Claim Missing Document
Check
Articles

Makna Tor-Tor Namora Pule dalam Upacara Horja Godang di Desa Aek Godang Kecamatan Hulu Sihapas Kabupaten Padang Lawas Utara Erlinda Putri Hasibuan, Rifka; Desfiarni, Desfiarni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13730

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang Makna Tortor Namora Pule dalam Upacara Horja Godang pada Masyarakat Kabupaten Padang Lawas Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu oleh instrumen pendukung seperti alat tulis, kamera, handphone dan flashdisk. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah mengumpulkan data, mendeskripsikan data dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna yang terdapat dalam Tor-tor Namora Pule menceritakan kehidupan kedua pengantin mulai mereka kanak-kanak hingga dewasa. Dalam gerakan ketika manortor terdapat makna mulai dari Manyomba bermakna sembah kepada Tuhan dan hormat kepada orang tua, Mangido bermakna menyimpan apa yang diberikan kepadanya baik itu nafkah, nasehat dan rahasia rumah tangganya, Mangayapi bermakna selalu memberi dan melindungi. Kostum juga memiliki makna merupakan identitas dari masyarakat Desa Aek Godang yang sopan. Disamping itu dalam ende (syair lagu) terdapat pula makna yaitu menceritakan tentang perjalanan hidup sepasang pengantin mulai dari mereka kanak-kanak hingga mereka dewasa . Tor-tor Namora Pule ditarikan oleh pasangan pengantin, yang mana kedua pengantin ini manortor di depan kedua orang tua, keluarga besar serta masyarakat.
Koreografi Tari Indang Kreasi Versi Sanggar Seni Binuang Sati di Nagari Lubuk Alung Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman Herman, Hanifah; Desfiarni, Desfiarni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Koreografi Tari Indang Kreasi versi Sanggar Seni Binuang Sati di Nagari Lubuk Alung Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan alat pendukung seperti alat tulis dan kamera. Data dikumpulkan dengan teknik studi pustaka, pengamatan dan wawancara. Langkah-langkah menganalisis dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koreografi tari Indang Kreasi Versi Sanggar Seni Binuang Sati memuat elemen komposisi tari yaitu, tema, gerak, desain lantai, penari, musik, kostum, tata rias, properti, tempat pertunjukan, desain dramatik, dan desain kelompok. Tema Tari Indang Kreasi Versi Sanggar Seni Binuang Sati bersumber dari Tari Indang tradisi. Gerak tari dikembangkan menjadi 15 macam gerak. Desain lantai pengembangan dari garis lurus. Jumlah penari sekitar 5-9 orang. Alat musik menggunakan alat-alat seperti jimbe, gandang, bansi. Properti menggunakan properti Rapa’I. Kostum berupa pakaian khas Minangkabau. Riasan menggunakan rias cantik. Desain dramatik termasuk desain dramatik kerucut tunggal. Komposisi kelompok mendominasi kelompok serempak yang ditandai dengan ragam gerak yang sama ditarikan oleh penari.
BENTUK PENYAJIAN TARI BALANANG SUKU SAKAI DI KELURAHAN PEMATANG PUDU KECAMATAN MANDAU KABUPATEN BENGKALIS PROVINSI RIAU Attahhiyyah, Febriani; Desfiarni, Desfiarni
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 1 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v13i1.57065

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menemukan bentuk dan mendeskripsikan bentuk penyajian Tari Balanang pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di SMKN 3 Mandau. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung alat tulis dan handphone. Data penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, mereduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Balanang merupakan tari tradisional masyarakat suku Sakai Bathin Betuah yang menggambarkan aktivitas kehidupan sehari-hari masyarakat suku Sakai dalam memenuhi kebutuhan hidup dari hutan seperti mencari ubi mengalo, tumbuhan herbal, dan berburu. Hewan yang diburu seperti kijang, kancil dan menangkap ikan. Tari Balanang ditampilkan dalam acara kepentingan masyarakat suku Sakai seperti ritual pengobatan dan penyambutan tamu-tamu besar yang berkunjung ke daerah suku Sakai.