumal; Syah, Nurhasan; Umar, Iswandi; Dewata, Indang; Gusman, Mulya; Sandra, Nevy
Teknomekanik Vol. 9 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/teknomekanik.v9i1.47272

Abstract

This study maps shallow coastal groundwater quality in Padang, Indonesia, using four operational parameters: potential of hydrogen (pH), electrical conductivity (EC), total dissolved solids (TDS), and salinity. We characterize spatial dependence using empirical variograms, evaluate directional anisotropy, and generate prediction surfaces with Ordinary Kriging. The variogram analysis indicates stronger spatial continuity along the coastline for EC and TDS, while salinity shows shorter continuity with a distinct directional structure, reflecting localized freshwater-seawater mixing processes. Groundwater pH remains neutral to slightly alkaline and exhibits lower spatial variability than EC, TDS, and salinity. Leave-one-out cross-validation supports the reliability of the kriging estimates at the study scale, indicating low prediction error and strong agreement between observed and predicted values. The resulting thematic maps enable a three-level quality zoning that differentiates a lower-risk northern segment, a transitional central belt, and a higher-risk southern segment consistent with seawater intrusion influence. These outputs provide a practical basis for prioritizing monitoring locations, protecting vulnerable wells, and strengthening evidence-based coastal groundwater management aligned with SDG 6 Clean Water and Sanitation and SDG 11 Sustainable Cities and Communities.
Perbandingan Titik Kritis Menggunakan Sampel Tanah Aluvial Dan Tanah Non Aluvial Muda Harris Lumban Gaol, Angga; Andayono, Totoh; Rizal, Fahmi; Sandra, Nevy
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36094

Abstract

Perubahan iklim global yang ditandai dengan meningkatnya intensitas dan frekuensi curah hujan ekstrem telah meningkatkan risiko banjir di berbagai wilayah, khususnya pada daerah dengan karakteristik tanah yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan laju infiltrasi, aliran permukaan (runoff), serta penentuan titik kritis pada tanah aluvial dan non-aluvial menggunakan rainfall simulator. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen laboratorium berpendekatan kuantitatif. Sampel tanah yang digunakan berjumlah 14 sampel, terdiri atas 7 sampel tanah aluvial dari dataran rendah dan 7 sampel tanah non-aluvial dari dataran tinggi di Kota Padang. Pengujian dilakukan menggunakan rainfall simulator dengan intensitas hujan konstan untuk mengamati perubahan infiltrasi dan runoff terhadap waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah aluvial memiliki laju infiltrasi awal yang lebih tinggi dan mampu menunda pembentukan aliran permukaan dibandingkan tanah non-aluvial. Titik kritis pada tanah aluvial terjadi lebih lambat dibandingkan tanah non-aluvial, yang menandakan kapasitas infiltrasi dan kemampuan menahan air yang lebih baik. Sebaliknya, tanah non-aluvial menunjukkan penurunan infiltrasi yang lebih cepat dan pembentukan runoff yang lebih awal, sehingga lebih rentan terhadap limpasan dan potensi banjir. Temuan ini menunjukkan bahwa karakteristik fisik tanah berperan penting dalam menentukan respon hidrologi terhadap hujan dan memiliki implikasi penting dalam perencanaan tata air serta mitigasi risiko banjir.
Evaluasi Perencanaan Mitigasi Risiko Operasional Berbasis Data Geoteknik pada Pembangunan Villa di Area Lereng Project XYZ Hafizul Adib Zulyan; Nevy Sandra
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 1 (2025): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i1.17954

Abstract

Pembangunan konstruksi pada area lereng memiliki tingkat kompleksitas dan risiko operasional yang lebih tinggi dibandingkan pembangunan pada lahan datar, terutama terkait kestabilan tanah, longsor, settlement, akses material, dan keselamatan kerja. Kondisi tersebut menyebabkan diperlukan analisis geoteknik dan strategi mitigasi risiko yang terintegrasi agar pelaksanaan proyek dapat berjalan secara aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko operasional pada pembangunan villa di area lereng, menganalisis keterkaitan hasil penyelidikan tanah terhadap potensi risiko konstruksi, serta merumuskan strategi mitigasi risiko operasional yang sesuai berdasarkan kondisi aktual lapangan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi dokumen proyek dan observasi langsung lapangan. Data yang dianalisis meliputi hasil Cone Penetration Test (CPT), boring log, dokumen perencanaan proyek, serta kondisi operasional konstruksi pada Project XYZ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tanah didominasi oleh clayey silt dengan konsistensi very soft to soft hingga kedalaman ±16–19 m dan nilai N-SPT 1–4 pukulan/30 cm yang mengindikasikan daya dukung tanah rendah serta potensi settlement dan longsor. Risiko dominan yang teridentifikasi adalah longsor lereng dengan kategori high–extreme. Strategi mitigasi dilakukan melalui penggunaan pondasi tiang pancang, retaining wall, bronjong, sistem drainase, pengaturan mobilisasi alat berat, dan monitoring lapangan secara berkala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan mitigasi mampu menurunkan tingkat risiko operasional proyek. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa data geoteknik memiliki peranan penting dalam pengambilan keputusan teknis dan pengendalian risiko pada pembangunan konstruksi di area lereng.
SISTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR) : PERLITE UNTUK MATERIAL KONSTRUKSI SEBAGAI AGREGAT RINGAN, SCM, DAN APLIKASI KHUSUS Nevy Sandra; Muhamad Adi Rafdi
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v6i4.1401

Abstract

Ulasan sistematis ini merangkum tiga puluh artikel mengenai pemanfaatan perlite dalam sistem material konstruksi berbasis semen dan bahan tambah. Dua jalur utama dianalisis (i) expanded perlite (EP) sebagai agregat ringan (LWA) yang menurunkan massa jenis dan konduktivitas termal, serta (ii) serbuk/limbah perlite (waste perlite powder, WPP) sebagai supplementary cementitious material (SCM) yang memadatkan mikrostruktur dan meningkatkan ketahanan transport ionik. Sintesis lintas?studi menunjukkan bahwa dosis EP moderat dengan dukungan pozolan reaktif (silica fume/metakaolin) mampu menjaga kekuatan sambil menurunkan ? dan ?, sementara WPP pada dosis menengah meningkatkan kekuatan umur lanjut, menekan permeabilitas, migrasi klorida, dan laju karbonasi. Pada sistem khusus seperti oil?well cement dan geopolimer densitas tinggi, penambahan perlite rendah bertindak sebagai penstabil reologi dan anti?segregasi yang divalidasi oleh citra CT/NMR, sekaligus meningkatkan homogenitas dan kekuatan. Implikasi praktis meliputi rancangan plester/blok insulasi, SCC tahan ion klorida/karbonasi, panel ferrocement ringan?kuat, dan formulasi slurry stabil untuk kondisi operasi ekstrem.
PEMETAAN TEKANAN AIR PELANGGAN PERUMDA AIR MINUM TIRTA SAIYO UNIT LAYANAN LUBUK SIKAPING MENGGUNAKAN ARCGIS Nevy Sandra; Rahmat Puji Santoso
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v6i4.1415

Abstract

Kinerja sistem penyediaan air minum (SPAM) seringkali terkendala oleh inefisiensi pada unit distribusi, ditandai dengan fluktuasi tekanan dan tingginya proporsi kehilangan air non-pendapatan (Non-Revenue Water/NRW). Di wilayah layanan Perumda Air Minum Tirta Saiyo Unit Lubuk Sikaping, ketidakstabilan tekanan ini secara signifikan memengaruhi kuantitas dan kontinuitas pasokan, khususnya di jam puncak, yang pada akhirnya mereduksi kualitas pelayanan publik. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei lapangan dan analisis Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis data difokuskan pada pemetaan distribusi tekanan air dengan perangkat lunak ArcGIS untuk memvisualisasikan data geospasial, melakukan analisis spasial, dan mengaplikasikan teknik interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW). Pengukuran tekanan pada 107 titik jaringan distribusi menunjukkan variasi signifikan, berkisar 0,1 hingga 9,0 bar. Secara regional, Rayon I dan II didominasi tekanan rendah (0,1–0,3 bar), Rayon 5 dan 7 didominasi tekanan normal (1–2 bar), sementara beberapa titik di Rayon III, IV, dan VI mencatat tekanan tinggi (5–9 bar). Hasil interpolasi IDW menggunakan ArcGIS mengidentifikasi bahwa zona tekanan rendah umumnya berada di wilayah dengan elevasi tinggi, jauh dari pipa induk, atau di ujung jaringan. Sebaliknya, zona tekanan tinggi terbentuk di area elevasi rendah atau pada jalur pipa primer. Secara keseluruhan, 48% dari total titik pengukuran tidak memenuhi standar minimum tekanan 1 bar, dan 7% titik tercatat melebihi batas aman 6 bar.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH KACA SEBAGAI BAHAN TAMBAH AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON Nevy Sandra
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v6i4.1424

Abstract

Limbah adalah zat yang dihasilkan dari suatu proses produksi industri maupun domistik yang sering kali kehadirannya tidak kehendaki karena tidak memiliki nilai atau tidak lagi berharga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah kaca dalam uji kuat tekan beton. Metode yang digunakan adalah penelitian. Langkah – langkahnya meliputi dari studi literatur, pengujian bahan, perancangan pencampuran, pencetakan sample, uji kuat tekan beton dan analisis kuat tekan beton. Adapun benda uji yang digunakan berbentuk kubus dengan ukuran 150mm x 150mm x 150mm, dengan mutu beton rencana K-250. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, nilai kuat tekan pada umur 28 hari dengan bahan tambah kaca 0%,10%,20%, dan 25%. Beton normal tanpa bahan tambah kaca mendapatkan kuat tekan beton optimum sebesar 29,481 Mpa (K-355,19). Dari seluruh beton dengan bahan tambah kaca, beton dengan bahan tambah 20% merupakan kuat tekan optimum sebesar 27,407 Mpa (K-330,204), beton dengan bahan tambah kaca 25% kuat tekan sebesar 25,556 Mpa (K-307,903) dan bahan tambah kaca 10% kuat tekan sebesar 22,963 Mpa (K-276,66) ini menjadikannya sebagai kuat tekan yang minimum. Meskipun beton dengan bahan tambah kaca mengalami penurunan namun tetap memenuhi rencana penelitian yang dimana kuat tekan yang direncanaka sebesar 20,75 Mpa.
Cost Analysis of Construction Safety Management Systems: Compliance Assessment with Indonesian Safety Regulations Ari Syaiful Syaiful Rahman; Faisal Ashar; Fitra Rifwan; Nevy Sandra
CIVED Vol. 12 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v12i1.739

Abstract

The Indonesian construction sector plays a vital role in national economic development, yet it continues to face significant occupational safety challenges. This study assesses the implementation of Construction Safety Management Systems by national safety regulations, with a focus on compliance within the XYZ construction project. Using a mixed-methods approach, the research combines quantitative budget analysis with qualitative field observations and interviews with safety officers. Findings indicate that while safety measures were implemented, budget allocations remained insufficient to meet regulatory requirements. Critical components, such as safety training and preventive risk control measures, were notably underfunded, reflecting gaps between policy mandates and their practical execution. The study highlights systemic challenges in safety budget planning, including inconsistent incorporation of regulatory standards and disproportionate allocation across safety components. These findings contribute to broader discussions on construction safety governance in emerging economies, emphasizing the need for improved compliance mechanisms and accountability frameworks. Practical recommendations include the adoption of risk-based budgeting approaches and enhanced oversight to ensure adequate safety investments. The research provides valuable insights for policymakers and industry stakeholders seeking to strengthen safety management practices in public construction projects.