Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Pengajaran MIPA

MENINGKATKAN RELEVANSI PEMBELAJARAN KIMIA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN DAN KEUNGGULAN LOKAL (Suatu Studi Etnopedagogi melalui Indigenous Materials Chemistry) Hernani, Hernani; Mudzakir, Ahmad; H., Heli Siti
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 17, No 1 (2012): JPMIPA: Volume 17, Issue 1, 2012
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i1.36057

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran, bahan ajar, dan alat ukur penilaian literasi sains pada pembelajaran kimia berbasis kearifan dan keunggulan lokal. Kearifan dan keunggulan lokal yang dimaksud adalah yang berkaitan dengan kimia material pribumi (indigenous materials chemistry). Untuk menghasilkan model pembelajaran, bahan ajar, dan alat ukur penilaian literasi sains, tahapan pertama yang dilakukan adalah menganalisis potensi kearifan dan keunggulan lokal yang terkait erat dengan konsep-konsep ilmu kimia dalam standar isi mata pelajaran kimia SMA melalui studi pustaka dan studi lapangan. Hasil analisis tersebut adalah untuk daerah Kabupaten Majalengka dan Bandung Barat potensi daerah berupa bahan baku keramik dapat digunakan untuk menjelaskan kimia unsur, untuk daerah Garut potensi daerah berupa batik dapat digunakan untuk menjelaskan materi polimer dan lipid, untuk daerah Indramayu potensi daerah berupa pengeboran minyak dapat digunakan untuk menjelaskan materi ikatan kimia dalam konteks grafena, untuk daerah Cirebon potensi daerah berupa budaya ruwatan keris dapat digunakan untuk menjelaskan materi reaksi elektrokimia dan korosi. Produk dari penelitian ini berupa: (1) model pembelajaran yang digambarkan dalam peta konsekuensi, (2) bahan ajar yang mewujudkan tahap pembelajaran STL, yaitu tahap kontak, tahap kuriositi, tahap elaborasi, tahap pengambilan keputusan, tahap nexus dan tahap penilaian, dan (3) alat ukur penilaian meliputi aspek konteks, konten, proses sains, dan sikap sains.ABSTRACTThis study aims to produce the models of teaching, teaching materials, and assessment for science literacy measurement tools on local wisdom and excellent-based chemistry teaching. Local wisdom and excellence mentioned is related to indigenous materials chemistry. The first stage of this study is to analyze the potential of local wisdom and excellence are related to chemistry concepts in the high school chemistry content standard through library research and field studies. The results of this analysis are (1) ceramic materials which are the potential of West Bandung and Majalengka areas can be used to explain the chemicalelements, (2) raw materials of batik which are potential of Garut area can be used to explain the polymer and lipid material, (3) Graphene that use raw materials from oil drilling which are potential of Indramayu area can be used to explain the chemical bonding material, and (4) “keris” cultural maintenance which are potential of Cirebon area can be used to explain the electrochemical reactions and corrosion materials. The product of this research include: (1) models of teaching are described in the consequences map, (2) teaching materials that embody the learning phase of the STL, the contact phase, curriosity phase, elaboration phase, the decision-making phase, nexus phase and assessment phase, and (3) assessment measuring tools include aspects of the context, content, process science, and science attitudes.
PENGARUH PEMANASAN TERHADAP PROFIL ASAM LEMAK TAK JENUH MINYAK BEKATUL Gumilar, Gun Gun; Zackiyah, Zackiyah; Dwiyanti, Gebi; HM, Heli Siti
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 14, No 2 (2009): JPMIPA: Volume 14, Issue 2, 2009
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v14i2.35877

Abstract

Parameter kualitas minyak bekatul ditentukan oleh banyaknya kandungan asam lemak tidak jenuh dalam minyak bekatul. Mengingat banyaknya manfaat asam lemak tidak jenuh dalam minyak bekatul, maka diperlukan cara yang baik dalam memperlakukan minyak bekatul agar kualitas asam lemak dalam minyak bekatul tetap baik. Pada umumnya proses pemanasan minyak dapat mengakibatkan kualitas minyak menjadi menurun karena dapat menyebabkan minyak mengalami oksidasi. Pada penelitian ini dilakukan uji stabilitas asam lemak tak jenuh minyak bekatul pada berbagai variasi suhu. Berdasarkan hasil penelitian ditunjukkan bahwa asam oleat, yang merupakan asam lemak tidak jenuh tunggal, memiliki stabilitas yang tinggi pada suhu 100oC, 120 oC, dan 160 oC. Stabilitas yang tinggi asam lemak tak jenuh pada fraksi tersabunkan bekatul ini memberikan potensi besar untuk menjadikan limbah padi (bekatul) sebagai food stuff, obat maupun minyak kesehatan untuk menurunkan kolesterol plasma darah yang berpotensi menyebabkan penyakit arterosklerosis.