Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengembangan Danau Bulat Sebagai Destinasi Wisata Di Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah Ainun Jariah
Pencerah Publik Vol 6 No 2 (2019): Pencerah Publik
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pencerah.v6i2.1076

Abstract

This research aims to determine the development of Round Lake as a tourist destination in Katingan district, Kalimantan Central province and its termination factor. This research uses a qualitative method that aims to find the meaning of a phenomenon in the background of a specific context and analyzed the reduction technique that is then presented sera done draw conclusions. The results of the research on the development of the Round Lake tourism destination in the Katingan regency of central Kalimantan province can be concluded that 1) has not been carried out marketing research in policymaking and program 2) innovation made Yet effective, thus demanding innovations in the field of development and marketing 3) still a mini chance for the community to engage in the development of around Lake tour. The inhibiting factor in the development is that the accessibility available is sufficient enough but the traveled distance is quite time-consuming and the road is passed perforated. Also, facilities and infrastructures that support the gate or post are not yet available, the direction to which the tourist destination also does not exist. Another factor is the data information system that belongs to the tourist destination and Aubulat is also quite minimal. The potentials that have not yet been once can be developed. This is because the community will be able to expand the tourism destination of the Round lake by the wishes.
PENGUATAN DIGITAL BRANDING KEPADA BETANG MUDA PEDULI (BMP) KOTA PALANGKA RAYA Farid Zaky Yopiannor; Milka; Ainun Jariah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.243 KB) | DOI: 10.18196/ppm.311.273

Abstract

Betang Muda Peduli (BMP) adalah komunitas pemuda di Kota Palangka Raya yang aktif melakukan kampanye, advokasi dan pembukaan serta penyaluran donasi dari masyarakat melalui media digital. Permasalahan yang dihadapi adalah masih terbatasnya saluran digital yang mereka gunakan, kemudian media sosial yang mereka kelola masih belum mempunyai branding yang kuat. Aktivitas pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah menggunakan Zoom Meeting sebanyak 3 (tiga) kali pertemuan, kemudian pendampingan membuat website dan mendesain booklet profil komunitas serta mengolah tampilan akun media sosial agar mempunyai daya tarik yang kuat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman anggota komunitas terhadap pentingnya digital branding dalam aktivitas mereka di media sosial. Hal tersebut diperkuat dengan peningkatan kesadaran pada penciptaan citra positif (brand awareness) yang dibuktikan dengan tampilan akun media sosial menjadi lebih menarik. Sebagai contoh salah satu akun media sosial Instagram mengalami peningkatan jumlah pengikut (followers) karena unggahan-unggahan yang tidak hanya bersifat advokatif, tetapi juga kreatif. Nilai tambah kegiatan juga terlihat dari peningkatan kemampuan komunitas Betang Muda Peduli (BMP) dalam mendesain kegiatan sosial yang bersifat kolaboratif bersama pemangku kepentingan dengan mengoptimalkan penggunaan tagar secara efektif pada platform media sosial.
IMPLEMENTASI LITERASI DIGITAL DALAM PENINGKATAN DAYA TARIK WISATA DI ERA NEW NORMAL KOTA PALANGKA RAYA Ainun Jariah
Jurnal Hadratul Madaniyah Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Hadratul Madaniyah
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jhm.v8i1.2441

Abstract

Pada era kemajuan teknologi informasi serta tuntutan perkembangan zaman yang terjadi, tak dapat dipungkiri bahwa memberikan banyak dampak pada berbagai aspek kehidupan baik yang bersifat positif maupun negatif. Dengan adanya kondisi pandemi Covid-19 yang mewabah diseluruh dunia termasuk Indonesia, memberikan dampak kemerosotan yang sangat signifikan terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia terutama pada bidang ekonomi yang berdampak besar terhadap laju pembangunan. Pariwisata yang merupakan salah satu sumber pendapatan negara maupun daerah tentu juga tak luput terkena dampak dari kondisi pandemi ini, sehingga target untuk menjadikan pariwisata sebagai sumber pendapatan terbesar kedua di Indonesia menjadi terhalang. Berbagai upaya dan inovasi dilakukan oleh pemerintah untuk dapat tetap menstabilkan perekonomian demi keberlansungan kehidupan bernegara, dimana salah satunya adalah membangun literasi digital yang diluncurkan pada tanggal 20 Mei 2021. Kota Palangka Raya yang memiliki berbagai kekayaan alam dan kebudayaan selama ini dimanfaatkan menjadi sumber potensi pemasukan daerah melalui kegiatan pariwisata, namun dengan adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar pada tahun 2020 lalu memberikan dampak pada jumlah pemasukan melalui sektor pariwisata ini karena mengalami kelumpuhan. Oleh sebab itu, dengan adanya inovasi literasi digital yang dilakukan oleh pemerintah, maka sinergitas antara kemajuan teknologi dan pengembangan pariwisata di Kota Palangka Raya diharapkan mampu untuk memulihkan kembali sistem perekonomian daerah maupun masyaraakt demi keberlanjutan proses pembangunan.
Penerapan NPS dalam Pelayanan Penerbitan SKPD Kendaraan Bermotor Berbasis Online pada SAMSAT Kalimantan Tengah Muhammad Yusuf; Ainun Jariah; Sadar Sadar
Jurnal Pemerintahan dan Politik Lokal Vol 2 No 2 (2020): JGLP, NOVEMBER 2020
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jglp.v2i2.93

Abstract

Diberlakukannnya undang-undang tentang pemerintahan daerah, menuntut setiap daerah untuk mampu mandiri mengatur dan mengelola segala kebutuhan rumah tangganya. Untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut, salah satu sumber pembiayaan yang menjadi potensi besar sebagai pendapatan asli daerah yaitu penerimaan pajak. Penggunaan kendaraan bermotor menjadi salah satu kebutuhan pokok saat ini, mengingat bahwa kemajuan zaman yang menuntut serba cepat dalam melakukan segala hal. Selain itu, dengan jangkauan wilayah yang luas seperti pada daerah Kalimantan Tengah, tentunya moda transportasi berupa kendaraan bermotor menjadi sangat penting. Oleh sebab itu, dengan penggunaan kendaraan bermotor yang marak, maka menjadi potensi besar sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Untuk dapat maksimal dalam penerimaan pajak, pemerintah melakukan berbagai upaya dan inovasi dalam pelayanan pembayaran pajak. Penerapan paradigma New Public Service dalam pelayanan penerbitan Surat Ketetapan Pajak Kendaraan Bermotor yang berbasis online merupakan salah satu perwujudan dari komitmen pemerintah dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan tuntutan dan kondisi yang terjadi pada masyarakat, terutama pada saat pandemi covid-19 ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana data dikumpulkan berbasis digital atau dalam jaringan (online) . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Penerapan NPS dalam Pelayanan Penerbitan SKPD Kendaraan Bermotor Berbasis Online pada SAMSAT Kalimantan Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pelayanan penerbitan surat kendaraan bermotor pada SAMSAT Provinsi Kalimantan Tengah telah menerapkan konsep New Public Service dimana orintasi pelayanan dipusatkan pada kebutuhan masyarakat atau khususnya pengguna layanan, akan tetapi dalam proses penerapan konsep tersebut masih ditemukan berbagai kendala terutama mengenai fasiltas pendukung.
EMPOWERING LEADERSHIP WOMEN DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MENURUT PERSPEKTIF MUHAMMADIYAH PADA ERA NEW NORMAL DI KOTA PALANGKA RAYA: EMPOWERING LEADERSHIP OF WOMEN IN IMPROVING THE ECONOMY ACCORDING TO THE PERSPECTIVE OF MUHAMMADIYAH IN THE NEW NORMAL ERA IN THE CITY OF PALANGKA RAYA Ainun Jariah; Laksminarti Laksminarti
Anterior Jurnal Vol. 22 No. Special-1 (2023): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v22iSpecial-1.5336

Abstract

Pemberdayaan perempuan dianalogikan pada masa silam, Islam sering dituduh telah memberi legitimasi terhadap penyempitan peran perempuan hingga kekerasan terhadap perempuan. Pergerakan ‘Aisyiyah haruslah terintegrasi dan komprehensif, dengan mengembangkan orientasi gerakannya bukan sekadar menciptakan kader-kader perempuan yang shalihah secara ritual (fiqhiyyah), namun tidak bisa menganalisa ketertinggalan perempuan ataupun hegemoni tradisi dan tafsir agama yang tekstual (skripturalis) sehingga mengungkung cara berpikir dan bertindak sebagian besar perempuan Islam. ‘Aisyiyah perlu melakukan reorientasi organisasi yang selanjutnya dikuti dengan penguatan dan optimalisasi praksis sosial, dengan dilandasi teologi al Ma’un, sebagai inspirasi dasar gerakan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Reorientasi ini harus diikuti dengan menciptakan kader-kader yang mampu menciptakan perempuan-perempuan yang shalihah sebagai ulama perempuan yang memahami Al-Qur’an yang mampu mensinergikannya dengan kondisi kekinian. Dalam kondisi kini, gerakan perempuan ‘Aisyiyah masih sangat dibutuhkan dan dikembangkan keberadaanya khususnya di Indonesia, dengan melihat tantangan dan kondisi sosial politik yang ada saat ini. Dalam konteks Muhammadiyah penguatan gerakan perempuan dalam Persyarikatan melekat dengan misi dan dinamika gerakan Muhammadiyah dalam mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Revitalisasi gerakan perempuan muslim juga sejalan dengan misi Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi kemuliaan perempuan dan kemanusiaan untuk menjadi kholifah dimuka bumi ini dan sebagai perwujudan risalah rahamatan lil’alamin. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif yang mana menggambarkan tentang kondisi empowering leadership women dalam meningkatkan ekonomi dalam sudut pandang organisasi Muhammadiyah di Kota Palangka Raya pada situasi dan kondisi era new normal
Actor Relationship Model in the Development of New Housing Facilities in Palangka Raya City: Problems and Urgency of Providing Public and Social Facilities Riyanti, Nova; Jariah, Ainun; Ariyadi, Ariyadi; Selawaty, Desy
Jurnal Administrasi Publik (Public Administration Journal) Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Administrasi Publik (Public Administration Journal), December
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jap.v13i2.10300

Abstract

This research aims to investigate the actor relationship model in fulfilling the obligation to provide public and social facilities by developers to the Palangka Raya City government. In addition, this research designs collaboration between actors in the sustainable management of public and social facilities by the Palangka Raya City government. The focus of the problem is on the rapid development of new housing construction in Palangka Raya City which has caused residential growth in various areas. Housing construction carried out by developers must meet infrastructure, infrastructure and utilities as basic needs in a residential environment. However, many new housing developments still do not provide public and social facilities as expected. Meanwhile, it is the obligation of every developer to provide land and hand it over to the Palangka Raya City government. In overcoming this problem, this research refers to the concept of a multiple factor approach (Sudiadi, 2015; Syaifudin & Astrika, 2016). Data was collected through observation, interviews and documentation in 2 sub-districts and 16 sub-districts, and analyzed qualitatively. This study concludes that the lack of relationship between actors/stakeholders is caused by the absence of regulations or regional regulations issued by the Regional Government. It was also found that housing development exceeded needs and did not provide adequate public and social facilities.
PENGELOLAAN DUKUH BETUNG SEBAGAI WISATA LOCAL CULTURE MASYARAKAT DAYAK KABUPATEN KATINGAN Jariah, Ainun; Laksminarti, Laksminarti; Yusuf, M.
JURNAL DARMA AGUNG Vol 30 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v30i2.2977

Abstract

Kabupaten Katingan dengan ragam kebudayaan yang dimiliki, menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk menjadi pemasukan daerah, sehingga pemerintah daerah menjadikan salah satu dukuh untuk dijadikan sebagai objek wisata budaya. Meskipun memiliki potensi yang cukup besar pada pengembangan pariwisata kebudayaan berkelanjutan, namun dalam proses dinamika pembangunan tentu memiliki berbagai hambatan yang dialami, dimana diantaranya terkait pemahaman masyarakat yang masih minim dalam perannya untuk berpartisipasi sehingga menyebabkan kurangnya keterlibatan masyarakat dalam proses tersebut.Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana Pengelolaan Dukuh Betung sebagai Pusat Kearifan Lokal Masyarakat Dayak Katingan dan apa saja yang menjadi factor penghambat dalam Pengelolaan Dukuh Betung sebagai Pusat Kearifan Lokal Masyarakat Dayak Katingan. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Adapun jenis pendekatan penelitian ini adalah deskriptif Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data-data. Modal atraksi yang menarikkedatangan pengunjung ada tiga yaitu: 1. Modal dan Potensi Alam, 2. Modal dan Potensi Kebudayaannya, 3. Modal dan Potensi Manusia. Ada beberaapa faktor yang mempegaruhi pembangunan wisata dukuh betung, antara lain : 1. Perekrutan SDM yang kompeten, 2. Kehadiran para investor, 3. Peran Pemerintah dan MasyarakatSekitar, 4. peningkatan kualitas sarana dan prasarana, 5. Promosi. Belum adanya pihak ketiga yangmenawarkan kerjasama denganpemerintah Kabupaten Katingan dalammengembangkan pariwisata di daerah.Hal ini menjadi kendala karena jikaadanya kerjasama akan membantu dalammasalah dana karena dana merupakan salah satu faktoryang mempengaruhi keberhasilan dalam melakukan program-program. Dana yang di peroleh dari pihak ketiga dapat di gunakan dalam pengembangan tempat wisata dengan cara menyediakan sarana seperti gazebo/tempat berteduh, toiletserta lapak penjual (makanan dan kerajinan tangan khas masyarakat setempat) di sekitar lokasi tempat wisata tersebut
Pengelolaan Hutan Adat pada Perspektif Ekologi Politik dalam Pembangunan Perekonomian Masyarakat Menengah ke Bawah di Kabupaten Katingan Jariah, Ainun; Ariyadi, Ariyadi; Riyanti, Nova
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 6 : Al Qalam (November 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i6.2867

Abstract

Hutan adat di Kalimantan Tengah sebagai penyangga perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Perkembangan ekonomi masyarakat semakin dinamis dan terus melaju, sehingga berbanding lurus dengan ekologi politik masyarakat kelas menengah ke bawah. Riset ini bertujuan untuk menginvestigasi ekologi politik dalam pembangunan perekonomian masyarakat menengah ke bawah di Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik, dan dengan cara deskriptif dalam bentuk kata dan  bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Hukum adat yang diberlakukan didasarkan pada Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 16 Tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak di Kalimantan Tengah yang telah diubah mejadi Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 1 Tahun 2010 tentang Pubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 16 Tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak di Kalimantan Tengah. Pemanfaatan Hutan Adat sampai dengan saat ini dirasa belum maksimal mengingat masih belum terlaksana dengan baik peraturan daerah tentang kelembagaan adat tersebut. Perlu membentuk kebijakan khusus dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan adat serta pola permodelan terkait pengelolaan hutan adat untuk peningktan ekonomi belum ada seperti koperasi yang berada di bawah dewan adat.
Analisis Kebijakan Eksplorasi Komuditi Pertanian Berbasis Local Wisdom dalam Mendorong Perkembangan Ekonomi Syariah di Kabupaten Pulang Pisau: Policy Analysis of Exploration of Agricultural Commodities Based on Local Wisdom in Encouraging the Development of Sharia Economy in Pulang Pisau Regency Jariah, Ainun; Junaidi, Junaidi; Ariyadi, Ariyadi; Bawi, Marga Tri Nuche Wisne Firdana; Sutrisno, Edi
Anterior Jurnal Vol. 24 No. 1 (2025): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v24i1.8315

Abstract

Technological advances are currently changing the direction of policies, including in the agricultural sector so that they are based on technology and information. The goal is of course to provide efficiency and effectiveness in the results obtained. However, in the agricultural process in Pulang Pisau district, this is not fully applicable, as evidenced by the Food Estate policy which experiences various obstacles. Therefore, this is a special concern when it is associated with the success of agriculture based on the local wisdom of the Dayak tribe. So the urgency of this research is that various obstacles occur in the leading agricultural commodities in Pulang Pisau Regency that have been carried out. The purpose of this research is to find out how the Exploration Policy of Agricultural Commodities Based on Local Wisdom in Encouraging the Development of Sharia Economy in Pulang Pisau Regency. A qualitative method with a descriptive approach is the method of this research. In the findings of the research, it is illustrated that the agricultural sector has had an extraordinary impact on improving the economy for the lives of the people in Pulang Pisau Regency, but there are still various obstacles including the availability of irrigation governance is not completely good, the resources owned are still minimal, the transfer of farming commodities, the transfer of land functions, and the absorption of crop yields are not by the desired expectations and in economic development is still in the conventional system.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGAWALAN LALU LINTAS DALAM PELAKSANAAN PILKADA DI KABUPATEN GUNUNG MAS TAHUN 2024 Berlinnanda, Berlinnanda; Jariah, Ainun
Jurnal Hadratul Madaniyah Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Hadratul Madaniyah
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jhm.v11i2.9107

Abstract

Pengawalan lalu lintas menjadi salah satu kewajiban yang dijalankan oleh pihak kepolisian lalu lintas dalam mengawal jalannya pesta demokrasi agar berjalan aman, tertib dan lancar. Metode penelitian deskriptif kualitatif menjadi pilihan untuk menjabarkan Implementasi Kebijakan Pengawalan Lalu Lintas dalam Pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Gunung Mas Tahun 2024. Hasil Peneliti menunjukan bahwa dalam implementasi yang dilakukan sudah berjalan sesuai dengan kebijakan yang berlaku misalnya !0 pelaksanaan telah bersandar pada Standar Operasional Prosedur yang berlaku; 2) Sumber Daya yang dimiliki telah berdasarlkan pada peraturan yang menaunginya, akan tetapi sumber daya manusia dan sumber daya sarana prasarana harus dimaksimalkan