Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISA PEMANFAATAN TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON Jerry Sinaga; Qomariah; Taufiq Rochman
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6305

Abstract

In this era of very rapid development, construction construction occurs in various places. This also triggers the demand for building materials to increase, not least in terms of concrete construction. Concrete is the main material that is often used in many construction fields such as houses, factories, buildings, bridges, and so on.. The materials used as a mixture are made of materials that are easy to obtain, easy to process, have high durability, and are also durable so they are in great demand in construction.. The Data needed in this study are the results of coarse aggregate testing, fine aggregate testing results, concrete compressive strength testing results, and price requirement analysis results. Analysis of fine and coarse aggregate refers to SNI 03-6820-2002, SNI 1969-2008, ASTM C-556-67, ASTM C-33-74. Mix design analysis refers to SNI-03-2843-2000. Unit price analysis refers to the basic unit price of Malang activities. The results of the analysis show that when checking fine aggregate and coarse aggregate, both aggregates must meet quality requirements. The results showed that, the cost required in the test increases with each variation, inversely proportional to the quality of concrete produced, namely the quality of concrete is not good
PENGGUNAAN GONDORUKEM SEBAGAI SUBTITUSI ASPAL DALAM CAMPURAN AC-WC TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN Ahmad Rozy Maulana; Sugeng Riyanto; Qomariah
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6816

Abstract

Gondorukem yang memiliki nama ilimiah (resina colophonium) adalah residu dari penyulingan getah hasil sadapan pohon pinus. Laston AC-WC merupakan campuran perkerasan jalan yang berada paling atas dan berhubungan langsung dengan roda kendaraan. Salah satu komponen beton aspal yang akan di subtitusi yaitu aspal. Aspal merupakan material perekat berwarna hitam dan berfungsi sebagai pengikat agregat dalam pembuatan jalan. Tujuan penelitian untuk menganalisis seberapa besar pengaruh Gondorukem terhadap campuran aspal beton dengan variasi kadar Gondorukem (0%, 4%, 6%, 8%). Penelitian ini dilakukan di laboratorium Uji Bahan Jalan Gedung Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang. Metode yang digunakan melibatkan 30 total benda uji yang dimana 21 untuk KAO dan 9 untuk gondorukem. Hasil pengujian campuran laston AC-WC dengan metode marshall non subtitusi mendapatkan KAO 6,75%. Hasil dari benda uji variasi Gondorukem secara keseluruhan menunjukan bahwa penggunaan Gondorukem meningkatkan nilai VIM. Variasi Gondorukem 4% yang memenuhi spesifikasi dengan nilai stabilitas 1121,38Kg, Flow 3,1mm, MQ 472,24kg/mm, VMA 18,35%, VIM 4,78%, dan VFA 73,21%. Estimasi biaya yang dimiliki oleh Laston AC-WC dengan subtitusi Gondorukem 4% dengan harga Rp. 1.861.402 /ton.
TINJAUAN KUAT TEKAN BETON DAN ABSORPSI BETON DENGAN CAMPURAN LIMBAH KERAMIK TERHADAP PENGARUH SUHU TINGGI Ilham Nur Habibi; Qomariah Qomariah
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8434

Abstract

Limbah pecahan keramik merupakan hasil dari kegiatan industri dan konstruksi yang jumlahnya melimpah dan seringkali dibuang tanpa pemanfaatan, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu upaya untuk mengurangi dampak tersebut adalah memanfaatkan limbah keramik sebagai bahan substitusi dalam campuran beton. Di sisi lain, beton sebagai material utama dalam konstruksi memiliki kelemahan berupa penurunan kekuatan saat terpapar suhu tinggi. Penelitian dilakukan secara eksperimental mengacu pada SNI 03-2834-2000 di laboratorium dengan benda uji silinder Ø15 x 30 cm, menggunakan variasi limbah keramik sebesar 0%, 10%, 15%, dan 20%, dan umur rencana 7, 14, dan 28 hari, suhu pembakaran 300°C durasi 2 jam. Uji absorpsi pada umur 28 hari, dengan jumlah benda uji 80 sampel, masing-masing variasi berjumlah 20 sampel beton. Hasil penelitian mendapatkan nilai rata-rata Kuat tekan umur 28 hari beton normal (BN) 32,87 MPa, beton variasi keramik 10% (BVK10%) 23,76 MPa, (BVK15%) 24,45 MPa, dan (BVK20%) 27,46 MPa, penggunaan limbah keramik hingga 15% masih menghasilkan kuat tekan yang sesuai dengan mutu beton rencana. Nilai absorpsi beton terkecil (BVK15%) mendapatkan hasil rata-rata 4,30%, absorpsi cenderung menurun seiring bertambahnya kadar limbah, menunjukkan peningkatan kerapatan dan durabilitas. Beton campuran limbah keramik juga menunjukkan performa lebih stabil setelah pembakaran dibandingkan beton konvensional. Hasil sisa kuat tekan (BN) 25,41 MPa, hasil beton variasi keramik pasca bakar (BVKPB 10%) 20,13 MPa, nilai (BVKPB 15%) 22,34 MPa, dan (BVKPB 15%) 23,38 MPa. Dibandingkan dengan beton 28 hari, beton dengan variasi keramik 15% pasca pembakaran mendapatkan hasil penurunan terkecil sebesar 2,11 MPa atau sebesar 9,43%. Dengan demikian, limbah keramik dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif ramah lingkungan dalam campuran beton.