Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGEMBANGAN LKPD MEMAHAMI TEKS CERPEN BERBASIS DISCOVERY LEARNING UNTUK SISWA KELAS IX SMP Tria Ardila; Nurlaksana Eko Rusminto; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 8, No 1 Apr (2020): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.724 KB)

Abstract

The problem in this study is the development of products in the form of teaching materials LKPD understanding short story text based on the discovery learning for the IX grade students of junior high school. The purpose of this study is to produce teaching  materials LKPD understanding short story text based on the discovery learning  for the IX grade students of junior high school. This research uses research and development (rnd) method. The result of this study is the creation of a teaching materials LKPD product understanding short story text based on the discovery learning for the IX grade students of junior high school has been validated. Validation is conducted by expert lecturers and practitioners to test the feasibility of the product. The result of the validation is from expert lecturers and practitioners obtained an average percentage of 83% with decent criteria. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengembangan bahan ajar LKPD memahami teks cerpen berbasis discovery learning untuk siswa kelas IX SMP. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengembangan bahan ajar LKPD memahami teks cerpen berbasis discovery learning untuk siswa kelas IX SMP. Penelitian ini menggunakan metode research and development (rnd).Hasil penelitian ini ialah terciptanya produk LKPD memahami teks cerpen berbasis dicovery learning untuk siswa kelas IX SMP yang sudah divalidasi.Validasi dilakukan oleh dosen ahli dan praktisi untuk menguji kelayakan produk.Hasil validasi dari ahli dan praktisi diperoleh rata-rata persentase 83% dengan kriteria layak.Keywords: teaching materials LKPD, discovery learning, short story text.
Penggunaan Bahasa Persuasi Iklan Komersial di Televisi dan implikasinya di SMP Fatia Maulina; Mulyanto Widodo; Nurlaksana Eko Rusminto
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 2 Apr (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.64 KB)

Abstract

The language of persuasion in advertising basically has a nature that aims to inform, persuade, invite, advise, and even influence consumers to be interested to follow the willingness of producers. This paper describes the use of language persuasion on commercial advertising on television with descriptive qualitative research methods, observation data collection techniques and documentation, tagmatic analysis techniques with indicators based on the nature of language persuasion. The results of this study indicate the existence of four types of language nature of persuasion is the invitation, suggestion or suggestion, command, and assert. Some properties of persuasion language are also influenced by intonation and pressure. The result of this research can be implicated as teaching material and teacher learning media in teaching material of presentation pattern and advertisement language, slogan or poster in Grade VIII odd semester, that is found in Core Competence 3, Basic Competence 3.4 2013 curriculum revision year 2017 Indonesian lesson.Bahasa persuasi pada iklan pada dasarnya memiliki sifat yang bertujuan untuk memberi informasi, membujuk, mengajak, memberi saran, bahkan memengaruhi konsumen agar tertarik untuk mengikuti kemauan produsen. Artikel ini mendeskripsikan penggunaan bahasa persuasi pada iklan komersial di televisi dengan metode penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data observasi dan dokumentasi, teknik analisis tagmatik dengan indikator berdasarkan sifat bahasa persuasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat jenis sifat  bahasa persuasi yaitu ajakan, anjuran atau saran, perintah, dan menegaskan. Beberapa sifat bahasa persuasi dipengaruhi pula oleh intonasi dan tekanan. Hasil dari penelitian ini dapat diimplikasikan sebagai bahan ajar dan media pembelajaran guru dalam membelajarkan materi pola penyajian dan kebahasaan iklan, slogan atau poster pada kelas VIII semester ganjil, yaitu terdapat pada Kompetensi Inti 3, Kompetensi Dasar 3.4 kurikulum 2013 revisi tahun 2017 pelajaran Bahasa Indonesia.Kata kunci : bahasa persuasi, iklan, bahan dan media pembelajaran
Penggunaan Bahasa Pada Teks Ceramah Siswa Kelas XI SMAN 1 Banjar Margo TA 2017/2018 Ardion Pandu Winata; Nurlaksana Eko Rusminto; Sumarti Sumarti
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 1 Jan (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.611 KB)

Abstract

The purpose of this study was to describe the used of language in the essay of high school students of class XI. The method used was qualitative descriptive method. The results showed the use of language in the essay of high school students XI tends to be right. It is based on the results of the discussion which shows the level of spelling accuracy and the effectiveness of the sentence is more dominant than the inaccuracy of spelling and the ineffectiveness of the sentence. The accuracy of language usage is 93.65% and language usability is 6.35%. The accuracy of spelling use is found in many aspects of basic and derived words, whereas inaccuracy is found in many aspects of capitalization. The effectiveness of a sentence is found in all the features of effective sentences ie correspondence, parallelism, assertiveness, austerity, precision, cohesion, and logic. The ineffectiveness of sentences is often found on the characteristics of parenting. The ineffectiveness is mostly caused by the subject of unclear sentences.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa pada karangan siswa SMA kelas XI. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan bahasa pada karangan siswa SMA kelas XI cenderung tepat. Hal tersebut berdasar pada hasil pembahasan yang menunjukkan tingkat ketepatan ejaan dan keefektifan kalimat lebih dominan dibanding ketidaktepatan ejaan dan ketidakefektifan kalimat. Ketepatan penggunaan bahasa 93,65% dan ketidaktepatan penggunaan bahasa 6,35%. Ketepatan penggunaan ejaan banyak ditemukan pada aspek penulisan kata dasar dan kata turunan, sedangkan ketidaktepatan banyak ditemukan pada aspek pemakaian huruf kapital. Keefektifan kalimat ditemukan pada seluruh ciri kalimat efektif yakni kesepadanan, keparalelan, ketegasan, kehematan, kecermatan, kepaduan, dan kelogisan. Ketidakefektifan kalimat banyak ditemukan pada ciri kesepadan. Ketidakefektifan tersebut banyak disebabkan oleh subjek kalimat yang tidak jelas.Kata kunci: ejaan, kalimat, penggunaan bahasa
TINDAK PERLOKUSI DALAM GELAR WICARA MATA NAJWA EPISODE COBA-COBA TATAP MUKA DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP Aulia Nurul Fauzi; Nurlaksana Eko Rusminto; Bambang Riadi
J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 Apr (2022): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.435 KB)

Abstract

The problem in this research is the perlocutionary act in Mata Najwa Talkshow, Trying Face-to-face Episode and its implications for learning Indonesian in junior high school. This study uses descriptive qualitative method. Data collection techniques were carried out by observing and taking notes. The data source of this research is the speech in Mata Najwa Talkshow, Trying Face-to-Face Episode. This study shows that there are 82 illocutionary acts that are expressed by speakers with certain perlocutions from the speech partners. The illocutionary and perlocutory acts that dominating were assertive illocutionary acts with positive responsive verbal perlocutions (22 data), while non-responsive verbal perlocutions were not found at all. This research can be implicated in learning Indonesian in Basic Competency Junior High Schools 3.9 and 4.9. Summarizing the content of ideas, opinions, arguments that support and against as well as the solutions for actual problems in the discussion texts that are read and heard. Masalah dalam penelitian ini adalah Tindak Perlokusi dalam Gelar Wicara Mata Najwa Episode Coba-Coba Tatap Muka dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara simak dan catat. Sumber data penelitian ini adalah tuturan dalam Gelar Wicara Mata Najwa Episode Coba-Coba Tatap Muka. Penelitian ini menunjukkan ada 82 tindak ilokusi yang diungkap oleh penutur dengan perlokusi tertentu dari mitra tutur. Tindak ilokusi dan perlokusi yang mendominasi adalah tindak ilokusi asertif berperlokusi verbal responsif positif (22 data), sedangkan tindak ilokusi berperlokusi verbal nonresponsif tidak ditemukan sama sekali. Penelitian ini dapat diimplikasikan pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Kompetensi Dasar 3.9 dan 4.9 Menyimpulkan isi gagasan, pendapat, argumen yang mendukung dan yang kontra serta solusi atas permasalahan aktual dalam teks diskusi yang dibaca dan didengar.Keywords: illocutionary acts, perlocutionary acts, Mata Najwa’s Talk ShowDOI Artikel: https://doi.org/10.23960/J-Simbol/v10i1.2022.05
Tindak Tutur Direktif Guru Perempuan dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI SMA Iros Niya Wati; Nurlaksana Eko Rusminto; Bambang Riadi
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2017): Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.846 KB)

Abstract

The purpose of this research is to describe the function and realization of directive speech of female teachers in Indonesian language learning class XI SMA Negeri 1 Seputih Mataram Lampung Tengah in academic year 2016/2017. This research was conducted through descriptive qualitative method. Sources of data in this research were taken from the speeches of female teachers in Indonesian language learning class XI through observation and documentation. The data were analyzed by using heuristic analysis technique. The result of the research shows that the directive speech of female teachers based on communicative function which is more dominant found is the imperative directive speech, while the directive speech of female teachers based on the realization which is more dominant found is direct speech.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan fungsi dan realisasi tindak tutur direktif guru perempuan dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas XI SMA Negeri 1 Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah tahun pelajaran 2016/2017. Sejalan dengan tujuan penelitian, metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tindak tutur guru perempuan pada saat pembelajaran bahasa Indonesia kelas XI. Kemudian, data dikumpulkan dengan teknik observasi, rekam dan catat. Teknik analisis data menggunakan analisis heuristik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur direktif guru perempuan berdasarkan fungsi komunikatif yang lebih dominan ditemukan adalah tindak tutur direktif memerintah, sedangkan tindak tutur direktif guru perempuan berdasarkan realisasi tuturannya yang lebih dominan ditemukan adalah tindak tutur langsung.Kata kunci: tindak tutur direktif, guru perempuanDOI: http://dx.doi.org/10.23960/aksara/v18i2.pp100-112
POLA ALIH TUTUR PADA PODCAST YOUTUBE SULE CHANNEL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA di SMA Rahmat Prayogi; Sumarti; Nurlaksana Eko Rusminto; Nur Halimah
Edukasi Lingua Sastra Vol 20 No 2 (2022): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/elsa.v20i2.534

Abstract

The problem discussed in this study is the pattern of speech transfer on the YouTube Podcast Sule Channel and its implications for learning Indonesian in high school. The method used is descriptive qualitative method. The research data source is a YouTube video on the Sule Channel Podcast program with a total duration of 70 minutes 55 seconds. The results of the study indicate that there is a pattern of speakers' speech switching in the YouTube Sule Channel Podcast which is carried out by obtaining, stealing, seizing, replacing, creating, and continuing. The most pattern of speech transfer is the pattern of transfer of speech by means of obtaining, while the pattern of transfer of the least is by way of replacing. The overall research results are 425 data. The context of the manner and tone used by speakers and speech partners in conveying the contents of the utterance is in a serious context, while the communication channel is carried out face-to-face. Meanwhile, the norm used in speech events is mutual respect. The results of this study can be implied in the form of learning scenarios and details of lesson plans for learning Indonesian language debate material for class X SMA. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah pola alih tutur percakapan pada Podcast YouTube Sule Channel dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa video YouTube dalam acara Podcast Sule Channel dengan jumlah durasi 70 menit 55 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pola alih tutur narasumber dalam Podcast YouTube Sule Channel yang dilakukan dengan cara memperoleh, mencuri, merebut, mengganti, menciptakan, dan melanjutkan. Pola alih tutur terbanyak ialah pola alih tutur dengan cara memperoleh, sedangkan pola alih tutur tersedikit ialah dengan cara mengganti. Hasil penelitian keseluruhan sebanyak 425 data. Konteks cara dan nada yang digunakan penutur dan mitra tutur dalam penyampaikan isi ujaran ialah dengan konteks serius, sedangkan saluran komunikasinya dilakukan dengan tatap muka langsung. Sementara itu, norma yang digunakan dalam peristiwa tutur ialah saling menghargai Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan dalam bentuk skenario pembelajaran dan rincian RPP untuk pembelajaran bahasa Indonesia materi debat kelas X SMA.
Teacher Direktive Speech Acts In The Indonesian Language Whatsapp Group Class IX-1 SMP N 3 Gadingrejo and Its Implications For Indonesian Language Learning In Junior High Schools Septi Mustika Rani; Sumarti Sumarti; Nurlaksana Eko Rusminto
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 10, No 2 Sep (2022): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this study is the directive speech act of the teacher in the Indonesian whatsapp group class IX-1 SMP N 3 Gadingrejo. This study aims to describe the direct and indirect directive speech acts of teachers in the in the whatsapp group and its implications for learning Indonesian in junior high school. This study used descriptive qualitative method. The data source of this research is the teacher who teaches in the Indonesian whatsapp group Class IX-1. The results of this study indicate that direct speech acts ask for 8 data, direct speech act asking 12 data, direct speech acts rule 9 data, direct speech act prohibits 3 data, direct speech acts allow 7 data, and direct speech acts advising 3 data, while indirect speech acts ask for 2 data, indirect speech acts ask for 4 data, indirect speech acts command 1 data, and indirect speech acts advise 1 data. The results of the communicative form of asking, asking, ordering, prohibiting, permitting, and advising. This research can be implicated in Basic Competence 3.6 examining the structure and linguistic aspects of procedure texts on how to do and how to make something from various sources that are read and heard. The results of the study are implied as material in learning.Masalah dalam penelitian ini ialah tindak tutur direktif guru di grup whatsapp bahasa Indonesia kelas IX-1 SMP N 3 Gadingrejo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur direktif langsung dan tidak langsung guru di grup whatsapp, fungsi komunikatif tindak tutur direktif guru di grup whatsapp dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini berupa guru yang mengajar di grup whatsapp bahasa Indonesia Kelas IX-1, sedangkan data dalam penelitian ini berupa tindak tutur direktif di grup whatsapp bahasa Indonesia kelas IX-1 SMP N 3 Gadingrejo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindak tutur langsung meminta sebanyak 8 data, tindak tutur langsung menanya 12 data, tindak tutur langsung memerintah 9 data, tindak tutur langsung melarang 3 data, tindak tutur langsung mengizinkan 7 data, dan tindak tutur langsung menasihati 3 data, sedangkan tindak tutur tidak langsung meminta 2 data, tindak tutur tidak langsung menanya 4 data, tindak tutur tidak langsung memerintah 1 data, dan tindak tutur tidak langsung menasihati 1 data. Hasil penelitian fungsi komunikatif berupa menanya, meminta, memerintah, melarang, mengizinkan, dan menasihati. Penelitian ini dapat diimplikasikan ke dalam Kompetensi Dasar 3.6 menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks prosedur tentang cara melakukan dan cara membuat sesuatu dari berbagai sumber yang dibaca dan didengar. Hasil penelitian diimplikasikan sebagai materi dalam pembelajaran. Keywords: directive speech act, learning in whatsapp group
PRINSIP KERJA SAMA DALAM WACANA KOMUNIKASI KELUARGA JAWA DI KELURAHAN KEDIRI Yerli Agilia Putri; Nurlaksana Eko Rusminto; Sumarti Sumarti; Siti Samhati
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 2 (2022): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v18i2.5720

Abstract

ABSTRAK: Bahasa sebagai alat komunikasi selalu digunakan manusia dalam setiap aktivitas sosialnya. Dalam proses berkomunikasi tersebut, seseorang cenderung akan menghadapi kendala-kendala yang menyebabkan komunikasi tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan Untuk menghilangkan kendala dalam komunikasi tersebut, penutur dan mitra tutur dituntut untuk menyadari bahwa ada kaidah-kaidah kebahasaan yang harus ditaatinya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama dalam wacana komunikasi keluarga Jawa di Kelurahan Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian berwujud tuturan percakapan di lingkungan keluarga Jawa. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik simak-rekam-catat. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif menggunakan teknik interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam wacana komunikasi keluarga umumnya selalu mematuhi prinsip kerja sama. Pelanggaran terhadap prinsip kerja sama juga ditemukan dalam wacana komunikasi keluarga tapi tidak mendominasi. Pelanggaran terhadap prinsip kerja sama adakalanya dilakukan secara sengaja untuk mencapai tujuan-tujuan lain dalam konteks yang lebih luas.KATA KUNCI: pematuhan; pelanggaran; prinsip kerja sama; wacana komunikasi keluarga  PRINCIPLES OF COOPERATION IN THE DISCUSSION OF JAVA FAMILY COMMUNICATIONS IN KELURAHAN KEDIRI ABSTRACT: Language as a communication tool is always used by humans in every social activity. In the process of communicating, a person tends to face obstacles that cause communication to not work as expected. This study aims to describe the compliance and violation of the principle of cooperation in the discourse of Javanese family communication in Kediri Village. The method used in this research is a descriptive qualitative method. The research data is in the form of conversational speech in a Javanese family environment. The research data was collected through the watch-record-record technique. The collected data was then analyzed descriptively using interactive techniques. The results of the study indicate that in the discourse of family communication generally always adhere to the principle of cooperation. Violations of the cooperative principle are also found in family communication discourse but do not dominate. Violations of the cooperative principle are sometimes carried out intentionally to achieve other goals in a wider context.KEYWORDS: compliance; violation; the principle of cooperation; family communication discourse
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE TUTURAN PENYIAR RADIO SONORA LAMPUNG 96.0 FM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Cintia Ayu Aryani; Ali Mustofa; Nurlaksana Eko Rusminto
J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 1 Apr (2023): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.577 KB)

Abstract

Purpose of this research is descriptive code switching and code mixing form and cause factors used on Sonora Lampung 96.0 FM announcers speech in The Showre program, and then implactions result of the research for Indonesian language learning in high school. The research method used is descriptive qualitative. The data collection technique was carried out using the free-of-conversation listening technique, the recording technique, and the note-taking technique. The results showed that the form of code switching found was only external code switching in the form of a transition from Indonesian to English and was caused by speaker factor and changing topics of conversation. The forms of code mixing found are word code mixing, phrases, baster, word repetition, and clauses. The code mixing occurs because of the background of the speaker's attitude factor and language factor. The results of the study can be implicated in learning Indonesian in high school in anecdotal text material. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk alih kode dan campur kode serta faktor penyebabnya yang terdapat dalam tuturan penyiar radio Sonora Lampung 96.0 FM di program The Showre dan mengimplikasikan hasil penelitian terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk alih kode yang ditemukan hanya alih kode ekstern berupa peralihan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dan disebabkan oleh faktor penutur dan berubahnya topik pembicaraan. Bentuk campur kode yang ditemukan yaitu campur kode kata, frasa, baster, perulangan kata, dan klausa. Campur kode tersebut terjadi karena faktor latar belakang sikap penutur dan kebahasaan. Hasil penelitian dapat diimplikasikan terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA dalam materi teks anekdot. Keywords: code switching, code mixing, The Showre Sonora LampungDOI Artikel: https://doi.org/10.23960/J-Simbol/v11i1.2023.02
PELATIHAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARYA SASTRA DAN ILMIAH BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SEKOTA METRO Nurlaksana Eko Rusminto; Sumarti; Rian Andri Prasetya; Fajar Riyantika
Education Language and Arts (ELA) Vol. 1 No. 1 April (2022): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This training activity to improve the skills of writing literary and scientific works for junior high school students throughout Metro City aims to: (1) increase literary and linguistic knowledge, (2) improve the ability to write literary works and scientific works. This activity has increased literary and linguistic knowledge, as well as improved the ability to write literary works among junior high school students in Metro City. The existence of training to improve the skills of writing literary and scientific works is expected to foster motivation and increase the enthusiasm of the participants to write various sources of inspiration into literary and scientific works. This motivation can grow, among other things, due to the meeting of children's writers, where they can feel the joy of being a writer. They are also increasingly convinced that anyone who means it can become a writer. In addition, the participants also obtained an overview of the procedure for publishing works to various print media. Kegiatan pelatihan peningkatan keterampilan menulis karya sastra dan ilmiah untuk siswa SMP se-Kota Metro ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan pengetahuan kesastraan dan kebahasaan, (2) meningkatkan kemampuan menulis karya sastra dan karya ilmiah. Kegiatan ini telah meningkatkan pengetahuan kesastraan dan kebahasaan, serta meningkatkan kemampuan menulis karya sastra di kalangan siswa SMP di Kota Metro. Adanya pelatihan peningkatan keterampilan menulis karya sastra dan ilmiah ini diharapkan menumbuhkan motivasi dan meningkatkan semangat para peserta untuk menuliskan berbagai sumber ilham menjadi karya sastra dan ilmiah. Motivasi ini dapat tumbuh di antaranya disebabkan adanya jumpa penulis anak, di mana mereka bisa merasakan senangnya menjadi seorang penulis. Mereka pun semakin yakin bahwa siapa saja yang bersungguh-sungguh bisa menjadi seorang penulis. Selain itu, para peserta juga memperoleh gambaran tentang prosedur mempublikasikan karya ke berbagai media cetak.