Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PERENCANAAN STRUKTUR ATAS TOWER C RUMAH SUSUN STASIUN RAWA BUNTU TANGERANG SELATAN Dewi Retno Ayu Setyiani; Akhmad Suryadi; Mona Shinta Safitri
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6069

Abstract

Tower C Rumah Susun Stasiun Rawa Buntu terletak di daerah yang rawan terjadinya gempa, maka dari itu diperlukan mitigasi bencana dan perencanaan struktur atas yang memenuhi persyaratan struktur tahan gempa. Dalam perencanaan struktur atas tower ini meliputi tahap preliminary desain struktur, permodelan pada aplikasi Robot Structure Analysis Professional 2020, pembebanan pada struktur yang meliputi beban mati, beban hidup, beban angin, beban air hujan, dan beban gempa berdasarkan SNI 1727:2020 dan SNI 1726:2019, perencanaan elemen struktur yang meliputi pelat lantai, pelat atap, balok, kolom, dan tangga berdasarkan SNI 2847:2019. Hasil perencanan struktur, diperoleh : pelat lantai dengan tebal 130 mm dengan penulangan dua arah yang menggunakan tulangan D10-200, D10-100, D10-250, D10-150. Balok induk arah memanjang dan melintang  B1 40/60 cm pada tulangan tarik menggunakan tulangan 8 D 22, pada tulangan tekan 4 D 22, dengan tulangan sengkang D10-150/200. Balok anak B2 30/40 cm pada tulangan tarik menggunakan tulangan 6 D 22, pada tulangan tekan 4 D 22, dengan tulangan sengkang D10-100/150. Kolom interior K1 75/160 menggunakan tulangan 32 D 25 dengan sengkang D13-100/150. Kolom eksterior K2 85/85 meenggunakan tulangan 24 D 25 dengan sengkang D13-100/150. Tebal pelat tangga 150 mm, dengan tulangan pada tumpuan D10-80 dan lapangan D10-100. Dan perencanaan struktur atas gedung ini memerlukan biaya Rp 34.534.000.000,00,-
PERBANDINGAN BEKISTING ALUMUNIUM DAN BEKISTING SEMI SISTEM PADA PEMBANGUNAN RUSUN MAHATA SERPONG Aviv, Fakhtur; Indah Ria Riskiyah; Akhmad Suryadi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6294

Abstract

Pembangunan di Indonesia tidak akan pernah terputus, salah satu pembangunan yang sedang berjalan adalah Rusun Mahata Serpong. Rusun Mahata serpong terletak di Tangerang Selatan Provinsi Banten. Pada pembangunan ini terdapat dua jenis bekisting yang di gunakan yaitu bekisting semi sistem dan bekisting alumunium.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan bekisting aluminium dan bekisting semi sistem dalam pembangunan Rusun Mahata Serpong. Bekisting, sebagai alat cetak beton, memiliki peran penting dalam menentukan efisiensi waktu dan biaya pada proyek konstruksi. Bekisting semi sistem menggunakan material kayu dan hollow, yang memiliki kelebihan seperti harga terjangkau dan mudah ditemukan, tetapi memerlukan tenaga kerja lebih banyak dan memiliki umur pakai yang lebih pendek. Sementara itu, bekisting aluminium terbuat dari material aluminium atau baja yang sudah terpasang pada semua elemen struktur, sehingga lebih cepat dalam pengerjaan dan menghasilkan cetakan beton yang lebih rapi, meskipun biaya sewa yang lebih tinggi dan kurang efisien untuk bangunan non-tipikal. Data yang diolah dalam penelitian ini adalah data perencanaan, gambar kerja, dan standar satuan harga. Metode pelaksanaan bekisting alumunium lebih efisien karena perakitan dan pembongkaran membutuhkan waktu yang lebih singkat. Selain itu, penelitian ini juga membahas aspek keselamatan kerja (K3) dalam metode pelaksanaan bekisting, menunjukkan bahwa penggunaan bekisting aluminium dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja karena proses pemasangan yang lebih terstruktur dan penggunaan alat pelindung diri yang lebih optimal. Pada biaya bekisting memiliki harga yang lebih murah dibandingkan bbekisting alumunium dengan selisih harga Rp.1.043.000.000,00.
UTILIZATION OF HDPE PLASCTIC WASTE AS AN ADDITIONAL MATERIAL IN PERVIOUS CONCRETE MIXTURE Andi Sultan Rafi; Akhmad Suryadi; Qomariah Qomariah
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i2.9700

Abstract

Perkembangan infrastruktur perkotaan semakin banyak menggunakan material kedap air seperti beton konvensional dan aspal yang dapat mengurangi infiltrasi air secara alami serta meningkatkan limpasan permukaan dan risiko banjir. Beton berpori (pervious concrete) menjadi salah satu alternatif karena memiliki struktur rongga yang saling terhubung sehingga memungkinkan air meresap melalui permukaan perkerasan. Namun, tingginya kadar rongga yang memberikan sifat permeabilitas sering kali menyebabkan penurunan kekuatan mekanis beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan limbah plastik high-density polyethylene (HDPE) daur ulang pada campuran beton berpori terhadap kuat tekan dan permeabilitas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan empat variasi campuran, yaitu campuran kontrol tanpa HDPE serta campuran dengan penambahan HDPE sebesar 1%, 1,5%, dan 2% dari berat agregat. Benda uji berbentuk silinder dibuat dan dirawat dalam kondisi terkontrol. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7 dan 14 hari menggunakan mesin uji tekan, sedangkan pengujian permeabilitas dilakukan untuk mengukur kemampuan infiltrasi air pada beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan HDPE mempengaruhi sifat mekanis dan hidrolik beton berpori. Kuat tekan tertinggi diperoleh pada campuran dengan penambahan HDPE sebesar 1,5%, yaitu sebesar 18,14 MPa pada umur 14 hari. Peningkatan kadar HDPE di atas nilai tersebut menyebabkan penurunan kuat tekan yang diduga akibat lemahnya ikatan antara partikel plastik dan pasta semen. Hasil pengujian permeabilitas menunjukkan bahwa campuran tanpa HDPE memiliki nilai permeabilitas tertinggi sebesar 0,058 cm/s, sedangkan nilai permeabilitas menurun seiring meningkatnya kadar HDPE. Meskipun demikian, seluruh variasi campuran masih memenuhi kebutuhan permeabilitas untuk aplikasi perkerasan berpori. Secara keseluruhan, limbah plastik HDPE berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pada beton berpori untuk meningkatkan kuat tekan dengan tetap mempertahankan kemampuan permeabilitas yang memadai. Campuran optimum diperoleh pada penambahan HDPE sebesar 1,5% karena memberikan keseimbangan terbaik antara kuat tekan dan kemampuan infiltrasi air.