Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF SONGKE MATH

Komunikasi Matematis Dalam Terang Literasi Matematika Kristianus Viktor Pantaleon; Fransiskus Nendi; Emilianus Jehadus
JOURNAL OF SONGKE MATH Vol. 2 No. 1 (2019): June Edition
Publisher : UNIKA SANTU PAULUS RUTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.752 KB)

Abstract

This descriptive theoretical study aims to explain in detail and complete aspects of mathematical communication in mathematical literacy. Communication in mathematical literacy has two important components, namely receptive and constructive. In each process of solving a problem, the two components of communication will always be contained. Professional teachers must properly understand the two components in order to measure students' mathematical communication skills correctly. To be easy to understand, the two components must be conveyed or stated correctly, coherently, and clearly. Emphasis on these three components then distinguishes mathematical communication from other mathematical abilities, such as problem solving, reasoning and proof, connection and representation
Reformulasi Model Pembelajaran Kontekstual Bermuatan Asesmen Kinerja Dalam Mewujudkan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP Fransiskus Nendi; Sebastianus Fedi; Antonius Landing
JOURNAL OF SONGKE MATH Vol. 3 No. 1 (2020): June Edition
Publisher : UNIKA SANTU PAULUS RUTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah(1) untuk mengungkap hasil kajian tentang reformulasi model pembelajaran kontekstual (CTL) bermuata asesmen kinerja dalam meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa SMP dan (2) mengkaji perbedaan pemahaman konsep matematis siswa SMPNegeri 6 Ruteng-Rentung yang diajarkan dengan pendekatan kontekstual berbasis asesmen kinerja dan pendekatan pembelajaran langsung. Dikajinya pemahaman tersebut dalam penelitian ini mengingat pemahaman ini sebagai isyarat untuk menggali daya matematis yang lebih kompleks. Penelitian ini pada dasarnya termasuk dalam kategori deskriptif kualitatif dan eksperimen semu. Dengan kata lain, yang dilakukan adalah mengungkap fakta dan keadaan pada saat penelitian berjalan serta mengungkapkan pemahaman konsep matematis siswa apa adanya. Langkah-langkah penelitian ini diawali dengan reformulasi model pembelajaran bermuatan asesmen kinerja, dan kemudian melakukan treatment menggunakan model-model tersebut. Selanjutnya memberikan soal-soal yang mengukur pemahaman konsep matematis kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan tindependen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Rentung tahun pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian adalah kelas VIII A dan kelas VIIIC. Hasil tes pemahaman konsep matematis siswareformulasi pembelajaran kontekstual bermuata asesmen kinerja berada pada kisaran rata-rata 70,08 dengan simpangan baku sebesar 67,61. Rata-rata nilai tersebut menunjukan bahwa pemahaman konsep matematis siswa berada pada kategori cukup baik. Berdasarkan hasil kajian dan pengalaman empiris, menggambarkan siswa kurang mampu mengungkapkan makna konsep yang ditemukan, respons untuk mengidentifikasi masalah dan membedakan contoh atau bukan contoh cukup baik, kurang teliti dalam memanfaatkan simbol-simbol untuk mempresentasikan konsep-konsep, kurang paham dalam mengubah bentuk representasi kebentuk lain, sudah mengenal konsep namun belum maksimal mampu menginterpretasikan konsep, cukup baik dalam membedakan konsep.Kemudian, uji hasil eksperimen menunjukan>, artinya ditolak dan diterima, yang berarti bahwa pemahaman konsep matematika peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran kontekstual berbasis asesmen kinerja lebih baik dibandingkan pemahaman konsep matematika peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran langsungTujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah(1) untuk mengungkap hasil kajian tentang reformulasi model pembelajaran kontekstual (CTL) bermuata asesmen kinerja dalam meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa SMP dan (2) mengkaji perbedaan pemahaman konsep matematis siswa SMPNegeri 6 Ruteng-Rentung yang diajarkan dengan pendekatan kontekstual berbasis asesmen kinerja dan pendekatan pembelajaran langsung. Dikajinya pemahaman tersebut dalam penelitian ini mengingat pemahaman ini sebagai isyarat untuk menggali daya matematis yang lebih kompleks. Penelitian ini pada dasarnya termasuk dalam kategori deskriptif kualitatif dan eksperimen semu. Dengan kata lain, yang dilakukan adalah mengungkap fakta dan keadaan pada saat penelitian berjalan serta mengungkapkan pemahaman konsep matematis siswa apa adanya. Langkah-langkah penelitian ini diawali dengan reformulasi model pembelajaran bermuatan asesmen kinerja, dan kemudian melakukan treatment menggunakan model-model tersebut. Selanjutnya memberikan soal-soal yang mengukur pemahaman konsep matematis kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan tindependen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Rentung tahun pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian adalah kelas VIII A dan kelas VIIIC. Hasil tes pemahaman konsep matematis siswareformulasi pembelajaran kontekstual bermuata asesmen kinerja berada pada kisaran rata-rata 70,08 dengan simpangan baku sebesar 67,61. Rata-rata nilai tersebut menunjukan bahwa pemahaman konsep matematis siswa berada pada kategori cukup baik. Berdasarkan hasil kajian dan pengalaman empiris, menggambarkan siswa kurang mampu mengungkapkan makna konsep yang ditemukan, respons untuk mengidentifikasi masalah dan membedakan contoh atau bukan contoh cukup baik, kurang teliti dalam memanfaatkan simbol-simbol untuk mempresentasikan konsep-konsep, kurang paham dalam mengubah bentuk representasi kebentuk lain, sudah mengenal konsep namun belum maksimal mampu menginterpretasikan konsep, cukup baik dalam membedakan konsep.Kemudian, uji hasil eksperimen menunjukan>, artinya ditolak dan diterima, yang berarti bahwa pemahaman konsep matematika peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran kontekstual berbasis asesmen kinerja lebih baik dibandingkan pemahaman konsep matematika peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran langsung
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) BERBASIS ETNOMATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA SMP Maria Serlina Vemi; Fransiskus Nendi; Palikarpus Raga
JOURNAL OF SONGKE MATH Vol. 7 No. 1 (2024): June
Publisher : UNIKA SANTU PAULUS RUTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jsm.v7i1.2295

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang diajarkan dengan modelpembelajaran matematika realistik (PMR) berbasis etnomatematika dengan siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran langsung. Penelitianyang menggunakan metode eksperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan desain Randomized Two Group Design Post-test Only ini dilakukan diSMPN 2 Langke Rembong Manggarai NTT-Indonesia pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Melalui tehnik acak kelas dari 10 kelas dengan populasi 300 siswa, diperoleh 2 kelas sebagai subyek penelitian dimana kelas J sebagai kelompok eksperimen (n=30), dan kelas C sebai kelompok pembanding atau kontrol (n=30). Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi bangun ruang sisi datar adalah soal posttest berupa 15 soal pilihan ganda. Uji perbedaan rerata menggunakan uji-t setelah memenuhi uji asumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang mengikuti pembelajaran matematikarealistik berbasis etnomatematika lebih tinggi dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran langsung. Hasil ini memastikan pentingnya integrasi etnomatematika sebagai konteks pembelajaran matematika. Temuan ini menjadi rekomendasi bagi para guru dan praktisi untuk mengenbangkan kerangka didaktis pembelajaran matematika realistik terintegrasi etnomatematika dengan menambahkan unsur budaya unik yang ada disekitar siswa.