Claim Missing Document
Check
Articles

Metode Thiessen Polygon untuk Ramalan Sebaran Curah Hujan Periode Tertentu pada Wilayah yang Tidak Memiliki Data Curah Hujan Dewi Handayani Untari Ningsih
Dinamik Vol 17 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Stikubank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35315/dinamik.v17i2.1664

Abstract

Data hujan yang diperoleh dari alat penakar merupakan hujan yang terjadi hanya pada satu tempat atau titik saja (point rainfall). Mengingat hhujan sangat bervariasi terhadap tempat (space), maka untuk kawasan yang luas, satu penakar hujan belum dapat menggambarkan hujan di wilayah tersebut. Dalam hal ini diperlukan hujan kawasan yang diperoleh dari harga rata-rata curah hujan di beberapa stasiun penakar hujan yang diperoleh dari harga rata-rata curah hujan beberapa stasiun penakar hujan yang ada di dalam/ atau disekitar kawasan tersebut. Sebaran curah hujan di suatu wilayah bisa dihitung dan diprediksi uuntuk wilayah lain yang tidak memiliki data curah hujan pada periode tertentu menggunakan metode thiessen polygon.   Kata kunci: thiessien polygon, sistem informasi geografi, curah hujan, interpolasi spasial
Generator Model Keputusan Penentuan Wilayah yang Memiliki Potensi Nilai Ekonomis bagi Komoditas Perkebunan di Wilayah Kabupaten Semarang Berbasis Sistem Informasi Geografi Muji Sukur; Dewi Handayani Untari Ningsih
Dinamik Vol 18 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Stikubank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35315/dinamik.v18i2.1701

Abstract

Identifikasi potensi area perkebunan  dilakukan berdasarkan klasifikasi  dengan melakukan skoring berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tanaman perkebunan. Rekomendasi pemilihan wilayah-wilayah di Kabupaten Semarang sesuai dengan kebutuhan dan karakterisik jenis-jenis tanaman perkebunan. Pemodelan  dengan berbantuan  Sistem Informasi Geografi menawarkan satu mekanisme untuk mengintegrasikan banyak skala data yang dikembangkan untuk tujuan penelitian pertanian. Kata kunci : generator model keputusan,potensi wilayah,sistem informasi geografi
Rekayasa Sistem Peringatan Dini untuk Keselamatan Pengendara Kendaraan Berbasis Mikrokontroler Atmega16 Ahmad Ahfas; Dwi Hadidjaja
Dinamik Vol 19 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Stikubank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35315/dinamik.v19i2.4101

Abstract

Keamanan berkendara merupakan hal yang sangat penting dalam aspek lalu lintas, kecepatan tinggi dalam berkendara merupakan faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas, oleh karena itu dengan adanya alat pembatas kecepatan maka dapat menekan jumlah kecelakaan lalu lintas. Dalam rekayasa sistem peringatan dini untuk keselamatan pengendara kendaraan perlu dibuat sebuah alat pembatas kecepatan dengan menggunakan mikrokontroler yang aman bagi pengguna, yang ditujukan untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas. Batas kecepatan dilakukan dengan cara memutus aliran sinyal listrik dari pulser (sensor pemicu pengatur waktu pengapian) ke CDI. Sinyal listrik diputus melalui relay mekanis dengan algoritma on-off yang dikendalikan mikrokontroler ATMega16. Dengan memanfaatkan sensor speed speedometer pada sepeda motor sebagai sensor kecepatan, dengan mendeteksi jumlah putaran besi inputan yang terdapat pada gear rantai depan. Jika hasil pengukuran kecepatan melebihi nilai dari set poin, maka mikrokontroler akan memberikan peringatan selanjutnya memutus sinyal pengapian sepeda motor.   Kata kunci: ATMega16, CDI, Batas Kecepatan, Sepeda Motor
Metode Preservation Metadata Implementation Strategies (Premis) bagi Standarisasi Dokumentasi Digital Batik Tulis Warisan Nusantara Saefurrohman .; Dewi Handayani Untari Ningsih
Dinamik Vol 20 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Stikubank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.353 KB) | DOI: 10.35315/dinamik.v20i2.4646

Abstract

Kamus data PREMIS (Preservation Metadata: Implementation Strategies) merupakan sumber daya praktis untuk mengeimplementasikan preservasi metadata dalam sistem pelestarian secara dijital. Kamus data mendefinisikan pelestarian metadata yang mendukung keberlangsungan hidup, kemampuan, pengertian, keaslian, dan identitas objek digital dalam konteks pelestarian; menggambarkan informasi yang paling banyak diperlukan untuk mengetahui pelestarian material dijital dalam jangka panjangMotif Hias di Indonesia sangat beragam, macam-macam motif hias ini sering ditemukan pada karya seni kriya yang di ciptakan di wilayah nusantara. Gaya motif hias yang berkembang saat ini ada yang sudah dipengaruhi oleh desain kontenporer/ modern maupun ada juga yang masih mempertahankan dan mengenbangkan dari desain klasik/tradisional.Standarisasi dokumentasi dijital berfungsi sebagai standar acuan pada saat membuat dijitalisasi dokumen warisan budaya batik baik yang bersifat budaya fisik dan nonfisik untuk kebutuhan penyimpanan serta penggunaan bagi kebutuhan penelitian, pendidikan, restorasi dan pelestarian batik sebagai warisan budaya.Batik tulis Padasan merupakan batik yang dikembangkan dari motif ragam tradisional
Desain Motif Batik Dengan Metode Fraktal Dan Algoritma L-System untuk Membangun Pustaka Batik Wali Saefurrohman Saefurrohman; Dewi Handayani Untari Ningsih
Dinamik Vol 21 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Stikubank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.255 KB) | DOI: 10.35315/dinamik.v21i1.6080

Abstract

Desain Motif batik merupakan salah satu kegiatan dalam pembuatan batik, baik itu untuk batik tulis,batik cap maupun printing. Dalam melakukan desai motif batik banyak yang bisa dilakukan dengan caramengali imajinasi maupun dengan menyimbolkan dari beberapa benda yang ada yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk alur tu;ilsan di selembar kain batik.Menarik atau tidaknya suatu batik tergantung pada desain motif yang dihasilkan sehingga disukai olehpelanggan. Kepiawaian desain motif juga akan mempengaruhi nilai jual suatu batik. Motif juga bisamenggambarkan dan mencirikan asal muasal satu batik dengan ciri khas lokalnya.Batik Fraktal adalah batik yang sentuhan desainnya (corak dan ragam hiasnya) dibuat dengan rumusrumus matematika yang dikerjakan dengan teknologi komputer. Secara proses pembuatan batik fraktalmenjadi satu produk batik dibagi menjadi 2 tahap, tahap pertama adalah pembuatan desain yang dilakukanoleh tim desain fraktal, dan tahap kedua dilakukan oleh tim pembuat batik. Bentuk Fraktal mudahdimodelkan dengan metode L-System. L-System terdiri dari himpunan karakter , kumpulan aturan yangdikembangkan ke setiap karakter menjadi string karakter yang
Desain Motif Batik Dengan Metode Fraktal Dan Algoritma L-System untuk Membangun Pustaka Batik Wali Saefurrohman Saefurrohman; Dewi Handayani Untari Ningsih
Dinamik Vol 21 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Stikubank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.255 KB) | DOI: 10.35315/dinamik.v21i1.6080

Abstract

Desain Motif batik merupakan salah satu kegiatan dalam pembuatan batik, baik itu untuk batik tulis,batik cap maupun printing. Dalam melakukan desai motif batik banyak yang bisa dilakukan dengan caramengali imajinasi maupun dengan menyimbolkan dari beberapa benda yang ada yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk alur tu;ilsan di selembar kain batik.Menarik atau tidaknya suatu batik tergantung pada desain motif yang dihasilkan sehingga disukai olehpelanggan. Kepiawaian desain motif juga akan mempengaruhi nilai jual suatu batik. Motif juga bisamenggambarkan dan mencirikan asal muasal satu batik dengan ciri khas lokalnya.Batik Fraktal adalah batik yang sentuhan desainnya (corak dan ragam hiasnya) dibuat dengan rumusrumus matematika yang dikerjakan dengan teknologi komputer. Secara proses pembuatan batik fraktalmenjadi satu produk batik dibagi menjadi 2 tahap, tahap pertama adalah pembuatan desain yang dilakukanoleh tim desain fraktal, dan tahap kedua dilakukan oleh tim pembuat batik. Bentuk Fraktal mudahdimodelkan dengan metode L-System. L-System terdiri dari himpunan karakter , kumpulan aturan yangdikembangkan ke setiap karakter menjadi string karakter yang
Model Arsitektur Komputasi Awan E-Heritage Semarang Dewi Handayani Untari Ningsih; Dwi Budi Santoso; Saefurrohman Saefurrohman
Dinamik Vol 21 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Stikubank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.6 KB) | DOI: 10.35315/dinamik.v21i2.6087

Abstract

Preservasi data / dokumen digital warisan budaya di jawa tengah menjadi hal penting karena halberikut ini:1. Akumulasi data yang tak terkendali, kerusakan data tanpa sengaja, pengubahan data tanpahak, kelangkaan metadata dan sistem dokumentasi,kelangkaan metadata dan sistem dokumentasi,bentukdata elektronik yang tidak dapat dipreservasi,kelangkaan mekanisme untuk preservasi dan tanggung jawabbersama dalam melestarikan objek warisan budaya.Banyak dokumentasi digital yang sudah dilakukan oleh pemangku kepentingan(stakeholder) tentangbangunan kuno dan bersejarah yang ada di kota Semarang, tetapi tersebar dalam beberapa blok ataupunweb pribadi dan instansi terkait. Tetapi website yang secara khusus mengelola portal tentang sejarah yangada di kota semarang belum banyak, serta dengan memanfaatkan teknologi kompuasi awan sehingga databisa disimpan dan dipakai secara bersama belum ada. Fasilitas integrasi antara teknologi Sistem informasigeografi dan komputasi awan untuk mengoptimalkan aplikasi yang bisa diakses oleh pengguna menjadikekuatan penuh dari sistem yang akan dibangun.Komputasi awan (cloud computing) yang dibangun dengan menggunakan layanan cloud public flickrdengan pertimbangan data tentang budaya bisa diakses oleh semua orang yang memiliki kepedulian dankepentingan tentang pelestarian budaya khususnya di semarang dan umumnya d jawa tengah.
APLIKASI ALAT UKUR PARTIKULAT DAN SUHU BERBASIS IOT Syamsudduha Syahrorini; Dwi Hadidjaja
Dinamik Vol 25 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Stikubank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.871 KB) | DOI: 10.35315/dinamik.v25i1.7512

Abstract

Human daily life depends on air, so air quality needs to be protected especially against pollution. Decreasing air quality due to dust pollution can result in ARI. Makes it easier to measure ambient air and air temperature using internet-based technology. Designing internet-based dust and temperature measuring devices using the gp2y1010au0f type dust sensor, and DHS11 sensor as a temperature sensor, amplifier circuit, NodemCU microcontroller, and LCD (Liquid Crystal Display). The measurement application is carried out at the location of the PT. Djabus Tunas Utama Ngoro Mojokerto East Java at 10 sampling points around the mixing tube. The measurement results show the concentration carried by ambient air quality standards when the engine stops, so it is safe for employees. When the machine is mixing and the machine is not mixing (ordinary conditions) the concentration of particulates and the temperature exceeds the ambient air quality standard, for that all employees are required to use PPE.
MODEL ANALISIS PRE-DEFINED SINGLE LINGKAGE CLUSTERING PADA SISTEM REKOMENDASI OBYEK WISATA DI KOTA SEMARANG Dwi Budi Santoso; Dewi Handayani U.N; Saefurrohman Saefurrohman
Dinamik Vol 24 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Stikubank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.184 KB) | DOI: 10.35315/dinamik.v24i2.7833

Abstract

Perjalanan wisata selalu berkaitan dengan bagaimana seorang wisatawan mengunjungi obyek wisata berdasar kebutuhan informasi tentang rute yang harus dilalui ke obyek wisata yang diinginkan dan transportasi apa saja yang bisa digunakan berdasar waktu yang dimiliki. Petunjuk arah juga sangat diperlukan untuk kemudahan akses perjalanan. Model analisis pre-defined singkle-linkage dilakukan untuk menentukan obyek mana saja yang memiliki lokasi berdekatan bisa membentuk satu klaster dan kunjungan dilakukan berdasar jarak paling dekat dengan klaster menuju klaster berikutnya sesuai dengan kelompok jenis obyek wisata. Perhitungan jarak antar obyek dengan pengguna menggunakan metode Euclidean Distance untuk mencari jarak berdasar ketetanggaan terdekat. Hasil analisis penentuan obyek wisata di kota Semarang dengan metode pre- defined single-linkage divisualisasikan menggunakan dendrogram yang bisa menggambarkan kelompok obyek dalam satu klaster berdasar ketetanggaan terdekat. Dari dendrogram bisa dilihat jumlah klaster yang terbentuk dari 14 obyek wisata.
PENGENALAN GEDUNG BERSEJARAH JIWASRAYA SEMARANG MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUGMENTED DAN VIRTUAL REALITY Herny Februariyanti; Mardi Siswo Utomo; Dewi Handayani Untari Ningsih; Eddy Nurraharjo
Dinamik Vol 26 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Stikubank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35315/dinamik.v26i2.8927

Abstract

Bangunan bersejarah gedung Jiwasraya yang berada di wilayah kota lama Semarang merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang dibangun sekitar tahun 1916. Gedung Jiwasraya yang merupakan salah satu gedung peninggalan jaman kolonial yang perlu dilestarikan karena mempunyai nilai sejarah yang tinggi, bentuk arsitektur yang megah dan usia bangunan yang cukup tua. Adanya kemajuan teknologi sekarang ini memungkinkan bangunan bersejarah yang mempunyai nilai histori yang tinggi dapat dilestarikan dengan menggunakan teknologi augmented reality dan virtual reality. Pelestarian bangunan bersejarah menggunakan teknologi augmented reality dan virtual reality dengan membuat bentuk model bangunan nyata yang mempunyai nilai histori ke dalam bentuk virtual. Teknologi augmented reality dan virtual reality dalam memvisualisasikan bangunan bersejarah dimasukkan dalam sebuah aplikasi mobile. Aplikasi mobile yang dapat memvisualisasikan bangunan bersejarah khususnya gedung Jiwasraya dalam bentuk augmented reality dan virtual reality akan mempermudah masyarakat dalam mengenal dan melestarikan bangunan berserjarah tersebut. Melalui sentuhan teknologi akan dapat melestarikan bangunan bersejarah sesuai dengan perkembangan jaman. Generasi muda juga akan mudah untuk mengeksplor tentang bangunan bersejarah gedung Jiwasraya menggunakan kemajuan teknologi.