Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

UTILIZATION OF HDPE PLASCTIC WASTE AS AN ADDITIONAL MATERIAL IN PERVIOUS CONCRETE MIXTURE Andi Sultan Rafi; Akhmad Suryadi; Qomariah Qomariah
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i2.9700

Abstract

Perkembangan infrastruktur perkotaan semakin banyak menggunakan material kedap air seperti beton konvensional dan aspal yang dapat mengurangi infiltrasi air secara alami serta meningkatkan limpasan permukaan dan risiko banjir. Beton berpori (pervious concrete) menjadi salah satu alternatif karena memiliki struktur rongga yang saling terhubung sehingga memungkinkan air meresap melalui permukaan perkerasan. Namun, tingginya kadar rongga yang memberikan sifat permeabilitas sering kali menyebabkan penurunan kekuatan mekanis beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan limbah plastik high-density polyethylene (HDPE) daur ulang pada campuran beton berpori terhadap kuat tekan dan permeabilitas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan empat variasi campuran, yaitu campuran kontrol tanpa HDPE serta campuran dengan penambahan HDPE sebesar 1%, 1,5%, dan 2% dari berat agregat. Benda uji berbentuk silinder dibuat dan dirawat dalam kondisi terkontrol. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7 dan 14 hari menggunakan mesin uji tekan, sedangkan pengujian permeabilitas dilakukan untuk mengukur kemampuan infiltrasi air pada beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan HDPE mempengaruhi sifat mekanis dan hidrolik beton berpori. Kuat tekan tertinggi diperoleh pada campuran dengan penambahan HDPE sebesar 1,5%, yaitu sebesar 18,14 MPa pada umur 14 hari. Peningkatan kadar HDPE di atas nilai tersebut menyebabkan penurunan kuat tekan yang diduga akibat lemahnya ikatan antara partikel plastik dan pasta semen. Hasil pengujian permeabilitas menunjukkan bahwa campuran tanpa HDPE memiliki nilai permeabilitas tertinggi sebesar 0,058 cm/s, sedangkan nilai permeabilitas menurun seiring meningkatnya kadar HDPE. Meskipun demikian, seluruh variasi campuran masih memenuhi kebutuhan permeabilitas untuk aplikasi perkerasan berpori. Secara keseluruhan, limbah plastik HDPE berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pada beton berpori untuk meningkatkan kuat tekan dengan tetap mempertahankan kemampuan permeabilitas yang memadai. Campuran optimum diperoleh pada penambahan HDPE sebesar 1,5% karena memberikan keseimbangan terbaik antara kuat tekan dan kemampuan infiltrasi air.
EFFECT OF TIME AND DEPTH IMMERSION WITH SEAWATER ON COMPRESSIVE STRENGTH OF HIGH-QUALITY CONCRETE Anisah Nur Fadhilah; Qomariah Qomariah; Nawir Rasidi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3832

Abstract

The use of concrete on land and around the sea has different treatments, which affect the strength of concrete. In carrying out concrete treatment, pay attention to not only the quality of the water used but also the time and depth of the concrete immersion to produce good quality concrete. This study aims to determine the effect of immersion time and depth using fresh water and seawater on the concrete of compressive strength and to obtain the most optimal depth and time with seawater immersion. The quality of the concrete plan is 42 MPa with cylinder samples with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm as many as 70 samples. Immersion is carried out with a treatment duration of 21 days, 28 days, and 56 days with variations in immersion depths of 0, 1/3h, 1/2h, and h. The data needed for this study are the results of compressive strength testing and absorption testing results on concrete, The immersion method used in this study is the water curing method. The research process carried out is by testing the physical properties of aggregates, calculating mix design and material requirement analysis, making test objects and testing fresh concrete, carrying out concrete treatment with water curing immersion methods with fresh water and seawater, conducting absorption and compressive strength testing, and analyzing data. The results showed that the compressive strength of concrete with differences in depth and time using seawater greatly affects the strength of concrete so that it produces higher compressive strength compared to fresh water. This hypothesis is caused by alkaline conditions that can strengthen the reaction of Ca (OH) 2, the formation of Friedel salts in concrete due to chloride content in seawater, and the influence of Sika Viscocrete 3115 N which can withstand carbonation in concrete. So based on all results, concrete with the most optimal seawater immersion at a depth of 1/2h with immersion for 56 days is 73.56MPa with a percentage increase of 19% compared to freshwater immersion.
MODIFICATION OF MECHANICAL ENGINEERING POSTGRADUATE BUILDING STRUCTURE OF STATE POLYTECHNIC OF MALANG USING PRESTRESSED BEAM Eggi Himawan; Qomariah Qomariah; Taufiq Rochman
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.3953

Abstract

Gedung Pascasarjana Teknik Mesin, Politeknik Negeri Malang terdiri dari 4 lantai yang difungsikan sebagai kegiatan belajar mengajar. Pengembangan dan inovasi kampus membutuhkan penambahan fasilitas dan kapasitas gedung dengan menambah jumlah lantai menjadi 6 lantai. Salah satu fasilitas yang ditambahkan adalah kantin. Perencanaan gedung menggunakan balok prategang sepanjang 12 meter di lantai 4, yaitu aula pertemuan sehingga kolom penumpu pada tengah lantai 3 bisa dihilangkan.   Perencanaan ini bertujuan untuk mendesain dan menganalisis elemen-elemen struktur termasuk balok prategang. Metode pelaksanaan menggunakan sistem rangka pemikul momen khusus dengan ketahanan terhadap gempa sesuai aturan terbaru perencanaan struktur, yaitu SNI 2847-2019. Mutu beton serta baja yang digunakan adalah berturut-turut 30 MPa dan 400 MPa. Mutu beton 42 MPa digunakan untuk balok prategang. Hasil analisis perencanaan prategang pasca-tarik mengindikasikan bahwa balok prategang mengalami kehilangan gaya friksi 6,37%, pengangkuran 5,04%, rangkak 4,99%, susut 0,07%, dan relaksasi baja 9,07%. Kehilangan gaya prategang total yang didapat sebesar 25,53%. dengan gaya prategang 3000 kN dapat bekerja pada struktur. Penggunaan balok prategang di lantai 4 dapat menghilangkan kolom lantai 3 dan menambah luas area untuk fasilitas pendukung yang direncanakan.
EVALUASI TINGKAT KERUSAKAN JALAN DAN PENANGANANNYA PADA JALAN RAYA CAMPURDARAT – BOYOLANGU MENGGUNAKAN METODE SURFACE DISTRESS INDEX (SDI) Mohammad Fahmi Abdillah; Burhamtoro Burhamtoro; Qomariah Qomariah
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4231

Abstract

Jalan Raya Boyolangu – Campurdarat Kabupaten Tulungagung sepanjang 17,7 km merupakan jalan lokal primer. Kenyamanan pada jalan menurun karena volume kendaraan yang meningkat setiap tahun dan kerusakan jalan yang semakin parah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kerusakan, mengetahui penanganan kerusakan, menentukan penanganan kerusakan. Data primer yang digunakan di dapatkan melalui survei kerusakan jalan, dan survei lalu lintas harian rata-rata. Sedangkan data sekunder berupa harga satuan pekerjaan Kabupaten Tulungagung tahun 2022. Surface Distress Index (SDI) dan International Roughness Index (IRI) digunakan untuk mengetahui jenis dan tingkat kerusakan jalan. Dari analisis diperoleh bahwa terdapat kerusakan jalan berupa retak memanjang, retak melintang, retak buaya, berlubang, dan bekas roda. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan 40% kondisi baik, 52% kondisi sedang, 8% kondisi buruk, dan 0% kondisi sangat buruk. Bentuk pemeliharaan kerusakan adalah pemeliharaan rutin dan pemeliharaan berkala dengan rencana perbaikan yaitu pekerjaan penambalan, pekerjaan filler, pekerjaan lapisan tipis aspal (latasir).
PENGARUH SERAT KAWAT BENDRAT PADA BETON NORMAL TERHADAP PERFORMA BETON (KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR) Celya Dwi Agnantasya; Qomariah Qomariah; Agustin Dita Lestari
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4289

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan bangunan yang mempunyai sifat yang getas. Pada sebuah konstruksi digunakan tulangan baja untuk menahan lentur pelat. Penggunaan baja dalam jumlah banyak tidak menjadikan beton tersebut menjadi ekonomis. Maka dari itu digunakan alternatif dengan mencampur serat (fiber) kawat bendrat untuk dapat mencegah retak dan menahan patah yang terjadi pada beton. Sehingga diperlukan penelitian laboraturium untuk meninjau kuat tekan dan kuat lentur beton menggunakan serat kawat bendrat BWG-21 dengan diameter 1,00mm dan panjang 50mm dengan mutu beton fc’22MPa. Sampel yang digunakan untuk uji kuat tekan terdiri dari 60 benda uji silinder, dengan diameter 150mm dan tinggi 300mm, sedangkan untuk uji lentur digunakan 12 benda uji balok dengan panjang 500mm, lebar 100mm, dan tinggi 100mm. Variasi penambahan serat yang digunakan sebesar 0,0%, 0,25%, 0,50% terhadap volume beton. Metode pencampuran beton menggunakan SNI-03-2834-2000 dan ACI-544.3R-93. Pengetesan benda dilakukan setelah proses curing dan diuji sesuai umur yang direncanakan pada setiap variasi yakni umur 3,7,14 dan 28 hari. Hasil kuat tekan yang diperoleh pada variasi 0% untuk umur beton 3,7,14,28 hari sebesar 12,69MPa;17,20Mpa;22,99MPa;25,98MPa. Pada variasi 0,25% sebesar 10,94MPa;12,34Mpa;17,34MPa;19,11MPa. Pada variasi 0,50% sebesar 8,93MPa;15,01Mpa;18,16MPa;20,89MPa. Hasil kuat lentur yang diperoleh pada variasi 0% sebesar 3,99MPa;4,83Mpa;5,04MPa;6,51MPa. Pada variasi 0,25% sebesar 3,36MPa;4,20Mpa;4,83MPa;5,25MPa. Pada variasi 0,50% sebesar 3,15MPa;3,99Mpa;4,62MPa;4,83MPa. Biaya pada beton dengan variasi penambahan serat kawat bendrat 0%, 0,25%, 0,50% sebesar Rp 887.450,5, Rp 910.215,9, Rp 932.981,2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan semakin banyak penambahan variasi serat akan menjadikan beton tersebut tidak ekonomis, namun dapat mencegah atau mengurangi terjadinya retak dan patah pada beton.
PENGGUNAAN BATU KAPUR SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN ASPAL BETON LASTON AC – WC UNTUK MELIHAT KARAKTERISTIK MARSHALL Utari Zain Athaya; Qomariah Qomariah; Sugeng Riyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5701

Abstract

Kerusakan jalan terjadi karena faktor cuaca dan kualitas pekerasan jalan yang kurang baik, jika kualitas perkerasan jalan baik diharapkan mampu memberikan layanan yang baik pada fungsi jalan. Perkerasan terbagi menjadi dua yaitu perkerasan lentur dan kaku, jenis pekerasan lentur laston AC – WC yang tersusun dari agregat kasar, agregat halus, filler yang diikat oleh aspal. Namun, seiring waktu akan ada peningkatan harga material, maka dari itu dilakukan inovasi penelitian susbstitusi filler menggunakan batu kapur Druju. Pada penelitian ini dilakukan pengujian fisik pada setiap material, kemudian menghitung kadar aspal rencana, menghitung proporsi campuran dan membuat benda uji yang dilanjutkan dengan pendataan dan uji Marshall. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan nilai KAO dari campuran tanpa filler batu kapur untuk mendapatkan nilai kadar aspal yang optimum, dan nilai KAO yang didapatkan sebesar 6,05% dengan nilai stabilitas 801,61 kg dan nilai flow 3,23 mm yang sudah memenuhi karakteristik marshall. Selanjutnya pada kadar aspal tersebut digunakan untuk membuat campuran dengan variasi filler batu kapur sebesar 5,5%; 6%; dan 6,5%. Hasil dari uji marshall pada benda uji variasi filler batu kapur secara keseluruhan menunjukkan bahwa penggunaan batu kapur meningkatkan nilai VFA karena batu kapur menyerap aspal, sehingga banyak rongga yang terisi aspal. Pada variasi filler  batu kapur  5,5% nilai VFA naik sebesar 2,85%, pada variasi 6% naik 1,26% dan pada variasi 6,5% naik sebesar 5,03% terhadap benda uji tanpa filler batu kapur. Namun, pada karakteristik marshall lainnya tidak memenuhi persyaratan. Dari hasil penelitian ini tidak dapat ditentukan campuran variasi optimum filler batu kapur karena semua variasi tidak ada yang memenuhi parameter marshall. Dan dari segi biaya penggunaan batu kapur cenderung lebih mahal, sehingga berdasarkan penelitian ini penggunaan batu kapur tidak disarankan untuk campuran aspal.
PENGARUH SUBTITUSI LIMBAH PLASTIK LDPE PADA AGREGAT HALUS TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL UNTUK CAMPURAN LASTON AC-WC Diyah Ayu Lestari; Qomariah Qomariah; Aulia Rahman
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5733

Abstract

Infrastruktur jalan terus dibangun oleh pemerintah, sehingga perlu dilakukan modifikasi dalam campuran aspal untuk meningkatkan kualitas struktuk jalan. Salah satu hal yang dapat dilakukan dalam memodifikasi adalah dengan menggunakan limbah plastik untuk meningkatkan mutu dan kualitas lapis pekerasan, disisi lain modifikasi ini sebagai bentuk upaya penanggulangan limbah sampah di Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan limbah plastik jenis Low Density Polyethylene (LDPE) yang telah diolah menjadi biji plastik menggunakan metode pencampuran cara kering (Dry Process). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari penggunaan biji plastik LDPE pada campuran Laston AC-WC terhadap karakteristik campuran marshall. Adapun metode penelitian ini yaitu mengganti sebagian agregat yang tertahan saringan ukuran 2,36 mm dengan biji plastik jenis LDPE sebesar 4%, 7% dan 9%. Tahapan dalam penelitian ini meliputi uji fisik setiap material, menghitung kadar aspal rencana, menghitung proporsi campuran, pengujian KAO (Kadar Aspal Optimum) tanpa substitusi plastik LDPE, dan pengujian campuran dengan subtitusi plastik LDPE berdasarkan spesifikasi Umum Direktorat Jenderal Bina Marga 2018 (revisi 2) Divisi 6 untuk campuran AC-WC. Hasil dari pengujian KAO dengan kadar aspal 4,5%; 5%; 5,5%; 6%; 6,5% didapatkan nilai KAO sebesar 6,2%. Selanjutnya nilai KAO tersebut digunakan untuk membuat campuran dengan substitusi plastik LDPE. Hasil pengujian pada benda uji variasi plastik LDPE menunjukkan bahwa seiring penambahan biji plastik LDPE memberikan dampak pada campuran laston AC-WC yang meliputi peningkatan sebagian besar parameter Marshall yang terpenuhi, kecuali VIM yang tidak memenuhi spesifikasi.
ANALISA KUAT TEKAN DAN ABSORPSI BETON DENGAN ZEOLIT SEBAGAI BAHAN TAMBAH Alfina Rahmadiani; Qomariah Qomariah; Trias Rahardianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5757

Abstract

Beton telah menjadi bahan utama yang digunakan dalam konstruksi bangunan. Beton dikenal dengan kekuatan dan daya tahannya namun, ada beberapa kekurangan yang perlu diatasi.Banyak pelaku konstruksi mencari inovasi baru yang dapat meminimalisir kekurangan beton dan mampu meningkatkan kualitas beton.Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas beton adalah dengan menggunakan mineral aditif yang dapat meningkatkan kualitasnya secara keseluruhan.Zeolit merupakan bahan tambahan yang menjanjikan dan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kuat tekan beton melalui penambahan serbuk zeolit. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang melibatkan benda uji berbentuk silinder dengan diameter dan tinggi 15 cm dan 30 cm. Zeolit digunakan sebagai bahan tambah serbuk zeolit 0% sebagai beton kontrol dan beton dengan penambahan serbuk zeolit 6%, 12%, 18%, dari berat semen.Benda uji tersebut akan di uji pada umur 7 hari, 14 hari, dna 28 hari serta menggunakan 6 benda uji pada masing-masing umur untuk mendapatkan hasil kuat tekan beton. Absorpsi akan di uji pada benda uji umur 7 hari dan 28 hari dengan menggunakan 3 benda uji padamasing-masing umur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bubuk zeolit dapat meningkatkan kekuatan tekan beton. Penambahan 12% zeolit pada umur 28 hari mencapai kekuatan 36,76 Mpa. Sebagai perbandingan, beton normal mencapai kekuatan 32,02 Mpa, sedangkan variasi 6% zeolit mencapai 35,37 Mpa. Namun, pada zeolit dengan kandungan 18% mengalami penurunan menjadi 28,78 Mpa. Dari hasil pengujian kuat tekan dan serapan, dapat disimpulkan bahwa tingkat kuat tekan beton yang optimum dengan zeolit sebagai bahan tambah adalah pada variasi beton zeolit 12%. Sedangkan pada absorpsi atau daya serap, pada penambahan zeolit variasi 18% mengalami penyerapan paling rendah yaitu sebesar 2,19%, sedangkan untuk variasi 0% sebesar 3,58%, untuk variasi 6% mencapai 2,43% lalu untuk variasi 12% mencapai 3,30%.
PENGARUH SUBSTITUSI LUMPUR LAPINDO SEBAGAI FILLER TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL BETON AC-WC Haykal Aditya Novendra; Qomariah Qomariah; Armin Naibaho
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5789

Abstract

Lapisan AC-WC (Asphalt Concrete - Wearing Course) dalam konstruksi jalan berfungsi sebagai pelapis permukaan yang menahan beban dan abrasi, penting untuk menghindari kecelakaan akibat tergelincir di jalan basah dan memberikan kenyamanan berkendara. Kontrol ketat terhadap komposisi campuran diperlukan, termasuk pengaturan rongga dengan bahan filler. Limbah lumpur Lapindo dari kebocoran sumur minyak di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur sejak 2006 menjadi alternatif pengganti filler dalam campuran aspal karena mengandung silika 50% dan besi oksida 27,70%. Berdasarkan perhitungan Persentase Bitumen gradasi No IV SNI 03-1737-1989, diperoleh nilai tengah 6% lalu dibuat 5 rancangan rencana aspal untuk mencari nilai optimum: 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, dan 7%. Konsentrasi optimum 6,03% didapatkan, namun belum memenuhi syarat pada nilai flow dan VIM. Gradasi agregat kasar dan halus serta filler diaplikasikan dengan substitusi semen dan Lumpur Lapindo lolos No. 200 pada variasi konsentrasi filler 0%, 4%, 6%, dan 8%. Rerata stabilitas setelah Uji Marshall pada variasi 0%, 4%, 6%, dan 8% berturut-turut adalah 1264,64 kg, 835,40 kg, 839,14 kg, dan 1200,6 kg, semua memenuhi spesifikasi SNI 03-1737-1989 minimal 800 kg. Rerata nilai flow pada variasi 0%, 4%, 6%, dan 8% berturut-turut adalah 1,23 mm, 2,73 mm, 2,67 mm, dan 2,26 mm. Nilai flow belum memenuhi syarat SNI 03-1737-1989, namun setelah ditambahkan variasi filler lumpur Lapindo, terjadi kenaikan flow pada 4%, 6%, dan 8% dibandingkan variasi 0%. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Lumpur Lapindo tidak menguntungkan sebagai filler karena menurunkan nilai stabilitas.
PENGARUH ABU SEKAM PADI DAN KALSIUM KARBONAT SEBAGAI PENGISI DALAM CAMPURAN AC – WC TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN AC – WC Aqsa Fahrezi Muhammad; Sugeng Riyanto; Qomariah Qomariah
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6036

Abstract

Asphalt Concrete – Wearing Course (AC – WC) merupakan lapisan paling atas atau disebut lapisan aus pada perkerasan jalan yang kedap terhadap air, tahan terhadap cuaca, dan berhubungan langsung dengan roda kendaraan. Dalam penelitian ini menggunakan abu sekam padi dan kalsium karbonat sebagai pengisi untuk campuran AC – WC dengan kadar 0%, 10%/10%, 30%/30%, 50%/50% Alasan memakai abu sekam padi dan kalsium karbonat digunakan sebagai filler dalam campuran aspal panas karena abu sekam padi memiliki komponen sifat yang sama dengan semen yaitu mengandung silika/SiO2 yang cukup tinggi, sedangkan kalsium karbonat adalah bahan dasar penyusun PC yaitu kapur (CaO) sebesar 60-65% dari komposisi total sehingga diharapkan dapat menambah daya tahan lapis perkerasan aspal terhadap kerusakan. Penelitian ini diawali dengan pengujian sifat fisik bahan campuran untuk mengetahui kualitas bahan campuran tersebut sesuai dengan spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Kemudian melakukan pembuatan Job Mix Formula (JMF) untuk pembuatan benda uji penentuan Kadar Aspal Optimum (KAO). Namun tidak didapatkan nilai KAO, tetapi mendapatkan kadar aspal terpilih yang didapatkan sebesar 6% dengan nilai karakteristik Marshall stabilitas, flow, MQ, VMA, VFA dominan memenuhi syarat yang sudah ditentukan dari Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Selanjutnya kadar aspal tersebut digunakan untuk pembuatan benda uji dengan variasi campuran abu sekam padi dan kalsium karbonat. Untuk mengetahui pengaruh variasi campuran dilakukan pengujian Marshall untuk mendapatkan hasil nilai karakteristik campuran AC – WC. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan bahwa dapat disimpulkan dari uji anova variasi abu sekam padi dan kalsium karbonat tidak berpengaruh terhadap nilai karakteristik campuran AC – WC dengan resiko kesalahan 5%.