Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengujian Aktivitas Antioksidan Sediaan Stick Mask Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis): Aktivitas Antioksidan Sediaan Stick Mask Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) Selvia Maslamah Aan; Lina Rahmawati Rizkuloh; Srie Rezeki Nur Endah
Berkala Ilmiah Kimia Farmasi Vol. 12 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bikfar.v12i1.62836

Abstract

The development of the cosmetic industry created many new variations of cosmetic products. One of the beauty products that was developing was a stick mask with the benefit of preventing premature aging. Binahong (A. cordifolia) leaf was one of the plants that had antioxidant activity because of flavonoids that prevent premature aging of the skin. The study aimed to make a stick mask of ethanol extract of binahong (A. cordifolia) leaf and evaluation and test the antioxidant activity using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method of the stick mask preparation. The preparation formulation was performed with variations in extract concentration at F0 0%, F1 25%, F2 30%, and F3 35%. Evaluation of the preparation includes organoleptic test, homogeneity, pH, spreadability, adhesives, dry time, and melting point test showed that the preparations met the standard requirements. The antioxidant activity of binahong (A. cordifolia) leaf ethanol extract stick mask in F3 with 35% extract concentration resulted in very strong antioxidant category with IC₅₀ 1,500 μg/mL.   Keywords:  Antioxidant, Binahong leaf (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis), DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl), Mask
In Silico Study of Corn Silk Luteolin (Zea mays L.) Derivatives as Potential Antihypertensive Agents Mardianingrum, Richa; Firiani, Yuli; Endah, Srie Rezeki Nur; Ruswanto, Ruswanto
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 28, No 3 (2025): Volume 28 Issue 3 Year 2025
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.28.3.155-167

Abstract

Hypertension is a condition where the systolic blood pressure is > 140 mmHg and the diastolic pressure is > 90 mmHg. Hypertension is caused by the formation of Angiotensin II from Angiotensin I by Angiotensin Converting Enzyme (ACE). Lisinopril is one of the drugs commonly used to treat hypertension; however, long-term use may be associated with carcinogenic effects. This study aims to find candidates for new medicinal ingredients from luteolin derivative compounds contained in corn silk (Zea mays L.) as antihypertensives that have the activity of inhibiting ACE enzymes. Molecular docking and molecular dynamics simulations were employed in this study. The results showed that the TL59 compound exhibited lower predicted toxicity than lisinopril. Based on molecular dynamics analysis, TL59 demonstrated an RMSD value of 1 Å and a ΔGTOTAL of –44.65 kcal/mol, whereas lisinopril showed an RMSD value of 1.3 Å and a ΔGTOTAL of –29.25 kcal/mol. These findings suggest TL59 has a higher binding affinity and greater stability toward the 1O86 receptor than lisinopril. Therefore, TL59 is predicted to be a promising candidate for a new antihypertensive drug that inhibits the conversion of Angiotensin I to Angiotensin II. In conclusion, TL59 demonstrates strong binding affinity and pharmacokinetic properties, indicating its potential as a promising antihypertensive candidate. However, this study is limited to in silico analysis and requires further in vitro and in vivo validation to confirm its efficacy and safety.
Stability Formulation Of Mouthwash From Sapodilla Fruit Extract (Manilkara Zapota) As Antibacterial Preventing Dental Caries Nur Endah, Srie Rezeki; Suhardiana, Eddy; Roesman, Kamiel
Jurnal Midpro Vol. 12 No. 1 (2020): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v12i1.152

Abstract

Sapodilla fruit (Manilkara zapota) which is often used by the community as an antibacterial drug is part of the sapodilla plant. Sapodilla contains saponin, tannin, and flavonoid compounds which can be as antibacterial so it is suspected to be able to inhibit the growth of bacteria that cause dental caries. The purpose of this study was the Evaluation of Sawo Extract Mouthwash Formulation as an Antibacterial. The sample used was sapodilla fruit which had been extracted using the infusion method. The formulation of sapodilla fruit extract mouthwash was evaluated with the extract concentration of sapodilla fruit (Manilkara zapota) 1%, 5% and 10%. The results of this study obtained the most stable formulation with a concentration of extract of sapodilla fruit (Manilkara zapota) 1%.  
A Activity Test Of Antidiarrheal Granule Ethanol Extract Of Rambutan Leaf (Nephelium lappaceum L.) In Mice (Mus musculus) Fadilah, Nitya Nurul; Nurul Aini, Widya; Nur Endah, Srie Rezeki; Nofriyaldi, Ali; Rahmawati, Ayu
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 17 No 1 (2025): Januari-April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v17i1.1610

Abstract

Ringkasan: Latar belakang: Diare adalah perubahan konsistensi tinja menjadi lunak dan peningkatan frekuensi buang air besar yang dapat menyebabkan dehidrasi hingga kematian. Daun rambutan mengandung tanin dan flavonoid sebagai adstringen yang menghambat motilitas usus untuk terapi antidiare. Tujuan: Menganalisis efektivitas antidiare granul ekstrak etanol daun rambutan dengan metode transit intestinal pada mencit. Metode: Penelitian eksperimental menggunakan 25 mencit Swiss Webster jantan, dibagi 5 kelompok: kontrol positif (loperamide HCl 4 mg/kg), kontrol negatif (granul tanpa ekstrak), dan tiga kelompok uji dengan granul ekstrak daun rambutan dosis 50 mg, 100 mg, 150 mg. Analisis One Way ANOVA dengan signifikansi p<0,05. Hasil: Efektivitas antidiare berturut-turut 23,3%, 26,8%, dan 32,3%, dengan efektivitas tertinggi pada dosis 150 mg. Uji ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,05). Simpulan: Granul ekstrak etanol daun rambutan memiliki aktivitas antidiare berbanding terbalik dengan rasio transit intestinal. Saran: Penelitian lanjutan diperlukan untuk uji pra-klinis seperti kadar etanol, farmakokinetik, dan toksisitas.
Efektivitas Larvasida Ekstrak Etanol Bunga Kecombrang (Etlingera elaitor) dan Daun Jambu Biji (Psidium guajava) terhadap Mortalitas Larva Aedes aegypti Bachtiar, Kamiel Roesman; Rizkuloh, Lina Rahmawati; Susanti, Susanti; Nur Endah, Srie Rezeki
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 9 No. 2 (2022): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i2.3421

Abstract

Berbagai jenis tanaman di Indonesia telah diketahui mengandung senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai biopestisida. DIantaranya adalah bunga kecombrang dan daun jambu biji yang dapat berfungsi sebagai larvasida. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas campuran ekstrak etanol bunga kecombrang (Etlingera elaitor) dan daun jambu biji (Psidium guajava) terhadap mortalitas larva Aedes aegypti. Objek dalam penelitian ini adalah semua larva Aedes aegypti instar III yang berumur 3-4 hari Sampel total yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 280 larva, yang di tentukan dengan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh campuran ekstrak etanol bunga kecombrang (Etlingera elaitor) dan daun jambu biji (Psidium guajava) terhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak bunga kecombrang dan daun jambu biji yang diberikan, semakin banyak pula terjadinya kematian pada larva Aedes aegypti. Angka kematian tertinggi sebesar 90% dengan label konsentrasi uji 5 pada konsentrasi 5000 ppm (komposisi 1250 ppm ekstrak bunga kecombrang dan 3.750 ppm ekstrak daun jambu biji). Hasil analisis probit menunjukkan nilai LC50 pada larva Aedes aegypti untuk formula campuran ekstrak bunga kecombrang (Etlingera elaitor) dan daun jambu biji (Psidi guajava L.) adalah pada konsentrasi 2567,83 ppm
Karakterisasi Sediaan Gel Face Scrub Yang Mengandung Variasi Ampas Kelapa (Cocos nucifera L.) Sebagai Exfoliating Nofriyaldi, Ali; Endah, Srie Rezeki Nur; Aida, Yopi
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 11 No. 1 (2024): February
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i1.4926

Abstract

Ampas Kelapa (Cocos  nucifera L.) merupakan sumber protein rendah lemak bebas gluten yang membantu menjaga kulit tetap terhidrasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memformulasikan ampas kelapa kedalam bentuk sediaan gel face scrub dan mengetahui stabilitas sediaan gel face scrub ampas kelapa. Metode yang digunakkan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental dengan membuat sediaan gel face scrub dengan variasi konsentrasi dari ampas kelapa (Cocos  nucifera L.) sebagai exfoliating. Hasil pengujian sediaan gel face scrub ampas kelapa variasi konsentrasi 3%, 6% dan 9% pada pengujian organoleptis sediaan berbentuk gel, bau ampas kelapa dan berwarna putih, dan putih kecoklatan, sediaan homogen, nilai pH memenuhi syarat yang ditentukan 4,5-6,5, daya sebar berkisar antara 5-7 cm, daya lekat berkisar lebih dari 1 detik, dan untuk viskositas masuk kedalam rentang standar yaitu antara 2000-4000 Cp.
Formulasi Mucoadhesive Edible Film Ekstrak Etanol Buah Kapulaga (Amomum compactum Sol. Ex Maton) Sebagai Antihalitosis Susanti, Susanti; Endah, Srie Rezeki Nur; Nofriyaldi, Ali; Indri, Eneng; Adlina, Salsabila
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.625

Abstract

Ekstrak etanol buah kapulaga diketahui mempunyai aktivitas antibakteri yang baik terhadap Streptococcus mutans penyebab halitosis, sehingga cocok diformulasikan ke dalam sediaan oral, salah satunya sediaan Mucoadhesive edible film. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat formulasi sediaan Mucoadhesive edible film ekstrak etanol buah kapulaga dan untuk mengetahui aktivitasnya terhadap bakteri Streptococcus mutans. Sediaan Mucoadhesive edible film dibuat menjadi 4 formula yaitu F0 (basis), F1 (ekstrak etanol buah kapulaga 2%), F2 (ekstrak etanol buah kapulaga 4%), dan F3 (ekstrak etanol buah kapulaga 6%). Evaluasi sediaan Mucoadhesive edible film meliputi uji organoleptis, uji ketebalan, uji keseragaman bobot, uji pH dan uji waktu hancur. Uji aktivitas antibakteri sediaan mucoadhesive edible film menggunakan sediaan klorheksidin 0,2% sebagai pembanding, dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol buah kapulaga dengan konsentrasi 2%, 4% dan 6% dapat diformulasikan menjadi sediaan mucoadhesive edible film yang memenuhi syarat evaluasi fisik sediaan. Hasil uji aktivitas antibakteri sediaan Mucoadhesive edible film memberikan diameter rata-rata daya hambat sebesar F1 (9,03 mm), F2 (7,10 mm), dan F3 (6,30 mm) terhadap bakteri Streptococcus mutans. Berdasarkan analisis varian satu arah (ANOVA) menunjukan hasil p-value 0,00< 0,05) yang menunjukan adanya perbedaan yang signifikan.
Potensi Ekstrak Daun Kersen (Mutingia calabura L.) sebagai Sumber Antioksidan Alami Dalam Sediaan Eye Gel Adlina, Salsabila; Vikandari, Sonya Nurizki; Fauziah, Nurma Sari; Endah, Srie Rezeki Nur
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.692

Abstract

Kulit bawah mata merupakan bagian paling rapuh dan lebih rentan terlihat tanda kelelahan dan penuaan akibat meningkatnya radikal bebas. Untuk mengurangi tanda penuaan dibagian bawah mata dapat diatasi dengan menggunakan kosmetik yang mengandung antioksidan. Tujuan penelitian yang dilakukan ialah untuk membuat sediaan dengan bentuk eye gel menggunakan ekstrak daun ceri dan mengevaluasi sifat antioksidannya. Pada sediaan gel mata, ekstrak daun kersen dibuat dengan kekuatan formula I (1%), formula II (3%), dan formula III (5%). Hasil pengujiaan menunjukkan sediaan eye gel ekstrak daun kersen memenuhi parameter uji evaluasi fisik. Nilai antioksidan menunjukkan bahwa formula I memiliki nilai IC50 sebesar 83,742 ppm, formula II 73,936 ppm, dan formula III sebesar 66,154 ppm termasuk kedalam kategori aktivitas antioksidan yang kuat.
Rasionalitas Pemberian Antibiotik Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita di Puskesmas Jamanis Fauziah, Elsa; Eddy Suhardiana; Srie Rezeki Nur Endah
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): November : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/detector.v1i4.2526

Abstract

Respiratory tract infections are one of the causes of high mortality and morbidity in children, especially in children under the age of 5 years whose immune system is still susceptible to various diseases. The purpose of this study was to determine the rationality of giving antibiotics for acute respiratory tract infections (ARI) to toddlers at the Jamanis Health Center. The type of research used is descriptive research, the sampling method is purposive sampling and data collection is carried out retrospectively. Then data analysis was carried out and compared with references from MTBS guidelines. This research was conducted at the Jamanis Health Center when the research was conducted in March-May 2023. The population used in this study was all ARI patients at the Jamanis Health Center for the January-December 2022 period. Based on the data obtained, the number of medical records of ARI patients in toddlers at the Jamanis Health Center for the 2022 period is 1121 people. The results of the study of the most widely used antibiotic drug were amoxicillin with 82 cases (89.13%). The results of rationality of drug administration based on the criteria of Right diagnosis that is equal to 100% (Rational), Right indication that is equal to 65.21% (Not Rational), Right drug that is equal to 65.21% (Not Rational), Right patient that is equal to 100% (Rational), Right dose that is equal to 100% (Rational)
Karakteristik Parameter Mutu Ekstrak Daun Afrika (Vernonia Amygdalina Del) Dan Penetapan Kadar Flavonoid Berdasarkan 3 Tempat Tumbuh Hakim, Sidiq Alimul; Septiani, Gina; Endah, Srie Rezeki Nur
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 2 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i2.389

Abstract

Pendahuluan: Daun Afrika, dengan nama latinnya Vernonia amygdalina Del, adalah salah satu tanaman obat yang digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit di berbagai belahan dunia. Telah dilaporkan bahwa tanaman Vernonia amygdalina Del digunakan untuk pengobatan diabetes, demam kuning, disentri, sembelit, malaria dan sakit perut di Afrika dan Asia. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik parameter mutu ekstrak dan analisis kadar flavonoid daun afrika (Vernonia amygdalina Del) berdasarkan 3 tempat tumbuh. Metode: Penelitian yang dilakukan tahapannya meliputi, Pengumpulan daun Afrika yang diambil dari 3 daerah berbeda yaitu dari daerah Padaherang, Dayeuh Luhur Dan Patimuan. Determinasi tanaman daun Afrika dilakukan di Laboratorium Universitas Padjajaran Bandung. Pembuatan simplisia dilakukan sesuai dengan tahapan standar. Skrining Fitokimia yang dilakukan untuk melihat secara kuantitatif senyawa yang terkandung di dalam ekstrak yaitu pengujian senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid/triterpenoid, dan polifenol. Pembuatan ekstrak daun afrika menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi. Dan untuk penetapan kadar flavonoid menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Kesimpulan: Dapat diperoleh nilai standarisasi ekstrak yaitu berbentuk ekstrak kental, berwarna hijau kehitaman, berbau khas, dan berasa pahit. Kadar senyawa yang larut air dari wilayah Padaherang 13,6%, Patimuan 12,6% dan Dayeuh Luhur 15,4%. Kadar senyawa larut etanol dari wilayah Padaherang 29,6%, Patimuan 22,7% dan Dayeuh Luhur 33,0%. Hasil kadar kandungan flavonoid total ekstrak yaitu untuk wilayah Padaherang 53,83 mg QE/g, Dayeuh luhur 28,83 mg QE/g, dan Patimuan 23,83 mg QE/g.