Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pelanggaran Itikad Baik dalam Subrogasi dan Novasi Subjektif Aktif Sebagian pada Concursus Creditorium Permohonan Pailit Shihaf Ismi Salman Najib; Ahmad Syaifudin; Benny Krestian Heriawanto
Notaire Vol. 8 No. 2 (2025): NOTAIRE
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ntr.v8i2.72212

Abstract

Abstract This research is motivated by the fact that the minimum requirement of two creditors in a bankruptcy petition can be achieved in a way that violates the principle of good faith by using subrogation and partially active subjective novation. This research aims to describe the criteria and legal remedies for violating the principle of good faith by using subrogation and partial active subjective novation to fulfill concursus creditorium in bankruptcy petitions as a form of tort. This research is normative legal research. The result of the research is that active subjective novation cannot be used for partial transfer of receivables. Meanwhile, partial subrogation may be used to transfer receivables. The criteria for violation of the principle of good faith are, 1. The receivables transferred from the old creditor to the third party are not paid in full, are due, and are collectible and 2. The time span between the transfer of receivables from the creditor to the third party and the filing of the bankruptcy petition is less than one year. But not absolute. There are still other indicators. The debtor's legal remedies are filing a cassation to the Supreme Court, tort claims, criminal acts of fraud and/or forgery of letters committed by creditors, and judicial review. Keywords: Good Faith; Subrogation; Active Subjective Novation; Bankruptcy. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi syarat minimal dua kreditor dalam permohonan pailit dapat diraih dengan cara yang diduga melanggar asas itikad baik yakni dengan menggunakan subrogasi dan novasi subjektif aktif sebagian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kriteria dan upaya hukum pelanggaran asas itikad baik penggunaan subrogasi dan novasi subjektif aktif sebagian untuk memenuhi concursus creditorium dalam permohonan pailit sebagai bentuk perbuatan melawan hukum. Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Hasil penelitian bahwa novasi subjektif aktif tidak dapat digunakan untuk pengalihan piutang sebagian. Sedangkan subrogasi sebagian dimungkinkan digunakan sebagai sarana pengalihan piutang. Kriteria pelanggaran asas itikad baik adalah, 1. Piutang yang dialihkan dari kreditor lama ke pihak ketiga adalah piutang tidak dibayar lunas, sudah jatuh tempo, dan dapat ditagih dan 2. Rentang waktu antara peralihan piutang dari kreditor terhadap pihak ketiga dengan pengajuan permohonan pailit kurang dari satu tahun. Namun tidak mutlak. Masih terdapat indikator lainnya. Upaya hukum debitor adalah mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, gugatan perbuatan melawan hukum, tindak pidana penipuan dan/atau pemalsuan surat yang dilakukan oleh kreditor, dan Peninjauan Kembali. Kata Kunci: Itikad Baik; Subrogasi; Novasi Subjektif Aktif; Pailit.
Penanaman Pendidikan Karakter Melalui Permainan Quiz Cinta Tanah Air Pada Siswa Sekolah Dasar (SD) Shaynendra Pharamesty Dewi; Ginda Citra Handayani; Puput Putri Ariyani; Muhammad Rizky Nur Ikhlas; Hanum Sinta Maharani; Ahmad Syaifudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanaman Pendidikan karakter cinta tanah air pada siswa sekolah dasar merupakan upaya sistematis untuk memperkenalkan, membentuk dan menginternalisasikan nilai-nilai patriotisme, tanggung jawab dan cinta tanah air. Berbagai strategi dan metode yang dapat dimasukkan ke dalam kurikulum dan kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah, seperti metode kuis yang menyenangkan. Metode pengabdian ini adalah dengan memainkan permainan kuis seru dengan informan sebanyak 90 orang yang merupakan siswa SDN Sabrang Lor No. 78 Surakarta. Informan atau target audiens dari pengabdian ini adalah siswa kelas III SDN Sabrang Lor No 78 Surakarta, serta kepala sekolah dan guru SDN Sabrang Lor No 78 Surakarta. Hasil dari pengabdian ini adalah pendidikan tentang pentingnya cinta tanah air dalam keberagaman Indonesia, dengan tujuan untuk mencintai budaya Indonesia. Kesimpulan dari hasil pengabdian ini adalah dari permainan yang diberikan oleh pemateri melalui kegiatan permainan menyenangkan bertajuk “Kuis Cinta Tanah Air”, anak-anak dilatih untuk mengembangkan nilai-nilai yang berkaitan dengan cinta tanah air dan memperluas pengetahuan tentang nilai-nilai budaya Indonesia
PEMBUATAN VIDEO ANIMASI PANDUAN PERILAKU CORE VALUES ASN BERAKHLAK DI BKPSDMAD KABUPATEN SAMBAS Ahmad Syaifudin; Maya Marselia; Noferianto Sitompul; Narti Prihartini
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/jg884z32

Abstract

Dalam menjalani kehidupan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), diperlukan nilai-nilai yang berfungsi sebagai pedoman dalam berperilaku dan melaksanakan tugas pelayanan publik. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar karakter ASN yang profesional, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan prinsip Core Values ASN BerAKHLAK. Untuk mendukung terwujudnya penerapan nilai-nilai tersebut, dibutuhkan peran lembaga seperti Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Daerah (BKPSDMAD) yang berfungsi dalam pembinaan, pengembangan kompetensi, serta penguatan karakter ASN agar selaras dengan nilai-nilai Core Values ASN BerAKHLAK. BKPSDMAD juga menyediakan media pengenalan Core Values ASN BerAKHLAK berupa poster yang berada di dalam kantor. Namun, karena media promosi tersebut hanya tersedia di lingkungan kantor dan minimnya media promosi pada platform digital, informasi mengenai Core Values ASN BerAKHLAK menjadi terbatas hanya bagi pegawai yang hadir langsung ke kantor. Oleh karena itu, dibutuhkan media informasi yang dapat disampaikan dan dibagikan secara luas, salah satunya melalui video animasi. Proses pembuatan video animasi ini menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang terdiri dari enam tahap, yaitu concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Video animasi ini diharapkan mampu menjadi sarana edukatif dalam memperkenalkan serta memperkuat pemahaman ASN terhadap nilai-nilai dasar BerAKHLAK, sehingga dapat mendorong penerapan perilaku kerja yang profesional. Berdasarkan hasil uji kelayakan, penilaian dari dua penguji ahli materi menunjukkan hasil dengan kategori penilaian Sangat Setuju (SS) dan Setuju (S), dengan persentase rata-rata sebesar 95% yang termasuk dalam interval Sangat Setuju (SS). Sementara itu, hasil penilaian dari 20 responden memperoleh persentase sebesar 96,8% dengan interval Sangat Setuju (SS). Hasil ini menunjukkan bahwa video animasi panduan perilaku Core Values ASN BerAKHLAK layak digunakan sebagai media promosi dan sarana edukasi bagi ASN di lingkungan BKPSDMAD.
Aplikasi Edukasi Berbasis Web Dalam Mendukung Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Fajar Bintang Putra Adiansyah; Soffia Zahara; Ahmad Syaifudin
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2103

Abstract

Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja masih menjadi tantangan besar yang dapat mengganggu perkembangan generasi muda, termasuk di wilayah Kota Mojokerto. Meski BNNK Mojokerto telah melaksanakan program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba), penyampaian informasi melalui metode tradisional seperti seminar dinilai kurang efektif, terutama bagi remaja yang lebih familiar dengan teknologi digital. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan aplikasi edukasi berbasis web yang memanfaatkan kuis interaktif sebagai media penyampaian materi P4GN yang menarik dan mudah diakses. Aplikasi dirancang menggunakan framework Laravel dan database MySQL, serta dikembangkan dengan metode Waterfall. Fitur utama sistem mencakup pendaftaran pengguna, pengelolaan soal dan event oleh admin, pengerjaan kuis oleh peserta, serta sistem penilaian otomatis dan peringkat. Pengujian dilakukan dengan metode black-box untuk memastikan setiap fitur berfungsi sesuai perancangan, serta usability testing untuk mengevaluasi kemudahan penggunaan dari sisi pengguna remaja. Hasil implementasi menunjukkan bahwa aplikasi ini mampu meningkatkan ketertarikan dan pemahaman remaja terhadap bahaya narkoba. Media edukasi digital ini diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program P4GN secara lebih efektif, fleksibel, dan menjangkau lebih luas kalangan remaja di Kota Mojokerto.
Penyelesaian Permohonan Pailit Melalui Instrumen Insolvency Test Sebagai Perlindungan Hukum Bagi Pihak Terkait Dalam Kepailitan Muhammad Dito Zakharia; Ahmad Syaifudin; Benny Krestian Heriawanto
Unram Law Review Vol 9 No 2 (2025): Unram Law Review (ULREV)
Publisher : Faculty of Law, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ulrev.v9i2.397

Abstract

Indonesian law has undergone several revisions. Still, with the various revisions, according to the author, it has not provided maximum legal protection and legal certainty to the parties involve in bankruptcy law itself, on the other hand, the Indonesian bankruptcy law regulation is more likely to favor the interests of creditors, can prove this that the bankruptcy law regulation in Indonesia does not require a minimum amount of receivables and does not regulate insolvency requirements. Regarding the lack of regulation of insolvency requirements in bankruptcy applications, this harms debtors who are still solvent as they can be filed for bankruptcy. There is a need for an insolvency test to determine whether the debtor is solvent or insolvent. With the implementation of the insolvency test the bankruptcy legal regime is appropriate because, under it only debtors who are genuinely unable to pay debts can be terminated by bankruptcy given the principle of insolvency. Therefore, implementing the insolvency test in bankruptcy law in Indonesian will provide legal certainty for debtors and protection to solvent debtors. In conducting this legal research, a normative juridical methodology was employed, drawing on statutory conceptual, and comparative approaches.
BETWEEN HOBBY AND CRIME: CRIMINAL LIABILITY FOR AIR GUN POSSESSION Yuli Dian Fatmawati; Sunardi; Ahmad Syaifudin
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 2 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18821828

Abstract

Air gun ownership in Indonesia is often seen as part of a shooting hobby or recreational sport. However, in practice, air guns also have the potential to be misused, posing a threat to public order and public safety. The main issues in this study are the boundaries between air gun ownership as a legitimate activity and acts that can be qualified as criminal offenses, as well as the forms of criminal liability that can be imposed on the owner. This study aims to analyze the legal regulation of air guns in Indonesian legislation and examine the application of criminal liability for their ownership and misuse. The research method used is normative juridical with a statutory and conceptual approach, through a review of police regulations, the Criminal Code, and relevant court decisions. The results showed that the ownership of an air gun is not automatically a criminal offense, as long as it meets the licensing requirements and is used according to its designation. However, unlicensed possession or use that causes threat, injury, or public unrest can lead to criminal liability. This study emphasizes the importance of legal certainty and supervision to keep air guns within the realm of safe and responsible hobby.