Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Manajemen Risiko K3 Di Industri Kimia: Pendekatan Terpadu HIRARC Dan HAZOP Pada Produksi STPP Septian Dwi Ardiansyah; Yanuar Pandu Negoro; Deny Andesta
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 2 No. I (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1463

Abstract

Penelitian ini bertujuan menerapkan integrasi dua metodologi analisis risiko – HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) dan HAZOP (Hazard and Operability Study) – pada lini produksi Sodium Tripolyphosphate (STPP) di PT XYZ. Dalam skema tersebut, HIRARC menilai bahaya dan risiko pada setiap aktivitas kerja (macro risk) melalui parameter Likelihood dan Severity, sedangkan HAZOP menelaah deviasi proses dan akar penyebabnya (micro risk) di node proses utama (unit pencampuran, rotary kiln, unit pendingin, dan penyimpanan). Hasil integrasi HIRARC–HAZOP menunjukkan profil risiko yang lebih komprehensif dibandingkan pendekatan tunggal. Dari 12 aktivitas kerja yang dianalisis, 4 di antaranya tergolong risiko tinggi, 5 sedang, dan 3 rendah. Analisis HAZOP mengidentifikasi 9 deviasi kritis (contohnya: suhu operasi melebihi set point, ventilasi lokal tidak memadai, personel tak berwenang di jalur forklift, serta indikasi korsleting listrik). Rekomendasi praktis mencakup penerapan interlock ventilasi–agitator di unit pencampuran, penambahan alarm suhu SIL2 pada rotary kiln, segregasi jalur forklift–pejalan kaki dengan kontrol akses, peningkatan program permit-to-work dan LOTO, serta peningkatan housekeeping dan penandaan visual area operasi. Dengan demikian, integrasi HIRARC–HAZOP menghasilkan pemetaan risiko K3 yang lebih holistik serta pengendalian yang lebih presisi untuk menurunkan probabilitas dan dampak insiden produksi STPP.
Analisis Waste pada Proses Distribusi Menggunakan Metode Lean Distribution Guna Mengurangi Keterlambatan Distribusi Hose Industri: (Studi Kasus: CV Victory) Ega Fanany Al Gusta; Yanuar Pandu Negoro; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 2 No. I (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1480

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan (waste) pada proses distribusi hose industri di CV Victory yang sering mengalami keterlambatan dari target waktu pengiriman. Pendekatan Lean Distribution diterapkan melalui observasi, wawancara, penyebaran kuisioner kepada 15 responden, serta pemetaan proses menggunakan Process Activity Mapping (PAM) dan Value Stream Mapping (VSM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total lead time distribusi mencapai 144 jam, didominasi oleh aktivitas Necessary Non-Value Added (NNVA) berupa waktu menunggu dan transportasi. Berdasarkan pembobotan kuisioner, tiga waste paling kritis adalah Waiting, Motion, dan Transportation. Analisis Diagram Fishbone mengungkap akar penyebab berupa ketidakefisienan alur kerja, kurangnya fasilitas pendukung, dan belum optimalnya pengelolaan informasi. Usulan perbaikan disusun menggunakan metode 5W1H, meliputi digitalisasi dokumen, perbaikan layout gudang, optimasi rute distribusi, serta penjadwalan ulang proses loading. Implementasi perbaikan diharapkan mampu menurunkan lead time dan meningkatkan efektivitas distribusi perusahaan.
Analisis Tingkat Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) Berdasarkan Postur Kerja pada Proses Packing Menggunakan Metode REBA dan OWAS: (Studi Kasus: PT Petrokimia Kayaku) Muhammad Dicky Saputra; Yanuar Pandu Negoro; Efta Dhartikasari Priyana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. I (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai potensi terjadinya gangguan muskuloskeletal (MSDs) yang berkaitan dengan postur kerja dengan memanfaatkan metode REBA dan OWAS sebagai pendekatan analisis ergonomi pada aktivitas mixing serta pemeriksaan penutup botol di PT Petrokimia Kayaku Gresik. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung di lapangan, didukung oleh dokumentasi visual, serta pengukuran sudut tubuh pekerja yang mencakup bagian leher, punggung, lengan, kaki, dan beban kerja. Berdasarkan hasil analisis, metode REBA menghasilkan skor akhir sebesar 8 yang termasuk dalam kategori risiko tinggi, sehingga memerlukan tindakan perbaikan segera. Sementara itu, metode OWAS menunjukkan kode postur 2-1-2-1 pada tingkat risiko 2, yang mengindikasikan perlunya perbaikan pada tahap berikutnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa postur kerja yang diterapkan berpotensi menimbulkan gangguan muskuloskeletal, sehingga diperlukan upaya perbaikan ergonomi, seperti penyesuaian tinggi meja kerja serta pengaturan posisi kerja yang sesuai dengan prinsip antropometri.
Analisis Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada Area Fabrikasi dengan Pendekatan Job Safety Analysis (JSA) dan HIRARC: (Studi Kasus: PT. Bramindra Indotama) Faisal Ardan Pratama; Yanuar Pandu Negoro; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1849

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi bahaya dan tingkat risiko kecelakaan kerja di PT Bramindra Indotama menggunakan pendekatan Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif berdasarkan penilaian likelihood dan severity. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, dokumentasi, serta data kecelakaan kerja periode April–September 2025. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 37 kasus kecelakaan kerja yang didominasi kejadian terpeleset, luka pada tangan, paparan panas, dan cedera akibat material kerja. Analisis HIRARC mengidentifikasi 15 potensi risiko, terdiri atas 3 risiko low, 8 risiko medium, 1 risiko high, dan 3 risiko extreme. Nilai risiko tertinggi ditemukan pada aktivitas cutting dan drilling dengan risk rating 15 (L = 3; S = 5), sedangkan aktivitas assembling memiliki risk rating 16 (L = 4; S = 4) akibat potensi tertimpa material berat. Aktivitas berisiko tinggi dipengaruhi oleh potensi ledakan, tersengat listrik, luka bakar, serta tertimpa material. Temuan ini menunjukkan bahwa pengendalian risiko masih perlu ditingkatkan melalui penguatan aspek teknis, administratif, dan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD). Integrasi JSA dan HIRARC memberikan gambaran sistematis dalam identifikasi, penilaian, dan pengendalian risiko K3 di lingkungan kerja fabrikasi. Kontribusi penelitian ini terletak pada penggabungan identifikasi bahaya kualitatif berbasis JSA pada level operasional dengan pembobotan risiko kuantitatif berbasis HIRARC untuk menentukan prioritas mitigasi secara lebih akurat. Keterbatasan penelitian terletak pada cakupan observasi yang hanya dilakukan pada satu divisi mekanik selama enam bulan di satu lokasi penelitian saja.
Analisis Kinerja Mesin Departemen Amonia Menggunakan Metode OEE dan Fuzzy FMEA Pada Kegagalan Berdampak Tinggi di Produsen Pupuk Eriyan Ochy Arnanda; Yanuar Pandu Negoro; Deny Andesta
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1514

Abstract

PT. X tergolong sebagai entitas produsen pupuk berskala nasional yang memiliki permasalahan pada performa mesin seperti kerusakan pada mesin Blackout, LG SOHT 103J, 101J trip FALL 1003, dan Bocoran Line HS. Penelitian ini untuk mengembalikan efektivitas mesin yang lebih baik menggunakan metode OEE dan Fuzzy FMEA, perusahaan belum ada analisis sistematis yang menentukan akar penyebab dan dampak kegagalan tersebut. Hasil yang didapatkan yaitu rata-rata nilai OEE sebesar 75,90%, dimana hasil OEE belum memenuhi standar idealnya sebesar 85%. Selain itu didapat nilai FRPN tertinggi sebesar 253.5 pada Blackout, 101J trip FALL 1003 sebesar 153.5, Bocoran Line HS sebesar 153.5, dan terkecil LG SOHT 103J sebesar 53.5, temuan ini menegasakan dominasi kegagalan berdampak tinggi dalam sistem produksi Amonia kontinu. Dari hasil tersebut diberikan perbaikan penjadwalan priventive maintenance dan pemantauan rutin sehingga diharapkan setelah implementasi didapatkan risiko kerusakan menurun, operasi mesin stabil, dan keamanan kerja meningkat. Penelitian ini menunjukkan pentingnya penerapan FMEA berbasis Fuzzy pada proses industri berisiko tinggi, serta kontribusi mendukung keputusan pemeliharaan pada industri pupuk.
Perancangan Tata Letak Gudang Material Return Menggunakan Metode Dedicated Storage Berdasarkan Klasifikasi Frekuensi Penggunaan Barang Pada Gudang Muhammad Andika Surya Permana; Yanuar Pandu Negoro; Efta Dhartikasari Priyana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2012

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang tata letak penyimpanan material return pada Gudang 5 PT XYZ menggunakan metode Dedicated Storage berdasarkan klasifikasi frekuensi penggunaan barang. Penelitian dilakukan terhadap 15 jenis material return dengan menggunakan data penerimaan dan pengeluaran material periode Maret–Mei 2026. Analisis dilakukan melalui perhitungan throughput (Tj), space requirement (Sj), dan rasio Tj/Sj untuk menentukan prioritas lokasi penyimpanan. Material dengan nilai Tj/Sj tertinggi ditempatkan pada lokasi yang memiliki jarak paling dekat terhadap area input dan output gudang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material Mur Baut dan Ring M20 memiliki nilai Tj/Sj tertinggi sebesar 10, diikuti Mur Baut Oring sebesar 7 dan Studbolt M30 x 3P x 50 x 200L sebesar 6,5. Berdasarkan perhitungan jarak slot dan jarak tempuh material diperoleh total jarak tempuh sebesar 6.132,5 meter. Penerapan metode Dedicated Storage mampu menghasilkan susunan penyimpanan yang lebih sistematis sehingga mempermudah proses pencarian, pengambilan, dan pengendalian material di Gudang 5 PT XYZ.
Analisis Pengendalian Kualitas pada Purified Gypsum Menggunakan Metode Six Sigma (DMAI) di PT. Petrokimia Gresik Moh Galih Rachmat Aditya; Efta Dhartikasari Priyana; Yanuar Pandu Negoro
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 2 (2026): April
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i2.59969

Abstract

PT. Petrokimia Gresik is a fertilizer and non-fertilizers producing company. Purified gypsum is a by-product of the production of Phosphoric Acid, which is used as a mixture in cement products. As production activities progress, there are producing results that have poor quality/defects, therefore we analyze to find the factors that cause product defects. The method used is the Six Sigma (DMAI) method which starts by calculating the DPMO value and determining the Sigma Level against two predetermined key parameters, namely Crystal H2O and CaSO4.2H2O. The data used are historical data from purified gypsum analysis in April 2022 and data from brainstorming with several production operators. After calculations for Crystal H2O levels, DPMO values of 263,420 and Sigma levels of 2.24 were obtained. For CaSO4. 2H2O obtained a DPMO value of 285,921 and a Sigma Level of 2.21. Based on these results, PT. Petrokimia Gresik has process capabilities below the company standards set in Indonesia with a Level Sigma of 3.4. The cause of defective products due to reactions in reactors that have not been maximized because the incoming raw materials have poor quality. Filter cloth is saturated due to poor quality. The difficulty of control in the field is due to the uneven quality of raw materials.
ANALISIS RESIKO KEBOCORAN PIPA DISTRIBUSI AIR PADA PERUMDA GIRI TIRTA GRESIK MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN FTA Romzy Bachtiar; Yanuar Pandu Negoro; Purwanto Purwanto
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 3 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/gqv4ep53

Abstract

Kebocoran pipa distribusi air merupakan permasalahan yang sering terjadi di PDAM Perumda Giri Tirta Gresik dan berdampak pada kehilangan air, gangguan pelayanan, serta peningkatan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kebocoran, menentukan tingkat risiko, dan menelusuri akar penyebab kegagalan. Metode yang digunakan adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menentukan prioritas risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), serta Fault Tree Analysis (FTA) untuk menganalisis penyebab utama secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan dengan nilai RPN tertinggi adalah kebocoran pada sambungan rumah (water meter) sebesar 336, diikuti oleh kebocoran akibat korosi pipa sebesar 324, dan retakan pipa akibat tekanan berlebih sebesar 252. Analisis FTA menunjukkan bahwa kebocoran dipengaruhi oleh faktor material, operasional, lingkungan, dan pemasangan. Upaya perbaikan yang disarankan meliputi peningkatan kualitas material, pengendalian tekanan air, perawatan berkala, serta perbaikan prosedur instalasi. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem distribusi air.
Perencanaan dan Pengendalian Produksi Pestisida Cair Menggunakan Metode EPQ Multi Item Muhammad Ersanto Nugroho; Said Salim Dahda; Yanuar Pandu Negoro
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1365

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan perencanaan produksi tujuh jenis pestisida cair di PT XYZ dengan menerapkan metode Economic Production Quantity (EPQ) Multi-Item. Analisis dilakukan berdasarkan data permintaan, biaya setup, biaya penyimpanan, dan kapasitas produksi selama periode Juni 2024–Mei 2025. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa frekuensi produksi yang paling efisien dicapai pada m* = 18,74 siklus per tahun, sehingga pola produksi dapat berlangsung secara teratur tanpa melebihi kapasitas mesin. Jumlah produksi optimal setiap produk (EPQ) bervariasi sesuai tingkat permintaan, di mana produk B memiliki EPQ terbesar sebesar 33.901 liter, sedangkan produk dengan permintaan rendah menghasilkan volume produksi yang lebih kecil untuk menghindari penumpukan persediaan. Model EPQ Multi-Item juga menghasilkan biaya total yang lebih rendah dibandingkan kondisi aktual perusahaan. Total biaya optimal yang diperoleh yaitu Rp59.661.583.947, dengan penghematan sebesar Rp121.675.573 per tahun. Evaluasi kapasitas menunjukkan bahwa kegiatan produksi masih menyisakan 23 hari kerja, sehingga operasional lini produksi dinilai aman. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan EPQ Multi-Item efektif dalam menekan biaya, menyeimbangkan beban produksi antarproduk, dan meningkatkan akurasi perencanaan produksi.
Analisis Risiko Dan Analisis Keputusan Solusi Proses Material Return Pada Gudang Menggunakan Metode House of Risk (HOR) Dan Metode Analytic Network Process (ANP): (Studi Kasus : PT. ABC) Falah Mustafa; Yanuar Pandu Negoro; Deny Andesta
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko pada proses material return di gudang PT. ABC serta menentukan prioritas strategi mitigasi menggunakan pendekatan integrasi House of Risk (HOR) dan Analytic Network Process (ANP). Proses material return belum berjalan optimal karena belum adanya Standard Operating Procedure (SOP) yang baku dan minimnya koordinasi antarunit, sehingga menimbulkan permasalahan seperti keterlambatan pengembalian material, ketidakjelasan tanggung jawab, selisih antara stok fisik dan data sistem, serta potensi kehilangan material. Metode HOR digunakan untuk mengidentifikasi risk event dan risk agent serta menghitung nilai Aggregate Risk Potential (ARP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa risk agent tertinggi adalah rendahnya kedisiplinan unit dalam mengembalikan material (A3) dengan nilai ARP sebesar 168. Selanjutnya, metode ANP diterapkan untuk menentukan bobot alternatif strategi mitigasi berdasarkan empat kriteria utama: efisiensi operasional, efektivitas pengendalian, kesiapan sumber daya manusia, dan kinerja pengelolaan material. Dari lima alternatif solusi yang dievaluasi, "Menyusun dan menetapkan SOP resmi tentang mekanisme material return (alur, dokumen, tanggung jawab, dan waktu pengembalian)" memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,049, sehingga menjadi strategi prioritas utama. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi perusahaan dalam memperbaiki tata kelola material return, memperkuat koordinasi antarunit, dan meningkatkan efisiensi operasional gudang.
Co-Authors Abdulla Gimnastiyar Achmad Dani Syahfudin Achmad Firdaus FIrmansyah Adi Lesmana, Nurma Yogi Ahmad Azharuddin Akhmad Ghozali Fitrah Ikhsan Akhmad Wasiur Risqi Akhmad Wasiur Rizqi Alfath, Ramadhan Muhammad Alwan, Mohammad Rizki I’zaz Amrozi, Syaiful Ananda, Chika Fena Andi Rahmad Rahim Arif Afandi Arman Maulana Akbar Arnanda Ahmad Ar Ridlo Aulia, Nanda Wahyu Dahda, Said Salim Deny Andesta Djoko Soelistya Dzakiyah Widyaningrum Efta Dhartikasari Priyana Ega Fanany Al Gusta Elly Ismiyah Eriyan Ochy Arnanda Ernawati Ernawati Evie Talia Nurrohmah Faisal Ardan Pratama Falah Mustafa Farid Zulianto Fernandi, Muhammad Ramadhan Fikri, M. Afdholul Firmansyah, Muhammad Machfud Fitrah Fitria Dama Yanti Fladisha Aminatus Sholikah Gimnastiyar, Abdulla Hajar Farodisah Hardiyanti, Mega Rahayu Hekmah, Lailatul Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat, Mohammad Wahyu Hisyam Aziz Aditya Idam Aqmul Fatik Imam Wahyu Ramadhan Irwan Dwi Prasetyo M.Ridhwan Nuruddi Caesareno Aironic Manzilatul Firdaus Miskiyah, Roihatus Moch. Nuruddin Mochamad Mauludin Rizki Moh Galih Rachmat Aditya Moh. Jufriyanto Mohammad Dian Kurniawan Mohammad Syihabuddin Alja’far Muhammad Andika Surya Permana Muhammad Dicky Saputra Muhammad Echang Komarudin Muhammad Ersanto Nugroho Muhammad Fahmi Adityah Muhammad Firman Afandi Muhammad Ludcky Nurhidayat Muhammad Ramadhan Fernandi Muhammad Rizky Yoga Pratama Muhammad Taufiqurrahman, Muhammad Muhammad Xavieri Norajaba Muhammad Zahidil Mukhtar Mursyid, Agil Thoriq Muslimah, Tsaqofi Bintang Nina Aini Mahbubah Nurmawati, Lilik Octavia Vanessa Wiyose Parianti Parianti Pratama, Muhammad Rengga Arya Pratama, Muhammad Rizky Yoga PURWANTO Purwanto Purwanto Putri, Zachwa Sabitha Rizky Arifin Riris Dia Mariati Risqi, Akhmad Wasiur Rizqy Cahya Putra Fil Akbar Romzy Bachtiar Said Salim Dahdah Sakti, Salas Maulidan Rahma Salwatul Aisy Sari, Jihan Faustina Septian Dwi Ardiansyah Subali Subali Sukaris Suwanto, M Syachputra, Arizal Rizki Tajri Tajri, Tajri Wahyudi, Avif Mas Yadani, Dhidu Usrin Zulkarnain, Muhammad Zulfikar