Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Perancangan Iklan Sosial Uniqlo “Padu Padan” untuk Mengangkat Isu Tentang Sustainable Fashion di Kota Bandung Dhiya Aqila Rabbani; Ligar Muthmainnah; Sri Nurbani
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena yang terjadi di kalangan Gen Z saat ini adalah meningkatnya pembelian pakaian yangtidak lagi didasari oleh kebutuhan, melainkan keinginan semata. Hal ini dipengaruhi oleh paparan kontendi media sosial yang menampilkan tren fashion terkini, sehingga menciptakan dorongan untuk terusmengikuti gaya berpakaian yang sedang viral. Permasalahan utama dari fenomena ini adalah munculnya sifat konsumtif dan meningkatnya limbah pakaian karena pakaian yang dibeli belum tentu dibutuhkan dan pada akhirnya tidak terpakai secara optimal. Kampanye ini bertujuan untuk mengurangi sifat konsumtif tersebut dengan memberikan solusi yang relevan bagi Gen Z, yaitu melalui kegiatan memadu padankan pakaian yang telah dimiliki. Pendekatan ini dipilih karena lebih sustainable serta mendorong audiens untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan pakaian yang ada tanpa harus terus membeli yang baru.Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, melalui pengumpulan data observasi, wawancara, dan kuesioner untuk memahami pola konsumsi pakaian dan kebiasaan berbelanja. Hasil dari kampanye ini diwujudkan dalam berbagai media komunikasi visual. Media utama yang digunakan adalah YouTube Ads dan ambient media yang bersifat interaktif, sedangkan media pendukung meliputi billboard, spanduk, poster, floor sticker, x-banner, wobbler, merchandise, media sosial (Instagram, TikTok, Twitter), Google Ads, transit advertising, Spotify Ads, dan brosur. Manfaat dari kampanye ini adalah meningkatnya kesadaran audiens akan pentingnya konsumsi pakaian yang bijak, menurunnya dorongan belanja impulsif, serta tumbuhnya kebiasaan memadu padankan pakaian yang sudah dimiliki. Hal ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk perilaku yang lebih berkelanjutan dalam berbusana. Kata kunci: konsumtif, pakaian, mix and match, sustainable
PERANCANGAN IKLAN SOSIAL BERSAMA LAURIER UNTUK MEMBANGUN AWARENESS PENCEGAHAN KANKER SERVIKS DI KABUPATEN BANDUNG Kirana Khansa Petrina; Sri Nurbani; Ligar Muthmainnah
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu kanker yang marak dialami olehwanita yang berupa keganasan yang terjadi pada dinding leher rahim. Kanker serviksmerupakan kanker kedua yang paling umum di kalangan perempuan Indonesia,dengan sekitar 36.000 kasus baru dan 21.000 kematian setiap tahunnya (WHO,2024). Human Pappilloma Virus (HPV) merupakan penyebab utama kanker serviks(Evriarti dan Yasmon, 2019). Kanker serviks merupakan salah satu kanker yang dapatdicegah dengan vaksinasi dan pemeriksaan rutin. Masih banyak masyarakat yangkurang awareness mengenai kanker serviks ini. Ini disebabkan oleh kurangnyapengetahuan, rasa malu, ketakutan, dan keyakinan di masyarakat. Oleh karena itu,penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah kampanye kesehatan yang fokuspada peningkatan kesadaran tentang pencegahan kanker serviks di kalangan remajadi Kabupaten Bandung yang bekerja sama dengan Laurier sebagai mitra utama dalamupaya ini. Melalui perancangan kampanye ini, diharapkan dapat meningkatkanpengetahuan dan kesadaran remaja mengenai kanker serviks, pentingnya upayapencegahan sejak dini. Penelitian ini juga mengeksplorasi tantangan dan peluangdalam menyampaikan pesan kesehatan kepada kelompok usia muda. Kampanye inimenggunakan metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah kampanye sosialyang menggunakan dan memanfaatkan berbagai media, baik berupa media digitalmaupun media konvensional.Kata kunci: kanker serviks, kampanye kesehatan, remaja, Kabupaten Bandung
PERANCANGAN KAMPANYE IKLAN BESTFRIEND WET WIPES UNTUK REMAJA PUTRI SMP DI KABUPATEN BANDUNG Amanda Pradipta; Sri Nurbani; Jiwa Utama
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja putri di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) memiliki risiko tinggimengalami masalah kebersihan area intim, salah satunya keputihan, akibat kurangnyaedukasi dari lingkungan yang disekitar mereka dan kurangnya kebiasaan perawatan diriyang tepat. Penelitian ini bertujuan merancang kampanye iklan produk Bestfriend WetWipes yang efektif untuk meningkatkan kesadaran kebersihan area intim pada remajaputri SMP di Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah gabungankualitatif dan kuantitatif, meliputi studi literatur, observasi, wawancara, dan penyebarankuesioner kepada target audiens. Data dianalisis untuk menemukan insight, pesan utama,dan strategi kreatif yang sesuai. Hasil perancangan mencakup konsep kampanye edukatifdengan pendekatan emosional dan informatif, memanfaatkan media digital, cetak, danambient di fasilitas kesehatan. Strategi visual mengedepankan desain yang ramah remaja,informatif, serta selaras dengan citra merek. Kampanye ini diharapkan dapatmeningkatkan pemahaman dan mendorong perilaku higienis yang tepat di kalanganremaja putri. Strategi Visual difokuskan pada desain ramah remaja dan feminim, agarmudah dipahami dan selaras dengan citra merek, sehingga diharapkan mampumendorong perilaku higienis yang berkelanjutan.Kata Kunci: kampanye iklan, kesehatan reproduksi, remaja putri, Bestfriend Wet Wipes,Bandung
Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dalam Optimalisasi Desain Logo pada Mata Pelajaran Seni Budaya di SMK PGRI 2 Cimahi Rachmawanti, Ranti; Yuningsih, Cucu Retno; Nurbani, Sri
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 2 (2025): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i2.10302

Abstract

Era kontemporer ditandai oleh akselerasi perkembangan teknologi, di mana inovasi, khususnya di bidang kecerdasan buatan (AI), telah merasuk ke berbagai sektor kehidupan, termasuk industri kreatif. Fenomena ini menciptakan urgensi bagi institusi pendidikan untuk mengintegrasikan teknologi terkini ke dalam kurikulum guna mempersiapkan siswa menghadapi tuntutan dunia kerja di masa depan. Artikel ini membahas tentang hasil dari implementasi teknologi AI dalam pembuatan desain logo di SMK PGRI 2 Cimahi. Kegiatan abdimas ini mengusulkan sebuah pendekatan inovatif melalui implementasi teknologi tepat guna yang mudah diakses dan diterapkan. Platform desain grafis berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti Canva, dengan fitur-fitur generatifnya, menawarkan solusi praktis. Metodologi pelaksanaan kegiatan pengabdian ini mengadopsi pendekatan kualitatif-partisipatif yang berfokus pada kolaborasi aktif antara tim pelaksana, guru, dan siswa. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi AI dalam seni dan desain dapat memperluas kreativitas siswa dalam berkreasi seni yang lebih inovatif, menarik, dan interaktif. Selain itu, teknologi ini juga berpotensi untuk meningkatkan minat dan partisipasi siswa dalam pembelajaran seni budaya, terutama dalam membuat rancangan desain logo, poster dan materi publikasi lainnya yang lebih inovatif dan kekinian.
Pelatihan Pelafalan Bahasa Inggris Berbasis IPA bagi Pemandu Wisata Binaan Disbudpar Kabupaten Bandung Yelly Andriani Barlian; Ira Wirasari; Sri Nurbani; Sri Soedewi; Bambang Melga Suprayogi; Yosa Fiandra; Asep Kadarisman
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2921

Abstract

Ketika mendampingi wisatawan asing, pemandu wisata perlu melafalkan istilah destinasi secara jelas. Kegiatan pengabdian ini dilakukan bersama 12 pemandu wisata binaan Disbudpar Kabupaten Bandung untuk mengenalkan International Phonetic Alphabet (IPA) sebagai alat bantu membaca bunyi bahasa Inggris. Kegiatan dilaksanakan melalui penjelasan singkat, contoh dari kamus digital, latihan berulang, rekaman suara sebelum dan sesudah pelatihan, serta refleksi peserta. Hasil evaluasi memperlihatkan perubahan yang nyata: pada awal kegiatan tidak ada peserta yang mengenal simbol fonetik, sedangkan setelah pelatihan seluruh peserta telah mengenal fungsinya. Skor rata-rata kepercayaan diri pelafalan naik dari 3,43 menjadi 4,36 pada skala 5. Dalam praktik, peserta mulai lebih berani mengucapkan kata seperti destination, heritage, dan hospitality karena memiliki acuan bunyi, bukan hanya menebak dari ejaan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengenalan IPA yang dikaitkan dengan kosakata wisata dapat menjadi cara sederhana untuk mendukung kesiapan komunikasi pemandu wisata saat melayani wisatawan asing.
Peningkatan Literasi Digital, Evaluasi Informasi, dan Komunikasi Visual Melalui Workshop Berbasis Komunitas pada Tapak Maca Kota Bandung, Jawa Barat Yelly Andriani Barlian; Siti Desintha; Ira Wirasari; Sri Nurbani; Sri Soedewi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3092

Abstract

Peningkatan akses terhadap teknologi digital belum selalu diikuti kemampuan masyarakat dalam memahami, mengevaluasi, serta memverifikasi informasi secara kritis. Berdasarkan observasi awal terhadap aktivitas Komunitas Tapak Maca Kota Bandung, Jawa Barat, peserta telah aktif menggunakan media sosial sebagai sumber informasi dan sarana komunikasi komunitas, tetapi masih menghadapi tantangan dalam memeriksa kebenaran informasi, membedakan fakta dan opini, serta memahami konteks pesan visual sebelum informasi dibagikan kembali. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi digital, khususnya pada komunitas berbasis pendidikan informal yang aktif membangun budaya belajar masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk workshop literasi digital pada Komunitas Tapak Maca dengan tujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami informasi digital secara kritis, mengevaluasi pesan visual, serta mendorong kreativitas peserta dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana edukatif. Metode yang digunakan berupa workshop partisipatif dengan evaluasi pre-test dan post-test terhadap sepuluh indikator perilaku literasi digital. Kegiatan workshop meliputi diskusi tantangan informasi digital, simulasi evaluasi konten, pengenalan komunikasi visual, serta latihan menggunakan kerangka M.A.C.A. yaitu Mengamati, Ajukan Pertanyaan, Cek Konteks, dan Aksi Kreatif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor peserta dari 4,09 menjadi 4,44 atau meningkat sebesar 8,46%. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator kemampuan membedakan fakta dan opini sebesar 23,34% serta kecenderungan untuk tidak menyebarkan informasi tanpa verifikasi sebesar 22,73%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis literasi digital dan komunikasi visual mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam menggunakan media digital secara lebih kritis dan bertanggung jawab. Manfaat kegiatan bagi komunitas terlihat melalui meningkatnya kesadaran peserta untuk memeriksa sumber informasi, membaca konteks visual secara lebih cermat, serta meningkatnya minat memanfaatkan media digital sebagai ruang produksi konten edukatif berbasis komunitas.
Optimalisasi Media Digital Melalui Strategi Digital Marketing Untuk Meningkatkan Promosi Wahana Bina Insani (WBI) Sri Soedewi; Sri Nurbani; Arry Mustikawan; Yelly Andriani Barlian; Ira Wirasari
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): Charity-Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v8i1.8736

Abstract

Yayasan Wahana Bina Insani (WBI) merupakan salah satu organisasi non profit sosial dan edukasi di kabupaten. Sebagai organisasi non profit yang tidak menghasilkan keuntungan dari komersialisasi atau penjualan, untuk mendukung berbagai aktivitas dan kegiatan sosial, maka dibutuhkan donasi dari masyarakat atau donatur. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan promosi agar informasi mengenai penggalangan donasi dapat menyebar luas kepada masyarakat. Tujuan dari pelatihan adalah mengoptimalkan media digital sebagai media untuk promosi merupakan cara yang efektif dan tidak memerlukan biaya yang terlalu tinggi dibandingkan dengan media cetak. Strategi promosi dan pemasaran digital (digital marketing) dibutuhkan oleh Yayasan Wahana Bina Insani (WBI) untuk mengidentifikasi peluang dan melakukan aktivitas pemasaran untuk meningkatkan promosi bantuan donasi dan kegiatan sosial. Oleh karena itu, diberikan pelatihan mengenai strategi digital marketing untuk meningkatkan visibilitas dan kredibilitas WBI agar mendapatkan donasi dana yang dapat menjangkau luas masyarakat, serta mempromosikan misi sosialnya secara efektif. Pendampingan WBI bertujuan untuk memberikan edukasi peningkatan keahlian digital marketing dan dapat menambah koneksi dengan mitra atau sponsor yang relevan agar mendapatkan bantuan dana dan support masyarakat yang lebih luas.
Pelatihan Literasi Digital Berbasis Analisis Visual Dan Bahasa Bagi Komunitas Tapak Maca Sri Nurbani; Sri Soedewi; Ira Wirasari; Yelly Andriani Barlian; Siti Deshinta
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3100

Abstract

Tantangan nyata dari ledakan informasi digital di era pascakebenaran (post-truth) adalah maraknya misinformasi, disinformasi, malinformasi, dan manipulasi konten visual maupun verbal. Komunitas Tapak Maca sebagai komunitas pegiat literasi dan budaya di Kota Bandung mengalami kerentanan terhadap konten negatif di media digital, namun belum memiliki bekal kecakapan kritis dalam membaca dan menganalisis pesan-pesan digital secara holistik. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi digital anggota komunitas melalui pelatihan membaca media digital dengan cerdas berbasis analisis visual (visual culture) dan bahasa (linguistik). Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui empat sesi pelatihan yang mencakup dasar literasi digital dan disinformasi, analisis visual dan etika konten, linguistik kritis dan wacana digital, serta praktik membaca media digital secara terpadu. Sebanyak 20 anggota komunitas berpartisipasi dalam kegiatan ini. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan skor rata-rata pre-test dan post-test serta analisis tematik terhadap wawancara dan observasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor literasi digital dari 56,2 menjadi 82,4 (+26,2 poin), dengan dimensi keamanan siber mencatat peningkatan tertinggi (+27,7 poin). Peserta mengalami peningkatan kemampuan identifikasi disinformasi, kesadaran konteks budaya dalam konten visual, kemampuan mengkritisi bahasa dan wacana, serta komitmen etis dalam berinteraksi di ruang digital. Terbentuknya kelompok diskusi mandiri pasca-pelatihan menandakan adanya transformasi sosial berbasis komunitas. Model pelatihan ini direkomendasikan untuk diterapkan pada komunitas literasi serupa sebagai upaya penguatan ketahanan informasi di tingkat akar rumput.