Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Tataloka

POLA RUANG DALAM LANSEKAP PEDESAAN: PENILAIAN PERUBAHAN GUNA LAHAN DAN TUTUPAN VEGETASI Iwan Rudiarto; Wiwandari Handayani; Holi Bina Wijaya; Pangi Pangi
TATALOKA Vol 19, No 4 (2017): Volume 19 Number 4, November 2017
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1234.456 KB) | DOI: 10.14710/tataloka.19.4.280-290

Abstract

The existence of rural landscape is very significant in balancing the biohysical environment. The changing of landscape pattern in a rural area affects both the ecosystem and the habitat where eventually changes the human environment. Normaliazed Difference Vegetation Index/NDVI is one of the assessment that can be applied in determining the distribution of vegetation coverage. The analysis was carried out through the assessment of landsat satellite images in the year of 1990, 2010, and 2015 in three typical rural areas; coastal area, plain area, and mountain area. The result showed that coastal rural and plain rural area were the two areas that vegetation coverage significantly changed. This change is mostly found in the intermittent vegetation classification which identified as the agricultural and settlement area. While in the mountain area, the conversion was identified more on the agricultural area due to the expansion of agricultural activity to the higher area.    
Kolaborasi Pembangunan Kawasan Perdesaan Margomarem Kabupaten Wonosobo Ainaqo, Ayu Annisa Annasihatul; Handayani, Wiwandari; Mardiansyah, Fadjar Hari
TATALOKA Vol 26, No 4 (2024): Volume 26 No 4, November 2024
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.26.4.266-279

Abstract

Pembangunan kawasan perdesaan adalah pembangunan beberapa desa melalui kolaborasi multi aktor dengan tahapan antara lain pembentukan, penetapan, perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Kawasan Perdesaan Margomarem merupakan kawasan gabungan lima desa di Kabupaten Wonosobo yang terbentuk atas inisiatif pemerintah yang kemudian disambut baik oleh masyarakat lokal. Dengan modal sosial dan kerja sama yang kuat, Kawasan Margomarem ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui SK Bupati Wonosobo Nomor 050/383/2020. Kawasan Margomarem kemudian menyusun perencanaan kawasan dan mulai melaksanakan pembangunan sejak akhir tahun 2021. Dalam setiap tahap, pembangunan Kawasan Margomarem melibatkan kolaborasi dari berbagai aktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kolaborasi pembangunan Kawasan Margomarem. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis stakeholder mapping, analisis bentuk kolaborasi, dan analisis collaborative governance. Studi ini menunjukkan bahwa aktor kunci dalam kolaborasi pembangunan Kawasan Margomarem yaitu BKAD, Pemerintah Desa, Bumdesma, Sekolah Lapang, Shirvano Consulting, dan Dinas Pariwisata & Kebudayaan. Aktor-aktor kunci tersebut saling berkolaborasi dengan aktor pendukung lainnya membentuk quadruple helix yang terdiri dari unsur pemerintah, masyarakat, swasta, dan komunitas. Kawasan Margomarem berjalan atas dasar kolaborasi, bergerak secara kolaboratif, dan dalam prosesnya mengalami dinamika kolaborasi. Kolaborasi yang terjadi dalam setiap tahap pembangunan Kawasan Margomarem telah mendorong akselerasi pembangunan wilayah berbasis perdesaan.