Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Alignment of the Blueprint and Item Analysis as Indicators of the Validity of the Multiple Choice Test Instrument Nia Ayu Saraswati; Miranti Dwi Hartanti; Ni Made Elva Mayasari; Rury Tiara Oktariza; Ratih Pratiwi
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 6, No 2 (2026): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v6i2.11035

Abstract

Multiple Choice Questions (MCQs) are widely used as cognitive assessment tools in medical education due to their efficiency and objectivity. The quality of MCQs is strongly influenced by the alignment between examination planning through blueprinting and the empirical performance of test items evaluated using item analysis. This study aimed to examine the alignment between the examination blueprint and item analysis results as indicators of MCQ instrument validity. This study employed a descriptive observational quantitative design with a retrospective approach. Data were obtained from examination blueprint documents and MCQ test results from the most recent block examination conducted at the Medical Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Muhammadiyah Palembang. A total of 150 MCQ items were analyzed using statistical software to calculate difficulty index, discrimination index, and internal reliability measured by Cronbach’s alpha coefficient. The results demonstrated that most items were classified within the moderate difficulty category (47.33%), with relatively balanced proportions of difficult and easy items. Item discrimination analysis revealed that 70.67% of items showed good discrimination (?0.30), although 29.33% of items demonstrated fair to poor discrimination. The internal reliability of the examination instrument was very high, with a Cronbach’s alpha value of 0.91. In conclusion, the alignment between the examination blueprint and item analysis findings supports the validity and reliability of the MCQ assessment instrument. Nevertheless, continuous evaluation and revision of items, particularly those with low discrimination indices, are recommended to enhance the overall quality of assessment.
PROMOSI KESEHATAN MELALUI PEMANFAATAN APLIKASI SMART EXERCISE DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT TENTANG KONDISI JANTUNG Raden Ayu Tanzila; Ni Made Elva Mayasari; Miranti Dwi Hartanti; Lilis Khairani; Bilqiis Aanisah; Suci Abelia
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 8, No 1 (2026): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v8i1.3193

Abstract

Program Smart Exercise dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi masyarakat terkait pemantauan aktivitas fisik sesuai usia dan kondisi jantung serta risiko kardiovaskular. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan olahraga yang aman melalui edukasi dan pemantauan sederhana. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dan praktik pada 47 peserta di Klinik Dokter Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang berusia 30–65 tahun, yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 47 orang. Tahapan kegiatan mencakup pre-penilaian, edukasi teori, demonstrasi teknik pemantauan denyut nadi manual, latihan fisik terstruktur, serta evaluasi pasca intervensi. Variabel evaluasi meliputi pengetahuan olahraga aman, keterampilan pengukuran denyut nadi, pemahaman intensitas latihan, identifikasi gejala bahaya, dan parameter fisiologis (denyut nadi dan tekanan darah). Instrumen berupa kuesioner dan lembar pengukuran denyut nadi dan tekanan darah. Analisis data dilakukan dengan perbandingan pre–post menggunakan statistik deskriptif dan analisis perbedaan rerata. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor pengetahuan, keterampilan pemantauan, pemahaman gejala bahaya, serta perbaikan ringan pada denyut nadi istirahat dan tekanan darah. Kesimpulannya, intervensi edukatif-praktik ini efektif dalam memberdayakan masyarakat untuk melakukan olahraga aman sesuai kondisi jantung. Rekomendasi program serupa perlu dijalankan secara berkala dan dengan tindak lanjut jangka panjang agar keterampilan pemantauan dan pemahaman kesehatan jantung tetap dipertahankan
PROMOSI PENYAKIT TIDAK MENULAR MELALUI EDUKASI, SKRINING, DAN KONSELING GAYA HIDUP SEHAT Miranti Dwi Hartanti; Lilis Khairani; Raden Ayu Tanzila; Ni Made Elva Mayasari; Aqila Meisya Putri Nurfauza; Rizky Andelina
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 8, No 1 (2026): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v8i1.3191

Abstract

Penyakit diabetes melitus terus meningkat pada kelompok usia dewasa dan lansia sehingga diperlukan upaya preventif berbasis komunitas yang mampu meningkatkan pengetahuan serta mendeteksi individu dengan risiko tinggi. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi mengenai penyakit DM, mengukur risiko peserta melalui instrumen terstruktur, serta mendorong perubahan perilaku melalui konseling gaya hidup. Pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan promotif dan preventif melalui kegiatan edukasi kesehatan, skrining faktor risiko, serta konseling gaya hidup sehat pada kelompok masyarakat berisiko penyakit tidak menular (PTM), yaitu diabetes melitus. Kegiatan dilaksanakan di Klinik Dokter Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang pada Kamis, 30 Oktober 2025 dengan melibatkan 50 (lima puluh) peserta berusia 45-60 tahun yang direkrut secara purposive dari masyarakat yang tinggal di sekitar klinik. Kegiatan dilaksanakan dalam satu sesi selama kurang lebih 3 (tiga) jam yang terdiri atas beberapa tahapan kegiatan. Tahapan pertama berupa sosialisasi dan edukasi mengenai faktor risiko, pencegahan, serta deteksi dini diabetes melitus menggunakan metode ceramah interaktif dan diskusi tanya jawab dengan media presentasi. Tahap kedua berupa pelaksanaan skrining faktor risiko diabetes melitus melalui pengisian kuesioner penilaian faktor risiko yang diadaptasi dari instrumen Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC) yang telah divalidasi secara internasional. Tahap ketiga adalah pemeriksaan kesehatan sederhana yang meliputi pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan) menggunakan timbangan digital dan mikrotoise untuk menghitung indeks massa tubuh (IMT), serta pemeriksaan tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital terkalibrasi. Variabel yang diamati dalam kegiatan ini meliputi tingkat pengetahuan peserta mengenai diabetes melitus, faktor risiko perilaku, serta kategori risiko diabetes melitus berdasarkan hasil skrining. Peserta yang teridentifikasi memiliki kategori risiko sedang dan tinggi selanjutnya diberikan konseling indivdu mengenai modifikasi gaya hidup sehat, termasuk pengaturan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, serta pengendalian faktor risiko lainnya yang dilakukan secara individual oleh dokter ahli penyakit dalam bagi peserta yang teridentifikasi memiliki kategori risiko sedang dan tinggi. Konseling dilakukan secara tatap muka selama kurang lebih 10-15 menit per peserta dengan pendekatan komunikasi interpersonal berbasis edukasi kesehatan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi tingkat pengetahuan peserta, profil faktro risiko diabetes melitus, kategori risiko kesehatan, serta kecenderungan perubahan perilaku kesehatan setelah intervensi edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah edukasi dengan nilai rerata 78,6 ± 9,4 dan nilai median 80, dengan nilai minimal 52 dan maksimal 96 . Sebagian besar peserta berada pada kategori risiko sedang dan tinggi, di mana 38,2% berada pada kategori risiko sedang dan 20,7% berada pada kategori risiko tinggi.  Mayoritas peserta yang menerima konseling melaporkan peningkatan aktivitas fisik serta perubahan pola makan menjadi lebih sehat dengan rerata 71,3 ± 8,1 dan median 72, serta rentang nilai minimal 55 hingga maksimal 89 . Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi yang terstruktur dan skrining berbasis komunitas efektif meningkatkan kesadaran dan perilaku pencegahan penyakit DM. Program serupa direkomendasikan untuk diterapkan secara berkala pada layanan primer guna memperkuat deteksi dini dan pencegahan penyakit tidak menular.
Repellent Potency of N-Hexane Extract Leaf and Stem Ocimum basilicum against Culex quinquefasciatus Indri Ramayanti; Miranti Dwi Hartanti; Reynaldi Aulia Rahman
Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol. 11 No. 1 (2022): JLSO
Publisher : Research Center for Suboptimal Lands (PUR-PLSO), Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jlso.11.1.2022.514

Abstract

The Culex quinquefasciatus mosquito is the main vector of filariasis, various ways to control vector breeding is the use of insecticide from natural ingredients, one of which is basil containing essential oils and proven is effective as a repellent against the mosquito. The objective of this research was to determine the repellent potency of n-hexane extract of basil leaves and stems against the Culex quinquefasciatus. This study was a laboratory experimental study using a completely randomized design, with 3 replications at 7 times intervals. The extract concentrations were 15%, 25%, 35 % and ethanol negative control 96%, the positive control repellent X containing 13% DEET. The results showed that the n-hexane extracts of basil leaves and stems for 6 hours at all concentrations were able to repel mosquitoes up to 92.51%, the one-way ANOVA analysis showed that the value of p= 0.000 (< 0.05), meaning that there was a difference in the number of C. quinquefasciatus perching on the black cloth at various concentrations of n-hexane extracts of leaves and stems of basil, while the probit analysis showed that the effective extract concentration at 90% was 31.52%. The extract of n-hexane leaves and basil stems was effective as a repellent against the C. quinquefasciatus.
Penyuluhan Hipertensi dan Senam Lansia sebagai Upaya Peningkatan Kebugaran Lansia Pasien Hipertensi Raden Ayu Tanzila; Ni Made Elva Mayasari; Miranti Dwi Hartanti; Syabila Azzahra; Diva Syaidatun
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v6i1.4039

Abstract

Hypertension is a major risk factor for cardiovascular disease, commonly affecting the elderly. Hypertension education and elderly exercise programs serve as effective interventions to enhance elderly individuals' understanding of hypertension while improving their physical fitness. This community service program aims to assess the effectiveness of elderly exercise and hypertension education in raising awareness, enhancing knowledge, and lowering blood pressure among hypertensive elderly individuals. The method involved a structured elderly exercise routine conducted over one month alongside interactive health education on hypertension. The activity involved 32 participants who met the inclusion and exclusion criteria. The program was conducted for one month in October 2024 at the Family Doctor Clinic, Faculty of Medicine, Universitas Muhammadiyah Palembang. Blood pressure measurements and pre-test and post-test assessments were taken before and after the program to evaluate knowledge improvement. The results showed a significant reduction in both systolic and diastolic blood pressure after participating in the program (p < 0.05). Additionally, pre-test and post-test results indicated a significant improvement in participants' understanding of hypertension. This program demonstrates that combining health education with physical activity positively impacts blood pressure control and elderly fitness. Therefore, it is recommended that this program be implemented regularly in community settings to promote sustainable elderly health.