Asrini Safitri
Departemen Gizi Universitas Hasanuddin, Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Perilaku Vaginal hygiene dengan Kejadian Keputihan pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran UMI Mutiara Andjani Arsyad; Asrini Safitri; Zulfahmidah; Lisa Yuniati; Yani Sodiqah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.288

Abstract

Pada umumnya setiap perempuan muda pernah mengalami keputihan. Keputihan timbul karena berbagai faktor antara lain kurangnya perawatan yang tepat pada organ reproduksi. Misalnya, perilaku vaginal hygiene yang negatif, kebiasaan menggunakan celana dalam yang terlalu ketat dan tidak dapat menyerap keringat, jarang mengganti celana dalam, serta sering mengabaikan penggantian pembalut saat menstruasi dapat mempengaruhi kesehatan organ reproduksi. Upaya menjaga kesehatan reproduksi dimulai dengan merawat kebersihan pribadi, termasuk menjaga organ kewanitaan agar tetap bersih, sehat, dan mengurangi risiko terkena gangguan kesehatan, termasuk keputihan patologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara perilaku vaginal hygiene dengan kejadian keputihan patologis pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian analitik korelasional. Sampel penelitian ini melibatkan 277 responden mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia dari angkatan 2019, 2020, 2021, dan 2022 yang dipilih dengan mengaplikasikan metode consecutive sampling. Studi ini menggunakan uji statistik Chi-square dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menyatakan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku vaginal hygiene dengan kejadian keputihan patologis. Hal ini didukung oleh nilai p=0,00 atau p<0,05 yang diperoleh dari analisis statistik. Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku vaginal hygiene dengan kejadian keputihan patologis pada mahasiswi di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) terhadap Glukosa Darah Puasa Mencit dengan Hiperglikemia: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera) TERHADAP GLUKOSA DARAH PUASA MENCIT (Mus Musculus) DENGAN HIPERGLIKEMIA Muhairah Azzahrah Chairul; Armanto Makmun; Rasfayanah; Asrini Safitri; Sri Wahyuni
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i1.300

Abstract

Hiperglikemia merupakan ciri khas diabetes melitus (DM) yang diakibatkan oleh gangguan kerja insulin yang berhubungan dengan gangguan metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat. Daun kelor memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-diabetes karena mengandung flavonoid. Dengan meningkatkan antioksidan, flavonoid yang ditemukan dalam daun kelor dapat mengurangi hiperglikemia dengan mencegah kerusakan yang disebabkan oleh ROS. Mengetahui pengaruh kadar glukosa darah puasa pada mencit (Mus Musculus) hiperglikemia setelah pemberian pemberian ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera). Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan Pretest-Posttest Control Group Design pada mencit (Mus Musculus) Pemberian ekstrak daun kelor dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa sebesar 58.89% menjadi 112.89±29.779 yang sedikit lebih baik dari metformin yang memiliki penurunan sebesar 57.67% menjadi 108.33±21.449. Ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) dapat menurunkan kadar glukosa darah pada mencit (Mus Musculus) betina lebih baik daripada metformin.
Gambaran Darah Lengkap Penderita Leukemia Limfoblastik Akut Anak di RS Universitas Hasanuddin Tahun 2022 Ollya Gaussyan Khalillah Akbar; Erlin Syahril; Asrini Safitri; Sri Julyani; Irna Diyana Kartika Kamaluddin
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i10.342

Abstract

Leukemia limfoblastik akut (LLA) sering terjadi pada anak dengan insiden tiap tahun yang cenderung meningkat. Prosedur diagnostik CBC masih digunakan di Indonesia. Angka kematian negara berkembang masih lebih tinggi dibandingkan negara maju, salah satu faktornya keberhasilan dalam mendeteksi leukemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran darah lengkap penderita LLA pada anak di RS Universitas Hasanuddin tahun 2022. Menggunakan metode cross sectional dengan desain deskriptif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dari 47 sampel, didapatkan 29 laki-laki (61,7%) dan 18 perempuan (38,3%). Usia terbanyak 0-<6 tahun yaitu 30 orang (63,8%). Distribusi hasil darah lengkap: nilai komponen darah normal yaitu, leukosit sebanyak 28 orang (59,6%), Limfosit sebanyak 27 orang (57,4%), Monosit sebanyak 23 orang (48,9%), Eosinofil sebanyak 17 orang (36,2%), Basofil sebanyak 46 orang (97,9%), trombosit sebanyak 36 orang (76,6%), MCV sebanyak 44 orang (93,6%), MCH sebanyak 39 orang (83,0%), dan MCHC sebanyak 45 orang (95,7%), sedangkan nilai komponen darah menurun, yaitu eritrosit sebanyak 29 orang (61,7%), hemoglobin sebanyak 32 orang (68,1%), hematokrit sebanyak 34 orang, dan Neutrofil sebanyak 20 orang (42,6%), serta nilai komponen darah meningkat yaitu Monosit sebanyak 23 orang (48,9%) dan Eosinofil sebanyak 17 orang (36,2%). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan, pasien LLA pada anak di RS Universitas Hasanuddin tahun 2022 lebih banyak terjadi pada laki-laki dengan usia 0-<6 tahun. Berdasarkan pemeriksaan darah lengkap, nilai normal didaptkan pada leukosit, Limfosit, Monosit, Eosinofil, Basofil, trombosit, MCV, MCH, dan MCHC, menurun pada Neutrofil, eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit, sedangkan meningkat pada Monosit dan Eosinofil.
Perbandingan Lidah Buaya (Aloe vera L.) dengan Antimakroba pada Penyembuhan Luka Sayat Mencit Nur Oliviya ananda h.usdar; Asrini Safitri; Zulfitriani Murfat; Yusriani Mangerangi; Reny Purnama Sari
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 11 (2023): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i11.343

Abstract

Penyembuhan luka merupakan proses biologis yang kompleks hingga menghasilkan pemulihan jaringan yang terintegritas, Banyak faktor yang diketahui memperlambat penyembuhan luka, yaitu gizi buruk, hipoksia. Aloe vera mengandung berbagai senyawa aktif termasuk polisakarida, vitamin, asam amino, senyawa fenolik, dan asam organik. Povidone iodine merupakan salah satu pengobatan luka secara kimiawi yang sering kali digunakan dalam penyembuhan luka Pengobatan luka secara tradisional adalah salah satu pertolongan pertama sebelum tindakan medis, apabila penanganan luka tidak segera dilakukan akan dikhawatirkan luka tersebut terkena infeksi. Selain itu dengan adanya resistensi antibiotik pada bakteri dan efek samping yang berat pada beberapa obat-obatan sintesis menjadi alasan tersendiri untuk mengalihkan perhatian pada terapi alternatif. Mengetahui Uji Perbandingan Lidah Buaya (Aloe vera L.) dengan Obat Antimakroba Topikal pada Proses Penyembuhan Luka sayat pada Tikus Putih (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan database pencarian yang digunakan di Pubmed, Science Direct, dan Google scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian awal artikel adalah Aloe vera, Lidah Buaya, Povidone iodine, Luka Sayat didapatkan sebanyak 144 artikel. Pada akhirnya yang digunakan hanya 8 artikel yang sesuai dengan analisis tujuan, kesesuaian topik, kriteria inklusi dan ekslusi, metode penelitian dan etika penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari semua literature yang digunakan majoritas menunjukan lebih efektif nya penggunaan aloe vera dibandingkan povidone iodine. Terdapat pengaruh pemberian uji perbandingan lidah buaa (Aloevera l) dengan obat antimakroba topical pada proses penyembuhan luka sayat pada tikus putih (mus musculus).
Analisis Kandungan Mikronutrien pada Dangke andi putri salwa dita maharani; Asrini Safitri; Rezky Pratiwi L Basri; Ida Royani; Inna Mutmainnah Musa
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i2.350

Abstract

Makanan termasuk salah satu bagian kebudayaan dalam suatu daerah yang sangat diperlukan untuk keberlangsungan hidup manusia. Salah satunya daerah di Indonesia tepatnya di Enrekang, Sulawesi Selatan terkenal dengan makanan dangke yaitu makanan diolah secara tradisional menggunakan susu kerbau. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa dangke memiliki kandungan gizi yang tinggi dimana terkandung lemak, protein dan air. Kajian ilmiah mengenai detail berapa persen kandungan mikronutrien seperti vitamin C, vitamin A, selenium dan zinc pada dangke sangat terbatas dan umumnya kebanyakan hanya memaparkan secara garis besar/makronutrien. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik meneliti mengenai “Analisis kandungan mikronutrien pada dangke”. Tujuan menganalisis kandungan mikronutrien yang terdapat di dalam dangke. Metode penelitian uji analisis dengan desain yaitu deskriptif observasional .. Hasil didapatkan dangke mengandung vitamin C 0,001988%, vitamin A 0,00613%, yang diuji menggunakan metode spektrofotometri. Untuk Kadar mineral yang didapatkan, mineral selenium 0,00000174%, mineral zinc 0,002729%, yang diuji menggunakan metode ICP-MS. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian ini kandungan vitamin A lebih tinggi daripada kadar parameter lainnya. Vitamin A mempunyai banyak manfaat bagi tubuh manusia, diantaranya dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi dan mencegah terjadinya kerusakan mata hingga kebutaan.
Hubungan Status Gizi Dengan Derajat Hipertensi Di RSUD Abepura Jayapura Muh.Khaidir Dedi; Asrini Safitri; Pratiwi Nasir Hamzah; Aryanti R Bamahry; Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin Karim
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.9568

Abstract

Prevalensi hipertensi terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Hipertensi merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit serius seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan ginjal. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap hipertensi adalah status gizi yang tidak seimbang, terutama obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status gizi pasien hipertensi di RSUD Abepura Jayapura, untuk mengetahui derajat hipertensi pada pasien hipertensi di RSUD Abepura Jayapura, serta untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan derajat hipertensi di RSUD Abepura Jayapura. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian status gizi tertinggi pada pasien hipertensi di RSUD Abepura yaitu status gizi obesitas derajat 2 dengan frekuensi 64% (32 orang). Pasien hipertensi di RSUD Abepura Jayapura didapatkan pasien dengan derajat hipertensi terbanyak yaitu hipertensi derajat 2 dengan frekuensi 38 orang. Berdasarkan hasil penelitian terkait hubungan status gizi dengan derajat hipertensi disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara status gizi dan derajat hipertensi. Dapat disimpulkan bahwa obesitas memiliki peran penting dalam peningkatan derajat hipertensi, di mana semakin tinggi indeks massa tubuh seseorang, semakin besar risiko mengalami hipertensi yang lebih berat. Oleh karena itu, pemantauan status gizi dan pengendalian berat badan menjadi langkah penting dalam pencegahan dan pengelolaan hipertensi.
Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Pada Anak Di RS Ibnu Sina Tahun 2021 - 2023 Siti Fayka Khairunnisa; Sri Wahyu; Sri Wahyuni Gayatri B.; Asrini Safitri; Arni Isnaini Arfah
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.9666

Abstract

Salah satu faktor yang berperan dalam kejadian DBD adalah status gizi, yang berpengaruh terhadap respons imun tubuh dalam menghadapi infeksi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa anak dengan status gizi kurang maupun obesitas lebih berisiko mengalami DBD dengan derajat yang lebih berat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita pada pasien anak Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 – 2023, mengetahui status gizi pada pasien anak Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 – 2023, serta untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan derajat Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 - 2023. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah jenis penelitian analitik deskriptif. Hasil peneltian menunjukkan bahwa karakteristik penderita pada pasien anak Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 – 2023 memiliki mayoritas penderita dengan jenis kelamin perempuan dan usia antara 6 – 10 tahun serta derajat infeksi terbanyak yang datang rawat inap adalah DBD Grade. Hasil menunjukkan bahwa status gizi terbanyak pada pasien anak Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 – 2023 adalah status gizi baik (Health Weight). Terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dan derajat Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 – 2023. Maka dapat disimpulkan bahwa status gizi berperan dalam tingkat keparahan DBD pada anak, sehingga pemantauan status gizi dapat menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan dan penanganan DBD.
Literatur Review: The Relationship Between Macronutrient Intake and Sleep Duration and the Occurrence of Menstrual Disorders in Women of Reproductive Age Zul Fajri; M. Hamsah; Andi Kartini Eka Yanti; Asrini Safitri; Gina Isni Djanuaresty Iskandar
Journal of Asian-african Focus in Health Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Asian-african Focus in Health
Publisher : ScieClouds Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71435/734647

Abstract

This literature review examines the relationship between macronutrient intake and sleep duration with the incidence of menstrual disorders in women of reproductive age. Based on a systematic analysis of ten selected scientific studies, the findings indicate that carbohydrate intake is significantly associated with menstrual disorders, particularly when high glycemic index foods and excessive added sugars are consumed, leading to hormonal imbalances through insulin dysregulation. Protein intake also shows a significant relationship, where both deficiency and excessive consumption of animal protein may disrupt ovulation, while plant-based protein demonstrates a protective effect. Fat intake, especially high saturated fat consumption, is linked to increased severity of dysmenorrhea and premenstrual syndrome (PMS), whereas omega-3 fatty acids contribute to symptom relief. In addition, insufficient sleep duration (less than 7 hours per day) significantly increases the risk of menstrual irregularities and pain intensity. Biologically, these relationships are explained through multiple mechanisms, including disruption of the hypothalamic-pituitary-ovarian (HPO) axis, insulin resistance, increased prostaglandin production, and the reciprocal interaction between poor diet and inadequate sleep. Despite strong evidence, significant research gaps remain, particularly the lack of experimental or clinical studies examining the combined effects of dietary and sleep interventions on menstrual health. Therefore, a comprehensive approach integrating nutritional and lifestyle modifications is essential in managing menstrual disorders.