Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Optimalisasi Kerjasama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat pada Peningkatan Keterampilan Ibu Bayi Baru Lahir 0-6 Bulan dalam Memberikan Pijat Bayi Ratnanengsih Ratnanengsih; Gusriani Gusriani; Ruly Prapitasari; Nur Indah Noviyanti
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v2i2.849

Abstract

Baby massage offers important benefits for both mothers and babies, and being conducted to provide mothers with the necessary skills to optimize their child's growth and development independently. The purpose of this activity is to teach and enhance the ability of mothers to give independent baby massages to their infants. The method employed involves practicing baby massage through a series of stages, including socializing the material on baby massage, demonstrating and simulating massages, and providing assistance to mothers while they massage their babies. This activity took place on April 6, 2021, at the Mamburungan Air Force Satrad Hall and was attended by 20 mothers with babies between 0-6 months, one posyandu cadre, one midwife, four lecturers, and two students. The results of this service demonstrate that the activity provided information, knowledge, and improved the skills of mothers with toddlers between 0-6 months, enabling them to perform baby massage independently.
POTENSI PEMANFAATAN SAMPAH RUMAH TANGGA BERBASIS PENGELOLAAN BANK SAMPAH DI SEKOLAH (STUDI KASUS SMP NEGERI 2 DAN SD NEGERI 018 TARAKAN) Abdul Rahim; Ibrahim -; Nur Indah Mansyur
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v11i1.2969

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pemanfaatan sampah rumah tangga melalui bank sampah di sekolah (Studi Kasus SMP Negeri 2 dan SDN 018 Tarakan). Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yakni pelatihan dan pendampingan pemanfaatan sampah dan pengelolaan sampah melalui bank sampah. Hasil kegiatan ini menunjukkan: (1) meningkatnya wawasan siswa tentang pemanfaatan sampah rumah tangga dengan pelatihan kompos dan pupuk cair; (2) siswa dan pihak sekolah mendapatkan pengalaman tentang pengelolaan bank sampah; (3) melalui pengelolaan nasabah bank sampah, transaksi mencapai Rp 2.231.030 di SMP Negeri 2, dan Rp. 138.00 di SDN 08 Tarakan. Evaluasi kegiatan ini berdasarkan jumlah nasabah dan nilai transaksi, maka  model pengelolaan bank sampah di SMP dapat diterapkan, namun untuk sekolah dasar diperlukan model lain untuk pengelolaanya
Perubahan Kapasitas Simpan Air Di Kota Tarakan Kalimantan Utara Sudirman Sirait; Suhani Suhani; Nur Indah Mansyur; Mardhiana Mardhiana; Dwi Santoso; F Fachruddin
Rona Teknik Pertanian Vol 14, No 2 (2021): Volume 14, No.2, Oktober 2021
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v14i2.22734

Abstract

Abstrak. Nilai kapasitas simpan air menentukan jumlah air yang tersedia di dalam tanah untuk mendukung kegiatan pertanian khususnya wilayah Kota Tarakan. Tanaman akan mengalami gangguan pertumbuhan dan penurunan produktivitas jika mengalami kekurangan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kapasitas simpan air berbasis  neraca air dan perubahan tata guna lahan di wilayah Kota Tarakan periode 2005- 2020. Prosedur penelitian terdiri dari beberapa tahapan yaitu analisis perubahan tata guna lahan, analisis neraca air dan analisis kapasitas simpan air. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan nilai surplus sebesar 44,26 mm dan limpasan  sebesar 59,47 mm. Namun nilai pengisian air tanah mengalami penurunan sebesar 15,21 mm. Nilai kapasitas simpan di wilayah Kota Tarakan selama periode 2005-2020 menunjukkan penurunan sebesar 7,57 mm yaitu 130,35 mm pada tahun 2005 dan 122,78 mm pada tahun 2020.The Changes Of Water Storage Capacity In Tarakan City Of North KalimantanAbstract. The value of water storage capacity determines the amount of water available in the soil to support agricultural activities, especially in Tarakan City area. The plants will experience growth disorders and decrease their productivity if they captivate lack of water. This study aimed at analyzing the changes in water storage capacity based on water balance and the changes in land use in Tarakan City area for the period 2005-2020. The procedure of this study consisted of several stages, namely land-use change analysis, water balance analysis, and water storage capacity analysis. The results of data analysis showed that the surplus-value increased by 44.26 mm and the water runoff enlarged by 59.47 mm. However, the groundwater recharging value decreased by 15.21 mm. The value of water storage capacity in Tarakan City area during the period 2005-2020 showed a decrease of 7.57 mm, namely 130.35 mm in 2005 and 122.78 mm in 2020.
Effect of Additive Ingredients in Papaya Leaf-Based Botanical Pesticides on the Vegetative Growth of Water Spinach (Ipomoea reptans Poir) Nurul Chairiyah; Ipun; Dwi Santoso; Nur Indah Mansyur; Nurmaisah; Muh Adiwena; Muttaqien
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 5 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i5.15262

Abstract

This study evaluated the effect of additives in papaya leaf–based botanical pesticides on the vegetative growth of water spinach (Ipomoea reptans Poir). The experiment was arranged using a Randomized Complete Block Design (RCBD) with five treatments and five replications: P0 (control), P1 (papaya leaves), P2 (papaya leaves + garlic), P3 (papaya leaves + lemongrass), and P4 (papaya leaves + soursop leaves). Observed parameters included plant height, root length, number of leaves, and fresh weight. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at 5%, correlation, and multiple linear regression analyses. The treatments significantly affected most growth parameters. P3 (papaya leaves + lemongrass) produced the best performance, with plant height of 24.35 cm, root length of 22.58 cm, approximately 18 leaves, and fresh weight of 14 g. Correlation analysis showed strong positive relationships between plant height and number of leaves (r = 0.890), and between root length and fresh weight (r = 0.764). Regression analysis identified number of leaves as the strongest predictor of fresh weight (β = 1.015), followed by root length (β = 0.528), whereas plant height showed a negative effect (β = −0.891). Overall, the addition of lemongrass to papaya leaf–based botanical pesticides enhanced vegetative growth and biomass accumulation in water spinach plants.
Kajian Ketahanan Terinduksi Cabai Rawit Terhadap Jamur Colletotrichum gloeosporioides Menggunakan Kitosan: Study of Induced Resistance in Chili Pepper Against Colletotrichum gloeosporioides Using Chitosan Eko Hary Pudjiwati; Siti Zahara; Nur Indah Mansyur
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 1 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v14i1.7913

Abstract

Penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum gloeosporioides merupakan kendala utama dalam budidaya cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi kitosan sebagai agen penginduksi ketahanan tanaman (ISR) dan biostimulan, serta membandingkan efektivitasnya dengan fungisida dalam mengendalikan penyakit antraknosa berdasarkan waktu aplikasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan delapan perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari Kontrol Negatif (P0-: tanpa inokulasi/pengendalian), Kontrol Positif (P0+: inokulasi penyakit), tiga variasi waktu aplikasi fungisida (P1, P2, P3), dan tiga variasi waktu aplikasi kitosan (P4, P5, P6). Waktu aplikasi yang diuji adalah dua minggu sebelum inokulasi, bersamaan inokulasi, dan dua minggu setelah inokulasi. Parameter yang diamati meliputi intensitas serangan antraknosa pada daun dan buah, efektivitas pengendalian, serta parameter pertumbuhan tanaman (jumlah akar, panjang akar, berat basah dan kering akar serta berat basah dan kering tajuk). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kitosan efektif dan setara dengan fungisida dalam menekan intensitas serangan antraknosa. Perlakuan aplikasi kitosan dua minggu sebelum inokulasi (P4) memberikan hasil yang paling optimal, yaitu intensitas serangan pada buah yang paling rendah (38,6%) dan efektivitas pengendalian yang paling tinggi (19,99%). Hal ini mengindikasikan bahwa aplikasi kitosan di awal berperan kuat dalam menginduksi sistem pertahanan tanaman sebelum patogen menyerang. Selain itu, kitosan juga berfungsi sebagai biostimulan yang signifikan meningkatkan pertumbuhan vegetatif, ditunjukkan oleh peningkatan berat basah/kering serta perkembangan akar dan tajuk. Anthracnose disease, caused by the fungus Colletotrichum gloeosporioides, is a major constraint in chili pepper (Capsicum frutescens) cultivation. This research aimed to investigate the potential of chitosan as an agent for inducing plant resistance (ISR) and as a biostimulant, while comparing its effectiveness with fungicides in controlling anthracnose based on different application timings. The study employed a Randomized Block Design (RBD) with eight treatments and three replications. Treatments included Negative Control (P0-: no inoculation/no control), Positive Control (P0+: disease inoculation), three variations of fungicide application timing (P1, P2, P3), and three variations of chitosan application timing (P4, P5, P6). The application timings tested were two weeks before inoculation, simultaneous with inoculation, and two weeks after inoculation. Observed parameters included the incidence and severity of leaf and fruit anthracnose, control effectiveness, and plant growth parameters (number of roots, length of roots, fresh and dry root weight, and fresh and dry shoot weight,). The results showed that the use of chitosan was effective and comparable to fungicides in suppressing anthracnose severity. The treatment involving chitosan application two weeks before inoculation (P4) yielded the most optimal results, exhibiting the lowest fruit anthracnose severity (38.6%) and the highest control effectiveness (19.99%). This indicates that early chitosan application plays a strong role in inducing the plant's defense system before patogen attack. Furthermore, chitosan also functioned as a biostimulant, significantly enhancing vegetative growth, as evidenced by the increase in fresh/dry weight and the development of both roots and shoots.
PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI PENGENALAN HIDROPONIK DAN VERTIKULTUR DI SMP MUHAMMADIYAH 2 KOTA TARAKAN Nur Indah Mansyur; Eko Hary Pudjiwati; Rocky Juliansen Sembiring
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4279

Abstract

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah komponen penting dalam Kurikulum Merdeka yang bertujuan untuk membentuk karakter pelajar Indonesia agar menjadi individu pembelajar sepanjang hayat dengan nilai-nilai luhur, seperti akhlak mulia, kemandirian, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, semangat gotong royong, serta mampu berperan dalam masyarakat global yang beragam. Kegiatan pengenalan teknologi pertanian hidroponik dan vertikultur diharapkan menjadi bagian dalam pembentukan pendidikan karakter dan literasi lingkungan SMP Muhammadiyah 2 Kota Tarakan yang mendukung P5. Kegiatan ini meliputi sosialisasi dan penyuluhan hidroponik, pengenalan media tanam, praktik pembibitan, serta pindah tanam. Siswa dibekali pemahaman tentang pertanian perkotaan dan teknologi budidaya modern yang relevan dengan tantangan keterbatasan lahan dan kebutuhan pangan sehat. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dan keterlibatan aktif siswa, terutama dalam membangun sikap gotong royong yang tercermin dari kolaborasi, kepedulian, dan semangat berbagi. Kegiatan ini turut berperan dalam mewujudkan pencapaian dimensi Profil Pelajar Pancasila secara menyeluruh dan terintegrasi melalui pembelajaran kokurikuler. Kolaborasi antara narasumber dan siswa berhasil menumbuhkan kesadaran akan pentingnya teknologi berkelanjutan serta potensi siswa dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan secara inovatif.
PENGENALAN SISTEM PERTANIAN PERKOTAAN PADA PELAJAR MELALUI INTEGRASI PROGRAM P5 Eko Hary Pudjiwati; Nur Indah Mansyur; Siti Zahara
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4766

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah perkotaan terkait praktik pertanian di lingkungan perkotaan sebagai sarana pembentukan karakter dan peningkatan kepedulian terhadap isu lingkungan. Metode yang diterapkan mencakup penyuluhan interaktif, edukasi kolaboratif, serta praktik langsung berupa budidaya tanaman dengan sistem vertikultur sederhana, penanaman dalam polybag, dan proses pengomposan dari limbah organik. Kegiatan ini selaras dengan nilai-nilai dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, ditemukan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa mengenai pertanian perkotaan. Selain itu, keterlibatan aktif dan antusiasme siswa selama praktik menunjukkan tumbuhnya kesadaran untuk mulai menerapkan pertanian di rumah. Program ini terbukti menjadi pendekatan pembelajaran kontekstual yang efektif dalam membangun karakter siswa, khususnya pada aspek kemandirian, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan. Diharapkan model kegiatan ini dapat ditiru dan dikembangkan lebih lanjut oleh sekolah lain guna mendukung ketahanan pangan dan pendidikan karakter berbasis lingkungan.
Optimalisasi Pengelolaan Pekarangan Berbasis Pelatihan untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Keluarga pada KWT Dahlia di Kelurahan Juata Permai Nurul Chairiyah; Nur Indah Mansyur; Titik Ismandari; Eko Hary Pudjiwati; Siti Zahara; Muh. Adiwena; Nurjannah; Andi; Syamsir
JURPIKAT Vol 7 No 1 (2026): 7.1 2026
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2951

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Dahlia dalam pengelolaan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga di Kelurahan Juata Permai, Kota Tarakan. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan budidaya hortikultura, khususnya pada pembibitan, penyiapan media tanam, dan pemanfaatan teknologi lahan sempit. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui tahapan identifikasi aset dan kebutuhan, penyuluhan, pelatihan berbasis praktik (learning by doing), pendampingan dosen dan mahasiswa, serta evaluasi partisipatif. Kegiatan difokuskan pada budidaya sayuran hortikultura melalui sistem hidroponik dan media polybag. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi anggota KWT, dengan rata-rata skor pengetahuan dan keterampilan meningkat dari sekitar 40% menjadi 80%. Selain peningkatan kapasitas teknis, kegiatan ini juga meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan partisipasi kelompok dalam pemanfaatan pekarangan secara produktif. Program ini berkontribusi pada penguatan kemandirian pangan keluarga serta pemberdayaan perempuan melalui pengelolaan pertanian pekarangan berkelanjutan di wilayah perkotaan. Abstract: This community service program aimed to enhance the capacity of the Dahlia Women Farmers Group (KWT) in managing home gardens to support household food security in Juata Permai Subdistrict, Tarakan City. The main problems faced by the group included limited knowledge and technical skills in horticultural cultivation, particularly in seedling preparation, growing media management, and the application of small-scale cultivation technologies. The program was implemented using an Asset-Based Community Development (ABCD) approach through stages of asset and needs identification, counseling, hands-on training (learning by doing), mentoring involving lecturers and students, and participatory evaluation. Activities focused on horticultural crop cultivation using hydroponic systems and polybag media. Evaluation results showed a significant improvement in participants’ competencies, with average knowledge and skill scores increasing from approximately 40% before the program to 80% after the intervention. In addition to technical capacity building, the program also enhanced participants’ motivation, self-confidence, and group participation in utilizing home gardens productively. Overall, this activity contributed to strengthening household food independence and empowering women through sustainable urban home garden management.
Viabilitas dan Vigor Benih Serta Pertumbuhan Tomat pada Ekstraksi Basah Siti Zahara; Eko Hary Pudjiwati; Nur Indah Mansyur
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 25, No 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v25i2.9239

Abstract

Ekstraksi basah merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menghilangkan gel berlendir (pulp) yang menyelimuti biji tomat.  Pulp yang menyelimuti biji mengandung zat penghambat pertumbuhan sehingga dapat memengaruhi mutu benih.  Uji perkecambahan di laboratorium dan pengujian di lapangan dilakukan untuk mengetahui perbedaan pengaruh ekstraksi dengan air hangat (60 °C), NaOCl, HCl, dan H2SO4 terhadap viabilitas dan vigor benih, serta pertumbuhan dan hasil tanaman tomat keriting Varietas Mawar. Persentase infeksi patogen (%), daya kecambah (%), laju perkecambahan (hari), indeks kecepatan perkecambahan (IKP), keserempakan tumbuh benih (%), dan kecepatan tumbuh benih (%) diamati selama 14 hari pada uji perkecambahan. Sementara itu, persentase tumbuh benih (%), tinggi tanaman (cm), kandungan klorofil daun (spektrofotometer), berat kering tanaman (g), umur berbunga (hari), umur panen (hari), berat buah per tanaman (g), dan jumlah buah per tanaman diamati pada uji di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstraksi hanya memengaruhi tahap perkecambahan benih. Air hangat (60 °C)  sebagai bahan ekstraksi dengan mekanismenya mampu menghilangkan pulp tanpa merusak kulit biji dan melindungi biji dari infeksi patogen sehingga dapat menjaga viabilitas dan vigor benih. Hal ini ditunjukkan pada nilai rata-rata tingkat perkecambahan yang lebih tinggi, serta rata-rata nilai infeksi patogen dan kecepatan tumbuh benih yang lebih baik dibandingkan NaOCl, HCl dan H2SO4. Namun, seluruh bahan ekstraksi tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada laju perkecambahan, indeks kecepatan perkecambahan, dan keserempakan tumbuh benih. Informasi yang diperoleh ini dapat menjadi dasar dalam memproduksi benih tomat bermutu secara mandiri
Penyuluhan Cermat dan Bijak Manajemen Keuangan Perputaran Uang di Kala Rupiah Melemah di SDN 042 Tarakan Desy Irsalina Savitri; Ratno Achyani; Nur Indah Mansyur; Witri Yuliawati
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 2, Nomor 2, Agustus 2025
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/yw3abb40

Abstract

Nilai tukar rupiah yang melemah disertai dengan kenaikan harga barang menuntut masyarakat untuk lebih cermat dalam mengelola keuangan.  Situasi ini mendorong masyarakat untuk menunda konsumsi dan memprioritaskan kebutuhan pokok, meskipun pada saat yang sama tawaran pinjaman online (pinjol) semakin marak dan menarik. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada masyarakat umum, tetapi juga perlu diketahui oleh siswa sekolah dasar, mengingat ketidakpastian ekonomi keluarga dapat memengaruhi perilaku finansial anak. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui empat  tahapan, yaitu pra-sosialisasi pembukaan, kegiatan inti, dan penutupan. Dosen bersama mahasiswa yang mengampu mata kuliah PSEBKP melakukan sosialisasi pengabdian kepada siswa di SDN 042 Tarakan. Selain dari sarana untuk berinteraksi juga menjadi  tempat pelaksanaan pengabdian ini karena dengan adanya kegiatan ini siswa SD dapat memperoleh ilmu pengetahuan penggunaan uang secara bijak, terutama yang perlu diketahui anak SD saat ini menjadi sasaran utama pelaku pinjaman online (Pinjol) untuk kemudian digunakan membeli koin Game Online. Kegiatan pengabdian ini memberikan gambaran bahayanya penggunaan manajemen uang secara online, khususnya siswa di SDN 042 Tarakan.