Claim Missing Document
Check
Articles

UTILIZATION OF HDPE PLASCTIC WASTE AS AN ADDITIONAL MATERIAL IN PERVIOUS CONCRETE MIXTURE Andi Sultan Rafi; Akhmad Suryadi; Qomariah Qomariah
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i2.9700

Abstract

Perkembangan infrastruktur perkotaan semakin banyak menggunakan material kedap air seperti beton konvensional dan aspal yang dapat mengurangi infiltrasi air secara alami serta meningkatkan limpasan permukaan dan risiko banjir. Beton berpori (pervious concrete) menjadi salah satu alternatif karena memiliki struktur rongga yang saling terhubung sehingga memungkinkan air meresap melalui permukaan perkerasan. Namun, tingginya kadar rongga yang memberikan sifat permeabilitas sering kali menyebabkan penurunan kekuatan mekanis beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan limbah plastik high-density polyethylene (HDPE) daur ulang pada campuran beton berpori terhadap kuat tekan dan permeabilitas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan empat variasi campuran, yaitu campuran kontrol tanpa HDPE serta campuran dengan penambahan HDPE sebesar 1%, 1,5%, dan 2% dari berat agregat. Benda uji berbentuk silinder dibuat dan dirawat dalam kondisi terkontrol. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7 dan 14 hari menggunakan mesin uji tekan, sedangkan pengujian permeabilitas dilakukan untuk mengukur kemampuan infiltrasi air pada beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan HDPE mempengaruhi sifat mekanis dan hidrolik beton berpori. Kuat tekan tertinggi diperoleh pada campuran dengan penambahan HDPE sebesar 1,5%, yaitu sebesar 18,14 MPa pada umur 14 hari. Peningkatan kadar HDPE di atas nilai tersebut menyebabkan penurunan kuat tekan yang diduga akibat lemahnya ikatan antara partikel plastik dan pasta semen. Hasil pengujian permeabilitas menunjukkan bahwa campuran tanpa HDPE memiliki nilai permeabilitas tertinggi sebesar 0,058 cm/s, sedangkan nilai permeabilitas menurun seiring meningkatnya kadar HDPE. Meskipun demikian, seluruh variasi campuran masih memenuhi kebutuhan permeabilitas untuk aplikasi perkerasan berpori. Secara keseluruhan, limbah plastik HDPE berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pada beton berpori untuk meningkatkan kuat tekan dengan tetap mempertahankan kemampuan permeabilitas yang memadai. Campuran optimum diperoleh pada penambahan HDPE sebesar 1,5% karena memberikan keseimbangan terbaik antara kuat tekan dan kemampuan infiltrasi air.
MODIFIKASI STRUKTUR GEDUNG UKM POLITEKNIK PU SEMARANG MENGGUNAKAN KOLOM BULAT MJ. Bonang Al Mujahid; Armin Naibaho; Akhmad Suryadi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3732

Abstract

Gedung UKM Politeknik PUPR Semarang beralamat di Jl. Prof. Sudarto, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang. Bangunan ini terdiri atas 5 Lantai dengan luas total bangunan ± 3.960 m2. Gedung ini direncanakan ulang untuk mendapatkan alternatif desain menggunakan kolom bulat. Kolom bulat berpenampang spiral memiliki perilaku yang berbeda dibandingkan kolom berbentuk persegi pada saat terjadi keruntuhan. Tulangan spiral setidaknya dua kali lebih efektif dari pada tulangan memanjang dalam kontribusinya terhadap tekan. Dari hasil perhitungan, diperoleh : gording Light Channel 150.50.20.4,5, kuda-kuda profil WF 200.100.5,5.8, penggantung gording ∅12 mm, ikatan angin ∅16mm, sambungan baut HTP A325 D16 mm, panjang angkur 250mm, pelat lantai dengan tebal 120 mm menggunakan tulangan utama ∅10-150mm tumpuan dan lapangan, balok Induk 30/60 pada daerah tarik 8D19 tekan 4D19 dengan tulangan geser 2D13-100 mm untuk daerah tumpuan dan D13-150mm untuk daerah lapangan. Tangga A,B tulangan utama D13-150mm, tulangan bagi ∅8-150mm. Kolom D650 Tulangan Utama 18D22 sengkang spiral tumpuan D13-100 dan lapangan D13-125. Rencana Anggaran Biaya untuk elemen struktur atas sebesar Rp 12.487.200.000,00.
PERENCANAAN ULANG GEDUNG LABORATORIUM TEKNO ENTREPRENEURSHIP UNIVERSITAS BRAWIJAYA DENGAN SISTEM STRUKTUR DIAGRID Muhammad Thomas Andhika; Akhmad Suryadi; Bobby Asukmajaya Raharjo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3837

Abstract

Saat ini sektor konstruksi di Indonesia tergolong cukup tinggi. Sistem struktur diagrid diyakini mampu menahan beban lateral dan gravitasi, serta meredam dampak gempa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja struktur diagrid pada perencanaan ulang Gedung Laboratorium Tekno Entrepreneurship Universitas Brawijaya. Data yang digunakan adalah gambar kerja dan harga satuan bahan, upah dan alat untuk kota Malang tahun 2022. Perencanaan ini menggunakan metode Load and Resistance Factor Design (LRFD) dan mengacu pada SNI 1727:2020, SNI 1726:2019, SNI 1729:2020, SNI 2847:2019, serta standar lainnya yang masih berlaku dan relevan. Perencanaan ini juga menggunakan bantuan software STAAD.Pro connect edition untuk analisa struktur dan Software Idea Statica untuk desain sambungan. Berdasarkan hasil perhitungan struktur didapatkan hasil perencanaan yang meliputi tebal pelat komposit 120 mm. Profil balok digunakan profil IWF 600x300x12x20 untuk balok induk dan Profil IWF 350x175x7x11 untuk balok anak. Sedangkan pada kolom digunakan profil IWF 900x350x19x40 untuk kolom vertikal, profil IWF 350x175x7x11 untuk kolom lift, dan profil Pipe 30” – 10 untuk kolom diagrid.. Shear connector pada pelat lantai digunakan stud connector pada balok IWF 600x300x12x20 dipakai dan pada balok IWF 350x175x7x11 dipakai dengan tinggi stud connector 100 mm. Sambungan didesain menggunakan bantuan software Idea Statica dan didapatkan berat keseluruhan untuk pelat sambung sebesar 2624,90 kg dan berat baut sebesar 5366,06 kg. Dari keseluruhan struktur Gedung Laboratorium Tekno Entrepreneurship Universitas Brawijaya diperlukan biaya sebesar Rp. 53.130.000.000.
PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN LAPISAN ASPAL BETON (LASTON) Gesang Panggayuh; Akhmad Suryadi; Agus Sugiarto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4406

Abstract

Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang meliputi seluruh bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapanya diperuntukan bagi lalu lintas yang berada diatas tanah. Susunan jalan terdiri dari beberapa termasuk beton aspal adalah salah satu bagian yang terdiri dari lapisan jalan, pada lapisan aspal beton terdiri dari beberapa material yaitu agregat kasar, halus, dan filler bitumen sebagai pengikat. Penelitian menggunakan bahan material flyash type c didapatkan di Probolinggo, Jawa Timur. Pasir lumajang dengan ayakan No. 12,5; 9,50; 4,75 (agregat kasar), ayakan No. 2,36; 1,00; 0,075. Pengujian menggunakan 45 benda uji ini bertujuan agar mengetahui seberapa besar nilai karakteristik Marshall campuran lapis aspal beton. Pada pengujian ini menggunakan variasi flyash 0%, 1%, 1,8%, dan 2%. Kadar aspal optimum (KAO) sebesar 6,5% sebagai acuan untuk penambahan variasi flyash. Fungsi flyash dsini yaitu sebagai filler atau tambahan yang akan di mix dengan semen pada saringan No.0,075. Dengan nilai berikut adalah rata - rata VMA=51,41; 51,76; 58,44(KAO 6,5%) VIM=39,79; 46,35; 50,41(KAO 6,5%) VFA=23,02; 9,67; 13,91 Stabilitas(kg) = 3670,52; 3835,46; 3897,86(KAO 6,5%) Flow(mm)= 2,23; 2,34; 1,99 Marshall Quotient(kg/mm) = 2037,66; 2001,15; 2336,65. Dalam penelitian ini menggunakan Revisi SNI 03-1737-1989 dan Kementrian Pekerjaan Umum. Direktorat Jendral Bina Marga, Spesifikasi Umum 2018 sebagai acuan maka penggunaan abu terbang batu bara dapat digunakan sebagai bahan pengisi untuk campuran laston lapis aus.
MODIFIKASI PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG MALANG CREATIVE CENTER MENGGUNAKAN KING CROSS COLUMN DAN CASTELLATED BEAM Samir Umar Bagazi; Akhmad Suryadi; Aulia Rahman
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4409

Abstract

Struktur baja menjadi salah satu alternatif yang menarik dibanding dengan beton bertulang karena kekuatan tarik yang lebih tinggi dan fabrikasi yang lebih cepat. Struktur gedung bertingkat tinggi dengan sistem baja memerlukan perhitungan yang teliti, karena pada umumnya konstruksi baja dengan profil IWF memiliki dua sumbu yaitu sumbu kuat dan sumbu lemah. Gedung Malang Creative Center merupakan gedung dengan 8 lantai yang menggunakan konstruksi beton bertulang. Dalam menanggulangi sumbu lemah konstruksi baja, kolom king cross menjadi solusi yang menjanjikan untuk menahan beban gempa yang cukup tinggi pada kedua sisinya. Selebihnya, untuk optimasi dimensi pada struktur balok, castellated beam digunakan karena momen inersia yang tinggi dengan berat yang lebih ringan. Konsep desain menggunakan konsep Load and Resistance Factor Design (LRFD) yang mengacu pada SNI 1726-2019, SNI 1727-2020, SNI 1729-2020, SNI 2847-2019 dan menggunakanRobot Structural Analysis Professional untuk analisis strukturnya. Hasil dari modifikasi ini adalah: Kolom interior menggunakan profil king cross dengan dimensi 800x300x14x26 mm, dan kolom eksterior menggunakan profil king cross dengan dimensi 588x300x12x20 mm. Balok induk menggunakan profil castellated beam dengan dimensi 750x200x10x16 mm, dan balok anak menggunakan profil IWF 200x100x4.5x7 mm. Sambungan base-plate (1200x1200x85 mm) menggunakan Baut mutu A490 24Ø25 dengan panjang angkur 680 mm, beton pedestal 1500x1500x1000 mm. Sambunngan balok-kolom menggunakan baut mutu A490 6Ø25, dengan tebal pelat penyambung dan tebal las 8 mm. Sambungan kolom-kolom menggunakan baut mutu A490 8Ø25 pada bagian sayap, dan menggunakan baut mutu A490 16Ø25 pada bagian badan. Sambungan balok-balok menggunakan baut mutu A490 2Ø25 dengan pelat siku L50.50.5 mm. Estimasi biaya modifikasi gedung ini senilai Rp77,720,821,399
MORTAR GEOPOLIMER MUTU TINGGI BERBASIS FLY ASH DAN SILICA FUME : APLIKASINYA TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR Muchammd Khafid Syafril Waliyyuddin; Taufiq Rochman; Akhmad Suryadi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4721

Abstract

Penggunaan semen pada beton berkontribusi dalam penambahan karbon dioksida didunia yang dapat mencemari lingkungan. Selain itu di Indonesia,khususnya jumlah fly ash yang berlimpah dan belum banyak pemanfaatanya menjadikan material geopolimer menjadi salah satu alternatif material sebagai pengganti semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku kuat tekan, tarik, lentur mortar geopolimer. Hasil menggunakan komposisi Silica Fume + Fly ash+ NaOH + Na2SiO3 + pasir + dan Steel Fiber .Dari komposisi tersebut diperoleh komposisi yang paling optimum dengan kuat tekan sebesar 25,7 MPa, kuat tarik sebesar 1,98 MPa, kuat lentur sebesar 1,84 MPa.
MODIFIKASI PERENCANAAN STRUKTUR JEMBATAN BETON PRATEGANG JALUR LINTAS SELATAN TRENGGALEK – TULUNGAGUNG STA 6+900 Fio Ayubi Qilail; Bobby Asukmajaya Raharjo; Akhmad Suryadi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.5152

Abstract

Proyek Jembatan Jalur lintas selatan ini dibangun sebagai penghubung antara Kabupaten Tulungagung dengan Kabupaten Trenggalek. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk merencanakan struktur jembatan menggunakan PCI-Girder. Analisa statika struktur pelat lantai menggunakan aplikasi Robot Structural Analysis Professional 2020 dan penggambaran hasil perencanaan menggunakan program aplikasi Auto CAD 2021. Perhitungan pembebanan mengacu pada SNI 1725 – 2016 dan RSNI-T-05-2005. Dari perencanaan jembatan balok prategang ini menghasilkan (1) Struktur pelat lantai jembatan setebal 20 cm dengan menggunakan tulangan D16 – 100 untuk tulangan utama dan D10-200 untuk tulangan bagi arah Y. D16 – 100 untuk tulangan utama dan D10-200 untuk arah X (2) Tiang Sandaran 15 x 15 x 100 cm dengan tulangan utama 2 D13 dan tulangan bagi ∅10-100 (3) Kerb 25 x 10 x 15 cm dengan tulangan utama D12-150 dan tulangan bagi 4 ∅8 (4) Diafragma 20 x 125 x 167 cm, menggunakan tulangan utama atas 2 D19 dan bawah 3 D10, tulangan sengkang D10–150 (4) PCI-Girder menggunakan tulangan utama atas 10 D13, badan 12 D13, dan bawah 12 D13, tulangan shear connector menggunakan D13, tulangan sengkang menggunakan D13 (5) Abutment menggunakan tulangan utama segmen A-A D19–150, segmen B-B D19-100, segmen C-C D19-50, segmen D-D D25-125, segmen E-E D25-125 (6) Bore pile dengan diameter 80 cm menggunakan tulangan utama 20 D25 dan tulangan sengkang spiral ∅13-90 (7) Perhitungan RAB didapat biaya proyek sebesar Rp. 9.700.942.000,00-.
PENGARUH PENGGUNAAN BOTTOM ASH SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT HALUS TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL UNTUK CAMPURAN (AC - WC) Ahmad Rahmatullah; Akhmad Suryadi; Agus Sugiarto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.5814

Abstract

Bottom ash merupakan abu hasil dari pembakaran batu bara yang mengendap pada tungku api pembakaran batu bara, bottom ash dapat digunakan untuk mengelola limbah dan mengurangi dampak negatifnya terhadap masyarakat. Inovasi ini menggunakan bottom ash sebagai substitusi agregat halus dalam campuran aspal (AC-WC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisik agregat kasar, agregat halus, dan aspal, menentukan KAO dari kadar aspal 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, 7% tanpa substitusi bottom ash, menganalisis pengaruh bottom ash menggunakan variasi 0%, 2%, 4%, dan 6% sebagai substitusi agregat halus dalam campuran laston AC-WC, dan menganalisis rencana anggaran biaya untuk membuat laston AC-WC dengan subtitusi bottom ash. Metode yang digunakan melibatkan pembuatan 2 sampel benda uji untuk setiap variasi 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, 7% tanpa subtitusi bottom ash dan 3 sampel benda uji untuk setiap variasi dengan menambahkan bottom ash sebanyak 0%, 2%, 4%, dan 6% pada campuran agregat halus diikuti dengan pengujian sifat fisik dan Marshall. Hasil menunjukkan bahwa material memenuhi spesifikasi laston AC-WC dengan kadar aspal optimum 5,6%. Karakteristik Marshall untuk KAO menunjukkan VMA: 16,03%, VFA: 99,18%, VIM: 1,49%, Stabilitas: 1861,28 kg, Flow: 3,37 mm, dan MQ: 600,88 kg/mm. Dengan substitusi bottom ash, hasil karakteristik Marshall bervariasi, dengan stabilitas dan MQ tertinggi pada substitusi 6% dengan estimasi biaya termurah Rp. 1384.433,67.
PENGARUH LIMBAH BATA MERAH SEBAGAI FILLER PADA LASTON AC-WC TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN Muhammad Fajar Rosuli; Agustin Dita Lestari; Akhmad Suryadi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5817

Abstract

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga), yang dikenal sebagai sampah. Limbah bata merah sendiri merupakan buangan yang dihasilkan dari pembongkaran konstruksi bangunan. Inovasi ini menggunakan limbah bata merah sebagai substitusi filler dalam campuran laston AC-WC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil sifat fisik agregat halus, agregat kasar, dan aspal untuk campuran laston AC-WC, menentukan nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) pada pengujian Marshall dengan variasi kadar aspal 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, 7%, dan mengetahui pengaruh penggunaan substitusi filler limbah bata merah dengan menggunakan nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) dengan variasi 0%, 8%, 12%, 16% pada campuran laston AC-WC terhadap karakteristik campuran. Dalam penelitian ini menggunakan 10 sampel benda uji normal dengan variasi kadar aspal 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, 7% dan 16 sampel pada benda uji substitusi filler limbah bata merah dengan variasi 0%, 8%, 12%, 16%. Metode pengujian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Marshall. Hasil pengujian karakteristik campuran dengan benda uji normal mendapatkan nilai kadar aspal terpilih sebesar 5,4% dengan nilai VMA : 17,68%, VFA : 96,81%, VIM : 1,28%, Stabilitas : 1475,01 kg, Flow : 3,02 mm, MQ : 529,92 kg/mm. Hasil pengujian karakteristik campuran substitusi filler limbah bata merah pada variasi 16% memiliki Stabilitas tertinggi sebesar 1427,80 kg.
PENGARUH PENGGUNAAN PLASTIK (LLDPE) SEBAGAI CAMPURAN ASPAL TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN AC – BC Mohammad Adif Syahbana Firdaus; Akhmad Suryadi; Sugeng Riyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.5834

Abstract

Untuk meminimalisir jumlah kebutuhan aspal serta peningkatan mutu aspal dalam campuran seperti stabilitias, durabilitas, dan ketahanannya terhadap air dengan menambahakan bahan tambahan dalam campuran yang sifatnya mampu mengatasi kelemahan yang dimiliki aspal seperti plastik low linear density polyethylene (LLDPE ). Penelitian ini dilakukan dengan meninjau dampak penambahan plastik (LLDPE) dalam campuran laston AC-BC terhadap karakteristik marshall yang tersusun dari agregat kasar, agregat halus, filler dan aspal. Selanjutnya, melaksanakan uji fisik material dan merencanakan Job Mix Formula, serta pembuatan benda uji untuk menentukan nilai kadar aspal optimum. Untuk data analisis marshall melalui proses pengukuran, penimbangan, dan pengujian dengan alat Marshall. Dari hasil analisa didapatkan nilai kadar aspal yang sesuai spesifikasi SNI 03-1737-1989 sebesar 6,2%. Setelah itu dilanjutkan proses variasi dengan penambahan plastik (LLDPE) dengan variasi campuran plastik 0%, 0,25%, 0,50 %, 0,75%, 1 %, dihitung dari berat aspal. Dari proses analisa hasil pengujian, didapatkan kesimpulan seiring bertambahnya kadar LLDPE semakin turun pada nilai stabilitas namun hasilnya mampu masuk spesifikasi. Selain itu pada parameter VMA, VFA dan MQ memenuhi spesifikasi SNI 03-1737-1989. Sehingga dengan menurunnya stabilitas dan nilai flow dinyatakan penambahan plastik LLDPE ini tidak dapat ditentukan nilai optimum. Dan estimasi biaya termurah dimiliki oleh Laston AC-BC dengan subtitusi Plastik LLDPE 1% dengan harga Rp. 1.390.539.54.
Co-Authors adila zaidayanti Adinyamas, Sabgiar Aditya Wicaksono Affan Nurun Tajalla AGUM GUMELAR WIDIYANTO PUTRO Agus Sugiarto Agus Sugiarto Agustin Dita Lestari Ahmad Rahmatullah Andi Sultan Rafi Armin Naibaho Armin Naibaho Arya Rangga Kusuma Ashari, Faridudin Aulia Rahman Azzam Syachfiarnsyah Bagio Bayu Pratama Bobby Asukmajaya Bobby Asukmajaya R Asukmajaya Catur Alkautsar I.J. Dandung Novianto Devi Zettyara Dewi Retno Ayu Setyiani Dr. Dra. Utami Retno Pudjowati, M.Si dwi ratnaningsih Dyah Ayu Rahmawati Cupasindi Fahreza Taufiqurrahman Fajar Mahesa Adhyaksa Fakhtur Aviv Fio Ayubi Qilail Fiorentina Novella Fajri Imani Gerard Aponno Gesang Panggayuh Hapsari, Ratih Indri Helik Susilo Huda Rizky Muhammad ikrar hanggara Indah Ria Riskiyah, Indah Ria Lalita, I Gede Raditya Marjono Marjono Maulidiyah, Sheliza Syahadan Maulidyah Galuh Paramita MJ. Bonang Al Mujahid Moch Farkhan Prasetiyo Moch. Sholeh Mohammad Adif Syahbana Firdaus Mona Shinta Safitri Muchammd Khafid Syafril Waliyyuddin Muhammad Fajar Rosuli Muhammad Musa Al Kadzim Muhammad Thomas Andhika Muhammad Tri Aditya Nabilah Ismiradiana Nain Raharjo Nawir Rasidi Novita Anggraini Nugroho, Bayu Wicaksono Nursugiyanto, Farras Indra Odelia Ika Kumalaning Tias Putri, Astri Andini Qomariah Qomariah Qomariah R., Bobby Asukmajaya Rino Nobrian Mas Rizki Putri Ramadhani Ruci Hanggara Naqamukti Samir Umar Bagazi Shafil Hamdi Nawara Sitti Safiatus Riskijah Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto SUTIKNO Syafik Safira Febrianti Tahta Arka Nirwana Rochmadhi taufiq rochman Taufiq Rochman Utami Retno Pudjowati Wahiddin Wahiddin Ziza Ayu Pertiwi