Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Tindak Tutur Persuasi pada Brosur Layanan Bimbingan Belajar dan Implikasinya Fittriandhari Fittriandhari; Nurlaksana Eko Rusminto; Siti Samhati
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 4 Sep (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.001 KB)

Abstract

The aims of this research were to describe the act of speech persuasion in the brochure of tutoring services in Bandar Lampung and its implications for learning Indonesian in high school. The research method used in this research was qualitative. The results show that there are six persuasion techniques in the brochure guidance service learning that are; techniques of rationalization, identification, suggestion, conformity, compensation and replacement. Based on the form of speech acts are devided into two froms, namely; direct speech acts and indirect speech acts. The results of this study can be implicated in learning Indonesian language in high school as a medium of learning and teaching materials, especially on advertising materials.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur persuasi pada brosur layanan bimbingan belajar di Bandar lampung dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam teknik persuasi pada brosur layanan bimbingan belajar yaitu; teknik rasionalisasi, identifikasi, sugesti, konformitas, kompensasi dan penggantian. Berdasarkan bentuknya tindak tutur terbagi menjadi dua bagian yaitu; tindak tutur langsung dan tindak tutur tidak langsung. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA sebagai media pembelajaran dan bahan ajar khususnya pada materi iklan.Kata kunci: tindak tutur persuasi, brosur, layanan bimbingan belajar, implikasi.
Kesantunan Imperatif Guru Bahasa Indonesia dalam Pembelajaran di Kelas VII SMP Desi Septiani; Sumarti Sumarti; Nurlaksana Eko Rusminto
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 3 Jul (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.332 KB)

Abstract

The Problem in this research was the imperative politeness by Bahasa Indonesia teachers at class VII of SMPN 1 Bandar Lampung in academic year 2017/2018. The aimed of this research are to describe linguistic politeness and  imperative pragmatic politeness used by Bahasa Indonesia teachers at class VII of SMPN 1 Bandar Lampung in academic year 2017/2018. This research used descriptive qualitative method. The data was analyzed by using heuristic analysis. The result of this research showed that the teacher used the form of linguistic politeness characterized by the phrase of politeness such as please, come on, try and hope, while pragmatic politeness as an expression of various speech acts with two forms of speech, namely declarative speech and interrogative speech. Declarative speech can be divided into imperative meanings of prompts, solicitation, madness, and prohibitions, whereas interrogative speech can be distinguished into imperative meanings of command, solicitation, and prohibition.Masalah dalam penelitian ini adalah kesantunan imperatif oleh guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran di kelas VII SMPN 1 Bandar Lampung tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan linguistik dan kesantunan pragmatik imperatif yang digunakan guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran di kelas VII SMPN 1 Bandar Lampung tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan dengan analisis heuristik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan bentuk kesantunan linguistik imperatif dan kesantunan pragmatik imperatif. Kesantunan linguistik ditandai dengan ungkapan penanda kesantunan tolong, silakan, ayo, coba dan harap, sedangkan kesantunan pragmatik sebagai ekspresi berbagai tindak tutur dengan dua bentuk tuturan, yaitu tuturan deklaratif dan tuturan interogatif. Tuturan deklaratif dapat dibedakan menjadi makna imperatif suruhan, ajakan, persilaan, dan larangan, sedangkan tuturan interogatif dapat dibedakan menjadi makna imperatif perintah, ajakan, dan larangan.Kata kunci: imperatif, kesantunan linguistik, kesantunan pragmatik
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA MATERI TEKS DRAMA DI SMP Dwi Esterlina; Nurlaksana Eko Rusminto; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 8, No 1 Apr (2020): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.858 KB)

Abstract

The problem in this research is how the development of a students’ worksheet based on discovery learning to drama text in junior high school and its’ eligibility as teaching materials. The purpose of the study is to describe the development of a students’ worksheet based on discovery learning to drama text in junior high school and its’ eligibility as teaching materials. This research uses research and development (rnd) method. The results of the study show that the form students’ worksheet based on discovery learning to drama text in junior high school that has been validated. Validation is conducted by expert lecturers to test the feasibility of the product. The result of the validator assessment of content aspect is on the percentage of 83.1% which belongs to very feasible category, meanwhile the assessment of practitioners on Indonesian language teachers on the learning aspects and the content aspects in percentage of 87.1% with very feasible category.Masalah dalam penelitian ini ialah bagaimanakah pengembangan lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis discovery learning pada materi teks drama di SMP dan kelayakannya sebagai bahan ajar. Tujuan penelitian ialah untuk mendeskripsikan pengembangan lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis discovery learning pada materi teks drama di SMP dan kelayakannya sebagai bahan ajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian dan pengembangan (research and development/RD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis discovery learning pada materi teks drama di SMP yang sudah divalidasi. Hasil penilaian validator pada aspek isi dengan persentase 83.1% kategori sangat layak, sedangkan penilaian praktisi atau guru Bahasa Indonesia pada aspek pembelajaran dan aspek isi dengan sama-sama persentase 87.1% kategori sangat layak. Keywords: students’ worksheet development, discovery learning, drama text.
Kemampuan Berbahasa Indonesia Siswa Kelas V SD Negeri 4 Metro Timur Tahun Pelajaran 2017/2018 Dina Maryana; Eka Sofia Agustina; Nurlaksana Eko Rusminto
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 2 Apr (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.613 KB)

Abstract

This study aims to describe the ability of Indonesian language grade V students in even semester SD Negeri 4 Metro Timur in the academic year 2017/2018. The scope of the study includes four language skills, namely listening, speaking, reading and writing. The method used in the study is descriptive qualitative. The sample in the study is the fifth grade students of C SD Negeri 4 Metro Timur in the academic year of 2017/2018 totaling 30 students. Data collection techniques are carried out by observation, documentation and assignment.The results of this study indicate that the ability to speak Indonesian (listening, speaking, reading, and writing) that has been done by fifth grade students in the even semester of SD Negeri 4 Metro Timur in the academic year 2017/2018 gets the category (Good) with an average value of 74.25.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan berbahasa Indonesia siswa kelas V semester genap SD Negeri 4 Metro Timur tahun pelajaran 2017/2018. Ruang lingkup penelitian meliputi empat keterampilan berbahasa yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif. Sampel dalam penelitian yaitu siswa kelas V C SD Negeri 4 Metro Timur tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan pemberian tugas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Indonesia (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) yang telah dilakukan oleh siswa kelas V semester genap SD Negeri 4 Metro Timur tahun pelajaran 2017/2018 mendapat kategori (Baik) dengan nilai rata-rata 74,25.Kata kunci: kemampuan, keterampilan berbahasa, metode deskriptif kualitatif.
Keefektifan Kalimat dalam Naskah Soal Ujian Akhir Semester Ganjil Kelas VIII SMP Ida Sholehah Rahayu; Nurlaksana Eko Rusminto; Sumarti Sumarti
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 2 Apr (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.761 KB)

Abstract

This study aims to describe the effectiveness of sentences in the questions that include unity of question statement ideas, cohesiveness and cohesiveness question statement, the emphasis of the core of question statement, the variation of question statement, alignment of questions statement, and the spelling of Indonesian language. This study used descriptive qualitative method. Sources of data in this study are all sentences in the script of final exam of the odd semester of class VIII SMPN 1 covering three subjects, namely Bahasa Indonesia, Civics Education and Social Sciences. The result of the research showed that the phrase composed in the text of the three subjects, qualifies the effectiveness of the sentence, namely the unity of the statement, the cohesiveness and cohesiveness of the statement, the emphasis of the statement, the variation of the statement, and the alignment of the statement.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan kalimat dalam soal yang meliputi kesatuan gagasan pernyataan soal, kepaduan dan kekompakan pernyataan soal, penekanan inti pernyataan soal, variasi pernyataan soal, kesejajaran pernyataan soal, dan ejaan bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh kalimat dalam naskah soal ujian akhir semester ganjil kelas VIII SMPN 1 meliputi tiga mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalimat yang disusun dalam naskah soal ketiga mata pelajaran tersebut, memenuhi syarat keefektifan kalimat yaitu kesatuan gagasan pernyataan, kepaduan dan kekompakan pernyataan, penekanan inti pernyataan, variasi pernyataan, dan kesejararan bentuk pernyataan soal.Kata kunci: keefektifan, kalimat, naskah soal
TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI SMKN 1 TALANGPADANG DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MATERI AJAR Fenty Tryana Sari; Sumarti Sumarti; Nurlaksana Eko Rusminto
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 8, No 2 Sep (2020): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.995 KB)

Abstract

This research purposes to describe the structure and uses the language rules of report text of observation result of tenth grade of SMK Negeri 1 Talangpadang and it used as teaching material in SMK. The method used descriptive qualitative. The results showed that the structure text of observation report of tenth grade students of SMK Negeri 1 Talangpadang, such as general description, description per section, and description of benefits. The linguistic rules showed that used nouns, adjectives, verbs material, blur words in the name of the writing, copula, words that stated grouping, and not using technical words. The structure and the linguistic rules used as teaching material of tenth grade at Basic Competence 3.2 Analyzing content and linguistic aspects of minimum two report texts of observation Curriculum 2013, 2017 revised edition. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur dan penggunaan kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi siswa kelas X SMK Negeri 1 Talangpadang dan pemanfaatannya sebagai materi ajar di SMK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur teks laporan hasil observasi siswa kelas X SMK Negeri 1 Talangpadang meliputi deskripsi umum, deskripsi per bagian, dan deskripsi manfaat. Adapun kaidah kebahasaannya menunjukkan banyak menggunakan nomina, adjektiva, kata kerja material, melesapkan kata yang mengatasnamakan penulis, kopula, kata yang menyatakan pengelompokan, dan tidak menggunakan kata-kata teknis. Struktur dan kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi ini dimanfaatkan sebagai materi ajar pembelajaran bahasa Indonesia kelas X Kompetensi Dasar 3.2 Menganalisis isi dan aspek kebahasaan dari minimal dua teks laporan hasil observasi Kurikulum 2013 edisi revisi 2017. Keywords: observation report text, linguistic rules, teaching material
Kemampuan Berbicara Siswa Kelas V SD Negeri 1 Margamulya Lampung Selatan Dwi Kurniawan; Eka Sofia Agustina; Nurlaksana Eko Rusminto
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 4 Sep (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.271 KB)

Abstract

This study aimed to describe the speaking ability of fifth grade students of Elementary School Negeri 1 Margamulya Jati Agung Subdistrict, South Lampung Regency, 2017/2018 Academic Year. The method used is descriptive method. Data collection techniques use test techniques. The data source of this study is a recording of the speaking ability of fifth grade students of Elementary School Negeri 1 Margamulya, South Lampung. The data taken in the form of the results of the ability to speak based on indicators of speaking (fluency, pronunciation, intonation, vocabulary, and understanding) used as a measuring instrument in research. The results show the speaking ability of fifth grade students of Elementary School Negeri 1 Margamulya Jati Agung Subdistrict, South Lampung Regency, 2017/2018 school year overall is classified as Good.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berbicara siswa kelas V SD Negeri 1 Margamulya Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Tahun Pelajaran 2017/2018. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Sumber data penelitian ini adalah rekaman kemampuan berbicara siswa kelas V SD Negeri 1 Margamulya Lampung Selatan. Data yang diambil berupa hasil kemampuan berbicara berdasarkan indikator berbicara (kefasihan, lafal, intonasi, kosakata, dan pemahaman) yang digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian. Hasil menunjukan kemampuan berbicara siswa kelas V SD Negeri 1 Margamulya Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan tahun pelajaran 2017/2018 secara keseluruhan tergolong Baik.Kata kunci: kemampuan, berbicara, siswa
Pendayagunaan Konteks Tindak Tutur Guru Bahasa Indonesia pada Pembelajaran Debat Kelas X Ristama Damayanti; Nurlaksana Eko Rusminto; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 4 Sep (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.047 KB)

Abstract

This study aimed to describe the used of context of Indonesian teacher's speech acts on learning debates in first grade of Senior High School YP Unila in the academic year 2017/2018. The method used is descriptive qualitative. Sources of research data are conversations that occur between teachers and students in learning debates in first grade of YP Unila Bandarlampung. Data taken in the form of contexts that are utilized by speakers in their speech acts both directly and indirectly.  Data analysis techniques are means-ends. The results showed that Indonesian language teacher the contextualization for their success in teaching whether direct and indirect speech act. Context that is being utilized by the teacher include the context of the event, the context of the time, the context of the atmosphere, the context of the people around, and the context of the surrounding objects.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendayagunaan konteks dalam tindak tutur guru bahasa Indonesia pada pembelajaran debat di Kelas X SMA Yayasan Pembina Unila Bandarlampung Tahun Pelajaran 2017/2018. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah percakapan yang terjadi antara guru dan siswa dalam pembelajaran debat di kelas X SMA YP Unila Bandarlampung. Data yang diambil berupa konteks-konteks yang didayagunakan penutur dalam tindak tuturnya baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis cara-tujuan (means-ends). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bahasa Indonesia mendayagunakan konteks untuk menentukan tuturan yang digunakan saat berbicara dengan mitra tutur serta mendukung keberhasilannya dalam pembelajaran baik itu tindak tutur langsung maupun tidak langsung. Konteks yang didayagunakan oleh guru meliputi konteks peristiwa (Kp), konteks waktu (Kw), konteks susasana (Ks), konteks orang sekitar (Kos), dan juga konteks benda sekitar (Kbs).Kata kunci: konteks, guru, dan tindak tutur.
Piranti Kohesi Konjungsi Tajuk Rencana Surat Kabar Kompas dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Novita Sari; Nurlaksana Eko Rusminto; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 1 Jan (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.408 KB)

Abstract

This research aimed to describe the used of cohesion devices conjunctions in Kompas newspaper editorials and the implications for Indonesian language learning in high school. The method used in this research was descriptive method. Sources of data in this study are newspapers Kompas October to November 2016 amounted. The data collecting which is used in this research was documentation technique. The result shows that the use of conjunction cohesion devices is found in the editorial is including the use of coordinated conjunction, the use of correlative conjunctions, the use of subordinate conjunctions, and the use of intercostal conjunctions. Assessment tools in this editorial can be implemented in Indonesian language in high school, especially on language-related learning materials.. This research study can be utilized for the teachers as learning material or learning resource of student in developing four aspects of language skills, that is speaking skill, listening, reading, and writing.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan piranti kohesi konjungsi dalam tajuk rencana surat kabar Kompas dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini berupa surat kabar Kompas edisi Oktober-November 2016. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Hasil penelitian menukjukkan bahwa penggunaan piranti kohesi konjungsi yang ditemukan dalam tajuk rencana tersebut meliputi penggunaan konjungsi koordinatif, penggunaan konjungsi korelatif, penggunaan konjungsi subordinatif, dan penggunaan konjungsi antarkalimat. Kajian piranti kohesi konjungsi dalam tajuk rencana ini dapat diimplikasikan terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA terutama pada materi pembelajaran yang berkaitan dengan kebahasaan. Kajian penelitian ini dapat dimanfaatkan bagi pengajar (guru) sebagai bahan pembelajaran atau sumber belajar siswa dalam mengembangkan empat aspek keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan berbicara, menyimak, membaca, dan menulis.Kata kunci:kohesi, konjungsi, tajuk rencana, kompas
Ragam Bahasa dalam Acara Talk Show Mata Najwa Periode Januari 2017 dan Implikasinya Miko Hidayat; Nurlaksana Eko Rusminto; Mulyanto Widodo
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 4 Sep (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.515 KB)

Abstract

This research is intended to describe the variety of languages used in Mata Najwa talk show for the January, 2017 period and find out its implications for Indonesian Language for high school. Moreover, this research used a descriptive-qualitative design. Based on the data analysis, it was found that the variety of languages used in Mata Najwa talk show for the January, 2017 period is based on four aspects (1) the aspects of speakers dialect, colloquial, and jargon, (2) terms of use; for journalism context, (3) terms of formality formal, business, and relaxed, (4) terms of media oral form. Therefore, the result of this research may be implied in the Indonesian language learning KD 3.13 and 4.13 about developing problems or issues viewed from various perspectives completed by its debating argument for the even semester - tenth grades of senior high school.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam bahasa dalam acara talk show Mata Najwa periode Januari 2017 dan mengetahui implikasinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitaf. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan ragam bahasa dalam acara talk show Mata Najwa periode Januari 2017 berdasarkan empat segi adalah sebagai berikut (1) segi penutur meliputi dialek, kolokial, jargon (2) segi pemakaian termasuk dalam ragam jurnalistik (3) segi keformalan formal, usaha, santai (4) segi sarana termasuk dalam ragam lisan. Hasil penelitian ini diimplikasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia KD 3.13 dan 4.13 tentang mengembangkan permasalahan/isu dari berbagai sudut pandang yang dilengkapi argumen dalam berdebat untuk SMA kelas X semester genap.Kata kunci: ragam bahasa, talk show, implikasi.