Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

GAMBARAN KECERDASAN LOGIKA MATEMATIKA ANAK USIA DINI Widiastuti, Yuanita Kristiani Wahyu; Rasmani, Upik Elok Endang; Hafidah, Ruli
Kumara Cendekia Vol 11, No 3 (2023): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i3.60569

Abstract

Kecerdasan logika matematika anak usia dini merupakan suatu kemampuan yang memahami angka, konsep dan bentuk serta pola dalam memecahkan masalah di sekitarnya dengan berdasarkan penalaran. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kecerdasan logika matematika anak usia 5-6 tahun di TK Gugus 2 Aster Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Metode penelitian menggunakan survey. Subjek  penelitian sebanyak 96 anak usia 5-6 tahun. Analisis data deskriptif kuantitatif disajikan dalam bentuk persentase grafik hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan ecerdasan logika matematika berkembang dalam kategori baik dimana rata-rata anak sudah berkembang sesuai harapan ditunjukkan dengan kemampuan anak dalam memecahkan masalah dalam kehidupan, melakukan kegiatan eksploratif, mengklasifikasikan bendavberdasarkan bentuk, warna dan ukuran, mengurutkan benda berdasarkan seriasi, mengenal konsep perhitungan tambah dan kurang serta kemampuan mengetahui konsep bilangan dan lambang bilangan.
PROFIL KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI ANAK USIA 5-6 TAHUN Farida, Annisa; Rasmani, Upik; Hafidah, Ruli
Kumara Cendekia Vol 11, No 4 (2023): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i4.61548

Abstract

Kemampuan mengenal bentuk geometri anak usia dini merupakan penalaran matematis, yang terdiri dari pembentukan struktur hierarki konsep yang lebih tinggi untuk mengenali, menunjukkan, menyebutkan, dan mengumpulkan benda dengan menggunakan bentuk geometri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan mengenal bentuk geometri anak usia 5-6 tahun di TK Se-Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali. Peneitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Teknik pengambilan sample menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket observasi penilaian dan wawancara diajukan untuk guru guna mengetahui kemampuan mengenal bentuk geometri. Teknik uji validitas instrumen menggunakan validitas konstruk dilakukan oleh Expert Judgment. Subjek penelitian meliputi anak usia 5-6 tahun sejumlah 226 anak di TK Se-Kecamatan Banyudono, Boyolali tahun ajaran 2019/2020. Hasil penelitian survei ini menampilkan bahwa kemampuan mengenal bentuk geometri berada dalam kategori baik. Sebanyak 7,08% (16 anak) kategori mulai berkembang, 50% (113 anak) kategori berkembang sesuai harapan, 42,92% (97 anak) kategori berkembang sangat baik. Uraian tersebut membuktikan hasil perkembangan kemampuan mengenal bentuk geometri di TK Kecamatan   Banyudono menunjukkan hasil capaian yang ideal untuk anak usia 5 sampai 6 tahun.Hasil inilah yang diharapkan menjadi informasi penting bagi guru dan peneliti selanjutnya guna memberikan inovasi pembelajaran serta memasukkan lebih banyak topik indikator berbeda untuk mengetahui perkembangan anak.
IMPLEMENTASI DEVELOPMENTALLY APPROPRIATE PRACTICE (DAP) PADA STIMULASI KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN ANAK Dhida, Tasya Tsamara; Hafidah, Ruli; Jumiatmoko, Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 11, No 4 (2023): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i4.67871

Abstract

Kemampuan menulis permulaan anak usia dini merupakan wadah mengeksplorasikan pengetahuan dan pengalaman anak yang ditandai dengan tingkah laku mencoret-coret dan menggambar bebas. Salah satu pendekatan yang dapat diimplementasikan untuk mengembangkan kemampuan menulis permulaan adalah Developmentally Appropriate Practice (DAP). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi DAP pada stimulasi kemampuan menulis permulaan anak usia 4-5 tahun di PAUD Nurul Hidayah Program Khusus. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian ini meliputi kegiatan pembelajaran yang berkaitan dengan stimulasi kemampuan menulis permulaan anak, guru kelas kelompok A sebagai informan, hasil dan proses anak kelompok A melakukan indikator kemampuan menulis permulaan, dan dokumen (RPPM, RPPH, dokumentasi pembelajaran, penilaian, dan dokumen hasil karya). Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi non partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut, dalam mengimplementasikan DAP untuk menstimulasi kemampuan menulis permulaan anak melalui tiga tahapan yaitu pra implementasi, implementasi, dan pasca implementasi. Pertama, pra implementasi mencakup pembahasan dan perencanaan kegiatan yang dituangkan dalam dokumen perangkat pembelajaran. Kedua, implementasi mencakup pelaksanaan kegiatan stimulasi dan pembelajaran. Ketiga, pasca implementasi mencakup penilaian, evaluasi, dan refleksi. Implementasi DAP dalam menstimulasi kemampuan menulis permulaan sangat sesuai diterapkan karena ramah anak, menyesuaikan capaian, dan tahapan perkembangan anak.
PENGARUH METODE MULTISENSORI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN Mukarromah, Tsali Tsatul; Hafidah, Ruli; Nurjanah, Novita Eka
Kumara Cendekia Vol 11, No 4 (2023): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i4.64646

Abstract

Menulis merupakan kemampuan dasar yang perlu dikembangkan sejak dini dan dibutuhkan ketika memasuki jenjang sekolah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari metode multisensori terhadap kemampuan menulis permulaan anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment dengan desain nonequivalent control group. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juli di RA Nawa Kartika II Tempursari. Subjek dalam penelitian ini adalah 38 anak usia 5-6 tahun kelompok B yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes. Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi (content validity) dan Uji daya beda item menggunakan pearson correlation coefficient berbantu SPSS 24 for windows. Analisis data dalam penelitian ini mencakup uji prasyarat dan uji hipotesis. Hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Hasil uji hipotesis menggunakan uji Independent Sample T-Test menunjukan nilai pascates antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki nilai signifikansi pascates 0,048 ≤ 0,05 yang artinya terdapat pengaruh metode multisensori terhadap kemampuan menulis permulaan subjek di RA Nawa Kartika II Tempursari. Beberapa pengaruh tersebut di antaranya anak mau berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, berkembangnya kemampuan menulis dengan mengingat bentuk dan merangkai kata dan kalimat.
DAMPAK PENDEKATAN PEMBELAJARAN STEAM DENGAN MEDIA LOOSE PART PADA KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN kristiyani, erna; Hafidah, Ruli; Pudyaningtyas, Adriani Rahma
Kumara Cendekia Vol 12, No 1 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i1.65168

Abstract

Kreativitas adalah salah satu aspek kognitif manusia yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa setiap manusia memiliki tingkatan kreativitas yang berbeda-beda. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengukur dampak yang ditimbulkan dari penggunaan pendekatan pembelajaran STEAM dengan media loose parts pada kreativitas anak usia 5-6 tahun di KBIT Briliant Musuk Boyolali. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimental design dengan tipe non equivalent control group design. Sumber data penelitian ini dari pelaksanaan pembelajaran dan rencana pelaksanaan pembelajaran harian. Pengumpulan data dilakukan dengan pretest dan posttest. Uji Validitas menggunakan validitas isi. Uji Reliabilitas menggunakan alpha cronbach’s. Uji normalitas menggunakan teknik analisis shapiro wilk, sedangkan uji homogenitas menggunakan teknik analisis levene statistics. Uji hipotesis menggunakan independent sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran STEAM dengan media loose parts ini dapat meningkatkan kreativitas anak usia 5-6 tahun di KBIT Briliant. Hal tersebut ditunjukkan dari rata-rata posttest kelompok eksperimen 3,729 dan kelompok kontrol 3,436. Hasil tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan eksperimen, yang artinya pendekatan pembelajaran STEAM dengan media loose parts  berpengaruh terhadap kreativitas anak usia 5-6 tahun. Hal tersebut terlihat ketika proses pembelajaran anak menjadi lebih antusias dalam mengikuti kegiatan eksplorasi terhadap komponen loose parts yang telah disediakan, anak dapat menciptakan karya yang tiada batasannya, anak berani mengambil resiko ketika bertindak serta dengan media loose parts ini dapat menumbuhkan rasa kepedulian anak mengenai lingkungan sekitarnya. Berkaitan dengan hal tersebut maka sekolah dan orangtua harus menjalin kerjasama dalam penggunaan pendekatan STEAM dengan media loose parts untuk mengoptimalkan kemampuan kreativitas anak usia dini, khususnya usia 5-6 tahun.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Melalui Kirigami Pada Anak Kelompok B2 TK ABA Thoyibah Banyuanyar Tahun Ajaran 2015/2016 Setyorini, Endang; Hafidah, Ruli; Pudyaningtyas, Adriani Rahma
Kumara Cendekia Vol 6, No 4 (2018): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v6i4.35351

Abstract

KORELASI ANTARA LINGKUNGAN LITERASI RUMAH DENGAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN Prastiwi, Dyah; Hafidah, Ruli; Nurjanah, Novita Eka
Kumara Cendekia Vol 12, No 3 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i3.67513

Abstract

Pengenalan membaca permulaan perlu diajarkan melalui stimulasi lingkungan sekitar selama masa usia dini. Tujuan adanya penelitian ini yaitu untuk melihat hubungan variabel lingkungan literasi rumah dengan variabel membaca permulaan anak usia 5-6 tahun. Jenis penelitian ini yaitu korelasional dengan populasi sebanyak 69 anak. Sampel penelitian berjumlah 59 orang yang diambil secara random sampling. Data diperoleh melalui sebaran kuesioner yang dibagikan kepada wali murid anak usia 5-6 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan literasi rumah dan kemampuan membaca permulaan memiliki hubungan yang positif dan signifikan. Hal tersebut terlihat melalui hasil nilai signifikansi 0,00 kurang dari 0,05 dan koefisien korelasi sebesar 0,878. Angka ini berada pada kategori hubungan yang sangat kuat, yaitu 0,80-0,1000 berdasarkan hasil perhitungan Pearson product-moment. Jadi, kedua variabel tersebut memiliki arah hubungan positif, yaitu jika lingkungan literasi rumah tinggi maka membaca permulaan anak juga akan tinggi.
Keterlibatan Orang Tua dalam Mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini Ramah Anak di Gugus Budi Mulia II Sukoharjo Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Rahmawati, Anayanti; Hafidah, Ruli; Palupi, Warananingtyas; Dewi, Nurul Kusuma; Sholeha, Vera; Syamsuddin, Muhammad Munif
DEDIKASI: Community Service Reports Vol 5, No 1 (2023): DEDIKASI: Community Service Report - January
Publisher : FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/dedikasi.v5i1.67052

Abstract

Child-Friendly Schools (SRA) prioritize children's rights in learning to actualize individuals who need to be educated with good treatment. The SRA concept is intended to create a safe and enjoyable learning atmosphere at all levels of education, including early childhood education. A comfortable learning atmosphere for students positively impacts physical and psychological well-being, which leads to optimal developmental tasks. There are six components in the implementation of child-friendly PAUD, namely 1)policy, 2)curriculum implementation, 3)educators and education staff, 4)infrastructure, 5)child participation, and 6)parent and community participation. The group needs help realizing child-friendly PAUD, one of which is that the activity programs carried out by these PAUD institutions must meet the SRA indicators. The activity program in question is more specifically an effort to involve parents in realizing SRA. Parenting activities that have been carried out so far have yet to be in harmony with the activities carried out by schools, especially in fulfilling children's rights. Therefore it takes school principals' and teachers' knowledge and skills to design parenting activity programs aligned with school activities to realize SRA. This community service aims to carry out training in preparing parenting activity programs. The method for implementing this activity program consists of five stages, namely: 1)analysis of problems in partner institutions; 2)socialization (brainstorming and equalization of perceptions); 3)workshops; 4)assisting the implementation of child-friendly PAUD activity programs; 5)evaluation.
EFEKTIVITAS PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HIGHER ORDER THINKING SKILLS ANAK USIA DINI Fauziah, Lisa; Hafidah, Ruli; Dewi, Nurul Kusuma
Early Childhood Education and Development Journal Vol 3, No 3 (2021): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v3i3.101472

Abstract

Higher Order Thinking Skills (HOTS) merupakan aspek yang sangaat penting dalam kehidupan. Penelitian eksperimen ini bertujuan unuk menguji efektivitas pembelajaran Problem Based Learning terhadap Higher Order Thinking Skills anak usia 5-6 tahun. Higher Order Thinking Skills (HOTS) adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi yang perlu dimiliki anak dalam menanalisis, mengevaluasi, dan menciptakan yang sangat berguna bagi anak. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 90 anak usia 5-6 tahun di gugus II kecamatan Sawit. Sampel penelitian berjumlah 40 anak di TK Pertiwi Tegal Rejo dan TK Aisiyah Kemasan degan teknik pengambilan sampel purpossive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes untuk mengukur HOTS anak. Uji normalitas dan homoenitas menggunakan Shapiro Wilk dan levene test for equality of variance. Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik parametrik dinyatakan data memenuhi taraf singnifikansi > 0,05 pada uji normalitas dan homogenitas. Uji hipotesis menggunakan independent sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat efektivitas Problem Based Learning terhadap Higher Order Thinking Skills anak usia 5-6 tahun yang dibuktikan dengan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (ρ<0,05).
PENGARUH GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN MORAL ANAK USIA DINI Indarwan, Aulia Fadhilah; Hestiningrum, Elia; Afifah, Isfahani Fadia Nur; Hafidah, Ruli; Nurjanah, Novita Eka; Jumiatmoko, Jumiatmoko
Early Childhood Education and Development Journal Vol 4, No 1 (2022): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.096 KB) | DOI: 10.20961/ecedj.v4i1.52387

Abstract

Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan basis pembentukan karakter moral manusia, sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahap perkembangannya. Untuk itu ddiperlukan penanaman nilai nilai moral untuk anak usia dini. Tetapi dalam masa sekarang ini banyak anak usia dini yang sudah memainkan gadget, entah itu gadgetnya sendiri ataupun milik dari orang terdekatnya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar dampak dalam penggunaan gadget terhadap perkembangan moral anak usia dini, dimana pada usia itu usia dimana sel sel otak anak berkembang secara luar biasa. Yang menjadi garis besar permasalahannya yaitu penggunaan gadget lebih banyak menimbulkan dampak negative daripada dampak positive jika digunakan oleh anak usia dini apalagi tanpa pengawasan dari orang dewasa. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yaitu studi pustaka atau literature review. Peneliti sudah menjabarkan bebrapa pengaruh yang dihasilkan dari penggunaan gadged yang dilakukan anak usia dini terutama pada perkembangan moral atau karakter anak itu sendiri. Sehingga dalam hal ini orang dewasa dalam artian orang terdekat anak harus selalu mendampingi anak anaknya agar bisa mencapai perkembangan sesuai tahapnya.